
ELANG GUNUNG mutasi tidak tahu apa yang dimaksud dengan perkataan naga perak. Namun dia dengan positif menjawab, penuh keyakinan dan tekad. Jika tuannya melindungi negara ini, maka dia dan pasukannya juga tak akan tinggal diam. Pasti membantu kapan saja jika butuh bantuan.
Naga perak puas dengan semua sumpahnya tersebut. Dari dahinya, muncul sebuah bola cahaya kecil berwarna keemasan. Bila cahaya tersebut melesat ke dahi elang gunung mutasi hingga menyebabkannya sedikit pusing. Untungnya elang gunung mutasi segera memulihkan keseimbangan terbangnya.
"Tuanku ..." Elang gunung mutasi tidak tahu apa yang dilakukan oleh naga perak itu. Jelas tidak ada rasa sakit, hanya sedikit kesemutan dan tubuhnya tiba-tiba memiliki lonjakan aura spiritual dalam jumlah besar.
Ini adalah aura spiritual ilahi yang hanya dimiliki oleh para binatang legenda di zaman kejayaannya. Elang gunung mutasi masih sedikit tidak yakin.
Mengetahui ada sesuatu yang tidak biasa di tubuhnya, elang gunung mutasi merasa terhormat dan berterima kasih pada naga perak.
"Selama aku berkultivasi, kamu akan mewakiliku menjaga negara ini. Aku memberikan sedikit keilahianku untuk memperkuat dirimu dan juga kepemimpinan di luar sana dari golongan cahaya," jelas naga perak datar. "Tapi kamu harus ingat satu hal ... Keilahianku pada dirimu akan menjadi bencana bagi dirimu sendiri jika ada sedikit pengkhianatan di hatimu," imbuhnya.
Elang gunung mutasi mendengarkan dengan seksama. Dia mengubah wujudnya menjadi menjadi sosok manusia bersurai putih yang tampan. Salah satu elang putih mutasi segera datang untuk menjadi tunggangan. Pria bersurai putih itu mendarat di punggung elang putih mutasi dan berlutut hormat pada naga perak.
"Aku pasti akan menjalankan tugas ini dengan sangat baik," katanya. Di dahi pria jelmaan elang gunung mutasi tersebut terdapat sebuah tanda bulan sabit keemasan sebagai tanda keilahian dari naga perak.
Naga perak tidak mengatakan apapun lagi dan segera menyelesaikan masalah yang belum selesai. Pria jelmaan elang gunung mutasi tidak tinggal diam. Dia membantu secepatnya, kembali ke wujud binatang mutasi, dia mengepakkan sayap menuju perbatasan.
Orang-orang yang berada di daratan merasa jika malam ini ada pertunjukan besar yang menarik. Meski begitu, tidak semua orang atau binatang mutasi kegelapan memiliki penglihatan malam yang baik.
Sosok naga perak yang mengeluarkan cahaya ringan meliuk-liuk indah di udara, dipadukan dengan elang gunung mutasi dan banyak elang putih mutasi bergabung, pemandangan di langit seperti pertunjukan burung langka. Para binatang mutasi kegelapan di luar perbatasan saling bersahutan dan tidak mau menyerah.
__ADS_1
Pada akhirnya, mereka hanya bisa menjadi korban dan mengalami kekalahan total. Naga perak adalah binatang spiritual yang hidup dari zaman kultivator. Jangan bandingkan dengan keturunannya yang lemah, dia bahkan mampu memusnahkan beberapa negara di zaman ini.
Sayangnya naga perak tidak memiliki waktu yang lama untuk meladeni mereka. Tubuhnya yang sedikit bercahaya mulai memudar dan menjadi bayangan naga perak yang terlihat jelas. Elang gunung mutasi tahu jika tuannya itu sudah mencapai batas waktunya.
Naga perak menatap daratan di bawah yang suram akibat ulahnya sendiri. Dia mengeluarkan dengusan ringan dan tidak tahu apa yang dipikirkannya. Tapi yang pasti, tentu saja memperingati orang-orang di bawah dan siapapun yang berkhianat, pasti akan mendapatkan kutukannya.
