Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Cara Mendapatkan Hati Wanita


__ADS_3

SAAT JANDA permaisuri menanyakan ini, Li Chang Su kaku. Dia tidak berpikiran untuk menikah lebih awal. Tapi Mu Xianzhai mungkin berbeda. Dia menginginkan pernikahan lebih awal untuk mengikat gadis ini di sisinya. Sehingga pria bernama Ye Tianli itu tidak akan lagi berharap untuk mendapatkan istrinya.


Tapi semua ini harus meyakinkan Li Chang Su terlebih dahulu. Mu Xianzhai menatap janda permaisuri dan memohon. Dia dalam kesulitan. Di medan perang, dia mungkin mudah membunuh musuh dan meraih kemenangan. Tapi hati wanita berbeda. Mu Xianzhai tidak ingin Li Chang Su semakin menjauhinya.


Lebih baik ada kebencian di dalam diri gadis itu, asal tidak meninggalkannya. Dia rela menembus kesalahannya di tahun lalu. Janda permaisuri menghela napas tidak berdaya. Cucunya ini sungguh menyedihkan. Setelah memiliki pemahaman tersembunyi, janda permaisuri meminta waktu berdua dengan Li Chang Su. Dia mengajak gadis itu berjalan-jalan di halaman istananya.


Para pelayan yang selalu melayani janda permaisuri pun terkejut. Di hari-hari biasa, janda permaisuri selalu enggan untuk meninggalkan ruangannya. Hanya berdo'a dan memegang dupa untuk memohon keselamatan pensiunan kaisar dan ayah Mu Hongzhi.


Dan sangat jarang bagi janda permaisuri untuk tersenyum, apalagi tertawa. Sekarang, dia membawa seorang gadis berjubah hitam itu jalan-jalan, menceritakan banyak hal tentang masa lalunya bersama pensiunan kaisar.


Pernikahan tanpa cinta. Inilah dasar pernikahan mereka.


"Lalu bagaimana bisa Janda Permaisuri tiba-tiba mau menikahinya?"


Li Chang Su memberanikan diri untuk bertanya.


Dia sebenarnya tidak takut pada wanita istana. Hal yang paling membuatnya enggan adalah berurusan dengan mereka. Sangat merepotkan. Dalam cerita yang ada, kadang tokoh utama wanita akan terlibat dengan istana, menjadi batu sandungan pihak lain. Janda permaisuri selalu dilibatkan dalam tokoh penengah, atau dalang di balik layar.


Kemudian permaisuri akan bermain untuk takhta kaisar dan kelicikan istana belakang, mengurus para selir dan terlibat dalam banyak perselingkuhan (melakukan rencana jahat).


Tapi kesan janda permaisuri yang satu ini berbeda jauh dengan pikirannya. Walau sudah dikatakan setengah baya, wanita tua itu masih mampu untuk berjalan-jalan sebentar. Kakinya telah lama tidak digerakan sejak sering mengurung diri di ruang berdo'a.


Janda permaisuri tersenyum ketika mendengar pertanyaan itu. "Dulu Aijia berpikir jika menikahinya tidaklah buruk. Jadi kami menikah walau Aijia tidak memiliki cinta. Pensiunan kaisar hanya tersenyum dan memanjakan Aijia dengan segala cara. Bahkan banyak wanita bangsawan ingin memasuki istana. Sayangnya, pensiunan kaisar sangat setia pada Aijia. Pernikahan itu sebenarnya tanpa disengaja."


Karena kesetiaan pensiunan kaisar, hanya ada dua pangeran di Kekaisaran Bingshui. Yaitu Kaisar Mu dan ayahnya Mu Hongzhi. Sayangnya, kedua anaknya tidak memiliki kemampuan untuk mewarisi gelang naga perak. Jadi pensiunan kaisar akhirnya memberikan gelangnya pada Mu Xianzhai.


