Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Menghancurkan Kristal Ungu Kehitaman


__ADS_3

ZHEN JUAN yang mendengar jika Li Chang Su bisa membunuhnya sekarang, sangatlah konyol. Gadis itu membunuhnya? Apakah matahari terbit dari barat? Tapi Zhen Juan masih berwaspada karena khawatir jika semua ini hanyalah tipuan.


"Mustahil! Kamu ada di tanganku sekarang? Bagaimana kamu bisa membunuhku? Naga perak itu sudah tidak bisa lagi menbantumu!" Zhen Juan tertawa lagi dan menatap semuanya dengan perasaan yang lebih baik. Ia sedang memikirkan cara untuk bisa lepas dari cengkeraman Flare.


Tampaknya, hanya gadis ini saja yang bisa dia pegang.


"Zhen Juan! Kamu ... adalah Zhen Juan! ... Jika kamu ... bisa mendengarku ... maka lawanlah ... kekuatan ... jahat ini. Kamu ... adalah Sovereign ... Sekte ... Hitam! Semua ... muridmu ... mati karena ... jiwa binatang ... roh ini! Zhen Juan ... kamu harus ... sadar ..." Li Chang Su masih berusaha untuk menyadarkan jiwa Zhen Juan yang asli. Dia tahu, ketika seseorang kerasukan oleh sesuatu, maka jiwanya yang asli berada di alam bawah sadar.


Tapi Zhen Juan yang asli mungkin terlalu lemah untuk bisa melawan jiwa jahat makhluk ini.


Zhen Juan justru tertawa konyol. "Sungguh usaha yang baik. Sayangnya aku telah memakai tubuh ini selama bertahun-tahun. Jiwa Zhen Juan yang asli mungkin sudah terbang!" katanya segera tertawa lagi.


Li Chang Su menatapnya dengan kepercayaan diri. Mu Xianzhai tidak bisa bertindak begitu saja. Tapi tangan pria itu gemetar. Seberapa cerdasnya Li Chang Su dalam menangani masalah, tetap saja seorang gadis. Ia tidak bisa membiarkan gadis itu mengambil risiko lebih besar.


Gadis itu menggertak giginya dan mengambil napas lebih banyak sebanyak mungkin. Meski lehernya dicekik, ia masih seorang prajurit yang terlatih.


"Zhen Juan!! Ingat pensiunan kaisar!! Kamu pasti tahu siapa dia!!" Li Chang Su berteriak agak serak hanya untuk menyadarkan jiwa asli pemilik tubuh pria itu.


Namun Zhen Juan masih tertawa ke langit hingga mengeratkan tangannya di leher gadis itu lagi. Li Chang Su berwajah merah ketika napasnya memendek. Kedua kakinya sedikit menendang untuk mengharapkan pijakan.


"Su'er!!" Mu Xianzhai berteriak. Dia tidak tahan lagi saat melihat gadis itu benar-benar terlihat kesulitan.


Hal ini hanya membuat Zhen Juan semakin menyukai permainannya. Dia pun tertawa ringan sebelum akhirnya berkata lagi.


"Jika kamu ingin dia selamat, berikan gelang naga perak itu padaku." Ia menatap Mu Xianzhai dengan seringaian.

__ADS_1


Mu Xianzhai ingin muntah darah jika bisa. Zhen Juan benar-benar berhasil membuatnya marah. Dia tidak bimbang, hanya saja ingin tahu apa dilakukan Li Chang Su. Dia bukanlah pria bodoh yang impulsif untuk mengambil tindakan. Ketekunannya di medan perang telah membuatnya berpikir lebih dalam.


Ia melihat tangan Li Chang Su membuat beberapa simbol. Ini adalah komunikasi rahasia. Istrinya punya cara, hanya perlu menunggu waktu. Jadi mau tidak mau, Mu Xianzhai hanya bisa berkompromi saat ini.


"Jangan melukai istriku. Aku akan memberikannya padamu selama dia baik-baik saja," katanya setelah memikirkan hal lain. Di balik topeng peraknya, ia menatap Zhen Juan dengan iris mata sedikit keemasan.


Zhen Juan tertawa lebih keras dan sudah tidak sabar untuk menyentuh gelang naga perak. Flare yang menunggu di samping justru sedikit gelisah. Dia tidak tahu apa yang ingin dilakukan Mu Xianzhai. Tapi tampaknya tidak mungkin memberikan gelang itu begitu saja.


"Sepupu ... Apakah kamu yakin?" tanya Mu Hongzhi agak terkejut.


Mu Xianzhai tidak menjawab. Dia mendekati Zhen Juan seraya melepaskan gelang naga perak dari pergelangan tangan kirinya. Dengan ekspresi marah, ia mengulurkan gelang perak itu ke arah Zhen Juan.


"Lepaskan dia ..." Mu Xianzhai tentu saja tidak ingin rencana istrinya berantakan. Tapi dia juga tidak mau menjadi pengecut.


