
"PUTRI, SAYA juga baru tahu," jawab Xuxu.
Dia mendengar kabar angin pagi tadi dan itu pun juga didapat dari salah satu pelayan di istana kekaisaran. Omong-omong, dia mampu memilih koneksi dengan para pelayan di sana dengan menggunakan kemampuan dan status masa lalunya sebagai murid dari Lembah Racun.
Tentu saja, Xuyao yang akan mengurus semuanya.
"Apakah sangat serius?" Melihat wajah pelayannya yang tidak terlihat baik, dia menghela napas.
Mungkinkah sesuatu terjadi pada kedua putri itu?
"Yah ... Ini serius dan juga aneh," jawab Xuxu.
Li Chang Su mengambil camilan yang dibawa oleh Xuxu dan memakannya perlahan. Rasanya sangat enak dan manis.
"Masalah ini sebenarnya menjadi rahasia istana saat ini. Tapi saya mendapatkan beritanya ...."
Xuxu pun segera waspada dengan sekitar dan langsung berbisik pada Li Chang Su. Ketika Li Chang Su mendengarkan secara baik-baik, ekspresinya langsung terkejut. Dia bingung untuk sementara waktu dan mencoba mencerna apa yang baru saja dikatakan oleh pelayannya.
Hal-hal seperti itu terjadi?
Salah satu penyebab yang terlintas di benak Li Chang Su hanyalah satu orang saja. Pembuatan Rongyu!
Saat ini keluarga Rong tidak dalam kondisi yang baik sejak seorang tabib penyihir mengutuk keluarganya. Penyebab dari semua ini jelas adalah Jenderal Rong sendiri. Jadi, Li Chang Su tidak akan repot-repot berurusan dengan mereka.
Namun siapa yang tahu jika keluarga Rong membuat ngengat lagi. Putri kedua—Mu Lanfen sebenarnya sudah tewas? Masih tidak ada darah si tubuhnya? Apakah diisap vampir?
Jelas Li Chang Su tidak akan percaya karena semua itu tak memungkinkan ada di dunia kuno ini. Apakah vampir ini ... Percaya hantu! Rongyu adalah vampirnya! Pikir Li Chang Su berulang kali mengutuk wanita itu.
Cepat atau lambat, masalah hilangnya banyak gadis muda pasti akan menarik perhatian dan Rongyu bisa saja dicurigai. Terlebih lagi, ada Mu Lizheng yang kini sudah mengetahui semua itu. Mudah untuk mengendalikan keluarga Rong.
Hanya saja Li Chang Su merasa tidak percaya jika Mu Lanfen yang terkenal tenang dan pintar mengamati situasi dalam kehidupan sehari-hari pun akan tewas di tangannya. Kenapa Li Chang Su merasa ini aneh? Apakah benar Mu Lanfen sudah tewas?
"Putri, apa yang Anda pikirkan?" tanya Xuxu.
"Tidak ada," jawab gadis itu langsung menggelengkan kepala. "Mungkin aku terlalu banyak berpikir," gumamnya. Namun dia masih bertanya, "Apakah tubuhmu benar-benar ditemukan?"
__ADS_1
"Ya. Saya dengar begitu ..." Xuxu juga tidak tahu banyak tentang ini. "Tunggu, tanya Xuyao dulu."
Xuxu pergi. Li Chang Su yang mengerutkan kening pun tidak tahu kenapa Xuxu dan Xuyao begitu sopan hari ini. Tidak seperti biasanya. Namun karena mereka bersikap seperti itu, Li Chang Su sedikit lega. Mungkinkah kedua pelayannya ini telah resmi mengakuinya sebagai tuan yang baik?
Siapa yang tahu jika saat ini, Mu Xianzhai juga kembali ke Istana Raja Perang sehingga Li Chang Su menanyakan kembali masalah tersebut untuk mengonfirmasi. Meski tak ada raut wajah yang berubah pada pria itu di balik topeng, namun tampaknya juga sama-sama tidak menduga.
Mu Xianzhai melepaskan zaoshan-nya dan duduk sambil menuangkan secangkir teh untuknya. "Mayatnya memang ditemukan. Tapi sepertinya ada yang aneh," katanya, sama seperti Li Chang Su. Kecurigaan yang besar.
"Apa keanehannya?"
"Ini masalah tubuhnya."
"Apakah kamu pergi ke Istana Kekaisaran untuk menyelidiki ini?" Li Chang Su sedikit menebak.
Mu Xianzhai mengangguk. "Ayah kaisar telah menurunkan orang-orang untuk menyelidiki kasus tersebut saat ini untuk mengetahui siapa pelakunya. Belum lagi, putri kedua tidak pernah memiliki masalah dengan orang-orang di luar. Jadi masalahnya agak rumit."
