
"INI HANYA racun biasa. Tapi efeknya lambat. Jika tidak diatasi, organ dalam dan otak akan mengalami pendarahan dan pembusukan." Li Chang Su memikirkan betapa kotornya trik Guan Shu saat ini, meracuni mereka untuk eksperimen.
Tapi Pensiunan Kaisar berpikir jika Li Chang Su kini berada di dalam jeruji besi dan sulit untuk menyelamatkan diri sendiri. Lagi pula, sepertinya tidak banyak barang di ruang artefak naga emas.
Namun Li Chang Su segera memanggil He Ze keluar.
"Pak Tua, jangan lupakan aku," kata He Ze, tupai putih itu dengan mudah keluar dari jeruji besi karena tubuh mungilnya.
"Ah, He Ze. Kamu tumbuh sedikit lebih gemuk," kata Pensiunan Kaisar merasa lega. Ya, dia hampir lupa dengan tupai ini.
Tidak heran Li Chang Su begitu tenang. He Ze ada bersamanya. Apa yang harus dia khawatirkan bukan?
"..." He Ze yang baru saja dibilang sedikit gemuk merasa tidak bahagia. Apakah dia makan terlalu banyak selama ini? Pikirnya.
Untungnya, Li Chang Su terbatuk ringan dan meredakan situasi. He Ze segera berubah menjadi manusia berjubah putih dan rambut dengan warna senada. Dia mengulurkan tangan kanan, kuku jari telunjuknya tiba-tiba saja memanjang dan runcing.
Kuku runcingnya itu dia gunakan untuk membuka kunci rantai yang membelenggu pintu jeruji besi.
Tak lama setelah itu, kunci rantai terbuka dan Li Chang Su bisa bebas. Dia segera keluar dan membuka pintu jeruji besi yang mengurung pensiunan kaisar.
He Ze masih berada pada wujud itu dan menunggu perintah selanjutnya.
Adapun Li Chang Su yang kini memeriksa keadaan pensiunan kaisar dan ibu suri, ekspresinya sedikit tidak nyaman.
"Aku harus segera mengeluarkan racun dari tubuh kalian," katanya.
Li Chang Su membuka belenggu rantai dari tangan dan kaki pensiunan kaisar lalu meminta He Ze untuk membawanya ke ruang artefak naga emas. Setelah keduanya dibawa masuk, Li Chang Su merapikan tempat tersebut dan kembali ke tempatnya semula.
"Bukankah kamu akan pergi?" tanya He Ze kebingungan.
Apakah gadis itu menjadi bodoh ketika hamil? Kenapa dia harus mengurung dirinya sendiri di penjara bawah tanah?
"Aku masih harus di sini agar tidak ada yang curiga. Guan Shu belum datang untuk meminta penawar racun ku saat ini, bagaimana bisa aku berdamai?" Li Chang Su mencibir.
"..." He Ze merasa aneh namun dengan patuh mengunci kembali pintu jeruji besi.
Li Chang Su duduk tenang dan segera memasuki artefak gelang naga emas. He Ze juga ikut. Dia membantu gadis itu mengeluarkan racun dari tubuh ibu suri dan juga Pensiunan Kaisar.
__ADS_1
Sudah lama tidak memasuki tempat ini, Pensiunan Kaisar merasa nostalgia. Namun, barang-barang istrinya di sini sudah tidak ada, mungkin sudah dibersihkan oleh aura naga emas sebelumnya.
"Bagaimana kondisinya?" tanya Pensiunan Kaisar sedikit khawatir dengan keadaan istrinya yang koma.
Ibu Suri memang sedikit lebih lemah daripada Pensiunan Kaisar. Setelah Li Chang Su mengeluarkan racun dari tubuh Ibu Suri, He Ze mengambil segelas air roh untuk diminum Pensiunan Kaisar.
"Kondisi Nenek baik-baik saja saat ini, hanya lemah dan kekurangan cairan. Ketika dia bangun biarkan minum air roh." Li Chang Su menjelaskan.
"Tidak ada serius?"
"Tidak ada." Gadis itu menggelengkan kepala.
Meski tidak ada masalah serius pada tubuh ibu suri, fisiknya lebih lemah saat ini sehingga memungkinkan besar harus beristirahat lebih banyak lagi di masa depan.
Dia dan Pensiunan Kaisar membuat kesepakatan dan Li Chang Su keluar dari ruang artefak naga emas. Pensiunan Kaisar dan Ibu Suri dibiarkan di sana untuk sementara waktu sampai kondisinya lebih aman.
Li Chang Su kembali muncul di penjara bawah tanah, menunggu setiap saat.
Sementara di Istana Permaisuri saat ini.
