
KEDUANYA TERDIAM. Awalnya Li Chang Su ingin menundukkan kepalanya dengan cepat, menghindari pihak lain. Namun sosok jangkung itu menahan dagunya hingga kedua mata gelap keduanya bertemu. Tak ada yang saling bicara. Tatapan menjawab segalanya.
Gadis itu ingin mengatakan sesuatu. Pertemuan yang tiba-tiba ini membuatnya belum bisa berpikir lebih banyak. Setidaknya, meski Mu Xianzhai datang ke pelelangan—dia tidak perlu menghampirinya.
Tiba-tiba saja Li Chang Su teringat sesuatu dan segera mendorongnya. Namun pihak lain lebih bertenaga. Dia sama sekali tidak bisa menghindari atau lari dari kuncian tubuhnya.
"Kamu, lepaskan aku ...."
"Su'er .... Kenapa kamu menghindariku?" Tanya pria itu.
Dalam kegelapan, dua bayangan tinggi dan pendek terlihat samar-samar. Entah apa yang Li Chang Su dan Mu Xianzhai pikirkan, sebenarnya detak jantung mereka sedikit memompa. Napas hangat saling menyapu wajah. Pria itu tidak keberatan jika harus melihat lebih dekat wajah gadis itu dengan kepala tertunduk.
Li Chang Su yang dipaksa untuk menengadah hanya bisa menatapnya kosong. Bingung. Hingga bibirnya menjadi lembab dan aroma cendana yang familiar terhirup, dia tertegun. Dia ingin menjerit, memaki pria ini begitu banyak. Tapi dengan cepat sesuatu masuk ke mulutnya, sedikit bermain.
Tubuhnya terjerat. Orang di depannya menempel seperti batu besar yang menghimpit. Ditambah sapuan hangat di bibir, tubuhnya yang baru saja pulih dari demam seketika naik lagi. Tidak ada suara apapun di kegelapan, hanya napas keduanya yang sedikit berantakan. Orang-orang yang memiliki seni bela diri tinggi pasti akan tahu apa yang ada di sana.
Bahkan ketika Mu Xianzhai melepaskan ciuman, tatapannya tidak beralih ke manapun. Menahan wajah gadis itu untuk tetap melihat dirinya cukup lama. Diam-diam, Li Chang Su mengeluarkan jarum pelumpuh otot. Tapi tubuhnya menegang. Kedua pergelangan tangannya kini dipegang dengan mudah. Pria ini tahu apa yang ingin dia lakukan.
Li Chang Su hanya bisa menggertakkan gigi. Menunggu apa yang ingin pria ini katakan.
"Su'er ...," Bisiknya, "Chang Su," dia berkata dengan penuh kerinduan.
Li Chang Su merasa tubuhnya telah terlihat jelas. Tak ada yang bisa disembunyikan dari pria ini. Sikap Ye Tianli ketika membicarakan Mu Xianzhai juga kadang hanya menghela napas. Seolah-olah tidak berdaya. Memang benar, pria ini selalu mengetahui apapun yang ingin memasuki matanya.
"Aku—" dia tidak bisa bersembunyi. Tapi juga belum bisa kembali atau mengikutinya. Diam-diam, pikirannya tengah berputar keras untuk memikirkan cara keluar dari situasi yang tidak menguntungkan ini.
Jarum pelumpuh otot di tangannya tidak mungkin lagi berguna. Jadi urungkan niat itu. Dia berpura-pura mengendurkan kewaspadaan. Tapi Mu Xianzhai selalu khawatir. Dia tidak pernah lengah. Li Chang Su menghela napas panjang dan mengakui jika dirinya masih kalah dari pria ini. Tatapan matanya melembut.
"Mu Xianzhai .... seperti kamu memang pantas disebut raja perang," gadis itu tersenyum aneh padanya.
"Jika aku percaya kamu menyerah, maka tidak pantas disebut raja perang. Su'er, wanita ditakdirkan untuk selalu berada di bawah perlindungan pria."
"Benarkah?"
Gadis itu akhirnya mengendurkan kewaspadaannya dan menjadi lebih santai.
Tapi itu hanya sesaat. Ketika pria itu sedikit rileks, dia segera menatapnya penuh kewaspadaan dan menggunakan tenaga dalamnya untuk mendorong tubuh jangkungnya.
