Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Masuk Perangkap


__ADS_3

BELL DAN ORANGE berkata jika keduanya suka ikan matang. Tapi sebelum menjadi binatang mutasi dewa, mereka masih suka ikan mentah. Karena tidak mungkin memasak ikan. Keduanya hanyalah kucing saat itu.


Tapi sejak bisa menjadi manusia, keduanya suka membakar ikan seperti manusia lainnya. Belajar dari mereka ketika masih menjadi seekor kucing. Kini keduanya memegang masing-masing satu ikan, merasa sangat bahagia.


"...." Lict tidak percaya jika sifat kucing masih ada pada Bell dan Orange. Bahkan jika saat ini dalam wujud manusia, keduanya masih mengeong.


Tapi, mereka tidak memiliki ekor kucing. He Ze yang baru saja keluar dari air pun berkata jika binatang mutasi dewa yang berubah menjadi manusia, bisa menyembunyikan ekor.


Hanya saja tidak dengan telinga atau taring. Oleh karena itu, hal yang paling penting bagi para binatang mutasi dewa adalah menyembunyikan telinga.


Rasanya Lict akan demam dan dia meminta plester penurun demam dari Li Chang Su. Dengan begitu, dia akan memastikan jika tubuhnya tidak demam saat menerima kenyataan ini.


Li Chang Su hanya geleng-geleng kepala saja. Setelah bara api menumpuk, mereka memanggang ikan dengan sabar. Bukan hanya itu, Li Chang Su juga mengoleskan beberapa bumbu untuk membuat rasa ikan lebih enak.


"Kira-kira, kapan orang-orang itu akan datang ke sini?" tanya Li Chang Su.


"Seharusnya di bulan ini. Tapi tidak tahu hari apa." Mu Xianzhai menjawab.


Dilihat dari rantai dan juga kertas kuning berisi mantra tadi, diperkuat sudah setahun penuh. Dan bulan ini, setidaknya orang-orang dari Sekte Hitam akan datang.


Orange menceritakan kisahnya saat ditangkap oleh mereka. Ini yang belum dia ungkapan pada siapapun. Bahkan Bell sendiri merasa marah dan ingin membunuh orang-orang itu. Mereka berani menyakiti Orange-nya.


"Kita harus pergi dari sini sebelum mereka datang." Li Chang Su mengangguk. "Lalu apa yang akan kalian lakukan setelah ini?" tanyanya pada kedua kucing jelmaan itu.


"Aku menjaga tempat ini. Tidak mungkin pergi," jawab Bell seraya menggelengkan kepala, mengamati ikan bakarnya agar tidak gosong.


"Aku mengikuti Bell saja." Orange juga berkata.


"Kalau begitu, kalian harus memastikan jika tempat ini aman." Mu Xianzhai sepertinya sedang memikirkan sesuatu.


"Aku tahu apa yang harus dilakukan," kata Bell sudah memiliki rencana lain.


Setelah mereka membakar ikan dan makan bersama. Rencana pun segera dibuat. Bell menceritakan tentang terowongan bawah ini dan apa saja yang ada di dalamnya. Besok, ia akan mengantarkan mereka ke jalan inti bumi berada.

__ADS_1


Sayangnya, Bell berpesan pada mereka untuk segera keluar jika melihat binatang mutasi lahar. Ada banyak binatang aneh di dalamnya. Bell dan Orange pernah memasuki wilayah inti bumi, hanya sebentar saja. Itu pun karena ketidaksengajaan.


Awalnya mereka berpikir jika terowongan bawah tanah hanya digunakan untuk manusia atau jalan sembunyi saja. Tapi semakin mereka tumbuh dan berkembang menjadi tingkat binatang mutasi tinggi, akhir mengerti banyak hal.


Ada ayang tersembunyinya pada terowongan bawah tanah ini. Dan alasan apapun yang nantinya dibuat, pasti bukan untuk tujuan yang baik. Setelah makan ikan bakar, Li Chang Su memilih untuk pergi keluar dulu untuk mengecek sesuatu.


Mu Hongzhi ditinggal dengan Lict. Lagi pula, pasangan yang baru menikah itu pasti memiliki banyak obrolan santai. Tapi mungkin keduanya salah. Karena setelah Li Chang Su dan Mu Xianzhai keluar dari terowongan bawah tanah, angin dingin langsung membelai.


Pria itu harus memastikan jika tubuh istrinya selalu hangat.


"Lain kali, pakailah jubah berkancing." Dia melihat leher putih istrinya yang terlihat cantik. Tiba-tiba saja terbesit untuk menciumnya.


"Aku tidak memilikinya di ruang artefak."


"Aku akan memesannya lain waktu." Mu Xianzhai membuat catatan ini di kepalanya.


Keduanya memeriksa sekitar dan menemukan beberapa binatang mutasi cahaya melarikan diri menjauh dari keduanya. Tidak banyak bahaya yang mengancam keduanya. Hanya beberapa binatang mutasi ras kegelapan sedang melewati tempat tersebut dan menyerangnya.


