
ADA KEHENINGAN untuk sementara waktu. Baik Li Chang Su maupun Mu Xianzhai saling bertatap muka dengan berbagai pikiran yang berbeda. Gelang naga perak yang melingkar di pergelangan tangan kiri Li Chang Su lagi-lagi bereaksi, mata naga itu mengeluarkan cahaya merah samar.
Hal ini membuat jantung Li Chang Su berdegup kencang. Permainan apa lagi yang diinginkan gelang naga perak?
"Su'er, setelah semua ini ... Maukah kamu ...," Pria itu tidak melanjutkan apa yang ingin diucapkannya. Tapi tangannya masih mengencang di pinggang gadis itu. Untuk beberapa saat, dia mencoba menenangkan hatinya.
"Bisakah kita menyempurnakan pernikahan nanti?" Tanyanya gugup. Dia menatap Li Chang Su, khawatir ada penolakan di matanya. Tapi setelah waktu yang cukup lama, gadis itu mengerutkan kening. Lalu menurunkan kelopak matanya dengan lesu.
"Ya. Tidak masalah," jawab Li Chang Su sedikit menyesalinya.
Mu Xianzhai pun memeluknya dengan erat, "Tunggu saja."
"....," Siapa yang menunggunya? Li Chang Su sama sekali tidak peduli. Tapi ... Setelah memikirkannya lagi, dia sedikit gugup. Tiga puluh tahun di zaman modern, ia belum pernah merasakan hal seperti itu. Jangankan tidur bersama, ciuman saja mungkin tidak.
Dia adalah Dewi di hati para prajurit pria. Dan panutan bagi prajurit wanita. Untungnya saat ini, Mu Xianzhai tidak bertanya lebih banyak dan benar-benar beristirahat. Aroma di tubuh istrinya membuat dia tenang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara di Istana Pangeran Kedua.
Mu Peizhi telah memiliki beberapa laporan rahasia dari para penjaga gelapnya. Selain itu juga, dia memiliki beberapa pelayan milik Ye Tianli yang ahli dan berpura-pura menjadi pelayan pribadi. Lalu berbaur dengan pelayan lain.
Meski Li Chang Su tidak memberinya beberapa hari tentang ini, dia ingin mempercepat prosesnya. Siapa yang diam-diam memberi dia racun? Walaupun spekulasi itu telah jatuh ke putra mahkota, tapi bukan berarti permaisuri duduk diam.
Ibu selirnya hampir ditekan di istana. Sehingga dia telah mengirim banyak penjaga untuk melindungi ibu selirnya. Setelah Mu Peizhi diberi perawatan jarum perak Li Chang Su, tubuhnya menjadi semakin baik. Hari ini dia bisa berada di ruang kerja untuk membaca beberapa hal.
Banyak orang yang tidak tahu siapa bos di belakang layar dari gedung pelelangan. Walau ada bos di gedung pelelangan, Mu Peizhi adalah pemilik di belakang layar. Sedangkan Ye Tianli menjadi pengelola berbagai barang dan juga masalah kecil lainnya.
__ADS_1
Secara material, Mu Peizhi tidaklah kekurangan uang. Tapi juga menyombongkan diri untuk kekayaan. Berbeda dengan Mu Xianzhai yang telah memiliki harta warisan pensiunan kaisar, anak akan kaisar yang lain harus membagi beberapa warisan dari harta Istana Kekaisaran.
Bisa dikatakan, Kaisar Mu adalah yang paling miskin.
"Dua orang mencurigakan ini, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" Ye Tianli telah berada di kusen jendela, duduk bersandar sambil memegang kipas lipatnya.
Ia telah menyerahkan laporan semua tentang pelayan Istana Pangeran Kedua. Dan saat ini setidaknya ada dua orang yang mencurigakan. Ini tidak ada kaitannya dengan pengurus rumah tangga yang dipercayai Mu Peizhi. Dan merasa lega di hatinya.
"Apakah ada penjaga rahasia dari pihak lain?" Tanya Mu Peizhi.
"Ya. Ada beberapa, datang dan pergi bergiliran. Tapi yakinlah, mereka akan segera ku urus setelah dua pelayan itu ditangani."
"Beri tahu Putri Xian tentang ini. Bisakah kamu menyampaikannya?" Mu Peizhi menggulung kembali laporannya dan menatap Ye Tianli.
Pria berpakaian serba merah itu menatapnya sejank sebelum akhirnya menghela napas. Tentu saja, dia pasti akan mengantarkannya. Saat Mu Peizhi menanyakan tentang Ye Shi, pria itu hampir saja tergelincir dari kusen jendela.
Tidak tahu ada di mana Ye Shi saat ini. Dia telah memerintahkan orang-orangnya untuk tidak memata-matai pria itu. Walaupun saat ini masalahnya dengan Ye Shi telah berdamai, tapi dia masih khawatir akan sifat jantannya yang menyukai sesama pria. Mungkin harus mendorong beberapa wanita untuk merayunya.
