
DI DALAM gambaran masa lalu naga perak, gadis itu menyaksikan berbagai peristiwa yang sepertinya telah dirangkum dengan sangat baik. Ada naga perak yang bertarung dengan naga hitam. Kedua makhluk raksasa itu telah menyebabkan banyak kekacauan di zaman kultivator.
Pertumpahan darah ada di mana-mana. Bahkan para kultivator juga banyak yang menjadi korban akibat pertarungan dua makhluk legenda tersebut.
Lalu seiring berjalannya waktu, naga perak berhasil mengalahkan naga hitam dan keduanya terpisah seolah-olah telah menjadi musuh bebuyutan. Zaman terus berganti ... Li Chang Su hanya terdiam di tempat ketika melihat gambaran di sekitarnya mulai bergerak cepat seperti mesin waktu.
Kini tempat yang dia pijaki menampilkan sebuah perkotaan kecil. Lalu seorang pria berjubah kuning keemasan duduk di takhta seraya memakai gelang naga perak. Ada rasa hormat dari pada warga dan orang-orang istana. Li Chang Su menyaksikannya tanpa kehilangan satu pun adegan.
Tak berapa lama, bayangan Naga Perak kecil muncul di samping gadis itu. "Itu adalah kaisat pertama yang menemukan gelang naga perak di zaman modern," ujarnya.
Li Chang Su terkejut dan melirik bayangan Naga Perak. "Kaisar pertama? Apakah itu benar-benar kaisar pertama?" tanyanya tidak percaya.
Bayangan Naga Perak menyipitkan matanya. "Ya. Anggap saja kamu beruntung bisa melihatnya. Lihatlah, rambutnya yang pendek, benar-benar sesuai dengan zamanmu berada."
"..." Li Chang Su memperhatikan pria jangkung yang duduk di atas takhta. Memang benar, gaya rambut zaman modern ditambah pakaiannya juga terlihat lebih maju.
Li Chang Su dan bayangan Naga Perak memperhatikan semua gambaran tersebut dari masa ke masa. Seolah-olah menghabiskan ratusan tahun atau mungkin seribu tahun lebih. Entahlah, Li Chang Su tidak bisa memastikannya. Hingga gambaran masa lalu yang diperlihatkan bayangan Naga Perak itu sampai pada masa Kaisar Mu saat ini. Sungguh tidak terduga.
Dimulai dari gelang naga perak ada pada pensiunan kaisar hingga diserahkan pada seorang anak laki-laki berwajah datar dan dingin—Mu Xianzhai. Melihat suaminya dalam gambaran masa lalu itu terlihat menggemaskan dan masuk akal, rasanya dia telah mengintip siklus kehidupannya.
Tak berapa lama, gambaran masa lalu tentang gelang naga perak terus berlanjut. Berawal dari Mu Xianzhai remaja dan selalu memakai gelang tersebut hingga akhirnya mencapai usia dewasa. Pria itu menghabiskan waktunya di barak militer dan memenangkan banyak pertempuran. Tak jarang berselisih dengan putra mahkota.
__ADS_1
Yang lebih mengejutkan Li Chang Su, pria bertopeng perak itu memang dekat dengan Rongyu sejak kecil sehingga keduanya memiliki sedikit hubungan pertemanan. Rongyu tampaknya menyukai Mu Xianzhai dan berulang kali pernah menyatakan perasaannya. Bahkan rela menjadi selir.
Tapi dalam gambaran masa lalu yang disaksikan Li Chang Su saat ini, Mu Xianzhai selalu memiliki sikap dingin dan acuh tak acuh pada orang-orang di sekitarnya. Pria itu selalu menolak Rongyu dan berkata jika dirinya telah terikat dengan takdir gelang naga perak.
"Dalam hidup Raja ini, hanya ada satu wanita yang akan mengisi Istana Raja Perang. Semua kekayaan dan kekuasaan Raja ini hanya akan menjadi milik dari takdir gelang naga perak. Kamu tidak layak kecuali kamu adalah takdir gelang naga perak." Ucapan Mu Xianzhai dalam gambaran masa lalu itu terlihat dingin, tanpa nada ramah dan sedikit sombong. Duduk di atas punggung kuda dan pergi ke barak militernya sendiri.
Pada saat inilah Li Chang Su tertegun. Dia akhirnya tahu jika pria itu pernah mengucapkan kalimat tersebut di masa lalu. Percaya pada takdir gelang naga perak.
Di sampingnya, bayangan Naga Perak ingin sekali mencibir. "Dasar pasangan bodoh," gumamnya. "Kita beralih ke lokasi berikutnya." Makhluk itu kembali mempercepat waktu dan kini pindah ke barak militer. Tempat yang familiar bagi Li Chang Su.
Di barak militer, sosok Mu Xianzhai turun dari kudanya dan melepaskan gelang naga perak. Lalu gelang tersebut menghilang dari pandangan.