"Tentu saja. Selama kamu memberikan gelang itu, istrimu akan baik-baik saja," ujar Zhen Juan seraya menyeringai. Marah kemerahannya sedikit lebih antusias.


Ketika gelang naga perak hampir dalam jamgkaio, Zhen Juan yang menyeringai segera berwajah pucat. Dia tertegun ketika ada perlawanan kuat di pikirannya hingga membuat jantungnya terasa diremas.


"Argghh!!!" Dia segera berteriak kesakitan dan tidak jadi mengambil gelang, melainkan menyentuh kepalanya yang kesakitan.


"Tidak! Ini tubuhku sekarang! Kamu tidak bisa mengambilnya lagi!!" Zhen Juan berteriak dan cengkramannya di leher Li Chang Su agak longgar. Kakinya juga menyentuh permukaan.


Gadis itu akhirnya bisa menghirup udara sebanyak mungkin. Zhen Juan sedang tidak fokus saat ini, sehingga Li Chang Su segera mengeluarkan belati dari ruang artefak. Sebuah belati yang terbuat dari baja muncul tiba-tiba di tangan kanannya.


Dengan sasaran yang sudah ditentukan, Li Chang Su segera mengarahkan belati itu ke dada Zhen Juan. Lalu menancapkannya dengan keras di krital ungu kehitaman. Hal ini malah membuat Zhen Juan semakin kesakitan luar biasa.

__ADS_1


"Argghh!!! Dasar manusia? Beraninya! Hanya cari mati!!" Zhen Juan berteriak hingga tidak sabar untuk membunuh Li Chang Su dengan cara mencekiknya.


Namun Mu Xianzhai yang bergerak cepat segera melumpuhkan lengan kanan Zhen Juan yang menahan istrinya. Setelah itu dia segera melepaskan Li Chang Su dari cengkeraman Zhen Juan.


Ketika berhasil mendapatkan gadis itu, Mu Xianzhai segera menjauh dari sana. Lict dan Mu Hongzhi menghela napas lega. Termasuk kuda putih mutasi serta Xue Zi di sisi lain. Bahkan Flare pun kini tidak lagi memiliki alasan untuk menahan diri. Makhluk lava itu segera menyerang Zhen Juan dengan kasar.


Zhen Juan yang merasa kesakitan saat belati yang menancap di kristal ungu kehitaman menancap sangat dalam, hanya bisa menggeram dan berteriak kesakitan. Ditambah dengan Flare yang menyerangnya, dia semakin kacau.


"Kalian ... Kalian semua harus mati," teriak Zhen Juan sudah menguasai kembali pikiran manusia ini. Namun kali ini, kristal ungu kehitaman yang tertanam di dadanya benar-benar memiliki retakan yang nyata.


Dia mencoba untuk menyingkir belati di dadanya dengan sihir hitam, tapi ternyata sulit. Belati yang ditancapkan Li Chang Su bukan belati sembarangan, melainkan terbuat dari perak dan lapis baja. Tentu saja belati itu bisa memotong pedang besi yang rusak.


Tubuh Zhen Juan kembali mengeluarkan asap hitam. Flare segera mencabut belati di dada Zhen Juan dengan kasar hingga kristal ungu kehitaman yang sudah retak pun pecah.


"Tidak!! Ini tidak mungkin!" Zhen Juan berteriak histeris seraya mengamati dadanya yang kini telah kehilangan kristal ungu kehitaman. "Tidaaakk!!" teriaknya lagi.


Flare segera menarik sihir hitam yang menguar dari tubuh Zhen Juan. Kali ini kristal ungu kehitaman telah hancur sehingga ia bisa mengurungnya dalam gelembung api sebelum mengirimnya ke pegunungan dewa.


"Argghh!! Tidak! Tidak! Jangan ... aku tidak mau dikurung kembali!" Zhen Juan berusaha untuk mempertahankan jiwanya di dalam tubuh Zhen Juan. Namun tarikan aura milik Flare lebih besar.


Bercak-bercak hitam di tubuhnya sedikit memudar. Hingga akhirnya sebuah cahaya kehitaman keluar dari tubuh Zhen Juan sepenuhnya. Tak berapa lama, bayangan naga hitam raksasa muncul di udara dan sepenuhnya tertarik ke gelembung api.


"Tidaaak!!! Aku pasti akan kembali untuk membalas dendam!!" Yin Long ... Tunggulah aku!" Suara terakhir dari jiwa makhluk roh bawah tanah pun menggema.


Cahaya jingga melesat dari langit gelap menuju ke tempat Flare. Lalu gelembung api berisi jiwa makhluk roh bawah tanah pun melesat ke di lubang cahaya jingga tersebut hingga lenyap tanpa bekas.

__ADS_1


Flare segera berteriak nyaring ke langit dan menatap para manusia di belakangnya. Terutama tatapannya jatuh pada Li Chang Su.


__ADS_2