Untuk gelang para pangeran atau cucunya yang lain, itu berbeda lagi. Kekaisaran Mu memiliki harta yang tak bisa dijual saat itu. Bisa dikatakan sebagai warisan keluarga. Gelang naga perak telah menjadi warisan turun temurun. Ada beberapa gelang naga perak yang kini bersama para pangeran. Tapi itu diberikan pada pangeran yang memang tidak ingin memiliki selir.


Mu Xianzhai mewarisi gelang naga perak ketika usianya lima belas tahun. Waktu itu, dia belum memiliki cinta atau rasa sayang pada gadis manapun. Tapi memilih menyibukkan diri dengan barak militer. Pensiunan kaisar tahu jika ini telah menjadi sifatnya dan gen dari Kaisar Mu.


Berbeda dengan para pangeran lain sebagai cucu pensiunan kaisar, Mu Xianzhai merupakan yang paling mencolok. Sebagai pemimpin pasukan yang dikenal luas oleh kesombongan mutlak, dia juga dijuluki raja perang. Sayangnya, Mu Xianzhai selalu memakai topeng. Orang berkata jika wajahnya jelek.


Tapi sebenarnya itu hampir memiliki keindahan seperti putra mahkota. Tapi banyak juga yang tahu wajahnya, tampan dan mampu membuat banyak wanita menjerit pingsan atau memberinya keranjang berisi banyak makanan.

__ADS_1


Berhenti di sebuah pohon bunga persik, akhirnya Li Chang Su mencibir. Alasan kenapa janda permaisuri mengajaknya ke sini dan menceritakan banyak hal telah dia ketahui sejak awal. Mu Xianzhai ingin menggunakan janda permaisuri untuk mendapatkan hatinya.


Tapi siapa yang tahu? Ini hanya memperburuk suasananya.


"Janda Permaisuri tidak bermaksud menceritakan masa lalu atau berkata lebih banyak. Intinya kamu hanya ingin membujukku untuk menikahi Mu Xianzhai kan?" Dia cemberut.


Janda permaisuri terkejut, lalu tersenyum tidak berdaya. "Aijia tidak memintamu untuk menikahinya secepat itu. Tapi Aijia selalu berpikir jika Zhai'er selalu hidup dengan kepahitan. Sejak ibunya meninggal, dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang yang sesungguhnya."


Li Chang Su mengerutkan kening dan tidak berpikir lebih banyak. "Setidaknya dia masih memilikimu sebagai nenek dan ayah seorang kaisar. Dia juga masih memiliki keluarga bibi."


Setelah itu, Li Chang Su tidak berkata apa-apa lagi dan pergi meninggalkan tempat itu. Namun sebelumnya, ia membungkuk sopan. Sosoknya semakin menjauh dari mata janda permaisuri. Wanita tua itu kurang paham apa maksudnya. Lalu meminta Mu Xianzhai untuk menemuinya lebih dulu.


Ketika pria itu hanya melihat neneknya sendirian, firasat buruknya datang. Li Chang Su tidak ada di sini, membuktikan jika gadis itu pasti tidak setuju dengan apapun yang dikatakan janda permaisuri.


"Nenek ..." Mu Xianzhai sopan.


"Nenek tidak bisa berbuat apa-apa. Dia cukup keras kepala dan pintar. Ke depannya, kamu harus berjuang untuk mendapatkan hatinya seperti apa yang pernah dilakukan kakekmu kepadaku." Janda permaisuri terlihat lelah dan pelayan siap mengantarkannya kembali ke ruang istirahat.


Mu Xianzhai tertegun sejenak dan agak linglung. Lalu mengangguk patuh.


Pria itu menggelengkan kepala. "Dia seorang yatim piatu yang pernah menjadi tentara wanita di tempat asalnya."


Kali ini giliran janda permaisuri yang terkejut. Jejak kekhawatiran muncul di wajahnya. "Anak yang malang. Kamu benar-benar harus memperlakukannya dengan baik. Nenek tidak berdaya."


"Cucu ini mengerti."


Wanita tua itu mengangguk. "Kalau begitu, pergilah. Temui dia."