Salju yang menumpuk membuat keduanya slit untuk berjalan. Bahkan beberapa kali, Li Chang Su hampir saja terjatuh karena jubahnya yang terlalu panjang dan terseret oleh kepingan salju yang menumpuk.


"Lumayan. Aku sudah berkata waktu itu."


"Oh ... Sekarang aku benar-benar percaya jika kolam air ajaib di dalam ruang pintu batu itu memiliki khasiat yang baik. Tapi— ahh!!"


Ucapan Li Chang Su terpotong oleh teriakannya sendiri saat tak sengaja menginjak sesuatu yang kosong. Tubuhnya hampir saja jatuh dari lereng yang cukup curam.


"Su'er!!!"


Di saat Li Chang Su hampir saja berguling menuruni lereng bersalju itu, Mu Xianzhai bergerak cepat dan menangkap tubuhnya. Tapi dia sendiri justru hampir terpeleset. Tangan satunya lagi segera mencari pegangan yang kokoh.


Degup jantung Li Chang Su tak beraturan. Dia tidak tahu jika di sekitar sini ada lereng. Masalahnya, kabut tipis muncul entah sejak kapan. Dia terlalu asyik mengobrol dengan Mu Xianzhai.


"Mu Xianzhai ...." Dia berkata.

__ADS_1


"Jangan takut. Aku di sini." Pria itu masih berpegangan pada salah satu batang pohon kecil. Untung saja lereng itu tidak memiliki hal-hal berbahaya yang menjebak makhluk hidup apapun.


Dengan memeluk pinggang istrinya, Mu Xianzhai segera mengambil gerakan ke sisi lain untuk menahan tubuhnya lebih dulu. Lagi pula, leher ini bersalju dan licin. Di bawah mereka adalah lembah gelap yang kini diselimuti salju.


Jika keduanya jatuh ke sana, pasti akan sulit untuk naik tanpa mengunakan ilmu tenaga dalam.


"Kenapa ada lereng di sekitar sini? Setahuku tidak ada?" Li Chang Su masih sedikit linglung. Jelas-jelas tidak ada lereng yang dilihatnya. Hanya sebuah hutan biasa.


"Itu pasti ilmu yang diciptakan binatang mutasi tingkat dewa." Mu Xianzhai tidak menyangka jika hari ini akan bertemu sesuatu yang sulit untuk dihadapi.


Binatang mutasi dewa yang bisa menciptakan ilusi seperti ini pasti tinggal di bawah lebah. Di balik gelapnya kabut dan mencekam tempat itu, yang jelas bukan sarang hantu.


Li Chang Su masih dalam pelukannya. Dia pun segera naik lagi ke tepian lereng dengan aman. Gadis itu memandang sekitar. Kabut tipis mulai menebal. Membuat Li Chang Su sedikit berwaspada.


"Seharusnya ini sore hari. Tapi terlihat begitu gelap. Apakah ini juga fenomena yang sama?" Dia menebak.


"Ya. Masih binatang mutasi dewa yang sama."


"Kali ini apa lagi? Apakah itu seperti Bell atau Orange?"


"Seharusnya lebih kasar daripada keduanya. Membuat ilusi di sekitar lereng untuk menjebak mangsa. Dengan begitu akan jatuh ke lembah dan dimakan oleh binatang mutasi dewa itu. Ini strategi yang bagus." Mu Xianzhai harus mengakui jika binatang mutasi dewa yang menunggu lembah di bawah sana pasti bukan sesuatu yang baik.


"Bagaimana jika kita kembali saja?" Li Chang Su menyarankan. Dia merasakan firasatnya tidak mengenakan.


Dengan menggunakan kemampuan mata dewa, Li Chang Su mulai memindai sekitar lembah. Setidaknya, ada lebih dari lima binatang mutasi dewa di bawah sana. Berbeda jenis. Tapi masih dalam golongan yang sama. Golongan kegelapan.


Li Chang Su merasa jika semua ini lebih mengerikan daripada apa yang dibayangkan.


"Kita harus segera pergi. Jangan sampai memancing mereka." Dia berkata lagi, tidak sabar.


Pria bertopeng perak itu terkekeh. Tapi tidak bergerak sedikitpun. Dia menggelengkan kepalanya.


"Su'er, mungkin kamu belum tahu jika setelah mangsa masuk perangkap, itu tidak mudah untuk melarikan diri. Kita sudah ketahuan. Lihatlah ke belakang." Dia tampak tidak berdaya. Tapi siap bertarung kapan saja.

__ADS_1


Li Chang Su melihat ke belakang dan segera membelakkan matanya. Bagaimana mungkin? Sejak kapan makhluk itu ada tak jauh di belakang mereka?


"Mustahil!" katanya.


__ADS_2