Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Cemburu


__ADS_3

MU XIANZHAI tidak mau menanyakan apa yang dia lakukan selama satu tahun terakhir. Setidaknya bagaimana dia hidup atau di mana dia tinggal. Tapi pria itu memiliki keyakinan penuh padanya. Di manapun ia berada, Mu Xianzhai selalu percaya jika dirinya akan datang suatu hari nanti.


Dari mana kepercayaan diri ini muncul?


Dia hanya terdiam. Keheningan terjadi sekali lagi. Setelah semua ini, Mu Xianzhai akan menyelesaikan urusannya dengan putra mahkota, menendang Rongyu keluar dari istananya. Lalu biarkan pelayan membersihkan semua tempat. Untuk istrinya, dia harus mensterilkan semua halaman.


Li Chang Su tidak tahu pikiran pria itu saat ini, hanya fokus pada makanan di depannya. Sampai sekarang saja, dia tidak tahu harus memilih keputusan seperti apa. Ketahuan oleh pria ini begitu awal sungguh di luar rencananya. Namun Mu Xianzhai tampaknya telah menangkap sesuatu yang lain.


"Aku tidak akan memaksamu untuk kembali ke sisiku. Jika kamu belum siap, aku bisa menunggu ...," Katanya.


Gadis itu hanya menatapnya sebentar. Perkataan ini sungguh tidak terduga baginya. Tapi tidak sampai itu merasuki pikiran, suara Mu Xianzhai terdengar lagi.


"Namun jangan lama-lama. Kita akan menikah."


"...," Bukankah dia terlalu dini untuk menikah? Rongyu saja yang sudah berusia dua puluhan belum menikahi bagaimana dia bisa menikah muda?


"Dan aku terlalu tua untuk menikah jika menunggu beberapa tahun lagi. Kecuali ...," Mu Xianzhai tersenyum padanya dengan tatapan yang ambigu, "kecuali jika Su'er ingin menikahi seorang paman?"


Paman?


Li Chang Su tersedak air minumnya. Apakah pria itu sungguh tidak tahu malu?


"Beri aku waktu. Dan terima kasih untuk perhatianmu," dia terbatuk sedikit dan mengelap mulutnya dengan tisu yang tersedia di meja. Nadanya tidak hangat atau dingin. Dia hanya menunduk.


Menikahi seorang paman? Li Chang Su baru ingat jika usia Mu Xianzhai tahun ini adalah dua puluh delapan tahun.


Walau Mu Xianzhai kecewa dengan jawabannya, dia masih bisa mengerti. Gadis ini belum bisa menerima dia sepenuhnya. Maka buat dia mau bersamanya dengan tulus. Tapi untuk ini, dia tak akan terburu-buru. Setelah makan sup, Li Chang Su dan Mu Xianzhai keluar dari ruang artefak. Keduanya muncul di udara bebas.


Li Chang Su khawatir jika Mu Hongzhi mendatangi Ye Tianli karena masalah ini. Setelah dia keluar dari ruang artefak, segera pergi menuju ke tempat di mana Ye Tianli menginap. Mu Xianzhai, dalam hatinya tidak senang karena gadis itu begitu memedulikan Ye Tianli, sedikit cemburu.


Di negara ini, siapa yang tidak tahu kepribadian Ye Tianli yang suka menggoda banyak gadis. Semua selir di halaman belakangnya cantik dan manja. Dia suka gadis yang lembut dan murah hati. Tapi bagaimana dia tahu jika Ye Tianli tertarik pada gadis ini?


Tapi, bisakah pria itu bersaing dengannya?


Memikirkannya saja, Mu Xianzhai mencibir. Tidak mungkin! Dalam hidup ini, Li Chang Su hanya miliknya.

__ADS_1


Keduanya keluar dari hutan. Li Chang Su masih menggunakan jubah hitam seperti semula, mengunakan ilmu tenaga dalamnya untuk sampai di tujuan. Beberapa warga yang melihat keduanya saling berlari dan melompat di atap pun cukup mengagumi. Seni bela diri itu sangat bagus. Pasti dihormati.


Penginapan Ye Tianli ada di dekat perbatasan ibukota. Pria berpakaian serba merah itu kurang menyukai kebisingan. Setelah sampai di halaman, para penjaga yang mengikuti Ye Tianli untuk keamanan pun tidak menghentikan kedatangannya. Mereka sudah terbiasa melihat dirinya dengan jubah hitam. Lalu, Mu Xianzhai ada di belakangnya. Membuat para penjaga itu kebingungan.


"Di mana tuanmu?" Tanya Li Chang Su.


"Tu-tuan ... Tuan ada di ruang utama. Jenderal Hong datang dengan marah tadi~"


"Oke. Aku tahu," dia menukas perkataan penjaga itu dan menuju ke ruang utama.


Terdengar suara teriakan marah Mu Hongzhi, serta perkataan halus dari Ye Tianli. Mu Xianzhai sendiri ingin mencekik sepupunya yang begitu impulsif ini. Belum lagi, ini hanya masalah sederhana. Saat keduanya masuk, keheningan terjadi. Mu Hongzhi yang awalnya marah pada pria itu kini mengalihkan pandangannya.


Sosok gadis berjubah itu ... Entah kenapa dia benar-benar ingin membunuhnya. Tapi, saat melihat ke belakang ... Dia tertegun.


Sepupunya kembali!


Tapi apa yang sedang terjadi saat ini?


Kenapa Mu Xianzhai tiba-tiba ada di sini bersama gadis berjubah itu?


