
"BAHKAN JIKA kamu tidak bisa mengalahkannya secara langsung, aku masih ada. Aku hampir lupa, kekebalan mereka hanya berlaku saat menjadi binatang saja. Ketika berubah jadi manusia, kekebalannya menurun setengahnya." He Ze akhirnya mencari sesuatu yang bagus untuk menyemangati. Gadis itu benar-benar memiliki perhitungan yang akurat. Pria ini cukup bodoh seperti Mu Hongzhi.
Lict mencibir, "Kamu hanya tupai kecil. Bagaimana mungkin menjadi lawannya?"
"Jangan remehkan aku. Bagaimanapun juga aku adalah binatang roh artefak. Sudahlah. Kamu akan tahu nanti, cepat serang makhluk itu." Dia mendesak dan tidak memedulikan ejekannya.
"Aku tahu."
Kali ini Lict tidak berlari lagi. Justru berhenti di salah satu dahan pohon dan berbalik. Mengetahui jika pria jelmaan serigala abu-abu keperakan sudah dekat, ia siap dengan pertarungan. Pedang di tangannya dipegang erat. Saat pria jelmaan serigala abu-abu keperakan muncul, Lict langsung menangkisnya.
Bahkan ilmu tenaga dalamnya hampir ditekan oleh aura makhluk itu. Sungguh tidak terduga. Lict bukan prajurit baru. Dia sudah berpengalaman dengan pertarungan seperti ini. Jadi bukan masalah besar lagi jika kali ini ia melawan musuh yang lebih kuat.
Ingatlah, itu hanya binatang mutasi jelmaan serigala. Dunia kuno ini dipenuhi dengan binatang mutan. Sungguh membuatnya tidak bisa menerima kenyataan.
"Hah, manusia! Kamu bukan lawanku!" Pria bertelinga serigala abu-abu keperakan itu mengejek dan menyeringai padanya.
Tapi Lict tidak takut lagi sekarang. Setelah dia sadar jika kedudukannya lebih tinggi daripada binatang, kepercayaan dirinya bangkit. Di dalam kegelapan, ia hanya bisa melihat dengan ilmu tenaga dalam. Saat masih jadi tentara, dia telah terlatih untuk membuka kemampuan ini.
Bahkan jika dia tidak bisa mengalahkan makhluk ini, lebih baik mati dalam pertempuran daripada tunduk.
Lict dan pria jelmaan serigala abu-abu keperakan mundur bersama-sama setelah hasil pertarungan menjadi imbang. Bekas cakaran dan pedang ada di batang pohon. Lict menggunakan pedang. Sementara makhluk jadi-jadian itu menggunakan cakar kedua tangannya.
Dengan taring beracun, Lict juga harus berhati-hati agar tidak digigit. He Ze masih ada di atas kepalanya dengan tenang. Memberi beberapa arahan.
Tapi, gerakan pria jelmaan serigala abu-abu keperakan semakin ganas dan cepat. Bahkan Lict berhasil terluka di lengannya dan menghantam batang pohon dengan keras. Dia langsung batuk darah.
Belum sempat menghindar, pria jelmaan serigala abu-abu keperakan melompat dan sambil mengayunkan cakarnya. Lict terpaksa berguling di salju. Namun makhluk itu menyerang lagi tanpa henti. Dia langsung menggunakan pedang untuk menangkis lagi.
He Ze sudah pindah ke cabang dahan pohon yang lain. Memperhatikan pertarungan. Selama lebih dari satu jam, mungkin Lict bertarung dengan makhluk ini dengan hasil imbang. Sekarang, terkena cakaran. Pasti beracun.
__ADS_1
"Manusia, kamu bukan lawanku. Lebih baik menjadi makan malamku!" Pria jelmaan serigala abu-abu keperakan terkekeh dan begitu percaya diri.
Ia langsung meluruskan kelima hari tangan kanannya. Tangan kiri menahan pedang sekuat tenaga. Manusia ini memiliki tenaga yang besar. Tapi sekarang, Lict terpojok dan telah terluka. Kekuatannya tidak terlalu besar.
Pria jelmaan serigala abu-abu keperakan itu ingin menggali jantung manusia ini untuk menjadikan pembukaan. Sudah lama dia tidak melihat manusia masuk dalam perangkap. Apalagi mengikuti perintah manusia berjubah hitam itu, sungguh merepotkan.
Kali ini, Lict yang memakai jubah hitam itu telah mengingatkan pria jelmaan serigala abu-abu keperakan terhadap perintah mereka. Sungguh tidak bisa dimaafkan. Dia tidak mau jadi budak manusia.
Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika dia memakan satu dari kelompok Sekte Hitam.
Tangan kanannya segera dalam posisi ingin menusuk. Di saat Lict tahu apa yang diinginkannya, wajahnya lebih pucat. Dia menggunakan kedua kaki untuk melawannya dengan cara menendang dan mengunci.
"Sial!"
