
WEN LAO TERINGAT dengan surat yang diantarkan oleh elang gunung mutasi. Bahkan ketika melihat tanda keilahian di dahi elang gunung mutasi, Wen Lao bahkan lebih hormat. Tanda keilahian di dahi elang itu jelas diberikan oleh Yin Long sang naga perak, salah satu makhluk legenda dari zaman kultivator masih berjaya.
Sayangnya, dunia ini mulai tua dan banyak sejarah penting mulai terlupakan.
Pria tua itu mengangguk berat dan teringat dengan isi surat itu. "Dia masih menanyakan identitasnya dan beberapa hal tentang terowongan bawah tanah," jelasnya tanpa menyembunyikan apapun.
"Apa yang diinginkan gadis itu tentang terowongan bawah tanah?" Orange semakin penasaran.
"Bukan hal yang penting, aku masih bisa memberi penjelasan di surat. Tapi tentang identitas gadis itu ..." Saat Wen Lao membicarakan ini, masa lalu berputar di pikirannya. Ini jelas sudah lama sekali. Waktu itu dia juga masih sangat muda.
Identitas Li Chang Su dan Mu Xianzhai hampir sempurna tanpa kelainan. Orang lain tidak akan ada yang curiga jika keduanya masih reinkarnasi dafi sepasang suami istri di masa lalu. Setidaknya saat kaisar permata masih berjaya.
Namun Wen Lao tidak bisa menjelaskan ini pada siapapun. Hukum alam berlaku. Dunia ini tidak lagi seperti dulu. Belum lagi memiliki banyak rahasia hidup. Wen Lao masih harus mematuhi hukum langit dan bumi.
"Lupakan saja. Kalian juga tidak bisa mengetahui hal ini sekarang. Terlalu muda." Pria tua itu menggelengkan kepala, sedikit enggan.
"..." Apakah kami begitu muda? Kedua kucing itu menatapnya dengan curiga. Tanpa diduga, ikan bakar mereka sudah matang. Yah, lupakan saja. Ikan bakar ini lebih enak dibandingkan misteri pria tua itu.
"Pak Tua ... Di mana gurita bodoh itu? Kamu tidak memasaknya diam-diam 'kan?" Orange baru menyadari jika gurita putih mutasi tidak ada di tempat. Ember kayu berusia air hangatnya juga masih bersih. Gurita itu hilang?
Wen Lao mendengus dan hampir tersedak air teh yang tengah diminumnya. "Jangan memfitnahku! Dia pergi entah ke mana sejak sore tadi. Apa untungnya aku memasak gurita tua itu, dagingnya keras. Gigiku bisa patah saat menggigit dagingnya."
"..." Apapun yang kamu inginkan. Kamu yang tua, kamu yang sudah tua, pikir keduanya mencibir diam-diam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari telah berganti hari lagi.
Di barak militer, wilayah kepemimpinan Mu Xianzhai, para prajurit bekerja keras untuk membuat pertahanan baru. Mereka hampir begadang sepanjang malam, bergantian menjadi benteng agar tidak ada penyusup gelap yang masuk.
Bahkan jika hujan mengguyur pun, semangat mereka masih ada. Pagi ini, Li Chang Su sedang membungkus beberapa makanan yang baru saja dimasak. Dia dan Mu Xianzhai akan pergi ke pantai. Lict dan Mu Hongzhi jelas akan mengikuti sebagai penjaga. Tidak, lebih tepatnya pengganggu alami.
__ADS_1
Mu Xianzhai kembali ke tenda setelah menyelesaikan urusannya dengan para bawahan. Tapi ekspresi di bakik topengnya tidak senang.
"Su'er ... Haruskah kita membawa dua bajin*an itu juga? Bukankah sudah cukup kita berdua? Lagi pula, biarkan mereka menjaga tempat ini," jelasnya membujuk.
Mu Xianzhai hanya ingin berdua dengan istrinya. Sudah daoenjaga gelap yang mengikuti dari bayang-bayang. Tapi dua pengganggu ini tidak bisa. Belum lagi ada kelinci putih mutasi serta kuda putih mutasi. Bukankah mereka hanya pengganggu?
Li Chang Su yang baru saja selesai mengemas makanan pun mengerutkan kening, menatapnya dengan heran. "Semakin banyak orang, bukankah lebih menyenangkan untuk berkemah di pantai?"
Mu Xianzhai ingin mengatakan sesuatu, tapi tampaknya bujukan itu tidak berhasil.
Tiba-tiba saja Li Chang Su menatap dengan acuh tak acuh. "Jangan lupa, semua kekayaanmu ada di tanganku saat ini, aku membayar penjaga gelap di luar sana dan aku bisa juga mengemasmu menjadi gelandangan di jalan," ancamnya main-main.
