
KEHENINGAN TERJADI lagi untuk beberapa saat. He Ze menghela napas untuk yang kesekian kali. Dia hanya memikirkan kakek misterius yang memberikan gelang naga perak di padang pasir timur tengah dunia modern.
Kakek misterius itu juga mewanti-wanti dia beberapa hal. Kadang kala, ada sesuatu yang harus dikatakan dan tidak. Mu Xianzhai mungkin akan terkejut jika dia mengatakan siapa kakek misterius yang memberikan gelang naga perak pada gadis itu.
Ketika pemilik gelang naga perak menginginkan kehadiran seseorang yang ditakdirkan, maka tanda sepasang sayap akan menghilang lebih dulu untuk menguji gadis yang ditakdirkan. Setelah menemukan orang yang tepat, maka gelang naga perak pun menghilang dari pemilik. Kemungkinan besar untuk menghampiri si tuan wanita.
Tapi Mu Xianzhai masih bingung, bagaimana itu terjadi dan siapa yang memberikan gelang padanya? Tidak mungkin terbang begitu saja atau melintasi banyak negara dengan cepat.
Tiba-tiba saja He Ze ingin mencabut beberapa bulu di tubuhnya. Oh, pria ini sungguh tidak tahu jaman modern. Bagaimana bisa dia menjelaskannya dengan baik?
"Percayakah kamu akan masa depan?" Tanyanya lebih dulu untuk memastikan.
"Kehidupan yang akan datang?" Mu Xianzhai mengerutkan keningnya.
He Ze mengangguk.
"Adakah masa itu?" Tanya pria itu lagi.
"Bagaimana jika aku berkata itu ada?"
"...."
Apa maksudnya dengan ini semua. Apakah terkait dengan Su'er nya?
"Dunia ini luas, kamu tahu itu. Ada masa lalu dan masa depan. Bagi Li Chang Su, dunia ini adalah masa lalu. Bagi dunia yang kamu tempati ini akan menganggap jika dunia gadis itu adalah masa depan ...," He Ze berkata dengan sedikit kurang tahu harus menjelaskannya bagaimana.
"Apa maksudnya?"
"Artinya, jaman kuno dan jaman modern adalah dua dunia yang berbeda. Gadis itu berasal dari jaman di mana teknologi serba bisa, pria dan wanita memiliki kedudukan setara, seorang suami hanya bisa memiliki satu istri, pergaulan pria dan wanita tidak dibatasi dan banyak hal lainnya yang mereka anggap begitu menyenangkan ...," He Ze pun mulai membahas jaman modern.
Teknologi canggih yang mampu mengubah dunia, alat perang mereka di medan pertempuran adalah bahan peledak dan senjata api yang mampu menembus tubuh manusia dari jauh, tank lapis baja di garis depan, serta perang di lautan.
Pria dan wanita menjadi tentara, memiliki tugas yang sama. Anak-anak bersekolah sejak berusia empat atau lima tahun, lalu menyelesaikan pendidikan sederajat ketika berusia 18 atau 19 tahun. Para gadis bisa menikah di atas usia 20 tahun dan pria di atas 25. Setidaknya tidak terlalu dibatasi kapan mereka ingin menikah.
Anak-anak muda bisa berkencan dengan kekasihnya. Serta banyak hal lain yang mereka anggap menyenangkan sebagai masa remaja.
Berbeda dengan jaman kuno ini, para gadis akan diajari etiket dan bakat sejak kecil—hanya berada di kamar kerja. Setelah mereka menginjak remaja, seorang ibu akan khawatir dengan perjodohan putrinya. Sementara para putra akan memikirkan siapa pewaris keluarga.
__ADS_1
Intinya, banyak perbedaan yang begitu jauh dari jaman modern. Saat Mu Xianzhai mendengarkan ini, hatinya termenung sesaat, mencerna semua informasi baru. Dia mulai berpikir jika gadis itu memiliki kehidupan bebas dan tidak terkekang oleh banyak aturan selain di militer. Belum lagi yatim piatu. Menghabiskan uang sendiri sejak kecil. Bukankah itu sulit.
