Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Ye Tianli Dan Mu Peizhi Datang


__ADS_3

KETIGANYA melihat sosok berpakaian merah bata itu tersenyum menawan di bawah cahaya remang-remang lentera. Siapa lagi jika bukan Ye Tianli yang datang bersama Mu Peizhi. Walaupun keduanya memiliki urusan tersendiri, tapi saat ini gelombang penyerangan sedang mereda. Jadi Keduanya datang saat mengetahui kabar dari bawahan.


Melihat keduanya datang, wajah Mu Xianzhai menjadi hitam. Terutama saat melihat Ye Tianli yang tersenyum genit ke arah Li Chang Su dan bahkan mencoba untuk duduk di dekatnya. Jika bukan karena Mu Xianzhai yang memberinya peringatan, pria itu mungkin akan merangkulnya.


"Apakah Saudara Kedua baik-baik saja?" tanya Mu Xianzhai ketika melihat Mu Peizhi agak pucat.


"Tidak apa-apa. Aku hanya sedikit lelah. Tapi bukan masalah besar." Lalu Mu Peizhi mengalihkan perhatiannya pada Li Chang Su yang terlihat tidak terlalu baik. "Ada apa dengan Putri Xian?"


"Keracunan kecil." Mu Xianzhai menjawab. "Baru saja diobati."


Mu Peizhi sudah mendengar dari bawahannya jika penyerangan di Istana Raja Perang tidak kecil. Kemungkinan besar berita ini akan sampai ke Istana Kekaisaran sekarang. Dia tidak tahu siapa yang ingin mengacau pasangan muda itu, tapi Mu Peizhi duduk di dekat api unggun untuk menghangatkan tubuh. Melihat ayam panggang hampir matang, dia tahu Mu Xianzhai membuatnya untuk Li Chang Su.


Siapa yang tahu Ye Shi juga memanggang daging ayam. Lalu dia meminta Ye Tianli untuk membeli ikan segar dan memanggangnya juga sehingga semua orang bisa makan sama-sama.


Li Chang Su terlihat tidak berdaya saat mereka datang untuk memanggang daging bersama. "Apakah kalian belum makan malam?" tanyanya.


"Belum. Eh, aku makan sedikit," jawab Mu Peizhi mengingat-ingat.


Di sisi lain, Ye Shi menatapnya sedikit ironi. "Makanlah yang banyak. Tian Tian berkata, kamu terlalu kurus dan kurang gizi."


"..." Pangeran ini tidak miskin dan makan dengan baik tiap hari, batin Mu Peizhi sedikit malu. "Aku tidak memiliki waktu makan yang cukup setelah putra mahkota membuat ulah."


"Lalu bagaimana sekarang?" Li Chang Su sedikit tidak senang saat mengingat sang putra mahkota—Mu Lizheng.


"Ah, dia cukup mabuk dan terkena ilusi dari Rongyu," cibirnya.

__ADS_1


"Wanita itu semakin banyak akal," kata Ye Shi juga tidak berdaya.


Saat Ye Tianli kembali setelah membeli ikan, dia juga bergabung dalam pembicaraan mereka. Akhirnya, aroma daging panggang pun tercium. Mu Xianzhai baru saja selesai memanggang dan meminta dapur untuk membuat sambal pedas asam manis serta beberapa mangkuk nasi. Pada akhirnya, meja disediakan untuk mereka.


Li Chang Su makan seperti biasa dan terlihat lebih menikmatinya. Mu Xianzhai juga makan untuk menemaninya. Jadi, dia tak peduli dengan keberadaan yang lain. Menyadari jika Mu Hongzhi belum datang dengan dua binatang peliharaan, Li Chang Su sedikit khawatir. Tapi Mu Xianzhai menyakinkan jika ada sesuatu, penjaga gelap pasti akan datang untuk memberikan laporan.


"Siapa yang tahu bahwa binatang mutasi kegelapan tingkat ilahi akan muncul di terowongan bawah tanah negara ini. Apakah benar-benar sudah direncanakan?" Mu Peizhi juga khawatir.


"Aku khawatir begitu," kata Li Chang Su. "Tunggu tupaiku kembali. Dia seharusnya memiliki jawaban."


"Apakah He Ze lebih kuat daripada kucing putih saudara pertama?" Mu Peizhi bertanya lagi.


Memikirkan ini, Li Chang Su juga penasaran. Dia hanya menggelengkan kepala. "Jika keduanya bertarung, mungkin akan tahu. Tapi karena He Ze adalah penjaga gelang naga perak sejati, seharusnya lebih kuat?" Dia justru bertanya pada dirinya sendiri lalu menatap Mu Xianzhai yang memakai sayap ayam. Itu adalah sayap ayam panggang kesukaannya.