"..." Mu Xianzhai yang digoda oleh istrinya pun hanya terkekeh. Kenapa dia lupa jika saat ini dirinya adalah budak istri?
Semua kekayaannya memang diserahkan pada Li Chang Su. Para pelayan dan bawahannya dibayar oleh gadis ini mulai sekarang. Tak heran jika penjaga gelap bahkan akan banyak menyanjung istrinya kali ini. Gaji mereka tidak boleh kurang, apa lagi terbang (hilang) begitu saja.
Heh, jika Li Chang Su ingin mengemas Mu Xianzhai menjadi gelandangan di jalan, mungkin tidak akan pernah terjadi. Dengan keagungan pria itu, bagaimana bisa berakhir dalam satu malam.
Li Chang Su memanggil ke sepuluh prajurit khususnya dan memberikan beberapa nasihat. Setelah bersenang-senang di pantai, Li Chang Su dan Mu Xianzhai harus pergi ke tempat latihan rahasia. Jadi tidak ada waktu untuk membimbing mereka setiap hari.
Kesepuluh prajurit khusus itu sangat patuh dan mengawal mereka hingga ke gerbang perbatasan. Melihat kereta dan kuda putih mutasi semakin menjauh dari pandangan, Heifang menghela napas gidak berdaya. Tentu saja enggan berpisah dengan tuannya.
"Kita harus lebih kuat sebelum sang putri kembali ke barak militer," kata Heifang pada sembilan orang lainnya. Ini bukan omong kosong belaka, tapi pwdintaj mutlak.
"Ya, Pemimpin!" Meraka berkata serentak.
"Baiklah, ayo kembali dan latihan." Heifang berjalan lebih dulu, diikuti oleh mereka.
Baru saja beberapa langkah mereka pergi, suara ringkikan dan langkah kuda terdengar di kejauhan. Seorang pria berpakaian serba merah menunggangi kuda hitam yang terlihat terawat. Dia terlihat tergesa-gesa dan berhenti di dekat mereka.
"Di mana pangeran mu?" tanyanya pada Heifang. Tentu saja dia menanyai keberadaan Mu Xianzhai.
__ADS_1
Heifang tidak memiliki kejutan di wajahnya dan terlihat tenang. Dia tahu jika pria berpakaian serba merah ini tak lain adalah Ye Tianli. Wajah tampannya yang agak centil menyapu mereka dengan pandangan menggoda. Namun nada bicaranya jelas tidak sabar.
Belum lagi, seorang pria berpakaian serba hitam yang menunggangi kuda lainnya mengikuti di belakang Ye Tianli. Siapa lagi jika bukan Ye Shi yang sudah lama tidak terlihat. Heifang tidak terlalu jelas tentang Ye Shi. Pria itu selalu memakai topeng rubah. Tapi sepertinya sedikit familiar?
Namun Heifang tidak memiliki waktu untuk memikirkan siapa pria yang bersama Ye Tianli saat ini. Dia dengan hormat menjawab pertanyaannya.
"Raja dan putri dan telah meninggalkan barak militer."
"Kapan?" Ye Tianli sedikit tertekan.
"Baru saja pergi ...."
"Ke mana mereka pergi? Mungkinkah ke pantai?" tanyan Ye Tianli mencibir.
"... Ya," jawab Heifang tanpa ragu.
"..." Mereka benar-benar pergi ke pantai, pikir Ye Tianli. Kenapa tidak mengajaknya?
Akhirnya, Ye Shi terkekeh dan mengelus leher kuda yang ditungganginya. "Saudaraku, aku sudah berkata jika mereka pergi ke pantai hari ini. Kamu percaya sekarang?"
Ye Tianli mendengus. "Yah ... Aku akui informasimu akurat. Kalau begitu ayo kejar mereka!" Dia segera menarik tali kuda dan segera pergi dengan cepat.
"Apa yang akan kamu lakukan dengan mereka?" Ye Shi menggertak giginya dan merasa menyesal memberi tahunya tentang kepergian mereka ke pantai.
"Huh, jadilah cantik!" ejek Ye Tianli dari kejauhan.
"Sialan! Apakah dia ingin membiarkan Mu Xianzhai memamerkan istrinya di depan anjing tunggal (jomblo) ini?!" gumamnya.
Ye Shi tidak peduli dengan sepuluh prajurit khusus itu dan segera mengejar Ye Tianli ke benteng perbatasan.
"..." Heifang serta yang lainnya hanya bisa terdiam.
__ADS_1