Mu Xianzhai tidak langsung pergi, tapi melihat neneknya dulu yang telah meninggalkan tempat itu. Barulah dia segera mencari Li Chang Su. Sepertinya, cara ini tidak berhasil. Dia harus menggunakan cara lain untuk bisa menikahinya. Tapi Li Chang bukan gadis kuno. Setelah dia ingat jika gadis itu berasal dari jaman modern, mungkin cara yang ini salah.


Lalu cara apa yang harus dia gunakan?


He Ze adalah satu-satunya harapan. Tupai putih yang jelek itu pasti tahu sesuatu dan memiliki cara bagaimana mendapatkan hati wanita. Dia menggunakan kemampuan pikirannya untuk mencari titik lokasi keberadaan Li Chang Su. Ternyata sudah berada di luar istana.

__ADS_1


Saat ini, Li Chang Su sendiri sedang berjalan-jalan di sekitar pasar yang hancur. Para warga mulai kembali ke rumah masing-masing untuk memeriksa apakah ada barang hilang atau kerusakan parah. Dan banyak pasukan khusus berpatroli untuk membersihkan binatang mutasi yang tergeletak mati. Atau membantu para warga menyingkirkan benda-benda yang tersapu badai salju.


Udara sangat dingin. Mereka memakai mantel tebal dan juga sepatu tebal yang hangat. Anak-anak yang ada dalam gendongan orang tuanya pun menangis kedinginan.


Li Chang Su melihat sebuah restoran yang cukup terpencil. Tapi ada orang yang datang dan pergi. Dia penasaran dan ingin mencoba makan di sana. Tapi tiba-tiba He Ze keluar dari ruang artefak.


"Bukankah kamu bilang takut dingin?" tanya gadis itu.


"Aku ini tupai artefak yang suka salju. Tidak terlalu dingin. Tapi aku ingin pergi sebentar." He Ze keluar dari ruang artefak karena ingin melakukan sesuatu tanpa sepengatahuan gadis ini.


Gadis itu curiga. "Jangan bilang kamu mau mencuri kacang? Tidak diijinkan pergi!"


"Mana ada yang seperti itu!" He Ze sama sekali tidak memiliki niat untuk mencuri kacang saat ini.


Di ruang artefak, Li Chang Su menempatkan kelinci mutasi dengan sembarangan. Membiarkan makhluk berbulu itu melompat ke sana kemari dengan gembira. Seandainya He Ze bukan makhluk roh artefak, kelinci mutasi itu pasti sudah mem-bully nya.


Dia sama sekali tidak mau mendengarkan Li Chang Su saat ini dan pergi dengan cepat. Gadis itu tidak memiliki waktu untuk menghentikannya. Melihat sosok putih kecil yang pergi entah ke mana, dia menghela napas panjang.


"Tupai itu, sejak kapan menjadi begitu nakal?" gumamnya.


Li Chang Su tidak berpikir banyak dan pergi memasuki restoran ....


Sementara di tempat lain ....


He Ze melompat dari satu tempat ke tempat lain tanpa ketahuan. Bulunya yang putih itu membuatnya terlihat seperti salju, tidak banyak yang menyadarinya. Dia melompat dan masuk ke salah satu tempat yang cukup untuk dikatakan sebagai penginapan.


Dia mendarat di kusen jendela, ekor berbulu lebatnya bergerak dan melihat sosok jangkung itu berada di depan jendela, berdiri dengan tenang. Ekspresi di balik topengnya kurang yakin.


Tupai putih itu mendengus sebelum akhirnya mau berbicara. "Katakanlah, apa yang membuatmu memanggilku seperti ini?"


He Ze datang karena merasakan panggilan spiritual dari pemilik gelang. Jadi dia berpura-pura mencari alasan pada Li Chang Su untuk pergi sebentar. Kali ini, pria itu harus memberinya alasan yang bagus. Jika tidak, dia akan memberi saran yang buruk.


"Leluhur, adakah cara untuk mendapatkan hati wanita?"

__ADS_1


"...."


__ADS_2