Guan Shu menyadari ada yang salah pada tubuhnya dan tiba-tiba saja jatuh pingsan. Permaisuri khawatir dan meminta pelayan untuk segera membawa Guan Shu ke kamarnya.
"Ada apa dengannya?" tanya Permaisuri tenang. Duduk di tepian tempat tidur seraya melihat bibir Guan Shu yang mulai menghitam.
"Kembali kepada Yang Mulia Ratu, Nona Guan telah diracun," jawab tabib istana setengah baya yang juga pandai membuat penawar racun.
Kedua tangan Permaisuri mencengkeram sapu tangannya sedikit lebih erat. "Racun apa?"
"Ini ... Hamba belum tahu pasti racun jenis apa dan baru pertama kali ini melihatnya. Namun racun yang ada di tubuh Nona Guan telah bertentangan dengan racun yang baru saja memasuki tubuh. Hal ini membuat tubuh Nona Guan menjadi lemah dan kemungkinan akan melukai organ dalamnya dalam waktu kurang dari satu hari," jelas tabib istana.
"Apakah tidak ada obatnya?"
Permaisuri memikirkan kata-kata Li Chang Su saat itu. Jangan sampai menyesalinya. Mungkinkah Li Chang Su memberikan jenis racun yang bisa pecah pada waktu tertentu?
Memikirkan semuanya lagi, Permaisuri mau tidak mau terkejut. Li Chang Su bukan hanya mampu meracuni Guan Shu dan membuktikan jika kemampuan meracunnya lebih hebat, tapi juga mempertimbangkan langkah berikutnya.
Gadis itu sengaja membuat racun jangka lambat untuk mengetahui apa yang akan dia lakukan?
__ADS_1
Tiba-tiba saja Permaisuri berkeringat dingin dan mendengar jawaban tabib istana yang sudah menggelengkan kepala.
Hanya peracun itu sendiri yang harusnya memiliki obat.
Dengan kata lain, Li Chang Su ingin Guan Shu atau Permaisuri datang sendiri untuk penawarnya?
Setelah tabib istana pergi, Permaisuri berniat untuk mengunjungi Li Chang Su di penjara bawah tanah dan bertanya lebih lanjut. Meski gadis itu memiliki gelang naga emas saat ini, di penjara, pasti masih tidak berbuat apa-apa.
Sayangnya, baru saja hendak meninggalkan kamar, salah satu penjaga datang dengan tergesa-gesa, melaporkan apa yang terjadi di penjara bawah tanah saat ini.
"Yang Mulia Ratu, pensiunan kaisar dan ibu suri tidak ada di penjara bawah tanah."
Permaisuri segera berwajah dingin. "Apa maksudmu? Keduanya melarikan diri?" tanyanya agak keras.
"Ini ... Bawahan tidak yakin," jawab penjaga itu dengan punggung berkeringat dingin. Jika dia lalai, kepalanya bisa hilang. "Tidak ada tanda-tanda pintu penjara dibuka paksa. Rantai yang membelenggu pensiunan kaisar juga tampak normal seperti dibuka oleh kunci," jelasnya.
"Mustahil!" Permaisuri akhirnya berteriak. "Di mana gadis itu?"
"Putri Xian masih ditempatnya."
"Dia tidak mencurigakan?"
Penjaga itu menggelengkan kepala. Faktanya, Li Chang Su sangat tenang saat ini, tubuhnya lemas dan bahkan tak mampu berdiri dengan baik. Bagaimana mungkin membebaskan dua orang di tempat yang berlawanan?
Oleh karena itu, mereka tidak mencurigai Li Chang Su sama sekali.
Permaisuri merasa bingung saat ini. Jika pensiunan kaisar dan ibu suri diselamatkan seseorang, maka konsekuensinya akan lebih serius. Lagi pula saat ini dia bergantung pada racun Guan Shu.
Adapun Rongyu yang dipenjarakan secara terpisah, tidak mungkin mengetahui Li Chang Su ada di sana dan bersekutu.
Akhirnya, Permaisuri tersadar kembali ketika mendengar suara Guan Shu yang bertanya apa yang terjadi padanya saat ini.
"Kenapa aku pingsan? Bagaimana bisa racun di tubuhku pecah?" tanya wanita itu saat memeriksa tubuhnya sendiri dengan tenaga dalam.
...****************...
CATATAN AUTHOR: Seharusnya malam kemarin Author update, cuma terlalu mengantuk.
__ADS_1
Untuk menulis satu bab saja berat banget. Karena peraturan baru untuk para penulis, semua novel Author harus update setiap hari agar level karya bulan depan tidak diturunkan. Jadi Author prioritaskan tiga novel lainnya sehingga novel ini yang seharusnya tamat sebelum tanggal sepuluh harus tertunda. Author mohon maaf untuk yang sebesar-besarnya.