Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Trik Wanita Saat Bertarung


__ADS_3

PRIA BERTOPENG rubah itu sebenarnya seorang gay?


Li Chang Su tentu saja terkejut. Karena sudah lama sekaligus dia tidak mendapatkan tentang hubungan antar pria seperti ini. Ye Tianli memang tampan dan memiliki kecantikan. Berpakaian serba merah dan tersenyum menggoda. Memiliki banyak wanita, mungkin juga selingkuhan.


Tapi dia tidak tahu kalau selera Ye Tianli dulu menyukai sesama jenis?


Jika Ye Tianli hadir atau mendengar pengakuan pria bertopeng rubah itu, pasti akan menendang kursi dan berkata 'Bohong!'


Untuk sementara waktu, Li Chang Su tidak tahu harus menanggapinya bagaimana. Apakah mengejek atau kasihan. Dia tidak tahu.


"Aku sungguh .... Benar-benar mantannya. Jika kamu tidak percaya, tanyakan saja padanya. Dia pasti akan mengelak dan mengingatku," pria bertopeng rubah itu tersenyum. Ada sentuhan makna yang dalam pada ucapannya.


"Apa kamu mencoba menipuku?" Tanya Li Chang Su curiga.


"Aku tidak berbohong. Aku memang menyukai pria. Jadi mencoba untuk bertemu dengannya. Sayang sekali dia sering menghindar dan pandai bersembunyi dariku."


Pria bertopeng rubah itu seolah-seolah sedang mendeskripsikan mantan kekasih yang melarikan diri ketika melihat orang yang pernah menjadi pasangan. Tapi Li Chang Su merasa semua ini aneh. Tidak mungkin Ye Tianli yang tampak normal itu menyukai pria. Mungkinkah ada beberapa selirnya yang juga pria?


Memikirkan hal buruk ini, dia merinding. Tapi masih mencoba menjaga ekspresi wajahnya yang datar dan percaya diri.


"Oke, aku bisa menjamin ini untuk mempertemukanmu dengannya. Tapi segala hal bukan tanggung jawabku lagi," kata Li Chang Su.


"Tidakkah kamu menganggapku tidak normal?"


"Tentu saja. Di dunia ini, yang paling tidak normal adalah hubungan sesama jenis. Ada banyak wanita di dunia ini, tapi kamu gay. Betapa menyedihkannya," gadis itu mencibir. Uap hangat keluar dari mulutnya. Menandakan jika udara memang sangat dingin.


"...."


Kenapa gadis itu memiliki mulut beracun?


Tapi pria bertopeng itu tidak mempermasalahkannya. Kali ini dia harus melawan Li Chang Su seorang diri. Untuk membuktikan siapa yang lebih kuat. Para penjaga gelap palsu segera mundur untuk membiarkan bos mereka mengalahkan Li Chang Su. Banyak dari teman-teman mereka yang meninggal akibat gadis itu.


Pria bertopeng rubah itu akhirnya mengeluarkan pedangnya, tampak tajam dan bisa memotong besi dalam satu kali tebasan. Walaupun sebenarnya pria itu memiliki aura pembunuhan yang cukup baik, tapi tidak sebanding dengan Li Chang Su.


Sejak awal hingga akhir, gadis itu selalu menguarkan aura yang penuh penekanan. Sehingga pihak lain berpikir jika dia terlihat tidak biasa dan berwaspada.


Melihat Li Chang Su hanya menggunakan belati, pria bertopeng rubah itu sedikit tidak nyaman, "Apa kamu butuh pedang?" Tanyanya.


"Tidak. Belati lebih praktis," Li Chang Su memperhatikan belatinya sendiri.


Ini adalah benda yang selalu dia bawa ketika berada di pangkalan militer. Jika musuh datang, ia lebih suka menggunakan belati untuk membunuh musuh dari jarak dekat, dibandingkan dengan pistol.


"Kalau begitu jangan salahkan aku."


"Jangan khawatir. Kamu bebas menyerang," Li Chang Su sebenarnya terkekeh, seperti sedang bermain-main dengan bawahan.

