
LI CHANG SU masih dalam keadaan yang cukup linglung sebelum akhirnya menanggapi perkataan Xuxu. Ini bukan kali pertama dia makan malam dengan Mu Xianzhai, tidak perlu terlalu gugup. Setelah memastikan dirinya tidak terlalu kusut, dia membuka pintu kamar dan dua pelayannya sudah menunggu.
Mu Xianzhai sendiri sudah berada di ruang makan dan meminum secangkir teh. Kondisinya tidak seburuk tadi. Dan flu kemungkinan sudah hilang. Ini yang membuat Li Chang Su juga merasa aneh.
Ketika dia datang, dia bingung apakah harus mengikuti etiket kerajaan atau tidak. Dikatakan bahwa seorang istri harus sedikit membungkuk pada suaminya saat bertemu. Apalagi Mu Xianzhai adalah seorang pangeran.
Namun sebelum hal ini dipastikan, Mu Xianzhai sudah lebih dulu memintanya untuk duduk. Walaupun dia cukup enggan, dia menurutinya dengan mudah. Xuxu dan Xuyao menunggu di luar. Ada di penjaga gelap yang juga berjaga di sana. Keempatnya saling menatap dan pada akhirnya mendengus. Saling mengenal, tapi pura-pura tidak pernah bertemu.
Di ruang makan, Li Chang Su juga meminum secangkir teh untuk menghilangkan kegugupannya. Gara-gara gelang naga perak yang usil, dia sedikit tidak nyaman ketika melihat pria ini.
"Su'er tidak perlu memberiku hormat istri. Aku sangat menyayangimu. Bagaimana mungkin membiarkan istriku sendiri begitu canggung?" Mu Xianzhai tersenyum dan mencoba untuk menghilangkan spekulasi jelek di pikiran gadis itu.
Tapi Li Chang Su yang sempat tertegun sebentar pun hanya mencibir diam-diam, menyesap tehnya sejenak sebelum menanggapi, "Siapa juga yang mau?!"
Mu Xianzhai tidak keberatan dengan nada cueknya. Dia telah hidup hampir dua puluh delapan tahun dan mengamati banyak ekspresi wajah orang lain. Sama halnya seperti Li Chang Su ketika masih menjadi tentara khusus wanita.
Namun ekspresi gadis itu saat ini terlalu jelas di matanya, ada sedikit malu. Mungkin karena efek gelang naga perak, semuanya sedikit lebih mudah. Melirik pergelangan tangan kiri gadis itu, akhir ia menyunggingkan senyum lebih dalam. Selama istrinya ini memiliki pemikiran tentangnya, gelang naga perak pasti akan terus merespon dan meracuni pikirannya.
Ya, Mu Xianzhai hampir lupa jika kemampuan gelang naga perak tidak bisa diremehkan. Jika tidak, bagaimana janda permaisuri begitu mencintai pensiunan kaisar hingga hari ini?
"Oke, makan ...," Pria itu mengambil sumpit dan meletakkan beberapa hidangan di mangkuk Li Chang Su.
Gadis itu ingin menolaknya. Tapi tampaknya tidak sopan untuk menerima pelayan gratisan, namun biarkan saja. Dia akhirnya bisa makan setelah menyingkirkan segala ide buruk di pikirannya. Setidaknya, dia mencoba untuk lebih sedikit memerhatikan dan merespon beberapa kata.
Lalu topik pembicaraan diubah ke arah di mana hari ini terowongan bawah tanah ditemukan. Serta para pekerja tambah bijih yang kurus itu telah diverifikasi oleh beberapa anggota keluarga. Sisanya adalah rakyat miskin yang pada awalnya dijebak oleh para pedagang manusia.
Pria yang mempekerjakan mereka secara paksa merupakan seorang pengusaha bijih di negara tetangga. Dan mengaku tidak tahu jika kini berada di wilayah Negara Bingshui. Pria paruh baya berpakaian bangsawan itu juga berlutut di depan kaisar saat ada di pengadilan.
__ADS_1
Karena bukan warga Negara Bingshui, maka kaisar tidak memiliki hak untuk menghukumnya secara sewenang-wenang. Ini juga merupakan pemicu terjadinya konflik perang. Mu Xianzhai tahu jika Li Chang Su pasti tidak akan senang jika pelaku dibiarkan begitu saja, jadi dia memohon pada kaisar untuk membiarkan istrinya memasuki istana.
"Lalu, apakah semua korban adalah milik Negara Bingshui?" Tanya gadis itu seraya memasukkan sepotong wortel ke mulutnya.
"Ya. Bukankah ini aneh jika pelaku itu dari negara tetangga?"
"Tentu saja. Ini bukan aneh lagi, tapi mencurigakan. Ada kemungkinan besar jika pria itu memang berasal dari negara tetangga, tapi memanfaatkan orang-orang Negara Bingshui yang mudah ditipu untuk bekerja dan menghasilkan uang. Pada akhirnya menjadi korban penculikan. Aku yakin juga jika sebagian dari mereka pasti keturunan bangsawan," Li Chang Su berkata sesuai analisisnya.
