
SALJU TURUN lagi di keesokan harinya. Li Chang Su baru saja bangun tidur dan membiarkan pelayan menghangat air untuk mandi. Xuxu menyiapkan sarapan untuknya. Setelah berkumur dan mencuci wajah, dia menyelesaikan sarapan.
Ini dua hari lagi sebelum acara pernikahan dilaksanakan. Istana Raja perang menjadi lebih sibuk. Li Chang Su mendapatkan surat dari janda permaisuri bahwa sore nanti dia harus pindah ke istananya. Sebelum hati pernikahan, dia dan Mu Xianzhai tidak boleh bertemu.
Xuyao baru saja kembali dari halaman belakang. Dia menggigil, tapi ditahan agar tidak terlihat lemah di depan nona mudanya. Tidak tahu apa maksud Li Chang Su membiarkan dia berendam di air dingin dan hampir membeku, Xuyao masih melaksanakan perintahnya.
Selama setengah jam, dia bertahan dan akhirnya menemui Li Chang Su untuk melaporkan penyelesaian tugasnya. Wajahnya sedikit pucat. Membuat Xuxu merasa kasihan dengan keadaannya.
"Nona, kenapa Xuyao harus berendam di air es yang sangat dingin? Bukankah itu akan membuatnya sakit?" Tanya Xuxu seraya meletakkan segelas susu hangat di atas meja.
"Ini hanya latihan awal. Selama satu minggu ke depan, Xuyao harus melakukannya," Li Chang Su tidak mau mendengar alasan apa pun drai keduanya dan hanya memberikan sebotol pil.
Saat Xuyao melihat botol transparan berisi pil ini, jejak kebingungan melintas di matanya. Ia tahu jika Li Chang Su tidak akan melakukan sesuatu tanpa alasan. Dan Mu Xianzhai telah menjelaskan jika Li Chang Su bukan orang bodoh. Jangan bermain dengan dirinya.
Pil yang diberikan Li Chang Su pada Xuyao merupakan pil penghangat tubuh. Setelah berendam di air dingin, dia harus menelan satu pil untuk mengembalikan suhu tubuhnya. Setelah satu minggu nanti, dia akan menjelaskan langkah selanjutnya.
Untuk Xuxu, sebenarnya Li Chang Su sedikit kurang yakin dengan latihan ini. Jadi akan menggunakan cara lain untuk latihan. Gadis itu menyipitkan matanya saat merasakan kehadiran tamu tak diundang yang kini bersembunyi di dalam kegelapan. Dan kedatangannya tampak untuk mengawasi.
Dia mencibir. Berpikir bisa memata-matai dia dengan mudah? Maka itu hanya angan-angan saja. Sebelum menyelesaikan mereka, Li Chang Su membersihkan diri dulu dan memakai gaun putih salju. Rambutnya tergerai sepinggang.
Dia meminta Xuyao untuk memberi tahu Mu Xianzhai jika istana sedang dimata-matai pihak lain. Dia sendiri akan menyelesaikan ini dengan mudah. Awalnya Xuyao ingin membantunya. Tapi dia menolak. Bukan karena dia tidak percaya, namun masalah ini tidak bisa diketahui oleh pihak lain yang mungkin juga mencoba mencuri informasi.
“Sekelompok penjaga gelap kecil yang tidak tahu di mana langit berada,” cibirnya. Setelah Xuyao dan Xuxu pergi, dia keluar lewat jendela dan menghilang begitu saja.
Saat para penjaga gelap pihak lain melihatnya menghilang, sentuhan kejutan muncul. Walau terhalang masker, namun mata mereka jelas menunjukkannya. Ke mana gadis itu menghilang?
__ADS_1
Para penjaga gelap yang menyelinap memata-matai Istana Raja Perang pun tanpa sadar merasakan firasat buruk. Entah kenapa mereka seolah-olah tahu jika Li Chang Su menghilang setelah mereka datang. Mereka saling memberi kode untuk masuk ke kamar gadis itu.
Mungkin saja bisa mencari sesuatu yang berguna. Menurut tuan mereka, pernikahan gadis itu dengan Raja Perang tidak boleh berjalan dengan baik. Usahakan buat gadis itu sakit atau semacamnya sehingga pernikahan bisa diundurkan lagi.
“Ke mana gadis itu pergi? Seni bela dirinya terlihat bagus,” kata salah satu dari mereka.
“Ya. Nona tidak mengatakan jika gadis itu memiliki seni bela diri yang baik. Apakah dia tahu keberadaan kita?” Tanya temannya yang lain.
“Itu tidak mungkin. Dia hanya seorang gadis kamar kerja dengan sedikit kemampuan. Apa yang begitu hebat dibandingkan tuan kita.”
“Tapi aku merasakan firasat buruk akan datang,” salah satu mereka merasa suasana dingin ini tidak benar dan ingin pergi sedikit jauh agar aman.