Namun di jaman modern, tanpa keahlian dan keberanian, orang hanya bisa terinjak. Mereka tidak bisa mengemis atau menjadi gelandangan. Atau hidup akan dimanfaatkan orang lain. Itulah sebabnya, jaman modern sebenarnya lebih keras dan kejam dibandingkan jaman kuno.
Setelah He Ze bercerita panjang lebar dan penuh kenangan, Mu Xianzhai memahami perasaannya. Tidak heran jika Li Chang Su tahu aturan militer. Bahkan untuk makan saja harus bergizi. Latihannya lebih keras dibandingkan dirinya sendiri.
"Satu tahun lalu, sebenarnya apa yang terjadi padaku?" Tanya Mu Xianzhai mengalihkan topik pembicaraan. Karena gadis itu sedang tidak sadarkan diri, berbicara dengan leluhur tentang masalah tahun lalu lebih cocok.
"Maksudmu ketika terkena ramuan cinta?" Dia bertanya balik.
"Ya."
"Yahh," He Ze mengupas kacang rebus yang lain, lalu duduk di dekat piring, "dia tahu segalanya. Tapi tidak terduga jika kamu memiliki reaksi yang luar biasa. Kamu mungkin ingat?"
"Aku ingat. Dan aku sangat menyesalinya."
"Bukan salahmu. Dia tidak menyalahkan mu. Ketika kamu melemparkannya ke jurang, tubuhku merinding ....."
He Ze mengingat-ingat, "Beberapa tulangnya patah, banyak luka goresan, pergelangan tangan kirinya meninggalkannya bekas luka hingga sekarang. Bahkan luka di dahinya waktu itu juga meninggalkan bekas luka hingga sekarang."
He Ze bilang jika itu ditutupi oleh bedak atau semacamnya. Dia tidak terlalu tahu alat tempur wanita. Mu Xianzhai menghapus make-up di sekitar dahi Li Chang Su. Segera, bekas luka yang cukup dalam terlihat.
Tangannya gemetar, mengusap bekas luka itu, dia tahu ini karena benturan meja. Ini terjadi ketika dia terkena ramuan cinta. He Ze awalnya meminta Li Chang Su untuk memberikan penawar padanya, tapi tidak ada waktu yang pas.
Pria itu terlanjur marah hingga tidak memiliki waktu untuk memberinya penawar. Sehingga diberikan pada Mu Hongzhi.
Belum lagi, luka lelehan lilin di pergelangan tangan kiri Li Chang Su sangat jelas dan mengerikan. Kini meninggalkan bekas kemerahan yang fatal. Jelas karena Mu Xianzhai menuangkan lelehan lilin malam itu untuk menghapus tanda sayap hitam. Tanda itu masih terlihat sedikit. Jika hilang sepenuhnya, maka Mu Xianzhai mungkin benar-benar memiliki kemarahan naga perak.
"Tanda itu sulit untuk dipulihkan. Karena lukanya cukup parah, perlu waktu. Nak, kamu benar-benar impulsif waktu itu. Jika tanda sepasang sayap itu menghilang dari tubuhnya, maka ....," He Ze tidak melanjutkan ucapannya. Dia mungkin sudah menebak bahwa Mu Xianzhai juga tahu apa artinya.
Bukankah itu akan kehilangannya?
Gadis itu mungkin akan kembali ke dunianya jika takdir gelang naga perak hilang. Sekarang hanya melihat sedikit tanda sayap itu. Sangat sedikit. Tapi Mu Xianzhai rasanya bersyukur kepada dewa karena diberi kesempatan. Dia pasti akan membuat tanda ini kembali.
Mencium pergelangan tangan kirinya yang memiliki bekas luka lelehan lilin, Mu Xianzhai juga telah memutuskan untuk mencari bahan-bahan obat yang mampu memperbaiki luka bakar seperti ini.
