Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Bagaimana Rasanya Racun Itu?


__ADS_3

PERMAISURI mengusir penjaga yang baru saja melapor dan memintanya untuk memperhatikan gerak-gerik Li Chang Su. Dia menghampiri Guan Shu dan menceritakan apa yang baru saja dikatakan oleh tabib.


"Racun gadis itu memengaruhi ku?" Guan Shu terkejut dan setelah memeriksa denyut nadinya sendiri, dia langsung gemetar.


Sial!


Ini jenis racun yang belum pernah dia uji coba tapi masih tahu sifat-sifat racun yang diberikan Li Chang Su padanya.


"Racun pengikis tulang," gumamnya langsung menggertakkan gigi.


Racun pengikis tulang ini hanyalah spekulasi nya saja, belum pasti benar atau tidak. Saat ini, Guan Shu sulit untuk menginjakkan kaki di tanah, lemas seolah-olah tidak ada tulang di tubuhnya.


Pada akhirnya, apa yang terjadi padanya saat ini?


Racun yang diberikan Li Chang Su begitu ganas?


Bibirnya juga menghitam. Racun di tubuhnya pecah dan kini tidak beraturan. Kemudian, Guan Shu muntah darah. Permaisuri terkejut dan segera pergi ke penjara bawah tanah untuk meminta penawarnya pada Li Chang Su.


Siapa yang tahu, saat dia memasuki penjara bawah tanah, pandangannya seketika gelap dan jatuh ke tanah. Permaisuri pingsan tanpa ada yang menyadarinya.


"Apa yang akan kamu lakukan pada wanita jahat ini?" tanya He Ze.


"Tentu saja, kurung dia bersama Rongyu," jawab Li Chang Su sambil menunjukkan senyum misteriusnya.


Jika bukan karena He Ze yang berkeliling penjara, mungkin dia tak akan menemukan Rongyu yang juga terkurung di sana. Li Chang Su tak bisa muncul di dengan Rongyu saat ini dan hanya meminta He Ze untuk menyeretnya ke sana.


Ketika Rongyu yang telah kuyu seperti kehilangan jiwanya itu melihat ada yang datang, tidak ada antusias sama sekali di matanya. Dia lemah dan kelaparan. Hanya ada air dan roti berjamur di depannya, membuat dia mual.


Belum lagi dia keguguran, menumpahkan darah hingga wajahnya pucat. Bau tidak menyenangkan membuat siapapun yang ada di sana pasti akan merasa lebih jijik.


"Kamu akan punya teman saat ini." He Ze membuka pintu penjara dan melemparkan Permaisuri yang mahkotanya sudah terlepas ke dalam.


Rongyu membelalakkan mata dan menatap tak percaya sosok yang tergeletak tak jauh darinya. Bukankah itu Permaisuri yang bersikap agung sebelumnya?


"Ba-bagaimana bisa? Siapa kamu—" Rongyu menatap sosok He Ze yang memiliki rambut dan jubah putih. Sangat tampan tapi terlihat familiar.

__ADS_1


Pria itu seperti ... Sosok yang ada di barak militer saat berperang dengan binatang hitam mutasi.


Siapa namanya?


He Ze?


Bukankah itu sosok tupai putih yang selalu ada di samping Li Chang Su?


"Kamu ... Apakah kamu orang milik Li Chang Su?" tanyanya lemah.


"Ya." Setelah berkata demikian, He Ze mengunci kembali pintu penjara dan meninggalkan keduanya dalam keheningan.


Tapi Rongyu sama sekali tidak peduli dan langsung tertawa saat mengetahuinya. Pada akhirnya, Permaisuri juga memiliki hari seperti itu. Dia memegang belati dengan erat dan kegelapan di matanya jauh lebih dalam.


Karena dia dan Permaisuri berada di tempat yang sama, mudah baginya untuk menghabisi wanita tua ini!


Gara-gara Permaisuri, dia di penjara dan dilecehkan oleh beberapa penjaga, membuatnya ternoda. Oleh karena itu, dia sangat membenci Permaisuri.


Di sisi lain, Li Chang Su melihat He Ze kembali. Pria itu menyerahkan sebuah token padanya.


"Aku menemukan ini di tubuh wanita itu."


Token tersebut seharusnya ada di tangan Kaisar Mu. Dia mengambil token itu dan segera meninggalkan penjara.


Yang lebih mengejutkannya lagi, para penjaga sama sekali tidak terkejut saat melihat Li Chang Su muncul, justru memberinya busur hormat (kedua tangan yang ditangkupkan di depan wajah dan kepala sedikit sedikit menunduk).