__ADS_1
Mu Xianzhai lengah dan kehilangan pegangan. Sosok kecil itu sudah tidak ada di depannya. Tapi melompat dari bangunan ke bangunan lain.
"Gadis yang berani!!" Gumamnya.
Mu Xianzhai ingin mencekik dirinya sendiri. Gadis itu berani mengelabui dia. Dengan cepat segera menyusulnya. Tak berapa lama mereka pergi, Mu Hongzhi dan dua penjaga gelap pria itu menyusul.
Tak ada siapapun di sekitar mereka. Tapi jelas napas Mu Xianzhai masih terasa. Hingga napas seorang ahli bela diri juga belum hilang. Ketiganya berpikir jika Mu Xianzhai diserang seseorang yang memiliki niat membunuh. Lalu mengikuti napas yang ditinggalkan di sepanjang jalan.
Hujan yang cukup lebat tidak membuat Li Chang Su kesulitan. Dia menoleh ke belakang. Bayangan jangkung itu mengikuti. Tampaknya Mu Xianzhai tidak menyerah, mengejarnya.
"Kenapa dia mengejar ku?" Gumamnya kesal.
Li Chang Su melompat ke bangunan yang lebih tinggi, lalu menghilang dengan cepat ke dalam hutan. Tapi Mu Xianzhai yang mengikutinya tidak panik. Meski jantungnya berdebar kencang karena mengetahui jika itu memang Li Chang Su, dia tidak sabar untuk menjelaskan banyak hal padanya.
Dengan cekatan dan tubuh yang ringan, Li Chang Su melompat dari satu pohon ke pohon lain. Menghindari tatapan di belakang yang mengunci tubuhnya. Tidak tahu apa yang sebenarnya Mu Xianzhai pelajari selama ini, gerakannya lebih cepat dari miliknya.
Awalnya dia ingin memasuki ruang artefak. Tapi dengan malasnya He Ze menolak membiarkannya. Ruang artefak bukan tempat untuk melarikan diri. Tupai putih sialan itu sedang menggodanya. Dia hanya berusaha sekuat tenaga untuk bersembunyi dari pandangan orang itu.
"Sepupu ...!!" Suara teriakan itu tersebar di belakang keduanya.
Di mana Mu Xianzhai memiliki waktu untuk memperhatikan sepupu bodohnya. Pandangannya tidak mau lepas dari Li Chang Su yang berusaha untuk menjauh. Jika dia mendapatkannya kali ini, lihatlah apa yang akan dia lakukan sebagai hukuman. Gadis yang tidak taat dan berani mengelabui kewaspadaannya.
Memang pantas menjadi istri raja perang. Diam-diam Mu Xianzhai tersenyum semakin dalam. Membuat Li Chang Su yang ada di depannya merasa punggungnya berkeringat dingin, merinding.
Mu Hongzhi yang mengejar sepupunya itu tampaknya melihat sosok berjubah hitam. Pikirannya kacau, mengatakan yang tidak-tidak. Apakah sepupunya masuk ke perangkap orang lain? Dia meminta dua penjaga gelap Mu Xianzhai untuk pergi dan mengepung. Ini adalah salah satu keahlian mereka.
"Tapi Jenderal Hong, bagaimana jika orang berjubah hitam itu dilindungi oleh Yang Mulia?" Tanya salah satu penjaga gelap.
"Aku akan bertanggung jawab jika semuanya di luar rencana."
"....."
Hujan membasahi tubuh, tapi tidak membuat semua orang yang saling mengejar itu mengendurkan kewaspadaan. Terutama Li Chang Su yang seperti seekor domba dikejar serigala cokelat. Tidak berdaya. Seharusnya tadi dia menerima ajakan Ye Tianli untuk menumpang, bukan pergi sendiri. Li Chang Su menyalahkan diri karena ceroboh dan meremehkan pria itu.
"He Ze, jika kamu berani membantah lagi, lihat saja bagaimana aku menghukummu!" Dia menggertakkan giginya diam-diam.
He Ze yang awalnya rebahan di ruang artefak pun memikirkannya sejenak. Gadis itu benar-benar tidak mau untuk memperbaiki hubungannya dengan Mu Xianzhai saat ini. Justru dengan menghindarinya seperti ini, semuanya tidak tahu kapan selesai.