Sejak dia memperhatikan para pekerja yang kurus dan kekurangan gizi itu, dia yakin ada sebagian dari mereka keturunan bangsawan. Tentu saja, walaupun pakaian compang-camping sekalipun, dia masih bisa mengenali jenis kain dengan baik.
Mendengar apa yang dikatakan Li Chang Su, pria itu akhirnya terkekeh dan merasa luar biasa. Ini baru istrinya yang cerdas. Dia yakin jika ditempatkan di barak militer berdampingan dengannya, akan lebih hebat lagi.
Setelah itu, Mu Xianzhai menghela napas panjang, "Oh, katakan padaku tentang para korban bangsawan," sekali lagi dia ingin menguji.
"Tentu saja jika bukan karena mereka tidak disukai dikeluarga oleh beberapa orang, pasti dijebak. Bukankah seorang kepala rumah tangga bisa memiliki tiga istri dan empat selir?" Li Chang Su mencibir ketika memikirkan ini, seolah-olah merasa jijik dengan pria dengan banyak istri, "para istri dan selir akan berbondong-bondong untuk membiarkan anak mereka menjadi permata dan mendorong anak lain ke dalam lubang api."
"Ya, itu juga benar," Mu Xianzhai tidak keberatan dengan hal ini. Ada kemungkinan sama dengan yang dipikirkan oleh orang-orang di pengadilan.
Setelah identitas para pekerja paksa itu dikonfirmasi, sebagian besar dari mereka adalah wanita. Dan ada juga yang masih berstatus putri sah. Saat Li Chang Su diberitahukan hal ini, dia yakin jika anak selir atau selir di halaman belakang akan melakukan ini pada para anak sah.
Banyak sekali kasus seperti ini dalam novel zaman modern. Li Chang Su tidak terlalu terkejut lagi. Jika dia berada di posisi seorang putri dari istri sah, dia pasti akan menggunakan mulut beracunnya untuk memojokkan anak selir.
"Jadi, aku bisa menemui pelaku itu dan memberinya pelajaran?" Tanyanya.
"Ya, ayah kaisar tidak keberatan. Dia bilang, sisakan hidupnya," Mu Xianzhai dipenuhi dengan vitalitas napas kematian. Dan hampir saja mencekik udara di sekitarnya.
"Tidak masalah. Bukankah hanya hidup?" Lagi-lagi gadis itu langsung mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
Lalu pandangan tertarik pada salah satu hidangan yang cukup aneh. Mu Xianzhai memperkenalkannya sebagai tunas putih musim dingin. Rasanya enak dan menyegarkan. Dan hanya dipanen ketika musim dingin tiba.
Li Chang Su mengerutkan kening. Cukup familiar dengan bentuknya yang diiris tipis. Tapi karena belum tahu apa itu tunas putih musim dingin, dia mencoba untuk memakannya.
"Bagaimana? Apakah itu sesuai selera Su'er?"
"Yah ... Ini ...."
Gadis itu masih mengunyah. Dan entah kenapa firasat buruk akan datang. Rasa ini, kenapa begitu mirip dengan ....
Sebelum Li Chang Su berani memikirkan hal yang tidak diinginkan, tiba-tiba saja tubuhnya gemetar. Mangkuk nasi yang dipegangnya juga terjatuh dan pecah di lantai. Ekspresi menyakitkan di wajahnya sangat menyedihkan.
"Su'er ...!!!?"
Mu Xianzhai segera meletakkan mangkuknya dan bangkit dari duduknya. Bahkan kursi yang sempat didudukinya terjengkang. Dia dengan cepat menghampiri Li Chang Su yang hampir saja jatuh ke samping.
"Su'er .. apa yang terjadi denganmu?" Tanyanya panik.
Gadis itu ingin mengatakan sesuatu, namun tenggorokannya sakit dan cukup sulit untuk bernapas. Yang jelas, tangan kecilnya meremas pakaian pria itu. Seperti yang dia duga, firasat buruk ini akan menjadi kenyataan.
Mu Xianzhai memiliki ekspresi yang jelek dan seketika meneriaki pelayan untuk datang. Xuxu dan Xuyao segera masuk dan melihat jika makan malam tuannya menjadi kacau.
"Putri ....," Xuyao hampir kebingungan dengan ini, "Yang Mulia, apa yang terjadi dengan Sang Putri?"
Jejak kemarahan dibalik topeng pria itu membuat ruang makan dipenuhi hawa dingin yang mencekam, "Periksa apa yang salah dengan hidangan tunas putih musim dingin dan bawa koki yang memasaknya untuk menghadapku! Lalu cepat panggil tabib istana!!"
Suara dingin Mu Xianzhai membuat para pelayan gemetar dan hampir berlutut. Sang putri terlihat keracunan. Tidak heran jika Yang Mulia marah. Di saat mereka panik untuk mencari tahu penyebabnya, Li Chang Su yang masih memiliki kesadaran pun menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Dia berusaha bicara walaupun sulit bernapas, "Aku ... Aku ... A-alergi re-bung ...," Katanya. Tiba-tiba saja ingin batuk, tapi tidak bisa.
"Su'er, apa itu rebung?" Tanya Mu Xianzhai dengan nada gemetar, lalu segera membawanya ke kamar tidur utama.