Penjaga gelap yang lainnya tidak merasakan hal yang sama. Mereka menunggu Li Chang Su kembali. Dengan begitu mereka bisa melancarkan aksinya. Penjaga gelap di istana ini tidak banyak. Mu Xianzhai memang tidak memiliki banyak penjaga gelap yang beroperasi di Istana Raja Perang.
Meski begitu, beberapa penjaga gelap yang ada di istana ini juga merupakan yang terbaik. Tepat ketika mereka baru saja selesai berdiskusi, sosok bergaun putih tiba-tiba saja sudah duduk tak jauh dari dahan pohon yang mereka tempati.
Sejak kapan gadis itu ada di dekat mereka?
Salah satu dari mereka yang menjadi pemimpin pun menatap tajam ke arah Li Chang Su yang sudah cukup lama di sana. Gadis itu mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Ternyata untuk membuat kekacauan pada hari pernikahan mereka nanti. Hal seperti ini ternyata menjadi begitu penting di zaman kuno.
Belum lagi, di zaman yang masih memegang teguh kebiasaan para leluhur, kasus-kasus tertentu selalu lolos dari hukuman. Belum lagi, tempat pelac*ran masih begitu banyak. Tidak ada hukum atau sesuatu yang menjadi larangan. Para wanita dan pria yang datang atau pergi dari tempat seperti itu seolah-olah menjadi kebiasaan.
Sebenarnya tidak terlalu beda jauh dengan bar atau tempat hiburan malam seperti di zaman modern. Walaupun Li Chang Su tidak tahu banyak, tapi dia sering mendapatkan tugas untuk menangkap buronan. Dan tak jarang harus memasuki tempat hiburan seperti itu untuk berpura-pura menjadi penghibur.
Li Chang Su tersenyum dan berpura-pura bingung, “Kenapa tidak dilanjut diskusinya? Aku hanya menjadi pendengar yang baik.”
__ADS_1
Pemimpin dari penjaga gelap itu merasakan sesuatu yang tidak biasa saat memperhatikan gadis bergaun putih itu, “Ka-kamu ... Bagaimana kamu tiba-tiba ada di sini?”
Suara pria berpakaian penjaga gelap itu tidak nyaring, tapi berhasil menarik perhatian para penjaga gelap di Istana Raja Perang. Mereka langsung muncul dan mengambil pedang untuk membunuh, namun Li Chang Su menahannya.
“Putri, biarkan kami menyelesaikan masalah ini,” penjaga gelap dari pihak Istana Raja Perang angkat bicara. Nada bicaranya begitu dingin. Serta hawa membunuh seketika menguar.
Begitu pula dengan para penjaga gelap yang lainnya. Tidak ada hal-hal ramah. Sebagai penjaga gelap yang dipilih Mu Xianzhai untuk memberi keamanan, mereka tak segan-segan untuk menghabisi pihak lain yang mengganggu. Sebenarnya berani mendatangi halaman calon sang putri.
Namun, alih-alih menyerahkan sekelompok penjaga gelap pihak lain, Li Chang Su ingin bermain sebentar untuk melepaskan kerinduannya terhadap aktivitas di pangkalan militer. Dia hanya menggunakan jarum beracun untuk membunuh dua di antara penjaga gelap pihak lawan.
Ketika jarum perak beracun menancap di leher mereka, tubuh itu langsung lemah dan jatuh ke tanah bersalju. Sisanya pun terkejut dan tidak percaya jika gadis itu memiliki keberanian untuk membunuh orang-orangnya.
Karena semuanya sudah ketahuan, mereka hanya perlu mencabut pedang dari sarungnya, bersiap untuk bertarung.
Penjaga gelap dari Istana Raja Perang ingin datang dan melindungi Li Chang Su, tapi lagi-lagi gadis itu menolak. Membiarkannya menonton dari samping. Tapi jika itu dilakukan, raja mereka pasti akan marah dan memberi hukuman.
Tapi, apakah Li Chang Su takut?
Tentu saja tidak. Dia akan bertanggung jawab untuk ini. Jika Mu Xianzhai berani menyalahkan penjaga gelap karena tidak melindunginya dengan baik, dia akan meminta kepada janda permaisuri untuk mengundurkan waktu pernikahan. Saat para penjaga gelap mendengar ini, mereka menggigil.
Tidak tahu kenapa, mereka sedikit merinding saat Li Chang Su mengatakan hal itu. Seolah-olah lebih kejam daripada raja mereka. Karena ancaman ini, mereka dengan patuh menyaksikan dari samping. Tapi tidak melonggarkan kewaspadaan.
Tapi para penjaga gelap yang kehadirannya tak diundang itu mencibir di balik maskernya. Membiarkan penjaga gelap Istana Raja Perang untuk menyaksikan dari samping, mereka seperti sedang mendengar lelucon.
Apa yang bisa dilakukan gadis itu selain meminta ampun nanti?
__ADS_1
Walaupun mereka memiliki sedikit kekhawatiran, hal itu tidak mengurungkan niat mereka untuk mendapatkan darah Li Chang Su. Jika tidak berhasil, maka bunuh diri saja.
“Gadis kecil, apakah kamu yakin ingin melawan kami seorang diri?”