"Itu terjadi beberapa tahun sebelum kamu muncul di zaman ini. Pada saat itu juga, pensiunan kaisar menghilang," jelas bayangan Naga Perak mulai menghubungkan beberapa kejadian beberapa tahun lalu.
"Hilang ke mana?" tanya gadis itu.
"Pensiunan kaisar pergi dengan Mu Hongshan untuk menekan populasi binatang mutasi kegelapan ke Sekte Hitam. Tapi sebelum itu, pensiunan kaisar merasakan adanya fluktuasi gelang naga perak yang mencari takdir dari cucu kesayangannya yaitu suamimu sendiri saat ini. Karena itu, selama di perjalanan menuju Sekte Hitam, pensiunan kaisar akhirnya membantu Mu Xianzhai mencari takdirnya," jelasnya lagi dengan sedikit helaan napas.
Bayangan Naga Perak tentu tahu karena dia sendiri berada di ruang artefak sebelum pemilik baru ditemukan. Lalu karena takdirnya tidak ada di zaman ini, pensiunan kaisar akhirnya membuat sebuah ritual khusus untuk menjelajahi waktu dan pergi ke berbagai zaman. Bayangan Naga Perak juga mengaku jika dirinyalah yang menginginkan pergi ke zaman modern, abad ke-21.
Selama di zaman modern, pensiunan kaisar tidak memiliki banyak waktu dan sangat terbatas dengan durasi yang diberikan oleh ruang artefak. Sehingga dengan cepat menemukan pemilik baru. Pensiunan kaisar akhirnya menemukan Li Chang Su, sang pemilik tato sepasang sayang hitam di pergelangan tangan kirinya yang merupakan tanda bahwa takdir itu telah sampai.
__ADS_1
Setelah mendengarkan ceritanya, Li Chang Su pun akhirnya mengerti dengan baik. Pensiunan kaisar pergi ke zaman modern beberapa tahun sebelumnya dan memberikan gelang naga perak, lalu pergi. Saat pensiunan kaisar kembali ke zaman kuno dan melanjutkan perjalanan ke Sekte Hitam, perbedaan ruang waktu pun berlaku.
Mulai dari pensiunan kaisar yang bertarung dengan Zhen Juan hingga dikurung. Lalu Mu Xianzhai yang selau gelisah karena gelang naga perak belum kembali. Atau mungkin gugup karena takdir gelang naga perak tidak berfungsi. Entahlah. Tapi Li Chang Su bisa merasakan jika pria itu memiliki harapan.
Setelah melewati beberapa tahun, usia Mu Xianzhai semakin matang. Yaitu dua puluh tujuh tahun. Tepat pada saat itu, Li Chang Su muncul di udara kosong dan ini mengingatkan gadis itu akan segalanya. Sayangnya, gambaran dari bayangan Naga Perak telah berakhir. Li Chang Su tanpa sadar ditarik kembali ke gua lava sebelumnya.
Ia berdiri di atas batu besar yang dikelilingi lava dalam keadaan linglung. Semua gambaran tadi sungguh terlihat nyata dan rinci.
"Itulah perjalananku dari awal melindungi Negara Bingshui hingga kini. Kamu harus tahu bahwa aku menunjukkan semua ini bukan untuk hal sepele, tapi agar membuatmu menemukan beberapa tempat yang cocok untuk berlatih. Selain itu, ruangan bawah tanah yang ada di bawah bangunan istana kekaisaran mungkin terkubur cukup dalam. Tidak ada yang mengetahuinya sampai sekarang selain kamu saat ini," tutur Naga Perak yang kini masih berada di posisi sama, menyatu dengan lava.
"Apakah aku harus memeriksanya?"
"Ya, tentu saja. Hanya di sana peninggalan kaisar pertama negara ini. Dan mungkin berisi tentang beberapa penelitian aneh binatang mutasi. Dulu mungkin binatang mutasi tidak banyak, tapi semenjak ledakan racun di udara, semuanya berubah. Ini mungkin ada hubungannya dengan Hei Long." Naga Perak bercerita panjang lebar, tidak seperti biasanya. Jika He Ze ada di sini, mungkin akan berteriak dan pingsan. Sikap Naga Perak ini tak pernah baik pada tupai itu.
Di saat Li Chang Su ingin bertanya hal lain, rasanya sesuatu mengisap dia untuk keluar dari gua tersebut. Naga Perak mungkin menyadari siapa yang melakukan hal itu.
"Kembalilah. Kamu harus ingat apa yang baru saja dilihat dan dibicarakan. Jika waktunya tiba, kita akan mengobrol lagi."
Naga Perak mengembuskan napas panas dan segera melebur ke lava. Li Chang Su bahkan merasa kepalanya pusing. Samar-samar, suara Mu Xianzhai memanggil namanya berulang kali.
"Su'er ... Su'er ... Bangunlah. Jangan menakutiku." Suara itu menggema di pikiran Li Chang Su sebelum pandangannya benar-benar menjadi gelap.
__ADS_1