Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Tentang Sesuatu Di Bawah Jurang


__ADS_3

PADA AKHIRNYA, Mu Xianzhai mengiyakan dengan enggan. Karena istrinya suka, maka semuanya baik-baik saja. Mengingat jika di hari pertama pensiunan kaisar dan Mu Hongshan bebas, semua makanan kesukaannya disentuh mereka.


Kali ini hanya dia yang makan. Mu Hongzhi dan Lict tidak jadi masalah besar. Sehingga setelah membayangkan pangsit yang enak, dia mulai merasa nafsu makannya kembali bangkit.


Mu Xianzhai juga membawakan jagung bakar yang dicurinya dari He Ze. Jagung yang dioles mentega dan dibakar itu memiliki cita rasa manis dan gurih.


Pada akhirnya, waktu berlalu dengan cepat.


Sesuai dengan janji Mu Xianzhai, dia mengizinkan istrinya makan ramen di jam-jam tidur semua orang. Lict dan Mu Hongzhi menjaga tenda sehingga tidak mungkin tidur lebih awal. Maka dari itu, mereka juga makan ramen yang dibuat Li Chang Su.


Mu Xianzhai tidak bisa makan pedas yang berlebih sehingga memilih untuk menikmati pangsitnya sendirian. Adapun He Ze dan kelinci putih mutsi pun segera mendapatkan camilan malam mereka. Kacang rebus dan wortel. Untuk kuda putih mutasi sendiri, hanya bisa makan rumput. Tapi dia suka makan buah sehingga Li Chang Su mengeluarkan banyak buah dari ruang artefak.


Ketika tengah malam tiba, semua orang mengantuk. Keempatnya tidur di tenda masing-masing. Untuk berjaga-jaga malam ini, tiga binatang itu bisa begadang sepanjang malam. Sehingga mereka tidak akan khawatir akan ada serangan di malam hari.


Mu Xianzhai memeluk istrinya sepanjang malam dan tidur sangat lelap ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan paginya, semua orang bangun cukup bersamaan. He Ze mungkin yang paling tahan kantuk. Sedangkan untuk Xue Zi dan kuda putih mutasi tidur saat menjelang dini hari. Mau tidak mau, tupai putih itu hanya menanggung beban keduanya. Katanya binatang mutasi, tapi diajak begadang saja sudah tidak kuat.


Sehingga saat Li Chang Su dan Mu Xianzhai keluar tenda, kayu bakar sudah mulai menipis. Mu Hongzhi pergi mencari kayu bakar lain untuk membuat sarapan di pagi hari. Sementara Lict pergi ke sungai terdekat untuk mengambil bongkahan es, biarkan Mu Xianzhai mencairkannya.


"Su'er ... Apakah kamu berencana turun?" Mu Xianzhai teringat dengan apa yang dikatakan istrinya semalam tentang rencana hari ini.


"Ya. Jurang di bawah jembatan rusak itu tampaknya aneh. Aku ingin tahu seberapa dalamnya di bawah sana. Kita tidak bisa pergi semua. Aku khawatir terjadi hal lain di bawah hingga sulit menyelamatkan semuanya," jawab Li Chang Su.


"Biarkan aku bersama Su'er ... Mereka menunggu di sisi jembatan," kata Mu Xianzhai segera membuat keputusan.


Li Chang Su cemberut. "Aku tahu keputusanmu tidak akan bisa diubah," katanya.

__ADS_1


"Tentu saja. Aku memberi keputusan sebagai seorang suami." Pria itu tersenyum penuh kemenangan.


"..." Tiga garis hitam meluncur di kepala Li Chang Su. Jangan lupa, semua hartamu adalah milikku sekarang! Pikirnya.


Sayangnya, Mu Xianzhai mungkin sudah lupa tentang masalah ini. Ketiga Lict dan Mu Hongzhi kembali dari tugas masing-masing, Li Chang Su segera mengutarakan maksudnya. Hari ini, dia dan Mu Xianzhai akan pergi ke bawah jurang. Hanya untuk mengetahui apa saja yang ada di bawah sana serta bagaimana bisa terbentuk.


Lagi pula, jurang tanpa batas itu sangat mustahil terbentuk alami begitu saja. Pasti ada alasan lain. Walaupun Lict merasa khawatir dan ingin mengetahuinya juga, namun ia selalu tahu rencana Li Chang Su. Belum lagi Mu Hongzhi yang hanya bisa gigit jari.


Setelah sarapan, Li Chang Su mengeluarkan banyak alat untuk turun jurang. Namun, dia memilih lokasi yang sedikit lebih rendah untuk turun. Karena jika dari tepi jembatan, terlalu tinggi. Hingga akhirnya Li Chang Su memilih tempat yang cukup tersembunyi. Bahkan salju saja sudah menjadi gumpalan es.


"Putri Xian ... Apakah tidak apa-apa turun dari sini?" Lict merasa tidak yakin.