Mu Xianzhai sedikit mengulum senyum dan memberikan sayap ayam panggang itu pada istrinya. "Yang jelas, He Ze tidak bisa menang melawan naga perak."


Setelah ikan bakar dan ayam panggang mereka matang, pada akhirnya ikut makan dengan lahap. Ye Shi adalah pria yang tak kenal dengan etika makan para bangsawan sehingga lebih suka makan apa adanya. Sebenarnya mirip dengan Li Chang Su yang selalu acuh tak acuh di depan Mu Xianzhai ketika makan.


Diam-diam, Mu Peizhi sebenarnya sudah mencampur sambal pedas asam manis dengan beberapa bubuk cabai sejak awal sehingga dia tidak sabar untuk menunggu reaksi Ye Shi yang menunjukkan ekspresi pedas. Melihat Mu Peizhi tersenyum licik, Ye Tianli tahu jika pria ini pasti sengaja melakukan sesuatu.


Ketika Ye Shi mencampur ayam bakarnya dengan sambal, awalnya tidak ada yang salah. Masih memujinya dengan kata-kata baik. Tapi tak lama setelah itu, dia terdiam Seolah-olah diracun sesuatu. Wajahnya memerah dan ayam bakar yang ada di tangannya segera diletakkan di atas piring.


"Ahhh!! Pedasss!! Sialan! Siapa yang mencampur sambal ku dengan bubuk cabai?!" teriaknya tidak terima sehingga segera meminum segelas air yang ada di meja. Lalu menuangkan air lainnya karena belum cukup.


"..." Mereka tidak menyangka jika reaksi Ye Shi begitu lucu. Terutama Mu Peizhi yang pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


Pangeran Kedua itu segera melemparkan kata-kata meriamnya pada Ye Tianli. "Tianli, lain kali kamu tidak harus usil!"


"...??!" Apa hubungannya denganku? Pikir pria berpakaian merah bata itu, otaknya seperti diguyur air es. Mu Peizhi sengaja melemparkan umpan padanya.


Li Chang Su dan Mu Xianzhai mungkin tahu jika kebiasaan Mu Peizhi adalah membuat hitam orang lain dan membersihkan diri dari kejahatan kecil. Ye Shi baru saja mendengar kata-kataku Mu Peizhi segera menatap Ye Tianli dengan tajam.


"Hah!! Kamu sengaja!" Ye Shi melontarkan kata kasar dan hendak memberinya makan sambal.


"Ini bukan aku!" Ye Tianli akhirnya membela diri seraya memegang ikan bakar yang masih ada di gagangnya.


"Kamu adalah yang terdekat denganku. Siapa lagi jika bukan kamu?!" Ye Shi masih marah dan wajahnya memerah dan sedikit berkeringat karena kepedasan.


Ekspresi Ye Tianli seperti ingin berubah menjadi hijau. Siapa yang menduga jika Mu Peizhi yang biasanya tenang akan membuat keusilan seperti itu. Bahkan jika dia bicara langsung sekalipun, Ye Shi tidak akan peduli. Oleh karena itu, dia hanya bisa mengelak dan memberinya lebih banyak air minum. Lalu mengganti ayam bakar pedas pria itu dengan ikan bakar miliknya. Tak terkecuali sambal.


Ye Tianli ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata. Selain harus menanggung makanan pedas malam ini, mungkin juga sakit perut. Semua ini adalah hasil yang diinginkan Mu Peizhi. Betapa buruknya pria itu dari hari ke hari.


Li Chang Su merasa kasihan, tapi dia penasaran dengan rasa sambal pedas asam manis yang dicampur bubuk cabai oleh Mu Peizhi.


"Biarkan aku mencobanya," kata gadis itu langsung mencelupkan suwir ayam bakarnya ke sambal milik Ye Shi. Dia mengunyahnya dengan tenang dan rasanya memang pedas. Tapi dia suka rasa pedas itu dan tersenyum pada Ye Tianli. "Mari bertukar sambal."


"..." Ye Tianli memperhatikan ekspresi Li Chang Su yang terlihat tidak terlalu kepedasan seolah-olah itu sangat enak.


"Su'er." Mu Xianzhai khawatir istrinya akan sakit perut nanti.


"Tidak apa-apa. Kamu juga tahu aku ini suka pedas. Ini sangat enak," katanya lagi. Kali ini dia melirik Mu Peizhi dengan sorot mata mengungkapkan 'Terima kasih.'

__ADS_1


"..." Mu Peizhi yang makan ikan bakar pun merasa jika tindakannya tadi hanya membuat gadis itu menyukainya. Hei, apakah kamu gadis normal? Pikirnya.


__ADS_2