Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Desa Tak Berpenghuni


__ADS_3

"AH, TERNYATA ada pedesaan di sini," gumam Mu Hongzhi.


Mereka menginjakkan kaki di sebuah desa yang sepi. Hanya jalan tanah yang mulai berumput, beberapa rumah tidak terurus dan mungkin tidak layak huni lagi. Karena hari sudah sore, suasana di pedesaan menjadi sedikit horor. Ini kesan pertama yang dipikirkan Lict.


Tidak ada suara hewan ternak ataupun anak-anak yang bermain di halaman rumah. Satu orang pun tidak ditemukan. Li Chang Su menggunakan kemampuan mata dewanya untuk melihat apa yang ada di dalam rumah.


Kebanyakan rumah kosong sudah tidak dihuni lagi selama beberapa tahun. Ada darah kering di beberapa pintu rumah, membuat mereka yakin akan satu hal. Desa terbengkalai ini sudah diserang oleh gerombolan binatang mutasi.


"Sepupu Ipar, apa yang ada di dalam rumah?" tanya Mu Hongzhi.


"Bukan sesuatu yang besar tapi ... tampaknya ada aura kegelapan di sini. Berhati-hati, mungkin binatang mutasi kegelapan bersembunyi untuk membunuh kita," jelas gadis itu serius.


Mu Xianzhai tidak mengatakan apapun. Adapun Lict yang memeluk kelinci putih mutasi, kini hanya bisa mengikuti di belakang mereka.


Pada akhirnya, mereka tidak menemukan satu binatang hitam mutasi. Seharusnya, para binatang hitam mutasi dalam perjalanan menuju ke kaki pegunungan dewa dan juga mengepung Negara Bingshui.


Mereka berjalan ke salah satu rumah yang lebih layak untuk dihuni malam ini.


"Bersihkan dulu tempat ini. Jangan biarkan debu tertinggal. Su'er butuh tempat yang bersih," kata Mu Xianzhai.


"..." Mu Hongzhi dan Lict seketika menjadi pelayan.


Menghadapi istri yang sedang hamil muda, Mu Xianzhai justru semakin tidak berperasaan. Benar, ini sombong! Memukul kaki anjing lajang keduanya!


Tak butuh lama untuk membersihkan ruangan. Li Chang Su mengeluarkan alas bersih dan beberapa kebutuhan harian lainnya.


Malam pun tiba ....


Tidak ada penerangan apapun di desa tersebut. Di luar sangat gelap dan mencekam membuat hati Lict dan Mu Hongzhi sedikit tidak nyaman. Berperang melawan musuh di malam hari atau menyelinap ke tempat persembunyian mereka yang jauh lebih berbahaya, mungkin bisa. Tapi jika menghadapi suasana aneh seperti ini, mereka jelas tidak mau.


Pada akhirnya, Lict menghela napas. "Aku lebih suka menjalankan misi ke negara lain untuk menangkap ******* alih-alih bermalam di tempat hantu seorang ini," gumamnya seraya menambahkan kayu bakar ke tungku tanah liat yang masih cukup kokoh. Akhirnya tidak terlalu dingin di malam hari.


"Apa yang kamu keluhkan?" tanya Mu Hongzhi yang tiba-tiba datang ke dapur sambil memegang wadah berisi lobster dan udang laut yang gemuk.


Lict terkejut dan segera memasang ekspresi tenangnya. "Bukan apa-apa. Aku hanya merasa tidak akan berani tidur malam ini."


"..." Apakah kamu begitu penakut? Pikir Mu Hongzhi.

__ADS_1


"Apa yang dilakukan pasangan itu?" tanya Lict mengalihkan perhatian.


Mu Hongzhi sedang meletakkan wadah berisi lobster dan membuka panci panas yang telah disiapkan Lict untuk mengukus. "Oh, jangan tanya tentang mereka. Sepupuku telah menjadi budak istri, dia sedang menyuapi sepupu ipar dengan stroberi," dengusnya.


Lalu terdengar suara batuk ringan dari ruangan sebelah. "Aku mendengarnya. Aku memintamu untuk mengukus lobster dan udang, bukan mengukus gosip!"


Suara Mu Xianzhai tidak keras namun masih menyimpan makna di dalamnya. Mu Hongzhi tiba-tiba merasa bulu kuduknya berdiri semua dan ingin berteriak.


Jadi dia menelan salivanya dan mengucapkan beberapa kata yang baik sebelum akhirnya menjadi orang jujur.


Jika suasana di rumah kosong itu sedikit hangat malam ini, maka ....


…ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ…


Ibu kota kekaisaran tidak terlalu damai saat ini. Ye Tianli dan Mu Peizhi berkuda menuju istana kekaisaran dan melapor pada kaisar tentang apa yang terjadi di perbatasan. Bahkan Ye Shi sendiri memberi beberapa informasi bahwa para binatang mutasi kegelapan diam-diam menyelinap ke terowongan bawah tanah.


Mau tidak mau, Ye Tianli harus menutup lubang galian terowongan bawah tanah dengan batu besar agar makhluk-makhluk itu tidak bermunculan.


Kaisar Mu juga tidak bisa duduk tenang. "Apa rencana malam ini? Bisakah keselamatan orang-orang terjamin?" tanyanya agak khawatir.


