
LI CHANG SU tidak menjawab untuk waktu yang cukup lama. Sebelum akhirnya dia mundur sedikit dan berbalik melarikan diri dengan cepat.
"Lari yang kencang! Jangan sampai jatuh ke bawah!!" teriak gadis itu tanpa diduga oleh Mu Xianzhai.
"...." Pria itu tertegun saat melihat istrinya melarikan diri secepat kilat tanpa menoleh ke belakang. Apakah dia baru saja ditinggalkan?
Setelah Li Chang Su lari, retakan es semakin besar dan pecah di segala arah. Mu Xianzhai juga lari dengan cepat untuk mengejar istrinya. Keduanya lari saling mengejar. Lautan es di sekitar mereka langsung pecah dan terpisah-pisah. Bahkan seperti sulit untuk mendapatkan pijakan.
Pada saat para penjaga gelap menoleh ke belakang, sang putri dan raja telah menyusul. Tapi kondisi di belakang mereka tidaklah begitu baik. Anehnya lagi, lari Li Chang Su lebih baik daripada para penjaga gelap. Gadis itu kini sudah melewati mereka dan mencapai pantai lebih dulu.
Adapun Mu Xianzhai, kini datang yang kedua. Lalu diikuti para penjaga gelap serta kereta kuda. Saat mereka semua menginjak pasir bersalju, rasa lega tak bisa disembunyikan lagi.
Retakan laut es sudah sepenuhnya pecah. Tapi untungnya mereka semua selamat. Li Chang Su menghela napas lega. Tapi tak berada lama kemudian, bulu kuduknya merinding. Saat dia melihat Mu menghampirinya dengan cepat, tanpa sadar ada rasa ingin melarikan diri.
Sayangnya ketika dia hendak mencari tempat persembunyian, Mu Xianzhai sudah menangkap pinggangnya.
"Su'er ... Jadilah gadis baik," bisik pria itu sedikit dingin.
"Itu ... Suami~" Li Chang Su sedikit gemetar.
Berakhirlah sudah. Dia tadi melarikan diri tanpa mengajak pria ini, meninggalkannya seperti istri yang ketahuan berselingkuh. Tapi yang pasti, Mu Xianzhai menikmati ekspresinya yang sedikit tertekan. Tiba-tiba saja dia terkekeh.
Melihat sedikit kelonggaran, Li Chang Su berniat pergi memasuki ruang artefak. Dia ingin menyentuh gelang naga peraknya untuk bisa masuk ke ruang artefak dan bersembunyi. Tapi lagi-lagi Mu Xianzhai mengetahui niatnya dan langsung menangkap pergelangan tangan kiri.
"Su'er, mau lari?" Kali ini nada bicara pria itu agak main-main.
"Itu, Mu Xianzhai ... Tidak, tidak, maksudku Suami ... Aku merasa kedinginan dan ingin menghangatkan diri dulu di dalam. Tidak lebih ... Siapa yang mau lari?!" Li Chang Su segera menyangkalnya dengan cepat dan menunjukkan ekspresi canggung.
Bukannya melepaskan, Mu Xianzhai justru tersenyum lebih dalam. Dia sangat gemas melihat istri kecilnya yang menciutkan leher seperti anak kucing ketakutan.
"Su'er tidak perlu khawatir. Suamimu yang hebat ini bisa menghangatkanmu di dalam kereta nanti," godanya.
__ADS_1
Rasanya pikiran Li Chang Su meledak detik itu juga. Kakinya lemas. Jangan bilang apapun. Li Chang Su sudah tahu apa hukumannya kali ini. Meninggalkan suaminya yang hebat dan dia lari begitu saja, itu sudah salah. Mu Xianzhai pasti marah.
Kali ini Li Chang Su mungkin ingin membuat lubang dan mengubur dirinya sendiri. Tidak bisa melarikan diri ke ruang artefak, ia hanya bisa patuh diseret Mu Xianzhai ke dalam kereta.
"Ayo, masuk. Jangan sampai masuk angin. Masih ada waktu untuk menghangatkan Su'er di masa depan," kata Mu Xianzhai tidak main-main lagi. Kali ini ia merasa istrinya sudah kedinginan dan khawatir jatuh sakit di perjalanan.
Sementara itu, meninggalkan keduanya yang sedang sibuk berbicara, di kereta Mu Hongzhi ceritanya lain lagi.
Ketika kereta berhenti di pantai, Lict dan Mu Hongzhi akhirnya membentur dinding kereta
Karena kereta berhenti mendadak, Xue Zi yang dipeluk Lict juga ikut terjepit. Kelinci putih gemuk itu mengeluarkan bunyi kecil sebagai makhluk hidup yang merasa jika hidupnya akan melayang. Karena kesal, makhluk berbulu putih itu segera menendang Lict dari kereta.