__ADS_1


"Huh, kamu sombong!"


Pria bertopeng rubah itu tidak segan-segan melompat dan menggunakan tenaga dalamnya untuk menyalurkan kekuatan spiritual. Bahkan ribuan helai rambut hitamnya sedikit halus terawat. Benar-benar aura bangsawan.


Li Chang Su tidak terburu-buru untuk menyerang. Dia memperhatikan pria itu menghunuskan pedang padanya tanpa ragu. Barulah setelah ujung pedang itu hampir menggores pipinya, dia menggunakan belati untuk menangkis.


Suara dua benda yang bergesekan itu menimbulkan bunyi dan percikan api. Pria bertopeng rubah segera terkejut dan menjauh. Untung saja Li Chang Su tidak mengejarnya.


"Kamu memiliki kepekaan yang baik," puji pria itu.


"Terima kasih, sekarang giliran ku untuk maju."


Li Chang Su tersenyum dan giliran dia yang turun sambil menghunuskan belati. Pria itu siap untuk menangkis juga dan berpikir keras. Apakah gadis itu akan melakukan trik lain lagi seperti menyerang para bawahannya tadi?


Tapi karena dia sibuk berpikir, kefokusannya hilang. Li Chang Su berhasil membuat goresan di topeng berbetuk rubah itu. Jika bukan karena anak buahnya yang berteriak hati-hati, dia mungkin sudah menjatuhkan topengnya.


Pria bertopeng rubah itu segera mundur beberapa langkah sambil menyentuh topengnya. Ada guratan halus di permukaan topeng. Dan jika dia terlambat, belati Li Chang Su mungkin akan berhasil memotong topeng menjadi dua.


"Bos, apa kamu baik-baik saja?" Tanya salah satu bawahannya.


"Aku baik-baik saja," pria itu memiliki nada yang tenang. Seolah-olah ini tidak mengejutkan. Memandang Li Chang Su yang dipenuhi dengan aura tenaga dalam yang tinggi.


Keduanya hendak bertarung lagi, namun sesuatu yang tidak terduga terjadi. Salah satu penjaga gelap palsu berteriak kaget dan kesakitan saat sesuatu menggores wajahnya yang bermasker. Lalu diiringi dengan yang lain juga. Satu persatu, mereka berteriak kaget.


Salah satu dari mereka berteriak seperti seorang wanita yang takut dengan benda cokelat yang bergerak dan menggaruk wajah mereka.


Kegemparan itu menyebar. Dan para penjaga gelap palsu yang sebenarnya pembunuh bayaran itu bermunculan dari kegelapan sambil menyentuh wajah mereka yang kesakitan.


"Tikus apa yang sebesar itu?"


"Apakah itu benar-benar tikus?"


"Ah, tidak tahu. Tapi benar-benar seperti tikus. Hanya saja ekornya lebih banyak dan berbulu. Sungguh, itu seperti tikus besar. Apakah itu binatang mutasi?"


"Ah, jangan .... Jangan garuk wajahku!"


Satu persatu dari mereka khawatir dan bingung untuk mengatasi satu makhluk yang dikatakan sebagai tikus. Tapi binatang kecil yang dituduh itu ingin sekali berteriak dan mengatakannya jika dirinya adalah tupai. Bukan tikus. Dia hanya belum membersihkan bulunya.


Li Chang Su sudah menebak binatang kecil yang dituduh sebagai tikus itu. Rasanya ingin sekali menepuk jidat. Lalu dia tidak peduli dengan binatang kecil yang ikut mengganggu. Tapi yang pasti, dia harus menyelesaikan urusannya dengan pria bertopeng rubah ini.


Dan Li Chang Su menyerang tanpa aba-aba. Membuat pria bertopeng rubah itu hampir tidak siap untuk menanggapinya. Untungnya dia telah terlatih untuk serangan menyelinap seperti ini.