"Jika matamu tidak buta, maka ini adalah aku," Mu Xianzhai berkata dengan wajah gelap. Melihat sekilas ke arah Ye Tianli yang duduk santai sambil minum teh, hanya cukup tertekan. Pria ini lumayan juga. Bisakah gadis itu tergoda oleh kasih sayangnya?


"Lalu ...," Mu Hongzhi berkedip dan bingung harus berkata apa. Dia mengalihkan perhatiannya pada gadis berjubah itu. Setelah cukup yakin, dia berteriak kaget.


"Ahhh!!"


Ternyata ini adalah kakak ipar. Apakah dia salah mengklarifikasi seseorang? Tidak heran jika Ye Tianli berkata bahwa dia telah salah paham terhadap dirinya dan juga gadis berjubah ini. Tapi kenapa tidak menyebutkan identitasnya sejak awal.


Untungnya Ye Tianli segera berbicara bahwa tidak mungkin untuk menyebutkan identitas Li Chang Su padanya. Karena gadis itu sendiri menyembunyikan diri dari dunia. Setelah memastikan bahwa semua ini hanyalah salah paham, Mu Hongzhi meminta maaf pada Ye Tianli atas keributan yang terjadi.


Lalu dia dengan antusias menghampiri Li Chang Su dengan mata berbinar. Kakak iparnya ini sudah tidak terlihat selama satu tahun. Dan sekarang terlihat lebih cantik.


"Kakak ipar, Sepupu ... Di mana kalian tadi malam? Kenapa aku tidak menemukan kalian sama sekali?" Tanyanya.


Pria itu sudah mencari di sekitar lembah dan hutan, tapi sama sekali tidak melihat keduanya. Karena itu, selama dua hari ini, dia gelisah dan mendatangi penginapan di mana Ye Tianli berada. Untungnya penginapan ini disewa secara pribadi oleh pria itu, sehingga tidak akan ada gosip yang beredar.

__ADS_1


"Kami ada di sisi lain. Kamu saja yang mencarinya tidak teliti," Li Chang Su dengan santai membuat kebohongan. Sudut mulutnya sedikit berkedut.


"....," Mu Hongzhi tidak yakin. Seharusnya dia sudah mencarinya dengan teliti. Tapi tidak ada keduanya. Mungkinkah jatuh ke suatu tempat yang cukup dalam?


Setelah masalah ini berakhir, Mu Hongzhi membawa orang-orangnya pergi. Gadis itu sendiri tidak pergi ke manapun. Dan Mu Xianzhai enggan membiarkan dia tinggal di penginapan ini, jadi membayarkannya penginapan yang letaknya tak jauh dari sisi istananya. Ini mungkin cukup memaksa, tapi Mu Xianzhai tidak akan memaksanya untuk kembali asal tinggal di penginapan itu.


"Yang Mulia tidak perlu khawatir, Nona Su adalah dermawan putra ini. Tidak ada hubungan apapun di antara kami," Ye Tianli membuka percakapan, tersenyum ramah padanya.


Mu Xianzhai mencibir dengan buruk, "Siapa yang tahu siapa? Pikiran pria tidak pernah sama," katanya.


"Setidaknya, putra ini tidak memiliki kebohongan di masyarakat."


"....," Mu Xianzhai benar-benar ingin memukul pria sok ramah itu. Kedua tangannya terkepal. Ekspresi wajahnya sedikit buruk. Jelas ini dimaksudkan untuk kehadiran Rongyu di Istana Raja Perang sebagai tawanan. Tapi identitas di masyarakat dikenal sebagai selir.


Di dunia ini, selain kaisar yang cukup mengetahui banyak hal tentangnya, Ye Tianli juga patut diwaspadai. Orang ini masih memiliki hubungan dengan pangeran kedua. Wajahnya yang terlihat baik hati dan nada bicara ramah itu, sebenarnya menyimpan banyak hal penting dari publik.


Jika harus memilih, dia tidak ingin Li Chang Su terpengaruh olehnya.


"Kamu kembali dulu. Aku akan ke penginapan yang kamu maksud nanti," Li Chang Su akhirnya menghentikan pembicaraan yang cukup memanas ini. Jelas dia tahu bahwa Mu Xianzhai selalu kejam pada siapapun yang melanggarnya.


"Su'er ...," Dia tidak rela.


"Pergi. Atau aku menginap di sini," gadis itu sedikit mengancam.


"Aku akan pergi. Aku akan datang lagi lain kali," Mu Xianzhai segera menatap Ye Tianli dengan penuh permusuhan konyol, "senang melihat Tuan Ye nyaman di ibukota. Raja ini akan kembali dulu."


Mu Xianzhai sangat sopan pada Ye Tianli. Menggunakan kata 'Raja' untuk memberi tahu pihak lain bahwa dia adalah raja perang, cukup mendominasi. Dia pun meninggalkan ruangan.


Setelah meyakinkan pria itu, Li Chang Su akhirnya lega melihat Mu Xianzhai pergi. Dia duduk di seberang Ye Tianli dan menuangkan secangkir teh untuknya sendiri. Lalu minum dengan cepat. Hatinya cukup kesal.


"Ternyata Nona Su memiliki hubungan dengannya," Ye Tianli angkat bicara.


"Aku juga tidak menyangka bahwa putra itu memiliki hubungan dengan pangeran kedua," dia membalas.


Keduanya terdiam sejenak, saling memiliki pemahaman lain. Ye Tianli tidak mengelak nya. Begitu pula dengan gadis itu. Saling mengetahui informasi, ternyata cukup nyaman untuk berteman di masa depan.

__ADS_1


"Kenapa kamu memilih menyewa penginapan? Bukankah kamu memiliki rumah di ibukota?" Tanya gadis itu.


__ADS_2