"Dasar manusia tidak sopan! Beraninya kamu menjepit kelinci yang imut ini!" Xue Zi akhirnya berhasil mendarat di lantai kereta dan merasa jika tubuhnya hampir remuk.
Adapun Lict, kini ditendang keluar tenda dan tersungkur dengan baik. Sehingga rasa pusingnya langsung hilang akibat rasa dingin di kepalanya.
"Ah! Dingin. Dinginnya!" Dia bangkit dan menggigil.
Pada akhirnya, kelinci itu keluar kereta dengan terhuyung dan jatuh lembut di salju. Ini sangat nyaman. Salju adalah hidupnya. Xue Zi rebahan dulu sebentar sebelum akhirnya menyegarkan pikirannya.
Para penjaga gelap yang tersisa sudah kembali ke bayang-bayang. Mereka siap melanjutkan perjalanan setelah Mu Xianzhai meminta mereka untuk lanjut.
Lict dan Mu Hongzhi masih memiliki rasa mual sehingga memilih untuk duduk menjadi kusir. Adapun penjaga gelap yang menjadi kusir sebelumnya, langsung menggantikan keduanya di dalam kereta.
Si penjaga gelap yang malang hanya duduk kaku di dalam kereta. Dia ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata. Tidak benar. Ini seharusnya tidak begini. Dia tidak ingin di dalam kereta dan membiarkan dua tuan menjadi kusir.
Tapi apapun yang terjadi, Mu Xianzhai sendiri tidak mau repot dengan urusan sepupunya yang bodoh itu. Dia sibuk menghangatkan Li Chang Su dengan pelukan. Gadis itu langsung tertegun dan merasa otaknya kosong.
Menghangatkan tubuhnya, pelukan? Ini berbeda dari apa yang dia bayangkan sebelumnya. Apakah pikirannya terlalu kotor?
Wajah Li Chang Su memerah. Saat Mu Xianzhai menyentuhnya, ternyata cukup panas.
__ADS_1
"Su'er, apakah demam? Kenapa wajahmu merah dan panas?" Mu Xianzhai bertanya dengan polos.
"Tidak, tidak ... Ini hangat." Gadis itu hanya bisa mengakuinya.
"Oh, apa yang Su'er pikirkan? Mau olahraga lagi?" godanya.
"Siapa yang mau? Aku tidak berpikir begitu sekarang!" Li Chang Su kesal. Lalu tiba-tiba saja dia menyadari apa yang diucapkannya.
"Berarti Su'er memikirkannya tadi?" Mu Xianzhai tersenyum lagi dan lagi. Senang rasanya menggoda istri.
"Tidak! Aku tidak bermaksud begitu."
"Su'er memikirkannya tadi. Jangan khawatir. Su'er akan merasa hangat malam nanti." Mu Xianzhai menyentuh pinggungnya dengan sedikit perasaan panas.
Bisakah dia menyentuh istrinya nanti?
"Kamu hooligan bau! Siapa yang mau denganmu!"
Li Chang Su langsung mengejek dan mengubur kepalanya di leher pria itu. Sangat malu. Sangat malu! Dia bahkan tidak pernah semalu ini dalam hidupnya.
Merasakan sering dimanja dan dicintai, membuat Li Chang Su bertingkah seperti bayi besar. Mu Xianzhai tidak berdaya saat melihat istrinya begitu malu. Dia tidak lagi menggodanya sekarang. Atau malam nanti tak ada sesuatu yang dilakukan untuk menghangatkan tenda.
Tapi, belum sempat Mu Xianzhai membayangkan malam nanti, Li Chang Su sudah berkata, "Jangan lupa, kamu kalah. Kamu tidak bisa menyentuhku dalam seminggu ini."
"...." Mu Xianzhai menghancurkan mimpinya yang indah malam nanti. Dia hangat memeluk istrinya dengan frustasi.
Taruhan sialan itu, seharusnya dua tidak membuatnya.
Sepanjang perjalanan, mereka memasuki hutan lagi. Tapi kali ini suasananya merasa ada yang salah. Ketika hari sudah siang, mereka memilih untuk beristirahat. Li Chang Su sudah merasa hangat di pelukannya. Kini memilih untuk istirahat dan makan siang.
"Mu Xianzhai, kenapa aku merasa bahwa pohon itu cukup akrab?" tanyanya ketika melihat salah satu pohon yang pernah mereka lewati sebelumnya.
__ADS_1