Tapi mungkin harus keluar dari perbatasan. Sementara untuk luka di dahi, itu akan memudar seiring berjalannya waktu. Namun Mu Xianzhai berpikir jika Li Chang Su mungkin tidak nyaman dengan bekas luka ini.
__ADS_1
Bagaimanapun juga, wanita memperhatikan penampilannya.
Ini masih malam di luar. Mu Xianzhai tidak bisa melihat apa yang terjadi di luar sana. Jadi mengandalkan He Ze untuk informasi. Mu Hongzhi menuruni lembah untuk mencari keberadaannya yang tiba-tiba menghilang.
Di ruang artefak, tidak ada malam yang pasti. Matahari tetap bersinar indah. Ruangan selalu hangat. Mu Xianzhai memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan memulihkan tenaga dalamnya yang hilang. Sesekali akan mendatangi gadis itu dan mengecek keadaannya.
Ada gelombang energi yang mengakibatkan otak Li Chang Su mengalami sedikit benturan. Mungkin membutuhkan waktu satu atau dua hari untuk siuman. Mu Xianzhai juga tidak bisa keluar dari tempat ini tanpa kesadaran Li Chang Su. Apalagi, pria itu sendiri tidak mau pergi sampai dia siuman.
Dua hari pun berlalu begitu cepat ....
Saat pertama kali Li Chang Su membuka matanya, dia melihat sosok jangkung yang akrab. Wajah itu, tanpa topeng, sangat memukau. Untuk sementara dia tidak memedulikan orang itu dan melihat sekitar. Rasanya tempat ini sangat akrab. Kasur empuk dengan bulu halus yang hangat, selimut bulu tebal serta bantal kesayangannya.
Dia seperti ada di rumah.
Namun kehadiran Mu Xianzhai menjadi titik sadar di mana dia harus bangun dan mengetahui apa yang terjadi. Hanya saja saat mencoba untuk mengambil duduk, kepalanya berdenyut hebat. Sangat sakit!
"Su'er, berbaringlah dulu ... Kamu masih harus beristirahat ...," Suara Mu Xianzhai sangat halus dan penuh kehangatan.
He Ze datang entah dari mana, menjelaskan sedikit keadaannya. Barulah Li Chang Su bisa tenang. Namun kehadiran Mu Xianzhai ini membuatnya tidak tahu harus berkata apa. Saat mencoba memasuki ruang, dia tidak menduga jika Mu Xianzhai akan melompat dan memeluknya. Bahkan jika itu adalah jurang yang dalam, bisakah dilakukan?
Kenapa?
Kenapa begitu keras kepala dan nekat?
Dia hanya ingin sendirian untuk waktu yang cukup lama. Belum memiliki alasan bagus untuk kembali kepadanya. Dia khawatir jika Ye Tianli mencarinya saat ini. Atau mungkin Mu Hongzhi sudah mengerahkan bawahannya untuk menginterogasi Ye Tianli. Secara, dengan pakaian berjubah hitam itu dirinya dikenal memiliki kedekatan dengan pria berpakaian merah.
Dua hari dia tidak sadar. Perutnya tanpa sadar berbunyi minta makan. Keheningan itu membuat wajahnya memerah. Memalukan sekali untuk memiliki kondisi ini di depan pria itu. Tapi Mu Xianzhai yang melihatnya pun terkekeh, mengelus kepalanya dengan lembut.
"Biar aku memasak sesuatu untukmu. Orang sakit makan bubur ...," Katanya.
"Tidak perlu. Seduhkan saja mi instan. Aku ingin makan mi instan yang pedas."
Li Chang Su harus menerima keadaannya yang lemah saat ini. Tidak bisa bangun atau berjalan. Tubuhnya terasa pegal. Belum lagi karena meniup udara dingin di luar, agak demam.
"Apa itu mi instan?"
Mu Xianzhai mengerutkan keningnya. Tanpa diduga melirik He Ze yang ada di atas meja nakas.
__ADS_1