
SEDANGKAN Xue Zi yang telah terjatuh dari kepala kuda itu pun hanya bisa berlari ke arah Li Chang Su. Larinya sangat cepat. Tentu saja karena dia pandai melarikan diri jika ada musuh mengejar. Telinga panjangnya juga membuat penampilan kelinci putih itu menggemaskan. Apa lagi ada garis merah di sekitar mata ke dahinya, simbol dari binatang mutasi.
Kelinci putih mutasi itu terlihat bahagia saat melihat Li Chang Su. "Cantik!! Aku datang. Ayo tangkap aku!" teriaknya manja.
Makhluk berkaki pendek itu langsung melompat saat sudah dekat dengan Li Chang Su, bermaksud untuk jatuh ke pelukannya. Awalnya semua itu terlihat indah, seperti reuni kecil antara majikan dan peliharaan. Tapi ....
Kelinci putih mutasi itu tidak tahu siapa yang ada di samping Li Chang Su. Ya, Raja Perang yang tak kenal ampun dan kejam. Bahkan pada seekor binatang kecil apapun. Tak terkecuali kelinci.
Wajah pria itu menggelap saat sosok putih kecil melompat untuk memeluk istrinya. Dengan cepat, Mu Xianzhai segera mengulurkan tangan—menyentil makhluk berbulu putih itu dengan keras.
"Wohhhh!!!" Kelinci putih mutasi segera berteriak kaget saat tubuhnya tiba-tiba saja terpental ke belakang dan mencium tanah berumput, berguling beberapa kali sebelum akhirnya tak sengaja makan rumput tinggi.
"..." Li Chang Su tahu jika suaminya tidak akan mengizinkan Xue Zi untuk berada di pelukannya.
"..." Semua tamu yang hadir seperti sedang menyaksikan pertunjukan kelinci melawan Raja Perang.
Tapi ... bagaimana binatang mutasi itu bisa masuk ke halaman istana kaisar? Pikiran semua orang mulai bertanya-tanya.
Kelinci putih mutasi segera bangkit dan menggoyangkan tubuh untuk menjatuhkan patahan rumput di bulu-bulunya. Ia menatap Mu Xianzhai yang selalu saja menganiaya dirinya.
"Pria jahat! Aku hanya ingin disentuh oleh Si Cantik!" protesnya.
Mu Xianzhai mencibir. "Su'er adalah istriku. Jika kamu ingin disentuh, biarkan Lict yang mengurusnya mulai sekarang. Mulai dari makan, mandi dan tempat tidur."
"..." Lict yang ada di samping Li Chang Su hanya bisa diam. Kenapa harus aku? Batinnya.
Xue Zi tidak mau. Dia lebih suka Li Chang Su. Dia suka wanita, bukan pria. Tapi dia telah diurus oleh Lict selama perjalanan sebelumnya. Kini diurus lagi olehnya, dia merasa bosan. Namun Mu Xianzhai selalu ketat tentang Li Chang Su. Apapun itu, bahkan hewan peliharaan tidak boleh dekat-dekat terlalu lama.
__ADS_1
Semua orang menatap kelinci putih mutasi itu seperti melihat hewan peliharaan yang lucu. Seandainya mereka memiliki peliharaan seperti itu, pasti tidak akan kesepian. Bisa bicara dan tergolong bintang mutasi cahaya. Siapa yang tidak akan tertarik.
Mu Xianzhai tahu jika Xue Zi tidak akan menyerah untuk bisa berada di pangkuan istrinya, sehingga ia berulang kali mengancam. Tapi kelinci putih mutasi itu tidak takut.
"Jika kamu tetap ngotot ingin disentuh istriku, sebaiknya biarkan salah satu penonton mengadopsimu saja. Raja ini tidak butuh kelinci!" cibir Mu Xianzhai agak keras.
Kali ini giliran Li Chang Su yang terkejut. Dia menatap suaminya seraya menggertakkan gigi. "Mu Xianzhai!!" tekannya memperingati.
Apakah berani untuk membuang kelinci putih mutasi itu dan memberikannya pada orang lain tanpa izinnya?
Li Chang Su menyukai hewan berbulu lembut. Kelinci tak terkecuali. Ia dan Xue Zi saling bertemu tak sengaja saat longsor salju di bukit saat musim dingin dulu. Kelinci putih besar yang sangat bersih dan menggemaskan. Apalagi ketika makan wortel, benar-benar lucu.
Kini Mu Xianzhai ingin membuangnya?
