
YE TIANLI tidak buru-buru menjawab dan duduk di antara mereka. Lalu mengeluarkan sebuah botol berisi serbuk putih. Ye Shi yang ada di sampingnya terkejut. Dia mungkin tidak pandai dalam obat-obatan atau racun, namun dengan mencium sedikit aroma ini, dia meyakini sesuatu.
Pada akhirnya, dia menyipit mata dan menatap Ye Tianli dengan curiga, "Dari mana kamu mencuri benda ini?" Tanyanya.
"Siapa yang mencuri? Ini diberikan oleh gadis itu," Ye Tianli mencibir.
"Li Chang Su? Apa kamu yakin?" Dia sedikit tidak percaya.
"Tentu saja. Apakah kamu mengenal obat ini?" Kali ini giliran Ye Tianli yang mencurigai saudara tirinya.
Ye Shi tidak menjawab untuk waktu yang lama dan kemudian mengangguk. Dia ingat tahun lalu, ada seorang pria tua yang menginterogasi sekelompok orang yang membesarkan binatang mutasi untuk perang.
Karena mulut mereka sangat keras untuk mengatakan kebenaran, pada akhirnya pria tua berpakaian lusuh itu menggunakan bubuk putih aneh yang membuat sekelompok orang patuh dan mengatakan semua kebenaran.
Sejak saat itu, dia sangat penasaran dan ingin tahu siapa pria tua tersebut. Sayangnya, sampai detik ini, dia tidak pernah melihatnya lagi.
"Kamu berkata seorang pria tua berpakaian lusuh?" Ye Tianli sepertinya sedang memikirkan sesuatu, tapi tidak tahu di mana celah yang hilang itu.
"Ya. Obatnya persis sama dengan ini. Tapi bagaimana Li Chang Su memilikinya? Apakah ada hubungannya dengan pria tua itu?"
Ketiganya terdiam. Apakah itu gurunya Li Chang Su atau seseorang yang menjadi tetua? Hal ini sangat penting. Karena Ye Tianli dengan jelas mendengar dari Li Chang Su jika obat ini dibuat secara pribadi. Tapi bukan berarti memiliki resepnya sendiri.
Mungkin nanti dia harus pergi untuk mengonfirmasikan hal ini. Mengenai ciri-ciri pria tua yang dikatakan Ye Shi, entah kenapa Ye Tianli jadi memikirkan pensiunan kaisar. Tapi itu tidak sangat tidak mungkin. Li Chang Su dan pensiunan kaisar tidak saling mengenal satu sama lain.
Dia akhirnya menyerahkan obat itu pada Mu Peizhi dan rencana akan dibuat setelah semua pengaturan selesai. Untuk sementara waktu, Ye Shi menginap di Istana Pangeran Kedua dna bergaul dengan Mu Peizhi. Meski dulu dia memotong lengannya (gay) untuk masa depan yang suram, perlahan-lahan, kecintaannya terhadap laki-laki mulai berkurang.
__ADS_1
Setidaknya sampai keesokan harinya, Ye Shi berinisiatif untuk pergi ke gedung hijau dan menyewa beberapa wanita ....
Sementara di tempat lain di hari yang baru ini ...
Li Chang Su dibawa ke Istana Kekaisaran oleh Mu Xianzhai. Dengan menggunakan jubah hangat musim dingin, keduanya memasuki aula. Tidak ada banyak menteri yang hadir. Bahkan permaisuri juga tidak diizinkan masuk.
Kedatangan keduanya ke Istana Kekaisaran tentu saja untuk menemukan pelaku kerja paksa itu dan memberinya hukuman yang pantas. Bahkan Li Chang Su mengkritik sistem pemerintahan Kaisar Mu saat ini, memakinya dan bahkan marah pada suaminya sendiri, Mu Xianzhai.
Para menteri mungkin berwajah pucat saat Li Chang Su ini mencibir dan tidak memiliki sikap sopan pada kaisar. Bahkan jika kaisar marah dan ingin menghukum, Mu Xianzhai akan menggunakan hak militernya membela istrinya.
Tapi siapa yang tahu, Kaisar Mu yang duduk di singgasana itu justru tersenyum dan menghela napas tak berdaya. Lalu bangkit dengan penuh keyakinan.
"Putri Xian, bisa bicara empat mata?"
Permintaan kaisar justru membuat semua orang yang hadir terkejut dan bertanya-tanya. Meski Li Chang Su sedikit menunjukkan sifat ketentaraannya saat ini, tidak mungkin untuk mempermalukan kaisar. Dia sadar jika ini bukan zaman modern.
