Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Memasak Untuknya


__ADS_3

LI CHANG SU tidak berani menjawab. Dia hanya bisa memeluk leher Mu Xianzhai seperti sebelumnya. Kedua kakinya lemas tapi Mu Xianzhai masih bisa bertahan begitu lama setelah sekian kali melakukannya. Mungkin karena hormon alami seorang ahli seni bela diri, fisiknya juga istimewa.


Adapun Li Chang Su yang memiliki tenaga dalam, meski kelelahan dan tidak berdaya, dia tak berani jatuh pingsan. Jadi Mu Xianzhai menyiksa tubuhnya sampai dia benar-benar memohon untuk berhenti.


Hingga akhirnya, Mu Xianzhai berhenti setelah musim semi meledak di tubuhnya dan membawa gadis itu mandi, membersihkan tubuhnya dan memakainya gaun. Dia sendiri berpakaian lebih cepat dan meninggalkan kamar. Istana Kekaisaran membutuhkannya sekarang.


Li Chang Su secara alami kesal tapi tidak mau membuat banyak masalah. Lagi pula, Mu Xianzhai memang sibuk namun masih memiliki ide untuk menyentuhnya di pagi hari. Ini bukan gayanya. Tapi mengagumi rambut putih keperakan Mu Xianzhai, gadis itu memerah lagi. Pria itu terlihat baik saat memiliki tampilan wajah putih kecil.


Tunggu! Wajah putih kecil?!


Li Chang Su terkejut ketika memikirkan ini dan mau tidak mau menggelengkan kepala. Dia tidak mau keluar hari ini, tubuhnya merasa lemas. Untungnya Xuyao masih datang untuk mengurus beberapa kebutuhan pribadinya. Gadis itu masuk sambil membawa beberapa makanan ringan yang baru saja dibuat.


“Putri, apakah raja memperlakukanmu dengan buruk?” tanya gadis itu ragu. Dia menyimpan piring di meja.


“Tidak. Ada apa?” tanya balik Li Chang Su kebingungan. Pakaiannya tertutup dan seharusnya beberapa jejak tidak terlalu terlihat bukan?


“Tidak, tidak ada apa-apa,” jawab Xuyao dengan wajah memerah. Dia segera meninggalkan kamar tanpa mengatakan apa-apa lagi.


Li Chang Su tidak tahu apa yang salah dan segera bangkit, berjalan menuju cermin dan melihat penampilan wajahnya yang cantik. Tiba-tiba saja tatapannya tertuju pada lehernya. Dia membelalakkan mata dan seraya menyentuh bagian leher yang dimaksud. Ada tanda merah samar yang jelas dan tentu saja tak bisa ditutupi oleh kerah gaun.


Mu Xianzhai jelas ingin membuat dirinya memiliki tanda kepemilikan atau justru tidak mengizinkannya keluar. Intinya, Li Chang Su segera berwajah hitam. Dia ingat jika pria itu membuat ciuman panjang di lehernya hingga dia merasa jika kulitnya mati rasa. Apakah masih belum tahu apa artinya itu?


Jelas jika Mu Xianzhai sengaja untuk membuat tanda tersebut.


Melihat reaksi Xuyao sebelum keluar, dia merasa canggung dengan pelayannya. Lupakan saja, kali ini dia akan memaafkan pria itu sekali karena bersiap jujur tentang identitasnya.


Perbincangan penting Mu Xianzhai di Istana Kekaisaran berlangsung hingga siang hari. Bahkan ketika pria itu terlambat, Kaisar Mu tidak memiliki banyak pendapat. Setidaknya Mu Xianzhai masih datang. Mereka membicarakan tentang kejadian semalam dan tindakan apa yang harus diambil untuk ke depannya. Terutama ini menyangkut tentang banyak orang, tentu saja butuh penjelasan yang masuk akal.

__ADS_1


Bukan hanya itu, kemunculan naga perak juga akan diketahui oleh beberapa negara tetangga saat ini karena raungan naga perak saja sudah bisa terdengar oleh orang-orang yang memiliki ilmu tenaga dalam lainnya. Meski semalam naga perak hanya menampilkan wujud yang tidak terlalu nyata, ditambah dengan kawanan binatang mutasi yang mengepung negara, beberapa mata tersembunyi pasti tahu apa yang terjadi.


Jika bukan karena kemunculan kawanan elang putih mutasi, naga perak pasti akan muncul lebih lama lagi dan membakar semua binatang mutasi kegelapan hingga tak tersisa. Selain itu juga, Kaisar Mu juga berkata bahwa status putra mahkota Mu Lizheng juga ditahan akibat ulahnya semalam. Permaisuri hanya bisa diam dan tidak membiarkan putra bodohnya itu bertindak impulsif.