"..." Mu Xianzhai hanya bercanda. Dia tak bermaksud untuk itu karena berpikir jika Xue Zi takut untuk dibuang. Siapa yang tahu jika dia telah menyinggung perasaan istrinya.
Ia pun sedikit tersenyum kaku dan merangkul istrinya yang berwajah tidak suka. "Baiklah, Raja ini hanya bercanda. Biarkan dia membersihkan keempat kaki dan bulunya dulu. Lihatlah dia, begitu kotor," jelasnya.
Tapi sebenarnya, Mu Xianzhai sudah memikirkan cara agar istrinya tidak merindukan kelinci itu di mana-mana sepanjang waktu. Ia hanya ingin berdua dengan istrinya. Bagaimana bisa ada kelinci di antara mereka?
Semua orang memahami jika Raja Perang begitu cemburuan terhadap hewan peliharaan. Tapi demi menenangkan istrinya, sang raja akhirnya mengalah dan memanjakannya. Ya Tuhan ... Kenapa begitu manis?
Di sisi lain, kuda putih mutasi meminta bantuan Mu Hongzhi.
"Tuan, Tuan ... Aku ini kuda peliharaanmu. Kamu tidak akan begitu tega untuk membiarkan penjaga jelek ini menyeretku ke kandang," ujar kuda putih mutasi langsung memohon.
"..." Mu Hongzhi dipenuhi oleh garis hitam di atas kepalanya. Secara tidak langsung, ia harus mengaku jika kuda itu adalah miliknya.
__ADS_1
Adapun Kaisar Mu, rasanya ingin pingsan. Kuda mutasi itu makan bunga. Segera, pelayan melaporkan bunga apa saja yang dimakan oleh kuda itu. Pada akhirnya, Kaisar Mu menangisi semua bunga-bunga kesayangannya.
Mu Hongzhi langsung menghampiri kuda putih mutasi. Ia harus berdiskusi dengan makhluk itu, jika tidak, bukankah semuanya fatal?
Kaisar Mu yang menangis tanpa air mata saat mengetahui jika bunga-bunganya telah dimakan kuda, rasa kehilangan itu muncul.
"Kenapa kuda itu makan bunga, bukankah makan rumput?" gumam Kaisar Mu segera menyesap tehnya untuk menghilangkan dahaga.
"Sepertinya kuda mutasi berbeda dengan kuda biasa. Mereka juga pilih-pilih makanan." Kasim yang ada di samping Kaisar Mu pun hnaya bisa menebak sekenanya.
"Jika ada yang seperti itu, besok aku juga ingin pilih-pilih makan daging. Aku ingin makan daging kuda. Bisa 'kan?" Kaisar Mu tidak percaya jika bunga-bunganya sudah hilang dimakan kuda.
"..." Kaisar, Anda tidak pernah makan daging kuda. Bukankah Anda bilang jika kuda itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat? Batin sang kasim terlihat lesu.
Pada akhirnya, acara berlanjut. Kuda putih mutasi mungkin berhasil dibujuk. Tapi ....
Saat ini, pangeran pertama—Mu Yishu segera mendapatkan giliran untuk memanah. Semua orang memperhatikan pangeran pertama yang begitu luar biasa. Jubah hitam berpola piton emasnya menjadi simbol. Ia memegang busur yang cukup berat dan anak panah.
Menarik anak panah pada tali busur, ia sedang menargetkan objek agar tepat sasaran. Di seberang, kuda putih mutasi gemetar diam-diam, kaku dan tak berani bergerak lebih jauh. Ia khawatir jika Mu Yishu salah menembak dan malah membunuhnya.
"Manusia ... Hati-hati dengan panahmu. Jangan sampai tergelincir. Salah sedikit saja, nyawaku melayang," teriaknya pada Mu Yishu.
"Jangan gerak-gerak. Aku tidak bisa membidik dengan tepat nantinya." Mu Yishu menghela napas dan sempat melonggarkan anak panah yang ditariknya pada tali busur.
"..." Kuda putih mutasi sedang berjuang untuk tetap tenang. Ada sebuah apel di atas kepalanya. Bagaimana mungkin dia masih bisa berpikiran positif.
Ia membayangkan jika panah yang akan Mu Yishu lepaskan nanti justru menusuk kepalanya. Ini mengerikan. Semua orang melihat kuda putih mutasi yang gagah itu kini memiliki kaki yang gemetar, apakah benar-benar sangat takut?
__ADS_1
"..." Bisakah kuda putih itu menjadi jantan yang tak kenal takut? Pikir semua orang.
Li Chang Su duduk di samping Mu Xianzhai dan memakan anggur. "Xian, apakah kamu juga akan berpartisipasi?"