"Bisakah aku melihat mayatnya?" tanya Li Chang Su.
"Su'er ingin mencari tahu?" Mu Xianzhai tersenyum dan sepertinya mengharapkan sesuatu.
"Yah, tidak apa-apa di untuk melihat mayatnya. Tapi sekarang sudah terlambat untuk pergi. Besok pagi kita ke sana."
"Tidak masalah. Apakah menurutmu ini sama seperti yang aku pikirkan?"
"Apa?"
"Ada kaitannya dengan Rongyu." Suara Li Chang Su mengecil saat mengatakan ini.
Mu Xianzhai tenggelam dalam pikirannya dan hampir tidak tahu ini. Lebih tepatnya dia tak pernah meletakkan masalah ini di wajahnya, tidak penting. Namun saat Li Chang Su menyebutkannya, dia akhirnya tidak bercanda lagi.
Mayat Mu Lanfen ditemukan tidak memiliki darah di tubuhnya, seperti cangkang kosong, diperas sampai habis. Hanya saja bagaimana caranya untuk melakukan itu. Bahkan di tanah tak ada setetes darah. Dengan kata lain, darahnya diambil di suatu tempat dan membuat mayatnya di tempat yang relatif mudah menemui kejahatan.
"Sepertinya begitu." Dia mengangguk.
Namun Li Chang Su merasa tidak puas dengan jawabannya. Dia mendengus dan mencibir, "Ck, kamu benar-benar memiliki kerinduan dengan kekasih masa kecilmu," gumamnya.
__ADS_1
"Huh, katakan lagi."
Tiba-tiba saja Mu Xianzhai sudah ada di dekatnya dan meraih gadis itu.
Li Chang Su bingung pada awalnya. Bagaimana bisa pria ini ads di dekatnya begitu cepat? Namun sebelum dia bereaksi, Mu Xianzhai sudah mencium bibirnya. Pikiran Li Chang Su tiba-tiba kosong.
Untungnya ciuman tidak berangsur lama dan Li Chang Su bisa mengamb napas dalam-dalam. "Mu Xianzhai, kenapa kamu begitu tiba-tiba?"
"Bukanlah Su'er menelan cuka?" godanya.
"Siapa yang menelan cuka? Aku tidak punya cuka!"
Mu Xianzhai terkekeh dan merasa senang saat menggodanya. Dia menciumnya lagi beberapa kali hanya untuk menggoda kucing kecil yang nakal ini. Tanpa disadari, Li Chang Su telah menghilangkan sikap tentaranya di masa lalu dan merasakan bagaimana menjadi seorang gadis remaja di kehidupan zaman kuno.
Pada akhirnya Mu Xianzhai berhasil menggelitik tubuh istrinya hingga tertawa. Sudut matanya bahkan mengeluarkan air mata akibat terlalu banyak tertawa. Pria itu membopongnya hingga ke tempat tidur.
"Xian Xian ... Kamu terlalu berlebihan. Ini geli. Hentikan, hentikan!" Li Chang Su tertawa lagi dan berusaha untuk menyingkirkan tangan nakal pria itu yang menggelitik perutnya.
Mu Xianzhai tidak mendengarkannya dan melepaskan topeng peraknya. Dia mencium wajah gadis itu. Li Chang Su masih belum menyadari jika saat ini dia masuk dalam jebakan Mu Xianzhai.
Tanpa diduga, setelah menggelitik sekitar perutnya, Mu Xianzhai menekan gadis itu, memegang kedua tangannya di atas kepala dan mencium bibir manisnya. Li Chang Su yang masih sedikit linglung pun hampir tak bisa bernapas lagi.
Ketika ciuman keduanya berakhir, Li Chang Su sedikit pulih. "Xian Xian ... Jangan melakukan kejahatan di siang hari bolong," katanya.
"Ini sudah sore," balas pria itu.
"Ah?" Li Chang Su sepertinya agak bingung. Melihat cahaya jingga yang masuk melalaui jendela, dia akhirnya sadar jika hari sudah sore. Begitu cepat?
"Lepaskan aku," katanya memohon.
Mu Xianzhai terlihat tidak benar saat ini wajahnya memancarkan aura keinginan yang kuat dari tubuhnya. Hormon pria melonjak, menginginkan sesuatu. Akhirnya Li Chang Su sadar jika pria ini pasti akan berubah menjadi binatang buas di tempat tidur.
Pria itu tersenyum penuh arti padanya. "Lepaskan? Tidak mungkin!"
Pada akhirnya, suara sabuk yang dilempar ke lantai pun terdengar ....
__ADS_1