Li Chang Su sempat bingung pada awalnya tapi mendengar jika semua ini adalah perintah pangeran kelima, dia terkejut lagi.


"Mu Zhixiao memerintahkan kalian?" tanyanya.


"Ya!" Penjaga penjara itu mengangguk datar.


"Kenapa kalian mendengarkan perintahnya alih-alih Permaisuri?"


Penjaga penjara tidak menyembunyikannya dari Li Chang Su. "Karena pangeran kelima memiliki token bebas perintah di tangannya."

__ADS_1


Token bebas perintah?


Li Chang Su baru pertama kali mendengar ada token seperti itu.


Lalu He Ze menjelaskan jika token bebas perintah merupakan salah satu token milik kaisar yang memiliki kegunaan memberikan perintah apapun pada para bawahan di istana kekaisaran. Token ini setara dengan orang kepercayaan kaisar di istana.


Jadi selama ini, Mu Zhixiao memiliki token tersebut namun jarang digunakan. Kaisar Mu menghormati semua putranya tak terkecuali Mu Zhixiao. Bahkan token penting seperti itu bisa berguna hari ini.


"Sang Putri tidak perlu khawatir saat ini. Semua pelayan dan bawahan di istana telah mendengarkan perintah pangeran kelima." Penjaga penjara juga mengatakannya lagi.


Li Chang Su menghela napas. Jika Mu Zhixiao bisa melakukan ini, kenapa tidak menginginkan takhta pada akhirnya? Bukankah ini kesempatan yang baik?


Sayangnya Li Chang Su akan dilahirkan kecewa karena saat ini Mu Zhixiao ada di kamar Kaisar Mu, bermain catur. Jika gadis itu bahwa kaisar sudah baik-baik saja dan bahkan bisa tersenyum lebar, mungkin akan muntah darah.


Benar saja, Mu Zhixiao masih santai dan menyukai kehidupan bebas di luar istana.


Li Chang Su pun pergi ke halaman Kaisar Mu dan bertemu Mu Zhixiao di sana. Pria itu sedikit antusias dan ceroboh, meneriakkan nama kakak iparnya.


"Pangeran Kelima sungguh tidak terduga," kata Li Chang Su sedikit tertekan. "Bagaimana kesehatan Kaisar saat ini?" tanyanya mengalihkan pandangan pada Kaisar Mu yang bisa menikmati teh saat ini.


"Semuanya baik-baik saja. Berkatmu, aku baik-baik saja," jawab Kaisar Mu. "Zhixiao memiliki token bebas perintah di tangannya sehingga aku bahkan bisa tenang." Dia mengangguk.


"Oh, ya. Omong-omong, ini yang aku dapatkan dari tubuh permaisuri." Li Chang Su mengeluarkan token prajurit Kekaisaran dan menyerahkannya pada Kaisar Mu.


Kaisar Mu menerimanya dengan senang hati. Token ini sangat berharga dan mampu mengendalikan semua prajurit atau penjaga gelap di istana. Kini token telah kembali, secara alami dia bisa bangkit dan kembali ke kursi naga.


"Sudah waktunya untuk mengurus kekacauan ini," kata Kaisar Mu.


Mu Zhixiao sama sekali tidak khawatir. "Ayah Kaisar, apa yang akan kita lakukan dengan Permaisuri?" tanyanya.


Sebelum kaisar menjawab, Li Chang Su mengatakan yang sebenarnya di mana Permaisuri berada. Kemungkinan besar hidupnya tidak akan selamat karena disatukan dengan Rongyu.


Kaisar Mu tidak marah sama sekali. Ini justru bagus. Dia bisa mencari alasan untuk mengumumkan kematiannya di masa depan.


Li Chang Su pergi ke halaman lain dan mengeluarkan pensiunan kaisar serta ibu suri, meminta keduanya untuk beristirahat di sini. Sedangkan dia harus menyelesaikan masalah yang tersisa dengan Guan Shu.

__ADS_1


Saat ini, Guan Shu masih berbaring tidak berdaya di ranjang permaisuri, wajahnya pucat dan muntah darah lagi. Hingga akhirnya, dia merasa nyawanya akan melayang kali ini.


Siapa yang tahu, Li Chang Su datang dengan tubuh sehat dan aman. "Bagaimana rasanya racun itu?" tanyanya sambil berjalan ke arah Guan Shu.


__ADS_2