"Tidak semudah itu untuk membunuhku! Dasar binatang buas!" desis Lict seraya mengeluarkan belati dan mwnusuk perut makhluk itu.
"Ahhh! Beraninya kamu!" geram pria jelmaan serigala abu-abu keperakan itu merasakan beban di punggungnya. Bahkan rasa sakit di perut.
Darah segara mengalir dan mengotori jubah pria jelmaan serigala abu-abu keperakan. Kedua iris mata merah darahnya mengental. Lict yang semakin pucat pun kembali batuk dan memuntahkan darah segar. Pedangnya terlempar entah ke mana.
"Manusia, kamu melukaiku untuk yang kedua kalinya. Dulu kalian sering memburu dan membunuh kaum kami. Sekarang, dunia berputar. Kami yang akan memangsa kalian!" Pria jelmaan serigala abu-abu keperakan berjalan perlahan-lahan sambil menyentuh lukanya yang mengeluarkan banyak darah.
Penyembuhan lukanya melambat saat menjadi manusia. Belum lagi, kekebalan juga menurun. Tubuh pria jelmaan serigala abu-abu keperakan kini compang-camping dan kotor. Tapi sosoknya masih mengerikan untuk dibayangkan sebagai predator.
Lict terkekeh dan berusaha untuk bersandar pada pohon besar di belakangnya. Malam ini semuanya akan berakhir. Mungkin dia benar-benar tidak akan melihat Senior Su nya lagi.
"Kalian memang pantas diburu. Sebagai binatang buas yang menjadi sasaran, kalian pantas mendapatkannya. Aku hanya bisa bertarung denganmu sampai akhir. Aku tidak percaya jika kamu bisa bertahan hidup hingga esok!" cibirnya.
"Kesombonganmu sungguh tinggi."
__ADS_1
Apa yang dikatakan Lict justru membuat pria jelmaan serigala abu-abu keperakan itu marah dan meraung ke langit malam tak berbintang. Dia melompat dan meraih leher Lict, mencekiknya sedikit demi sedikit hingga terangkat. Kedua kaki Lict kini melayang.
Lict tidak berdaya dan berusaha untuk melonggarkan cengkeraman makhluk itu. Bahkan kuku panjang pria jelmaan serigala abu-abu keperakan telah menusuk kulit lehernya hingga mengeluarkan darah.
Racun di kukunya, bahkan jika tidak terlalu fatal, tapi setidaknya cukup untuk membuat manusia kritis.
"Sekarang, apa lagi yang kamu miliki? Tanpa senjata, kalian hanya sekumpulan sampah! Malam ini, aku sungguh ingin memakan jantungmu!" Pria jelmaan serigala abu-abu keperakan kembali meluruskan jari-jari tangan kanannya.
Kali ini dia berhasil untuk menggores dadanya perlahan-lahan. Ingin membuat Lict merasakan sakitnya.
"Argh!!" Pria itu memiliki keringat halus di dahinya. Menahan rasa sakit yang perlahan-lahan hampir melubangi dadanya.
"Bagaimana? Apakah ini menyenangkan?"
Pria jelmaan serigala abu-abu keperakan bisa mencium bau darah manusia yang sangat segar. Ini membuat dia bersemangat dan tidak sabar untuk menggali jantungnya.
"Ini berakhir! Manusia, kamu kalah!" Pria jelmaan serigala abu-abu keperakan itu langsung tertawa dan segera memberi tenaga untuk melubangi dadanya.
"Tidak secepat itu!" Suara tak dikenal tiba-tiba saja memecahkan keheningan.
Tapi beberapa detik sebelum itu terjadi, tubuh pria jelmaan serigala abu-abu keperakan sudah terpental ke sisi lain hingga menabrak batang pohon. Lict yang bebas dari cengkeraman di lehernya pun jatuh dan terbatuk. Mencoba mengambil napas.
Ia penasaran dengan siapa yang baru saja menyelamatkannya. Samar-samar, Lict bisa melihat seorang pria dengan jubah dan rambut putih. Sosoknya sangat halus dan bersih. Pria serba putih itu berjalan perlahan melewati Lict dan berhenti tak jauh dari sana.
Tangan kirinya terulur ke depan. Seolah ada hal magis terjadi, pria jelmaan serigala abu-abu keperakan yang terkejut. Dia berusaha bangun tapi ditarik oleh aura yang kuat.
Dia tiba-tiba saja berada di dekat pria serba putih. Pria serba putih itu mencengkeram lehernya. "Si-siapa kamu? Kenapa .... kenapa ada ... di lembah ini?" tanyanya seraya mencoba mengambil napas.
Pria serba putih itu tidak menjawab, justru menatap Lict dengan senyum puas. "Bukanlah aku sudah berkata, bahkan jika kamu kalah, masih ada aku yang akan membantu. Apakah kamu puas dengan wujudku?"
__ADS_1
"...." Lict tertegun dan mencoba mengingat apa yang sebenarnya sedang terjadi?
Benar! Di mana tupai putih itu?