"Manusia ... jangan terlalu serakah. Kekuasaan bukan segalanya. Jangan berpikir dengan membiarkan para binatang mutasi kegelapan memasuki negara ini untuk menghancurkanku, aku tidak akan mengetahuinya? Ingatlah sumpah kekaisaran yang diberikan padaku dari zaman kekaisaran pertama. Jangan membuatku murka. Atau ... Aku sendiri yang akan menghancurkan negara ini di masa depan!"
Perkataan naga perak di langit malam menggema hingga siapapun di ibu kota dan sekitarnya bisa mendengar jelas. Dia meraung marah ke langit dan segera menukik tajam ke titik di mana tadi dia muncul. Raungan kemarahannya memekakkan telinga.
Beberapa orang harus menutup telinga dan berlindung di saat angin kencang bertiup di sekitar titik di mana naga perak turun secepat kilat. Makhluk panjang itu kembali ke bentuk cahaya putih dan membuat gelombang lain di tanah.
Naga perak menggunakan sisa-sisa auranya untuk meregenerasi alam.
Awan gelap di langit membentuk pusaran dan cahaya terang dari tempat naga perak menghilang itu melesat ke tengah pusaran. Sama seperti halnya naga perak datang dan caranya pergi pun tidak berbeda jauh.
Langit gelap berawan langsung menyingkirkan ketika jejak naga perak menghilang. Bintang-bintang bisa terlihat dan cahaya bulan juga samar-samar menyinari negara tersebut.
Orang-orang di bawah sana belum bisa pulih dari apa yang baru saja terjadi. Rasa dingin di punggung, gemetar dan juga ketakutan bercampur menjadi satu. Ada perasaan lega juga yang menjadi hal utama bahwa mereka selamat kali ini.
Adapun elang gunung mutasi yang mengeluarkan bunyi khas di langit sempat berputar satu kali sebelum akhirnya pergi menuju perbatasan untuk mengurus sisanya.
__ADS_1
Semuanya datang dan berlalu begitu saja. Mu Hongzhi, Lict serta yang lainnya masih berada di tempatnya. Mengagumi pemandangan di langit yang telah lama hilang. Bahkan Mao Mao sedikit gemetar, bulu-bulu putihnya sedikit berdiri. Tak lama setelah itu, dia berubah menjadi manusia bersurai perak yang tampan.
Dia telah mengubah tubuhnya beberapa kali sejak tadi akibat rasa takut dan pemujaannya terhadap naga perak. Bahkan He Ze yang melihatnya pun begitu tidak sabar ingin menendangnya ke air agar terbangun dari dunia ilusinya.
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya He Ze sedikit tidak yakin.
Keduanya kini memiliki wujud manusia bersurai putih salju, sama-sama kecantikan pria yang langka di di negara mana pun. Mao Mao menoleh dan menatap He Ze. Dia sadar jika saat ini masih berjongkok sambil menghitung banyak ikan di kepalanya.
"Aku tidak baik-baik saja. Beri aku ikan!" Dia menggertakkan giginya, mulai marah.
"..." Ada apa dengan kucing bodoh itu? Pikir He Ze langsung acuh tak acuh.
Sementara itu, meninggalkan mereka yang sedang membersihkan sisa kekacauan, di tempat Mu Xianzhai berbeda lagi ....
Li Chang Su yang tidak sadarkan diri tiba-tiba saja terbangun dengan linglung. Samar-samar, dia bisa melihat seseorang ada di sampingnya. Seorang pria bersurai putih keperakan dan terus menerus memanggil namanya.
Dia merasa kepalanya agak pusing, tubuh kehilangan banyak kekuatan dan yang lebih penting lagi, dia sangat haus. Tiba-tiba pingsan dan mengalami mimpi panjang di mana dia kembali ke zaman modern. Dia merindukan masa-masa itu dan pergi ke pangkalan militer setiap hari.
Meski itu hanya mimpi, Li Chang Su meredakan sedikit rasa rindunya pada tempat kelahiran tersebut. Dia mencoba untuk bangun untuk melihat siapa yang ada di sampingnya. Ketika penglihatannya semakin jelas, sosok bersurai putih itu tidak ada. Dia hanya melihat Mu Xianzhai yang menatapnya penuh kekhawatiran.
"Su'er, bagaimana perasaanmu sekarang?" tanyanya menekan kekhawatiran.
__ADS_1