"Ada bebatuan di tebingnya. Ini memudahkanku untuk turun. Belum lagi, tali bisa diikat ke pohon terdekat. Kalian berdua di sini dan tunggu kami kembali," kata Li Chang Su seraya memasang tali pengaman pada tubuhnya. Begitu pula dengan Mu Xianzhai yang dibantu.


"Sepupu Ipar ... Jika ada sesuatu yang bisa diambil, ambil saja dan berikan padaku." Mu Hongzhi memikirkan harta karun.


Setelah memastikan jika tali pengaman sudah terpasang dengan baik, Li Chang Su langsung turun. Mu Xianzhai awalnya ragu tentang tali pengaman tersebut, tapi melihat istrinya turun dengan mudah, ia pun mengikutinya. Ada banyak tali pengaman tergulung di samping Lict. Tidak tahu berapa ratus meter. Tapi setidaknya gulungannya sangat tebal.


Semakin turun ke bawah, Li Chang Su merasakan dorongan yang kuat. Sejenis kehampaan dan rasa takut. Tak ada satu pun binatang mutasi di tempat ini. Atau mungkin mereka belum menemukannya.


"Hati-hati dengan ular dan serangga lain." Gadis itu memperingati Mu Xianzhai.


"Ya," sahutnya.


Setelah turun tiga ratus meter, Li Chang Su kelelahan. Dia menahan tali pengaman dan bersandar sebentar di bebatuan yang sedikit ditempeli salju. Mu Xianzhai ada di sampingnya. Melihat ke bawah jurang, gadis itu merasa pusing. Dia terlalu lemah terhadap ketinggian. Tapi kadang harus memberanikan diri untuk menghadapinya.


"Yah, jangan lihat ke bawah," ucap pria itu seraya menenangkannya.


"Berapa dalamnya? Apakah sudah terlihat?"

__ADS_1


"Belum. Ini sudah tiga ratus meter. Hawanya semakin tidak nyaman."


"Kamu benar. Kalau begitu kita gunakan cara lain dulu." Li Chang Su mengeluarkan sesuatu lagi dari ruang artefak. Kali ini semacam tali pengukur. Mungkin bisa mengukur kedalaman lima ratus meter."


Dia menjatuhkan tali pengukur yang memiliki bandul besi di ujungnya. Setelah cukup lama, dua ratus meter belum juga menunjukkan tanda-tanda mencapai ujung. Hingga akhirnya, Li Chang Su merasa jika beban tali pengukur menjadi ringan. Dia menatap Mu Xianzhai dengan keheranan.


Sayangnya kemampuan mata dewa Li Chang Su tidak bisa menembus kegelapan terlalu dalam. Gadis itu menarik kembali tali pengukur hingga melihat tanda terbakar pada talinya. Belum lagi, bandul besi sudah terputus hingga menyisakan sedikit api.


Keduanya berspekulasi jika di bawah sana bukanlah daratan, tapi ... api?


"Apakah ada sungai lava di sana? Tapi kenapa tidak kelihatan?" tanya gadis itu merasa aneh.


"Mungkin lava hitam. Lihat ini." Mu Xianzhai menunjukkan sebagian tali yang memiliki bekas arang. "Seharusnya jika itu lava biasa, bekasnya tidak akan menghitam seperti ini."


"Maka dari itu ... Di bawah kita saat ini—"


Tiba-tiba saja lonjakan panas meningkat. Ada embusan angin panas menerpa tubuh keduanya hingga saat Mu Xianzhai dan Li Chang Su melirik ke bawah—keterkejutan melintas. Tidak heran jika hawa panas meningkat. Saat ini, cairan hitam kemerahan terlihat naik dengan cepat. Seperti yang dikatakan Mu Xianzhai, mungkin itu merupakan lava hitam.


Jantung Li Chang Su berdegup kencang. "Naik! Kita kembali. Cepat!" Dia segera naik dengan kecepatan yang cukup tergesa-gesa.


Mu Xianzhai juga berwajah serius di balik topengnya dan segera mengejar Li Chang Su. Tapi naik lebih sulit dibandingkan turun sehingga Li Chang Su yang memakai sarung tangan saja masih sedikit tergelincir.


Pria itu segera menangkap memeluk tubuh istrinya. Lava hitam naik lebih cepat dibandingkan kecepatan mereka bergerak saat ini. "Aku akan membawamu. Pegangan yang erat!"


Mu Xianzhai segera menggunakan ilmu peringan tubuh dan melompati beberapa bebatuan yang menonjolkan di tebing. Li Chang Su memilih untuk memegang tubuh Mu Xianzhai dan menenangkan jantungnya yang berdegup kencang. Hawa panas masih mengejar mereka.


Di bibir tebing, Mu Hongzhi dan Lict merasa ada yang aneh dengan tali pengaman. Sebelumnya terlihat ditarik kencang, kini bahkan lebih longgar.


"Apakah keduanya mengalami masalah di bawah sana?" gumam Lict.

__ADS_1


__ADS_2