__ADS_1
Gadis itu terus melarikan diri. Untungnya, dengan penglihatan mata dewa, dia tidak akan salah atau menabrak apa yang ada di depan. Belum lagi, seni bela dirinya cukup untuk melihat dalam kegelapan.
Li Chang Su melompat tinggi dan bermaksud untuk pergi ke satu sisi dengan cepat. Intinya, memikirkan cara untuk menghilang di depan mereka tanpa mencurigakan. Sehingga, dia bisa memasuki ruang artefak dengan mudah. Sayangnya, ketika Li Chang Su hendak melakukan rencananya, dua sosok tiba-tiba muncul di depan.
"Berhenti!" Salah satu dari kedua penjaga gelap itu bicara dengan nada dingin.
Pijakan kakinya pada salah satu dahan hampir saja goyah. Penjaga gelap dengan seni bela diri yang tinggi. Memiliki ilmu perpindahan diri yang baik. Berpikir cepat, Li Chang Su sebenarnya mencibir. Dia turun dan berlari kencang di darat. Seraya terus berkomunikasi dengan He Ze.
"Rasanya aku seperti pencuri saja," gadis itu bergumam.
Gelang naga perak di pergelangan tangan kiri Mu Xianzhai sedikit menunjukkan reaksi. Tampaknya menyadari jika gadis itu ada di sini, sangat senang mengetahuinya tuan wanita datang.
Dua penjaga gelap mengikutinya intruksi Mu Hongzhi diam-diam. Keduanya melemparkan pisau dan berhasil mengenai bahu kanan gadis itu. Li Chang Su membelalakkan matanya. Pisau ini seperti dirancang untuk mengenai target dengan baik. Membutuhkan tenaga dalam yang cukup tinggi untuk mengontrol arah mata pisau.
Mu Xianzhai yang melihat kelakuan dia penjaga gelapnya itu seketika menjadi marah, "Apa yang kalian lakukan??! Percaya atau tidak, Raja ini bisa membunuh kalian!!"
Nada bicaranya yang dingin membuat dua penjaga gelap itu tertegun. Lalu terpental dan menghantam pohon. Mu Xianzhai menggunakan tenaga dalamnya untuk melukai kemampuan internal mereka. Dua penjaga gelap itu memuntahkan darah segar dan cukup terkejut.
Yang mulia sebenarnya melindungi sosok berjubah itu. Sebenarnya apa yang sedang terjadi?
Mu Hongzhi berhenti dan melihat luka mereka yang cukup parah. Sepupunya marah. Tapi siapa orang berjubah hitam itu sehingga sepupunya ingin tahu sekali.
"Jenderal Hong ...," Salah satu dari mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Mu Hongzhi menghela napas dan tidak mengejar lagi. Diam-diam memutuskan sesuatu, "Lupakan. Aku akan meminta sepupu untuk memaafkan kalian. Lagi pula ini salahku yang tidak mengetahui apa-apa. Kalian ... Obati luka dulu. Serangan sepupu pasti tidak main-main."
Bagaimana bisa itu main-main? Kedua penjaga gelap itu sebenarnya tidak memiliki tenaga untuk berdiri atau menggerakkan jari. Sepertinya tubuh mereka dikunci oleh kekuatan Mu Xianzhai. Hal ini membuat Mu Hongzhi memiliki tugas baru. Sepupu yang baik. Dia memberinya masalah.
Dia membantu keduanya untuk dibawa ke atas pohon. Lebih aman. Ketika melihat keduanya bersandar di pohon dengan baik, dia tersenyum puas. Idenya sangat cerdas.
"Jenderal Hong, kenapa menempatkan kami di atas pohon?" Salah satu dari mereka mengerutkan kening. Bingung.
"Menghindari serigala. Hutan ini mungkin bebas dari binatang mutasi, tapi binatang buas bisa datang kapan saja dan memakan kalian yang tidak memiliki kemampuan untuk membela diri lagi. Tuan ini dengan baik hati membantu kalian keluar dari krisis hidup dan mati!" Mu Hongzhi sangat percaya diri.
"...," Tiba-tiba saja kedua penjaga gelap Mu Xianzhai itu menyesal, karena telah membantunya untuk menghalangi jalan orang berjubah hitam.
Lebih baik keduanya mati dimakan serigala daripada digoda oleh kelinci berbulu rubah.
__ADS_1