"Menang dan kalah belum ditentukan. Waktunya untuk mengakhiri permainan," kata Li Chang Su. Dia terkekeh, seolah dialah yang menentukan seperti apa hari esok.


Pria bertopeng rubah itu mendengus. Lalu menggunakan pedangnya untuk terus menangkis. Sayangnya, Li Chang Su terlalu cepat untuk mengimbangi serangnya. Yang membuat pria bertopeng rubah itu sedikit kebingungan.

__ADS_1


Sesekali, Li Chang Su akan menggunakan belatinya itu untuk menggores beberapa pakaian pria bertopeng rubah. Tapi mungkin pihak lain telah menyadarinya sehingga selalu cepat untuk menangkis belati. Di sisi lain, Li Chang Su juga ingin melihat seperti apa sosoknya di balik topeng itu.


"Aku tidak tahu jika kamu memiliki selera yang unik," pria bertopeng rubah itu tersenyum nakal.


Li Chang Su merasa disalahpahami dan sudut mulutnya berkedut. Tahukan pria bahwa yang paling ampuh untuk menyerang adalah membuat malu mereka sendiri. Pakaian seperti penentu identitas.


Tapi apa jadinya jika pakaian itu tidak lalu menutupi tubuh?


Bukankah rasa malu yang ada?


"Apa yang kamu tahu jika tidak mengalaminya lebih dulu?"


Li Chang Su justru hanya menaikkan sebelah alisnya dengan tenang. Seakan-akan menunggu sesuatu. He Ze yang sudah menyerang para penjaga gelap palsu itu pun naik ke atas pohon dan menatap dari kegelapan. Untung saja tubuhnya saat ini cokelat. Tapi dia tidak terima dipanggil tikus.


Saat ini pria bertopeng rubah itu merasa tubuhnya sedikit kedinginan. Dan para penjaga gelap yang ada di sana merasa malu untuk sementara waktu.


"Itu ... Bos, pakaianmu ...," Kata salah satu dari mereka sedikit takut.


Ketika pria bertopeng itu melihat tubuh sendiri, kaget adalah perasaan pertama yang hinggap. Lalu mundur beberapa langkah dengan malu. Tidak tahu sejak kapan pakaian luarnya terlepas. Bahkan sabuknya saja sudah tidak bisa digunakan lagi.


Untuk kali pertama dia begitu malu di depan anak buahnya sendiri dan itu sebenarnya karena Li Chang Su. Bahkan jika dia telah menghindar, pakaiannya masih bisa dilepas dengan cara memalukan. Ada banyak bekas sayatan belati yang jelas-jelas menuju ke titik di mana pakaiannya bisa mudah terlepas.


Apakah ini yang gadis itu maksud?


Ini lebih memalukan daripada kalah oleh pedang.


"Jangan bilang ini curang. Kami, para wanita memiliki banyak cara untuk menang. Dan tidak akan dipanggil pengecut juga," Li Chang Su mencibir dan sedikit menahan senyumnya untuk melihat seperti apa penampilan pria itu sekarang.


Sangat memalukan.


"...."


Pria bertopeng rubah itu memerah di balik topengnya dan dengan enggan memiliki keinginan untuk mundur. Belum lagi, suara retakan topeng juga terdengar. Ini sungguh menjadi kesialan ganda.


"Kamu ....," Pria bertopeng rubah itu memelototinya. Tapi tidak marah, hanya kesal.


Kali ini dia mengaku kalah. Sebelum pergi, dia mengucapkan satu kalimat, "Ingatlah, namaku Ye Shi. Jangan lupa janjimu. Aku pasti akan kembali!!"


Setelah itu, dia mengajak semua anak buahnya untuk mundur.


Li Chang Su mengerutkan kening. Nama Ye Shi ini ... Masih bermarga Ye?


...****************...


...Halo readers, Author tidak melarang kalian untuk nabung chapter. Tapi diusahakan untuk membaca setiap kali Author update, untuk membuat performa data karya Author menjadi lebih baik. Mari saling mendukung dengan like dan komentar....

__ADS_1


__ADS_2