Ketika pertemuan tadi selesai, Kaisar Mu secara langsung meminta Mu Xianzhai untuk berbicara empat mata di ruang belajar. Keduanya tidak terlalu formal seperti berada di aula pengadilan. Ayah dan putra benar-benar duduk sambil meminum teh.


"Ada hal lain?" tanya Mu Xianzhai.


"Bagaimana kabar istrimu?" tanya balik Kaisar Mu setelah menghela napas.


"Dia baik-baik saja sekarang. Hari ini dia terlalu lelah, jadi kubiarkan istirahat di rumah," jawabnya.


"Itu bagus. Pasti sulit untuknya."


"Lalu apa yang akan Ayah Kaisar lakukan saat ini setelah mengetahui niat permaisuri dan putra mahkota?" Kali ini Mu Xianzhai mengalihkan topik.


Kaisar Mu sudah tua dan bahkan pensiunan kaisar mulai mengomel padanya. Bahkan saudara laki-lakinya juga memberikan beberapa kata bijak untuknya. Ini membuat dia sakit kepala. Sebagai kaisar, dia tahu beban apa saja yang harus dipikulnya.


Hanya saja Kaisar Mu tidak menyangka jika Mu Lizheng akan bertindak seperti itu. Dia menculik kakak ipar ketiganya sendiri dan berniat untuk mengambil darahnya demi seorang wanita bernama Rongyu. Bukankah itu anak dari Jenderal Rong yang telah dikutuk oleh naga perak tahun lalu?


Kaisar Mu secara alami tidak menduga jika wanita itu memiliki ritu mandi darah untuk membuat tubuhnya yang cantik tetap bertahan dari pembusukan tubuh. Sekarang orang-orang di pengadilan Istana Kekaisaran tahu bahan hitam keluarga Rong. Mungkin tidak akan ada yang baik lagi di masa depan.


Dia secara alami bisa menduga jika kelangsungan keluarga Rong akan menurun tahun ini.


"Sekarang aku harus fokus pada Peizhi," kata Kaisar Mu.


"Ini tidak akan mudah." Mu Xianzhai segera memikirkannya.

__ADS_1


Kaisar Mu mengangguk. "Aku tahu."


"Kalau begitu mulai perlahan. Masih ada beberapa tahun lagi untuk mengurus masalah ini. Aku tidak percaya bahwa permaisuri atau saudara keempat akan diam saja," jelas Mu Xianzhai mulai melakukan pencegahan. Dia tidak ingin ketika pergi ke barak militer, masalah lain datang di ibu kota yang mengharuskan dia kembali.


Kaisar Mu secara alami tahu ini dan mengerti apa maksud putra ketiganya.


"Kapan kamu akan pergi ke barak militer?"


"Dalam beberapa hari. Jangan khawatir, kami akan kembali sebelum ucapara satu bulan kelahiran anak saudara pertama dilakukan."


"Bagus, bagus. Kakekmu juga tidak akan mengomel padaku nanti."


Setelah melakukan beberapa percakapan, Mu Xianzhai berniat untuk kembali ke Istana Raja Perang. Sebelumnya dia mampir ke salah satu toko untuk membeli beberapa manisan buah. Para gadis selalu menyukai makanan manis, tak terkecuali Li Chang Su.


Ketika tiba di istana, Xuyao dan Xuxu tidak terlalu terkejut dan menyapa Mu Xianzhai yang baru saja memasuki halaman.


"Di mana Su'er?" tanya pria itu seraya memegang bingkisan mencurigakan. Setidaknya mencurigakan bagi kedua pelayan mantan anggota Lembah Racun.


"Putri ... Putri berada di dapur," jawab Xuxu yang baru saja sembuh. Dia masih sedikit pucat, tapi jelas tidak lagi lesu.


"Menyiapkan makan siang?" Mu Xianzhai menaikkan sebelah alisnya.


"Ya. Putri berkata jikalau Yang Mulia akan kembali siang ini. Jadi ... Sang putri memasak."


Mu Xianzhai tidak menimpali perkataan itu dan segera bergegas ke dapur. Ketika tiba di sana, beberapa juru masak terkejut dan membungkuk hormat padanya.


"Yang Mulia," kata mereka pelan.

__ADS_1


Mu Xianzhai mengangguk ringan dan meminta mereka untuk keluar sebentar. Li Chang Su sedang membuat tumis rebung saat ini dan aroma harum yang sedikit pedas menguar. Ketika melihat pria itu datang, dia tidak terlalu terkejut.


"Kapan kamu kembali?" tanyanya.


__ADS_2