"Sepertinya kamu memiliki sesuatu yang canggung dengan Ye Shi? Bukankah kalian saudara?" Hal ini sudah ingin Mu Peizhi tanyakan sejak pertama kali Ye Shi datang dan bertingkah aneh. Ditambah sikap Ye Tianli ketika mengatakan sesuatu tentang Ye Shi ini, sedikit mencurigakan.
Ye Tianli tersenyum tidak berdaya. Walaupun dia bisa menyembunyikan hubungan tak masuk akal dengan Ye Shi di masa lalu, tapi jika Mu Peizhi yang bertanya, rasanya seperti sedang dikupas.
"Memangnya apa lagi yang kamu pikirkan tentang aku dengannya?" Dia berani menanyakan hal ini.
"Aku tidak tahu. Semua orang memiliki rahasianya sendiri. Aku harap itu bukan karena binatang mutasi di masa lalu."
"....," Ye Tianli hampir saja mengangkat batu besar di hatinya. Untungnya Mu Peizhi tidak berpikiran yang aneh-aneh. Lagi pula tidak mungkin bagi Mu Peizhi untuk berpikir buruk tentangnya.
__ADS_1
Namun, sebelum dia bisa lega, Mu Peizhi berkata lagi dengan nada yang buruk, "Kuharap itu juga bukan memotong lenganmu."
"....?!"
Kali ini Ye Tianli terbatuk dan merasa dadanya sesak. Lalu segera menyangkalnya dengan buruk. Tentu saja hal ini tidak boleh diketahui oleh Mu Peizhi. Walaupun pangeran kedua ini sakit-sakitan dan kadang pucat seperti mayat, Ye Tianli masih memiliki perasaan saudara. Citranya yang ternoda di masa lalu tidak bisa dilepaskan.
Sebelum dia pergi, salah satuati bawahan Ye Tianli datang dan melaporkan jika Ye Shi ingin makan siang berdua dengannya di restoran pinggir ibu kota. Kali ini wajahnya sedikit memucat. Penjaga gelapnya yang bodoh ini benar-benar tidak bisa menjaga mulutnya.
Untung saja dengan alasan lama tidak bertemu dengan Ye Shi ini, Mu Peizhi percaya. Dan memberinya perintah kembali untuk menyampaikan masalah dua pelayan di istananya hari ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Istana Raja Perang.
Ketika hari sudah siang, Mu Xianzhai akhirnya bangun dengan tubuh segar. Dan ada sedikit gatal di punggung kanannya. Mungkin karena luka yang mengering itu menyebabkan rasa gatal yang cukup menjengkelkan.
Li Chang Su hanya bisa membantunya untuk mengoleskan salep dingin yang berfungsi meredakan gatal. Sedangkan dirinya sendiri kini telah pulih dari ruam merah, sisa alergi rebung semalam. Tapi dia tetap harus minum obat cair yang pahit itu. Walaupun enggan, dia harus meminumnya di bawah ancaman konyol Mu Xianzhai.
Sore harinya, Ye Tianli datang tanpa diundang. Dan selalu bertengger di kusen jendela kamar. Ketika Li Chang Su mengetahuinya, dia ingin tahu informasi apa yang akan diberikan Ye Tianli padanya. Tapi hal ini segera diketahui oleh Mu Xianzhai dan mengusir orang itu ke ruang tamu.
"Kebiasaan memasuki kamar orang, apakah itu citramu?" Cibir aku Xianzhai saat memasuki ruang tamu. Melihat pria berpakaian merah itu duduk elegan sambil minum secangkir teh, hatinya sedikit ketat.
Kali ini pasti ada hubungannya dengan Mu Peizhi. Memungkinkan Li Chang Su untuk ikut campur dalam masalah ini. Jadi dia sedikit berjaga-jaga di hatinya. Istrinya belum dia sentuh sejak malam pertama pernikahan. Perasaan krisis selalu saja ada. Setidaknya, setelah dia mendapatkan malam pertama itu, hatinya tidak akan terlalu gelisah. Karena bagaimanapun juga, Li Chang Su sudah terikat dengannya.
"Aku seorang pria dengan banyak wanita, citraku tidak penting," jawab Ye Tianli sedikit dingin.
Kedua percakapan dingin itu diketahui oleh Li Chang Su yang baru saja tiba di pintu. Dia tahu jika kedua pria ini akan berdebat dengan mulut gagak dan hati macan tutul (berisik dan tidak ramah). Kedua pelayannya—Xuxu dan Xuyao hanya bisa menunggu tak jauh dari sana.
__ADS_1
Sambil membuka pintu, dia memiliki ekspresi yang tidak ramah, "Karena citra mu tidak penting, maka bisakah kamu pergi ke gedung hijau untuk membawa pulang beberapa selir lagi?"
Ketika Ye Tianli mendengar ini, cangkir yang dipegangnya hampir saja jatuh.