Ye Tianli cukup tenang, berdiri sambil memegang gulungan laporan drai bawahannya. "Orang-orang bisa dijamin aman jika mereka tidak keluar rumah saat ini. Biarkan para prajurit berpatroli. Belum lagi para binatang putih mutasi juga membantu kami untuk menyingkirkan mereka. Selebihnya ... Elang gunung mutasi utusan naga perak juga telah tiba," jelasnya panjang lebar.


Malam ini peristiwa besar yang menggegerkan seluruh penduduk negara Bingshui telah menjadi bahaya tingkat tinggi. Seluruh masyarakat tidak diizinkan keluar.


Kaisar Mu memiliki pasukan elite di tangannya dan siap mengamankan istana kapan saja. Tapi rakyatnya juga harus dijamin aman.


Mu Peizhi bisa dianggap memuaskan kali ini dan berjuang keras untuk menyelamatkan banyak orang.


Baru saja selesai berdiskusi, salah satu penjaga istana segera menghadap kaisar.


"Yang Mulia, pimpinan elang gunung putih mutasi meminta izin masuk."


Kaisar Mu cukup santai kali ini. "Biarkan dia masuk," katanya.


Tak lama setelah penjaga pergi, seorang pria jangkung berjubah dan berambut putih panjang memasuki aula. Pria yang memiliki kecantikan melebihi Ye Tianli itu masuk dan tersenyum pada kaisar lalu menyapanya.


Pimpinan elang gunung putih mutasi tingkat dewa itu tidak memiliki nama. Hanya suka dipanggil Bai yang berarti putih.

__ADS_1


"Raja elang gunung, Bai, menghadap kaisar manusia," kata Bai sangat sopan.


"..." Kaisar Mu yang dipanggil 'kaisar manusia' pun entah kenapa tak bisa membantah seolah-olah itu memang benar.


Dia hampir tak mempercayai matanya sendiri hingga saat ini. Elang gunung putih mutasi tingkat dewa ini berubah menjadi manusia. Meski begitu, sorot matanya yang tajam tidak bisa dihilangkan dari sifat binatang elang itu.


"Tidak perlu sopan. Apa yang membawa Raja Bai ke sini?" tanya Kaisar Mu.


"Pasukan elang kami telah siap untuk menyerang perbatasan kapan saja dan aku sudah mengurus beberapa elang gunung putih mutasi tingkat suci dan ilahi untuk maju. Gelombang binatang hitam mutasi ini diperkirakan akan berakhir ... ketika naga hitam dikalahkan." Nada bicara Bai agak berat tapi ini semua adalah fakta yang harus diterima oleh umat manusia.


Para menteri yang hadir di aula pun terkejut dan mulai mendiskusikan ini secara diam-diam. Jika memang benar adanya, maka negara ini dalam kesulitan besar.


Elang gunung putih mutasi tingkat dewa itu juga bercerita bahwa lava telah mengalir di sepanjang jurang tanpa dasar di luar perbatasan negara dan beberapa diantaranya masuk ke celah sungai mati. Sehingga, sumber air panas terbentuk saat ini.


Belum lagi fenomena lainnya. Naga perak telah dibangkitkan dan sekarang rombongan Mu Xianzhai sudah tiba di kaki pegunungan dewa.


Sisanya hanya tergantung pada manusia.


Setelah mendengar hal itu, Kaisar Mu menahan diri agar tidak terkejut lagi dan lagi tapi pada akhirnya masih meremehkan psikologisnya yang semakin menurun.


Setelah kepergian Bai, Ye Tianli dan Mu Peizhi, Kaisar Mu bersandar di kursi naganya sambil menyentuh dada. Untung saja dia tidak mengalami serangan jantung.


"Yang Mulia, tolong tenanglah. Pangeran ketiga dan sang putri pasti akan memenangkan pertempuran bersejarah kali ini," ujar sang Kasim yang selalu setia di sisi Kaisar Mu.


Kaisar Mu mencibir pada pada kasim kepercayaannya. "Apa yang kamu tahu. Anak itu, jika pulang dengan selamat kali ini, aku akan memberinya liburan besar!"


"..." Kasim kepercayaannya itu tak berdaya. Kaisar Mu memang selalu seperti ini, memanjakan pangeran ketiga tapi juga menjadi korban dalam segala tuduhan konyolnya.


"Nah, di mana anak kelima? Apakah dia berdagang lagi secara diam-diam?"


"..." Kasim kepercayaannya hanya bisa menampar mulutnya dan enggan berbicara tentang kebenaran.


Yang Mulia, bukankah Anda meminta pangeran kelima untuk mengurung diri selama krisis ini terjadi? Batin si kasim.


Berbicara tentang Mu Zhixiao, Kaisar Mu tidak pernah lengah. Anak yang sering hilang dari tanggung jawabnya ini sebenarnya masih dimanjakan secara diam-diam.


 

__ADS_1


...______________...


CATATAN AUTHOR:****Ketika mengetiknya di malam hari, rasa kantuk akan menjadi tantangan terbesar bagi Author. Melihat layar laptop/ HP  dalam jangka waktu yang lama akan  membuat mata lelah. Jangan lupa dukungan +like. 


__ADS_2