Sedangkan Mu Xianzhai tidak memiliki rasa khawatir sedikitpun. Dia menunggu di aula samping. Sedangkan Li Chang Su pergi ke ruang kerja kaisar dengan tenang.
Di dalam, Kaisar Mu menghela napas panjang dan belum bisa bicara apa-apa, memikirkan sesuatu. Lalu duduk dan membuka salah satu laci meja. Ada satu hal yang selalu membuat kaisar kebingungan tentang segala sesuatu yang dikatakan ayahnya dulu.
Pensiunan kaisar memiliki banyak hal misterius di tubuh. Mungkin juga tentang gelang naga perak. Sekarang, dia ingin memastikan sesuatu dari Li Chang Su. Dia berpikir jika gadis ini pasti akan mengenali sesuatu.
Sebuah kotak kayu kecil akhirnya dibuka. Di dalamnya terdapat sebuah benda perak berbentuk kupu-kupu dengan sedikit berlian yang berkilau. Ukurannya tidak terlalu kecil, tapi juga tidak besar.
Saat Li Chang Su melihat benda itu, matanya membelalak. Dengan cepat dia mengulurkan tangan dengan gemetar dan sedikit sentuhan gembira di matanya. Kaisar Mu sedikit terkejut saat melihat reaksinya, tapi dengan cepat menyesuaikan suasana hati.
__ADS_1
"Apakah kamu mengenali benda ini?" Tanyanya dengan santai.
"Tentu saja. Ini bros yang melambangkan diriku. Benda ini tiba-tiba hilang beberapa tahun lalu. Bagaimana mungkin ada pada Kaisar?" Li Chang Su terlalu bersemangat sehingga kemarahan tadi hampir sepenuhnya hilang.
Dia inagt pernah memiliki bros kupu-kupu perak sebagai lambang dari hidupnya. Tapi bros itu hilang beberapa tahun lalu saat dia menjalankan misi. Dia hanya ingat ketika tak sengaja menabrak pria tua di keramaian. Tidak tahu siapa pria tua itu karena tidak memperlihatkan wajahnya. Pada saat itulah brosnya hilang.
Li Chang Su berpikir jika itu jatuh dan mungkin sudah ditemukan orang lain. Awalnya sangat disayangkan. Namun untungnya itu bukan benda yang bisa mengancam bahaya, hanya hiasan pakaian. Jadi tidak terlalu memikirkannya.
Sekarang melihat benda ini lagi, bagaimana mungkin dia tidak bersemangat. Sedangkan Kaisar Mu memiliki sentuhan nostalgia di wajahnya, terlihat berpikir keras. Setelah beberapa saat, Kaisar Mu akhirnya menyerah dan menutup kembali kotak kayu kecil itu.
"Benda itu diberikan oleh pensiunan kaisar padaku," katanya.
Li Chang Su tertegun, "Apa?"
"Ya. Pensiunan kaisar yang memberikannya padaku lima tahun lalu. Setidaknya lima tahun lalu, dia memberikannya padaku dan berkata bahwa suatu hari nanti, pemilik benda ini akan muncul," Kaisar Mu mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi tahun itu.
Saat pensiunan kaisar kaisar belum menghilang dengan saudara laki-lakinya, rasanya sangat lengkap. Tapi pada suatu hari, pensiunan kaisar datang dan memberikan bros itu sambil mengucapkan beberapa patah kata. Dan pergi begitu saja.
Setelah itu jarang pulang. Lalu tidak pernah kembali lagi. Oleh karena itu, saat ini, kaisar sangat berharap jika Li Chang Su mampu menemukan pensiunan kaisar. Bukan hanya itu saja, kaisar juga menanyakan identitas Li Chang Su yang sebenarnya. Apakah benar dari dunia itu?
"Apakah Kaisar sudah mencurigaiku sejak awal?" Tanyanya.
"Tidak juga. Awalnya aku sangat penasaran. Tapi kini Yang Lama ini yakin jika kamu berasal dari dunia itu. Mungkin ... Ayahku dulu juga pergi ke sana untuk membawamu ke sini dan menjadi takdir putra ketigaku," Kaisar Mu menghela nafas lagi dan lagi. Seolah-olah benar-benar lelah ketika memikirkan masa lalu.
Setelah Li Chang Su menyimpan bros itu ke ruang artefak, dia mengerutkan keningnya dengan tidak sabar, "Jadi sebenarnya, apa aku dibawa ke sini ... Selain itu memenuhi takdir gelang naga perak, juga untuk hal lain?"
__ADS_1
...****************...
DI LUAR TOPIK: Author butuh dukungan. Jangan lupa Like