Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Merawat Luka


__ADS_3

LI CHANG SU mencium bau darah yang kuat. Dan wajah pria itu menjadi pucat. Saat Li Chang Su memeriksa, ternyata panah itu mengenai punggung sebelah kanan. Panahnya mungkin tidak seperti umumnya, hanya kecil, tapi memiliki racun. Dia terkejut dan segera melakukan penanganan pertama.


Panah seperti ini hanya digunakan untuk membunuh lawan lebih cepat, lebih ringan dan tidak mudah dideteksi. Jika Mu Xianzhai tidak waspada, Li Chang Su masih bisa memblokirnya.


Tak berapa lama, para penjaga gelap sepertinya sedang bertarung di luar. Dan kegaduhan di malam pernikahan ini pun menjadi lebih panas lagi. Xuxu dan Xuyao mengetuk pintu dengan khawatir. Mereka tidak ingin keduanya mengalami kecelakaan.


"Kalian bantu yang lain. Ingatlah untuk berhati-hati. Temukan petunjuk jika ada," Li Chang Su tidak mungkin membiarkan mereka masuk di saat Mu Xianzhai seperti ini. Jika janda permaisuri tahu bahwa Mu Xianzhai terluka, mungkin akan menyalahkan kaisar.


"Tapi Putri ...," Xuxu yang sedikit gemetar pun tidak ingin pergi dan harus memastikan jika tuannya baik-baik saja.


"Tidak ada tapi. Kalian juga tahu seperti apa aku. Cepatlah dan bantu mereka. Aku percaya kemampuan kalian. Terutama Xuyao ...."


Di luar kamar, Xuyao terkejut dan memegang gagang pedang dengan erat. Sang putri percaya padanya untuk ini. Maka dia tidak bisa mengecewakannya. Setelah menyeret Xuxu pergi, keadaan di sekitar menjadi lebih sunyi.


Setelah mereka pergi, Li Chang Su pun sedikit menghela napas lega. Dia melihat Mu Xianzhai yang berwajah pucat akibat racun mulai menyebar di tubuhnya. Pria itu memegang lengannya dengan erat. Khawatir jika pembunuh bayaran itu akan menembakkan panah lainnya.


"Rileks kan tubuhmu. Aku harus mengeluarkan racun lebih dulu setelah mencabut panah. Ayo berbaring dan berbalik," katanya.


"Su'er ...," Pria itu tampaknya enggan.


"Jangan membuat masalah ini menjadi rumit. Jika kamu mati, apakah aku harus ikut mati atau menjadi janda?" Cibirnya.


Dia berkata sambil mengeluarkan banyak alat medis dari ruang artefak. He Ze juga muncul untuk membantu. Adapun kelinci mutasi, Li Chang Su sudah melemparkannya ke luar jendela dan memintanya untuk memantau. Dia percaya dengan kemampuan kelinci itu. Lalu He Ze nanti bisa menerjemahkan bahasa binatang untuknya.


Mu Xianzhai melakukan apa yang dikatakan Li Chang Su. Dia tidak bisa mati. Ini adalah hari pernikahannya dengan Li Chang Su. Seharusnya menjadi hari yang bahagia. Tapi siapa yang ini jika ingin akan menjadi malam pembunuhan.


Setelah menyelesaikan banyak gelombang selama beberapa hari terakhir, pembunuhan ini harusnya menjadi puncak. Rada sakit di punggung kanannya semakin terasa. Lalu dia samar-samar memperhatikan gadis itu mengeluarkan sesuatu yang bernama jarum suntik. Ada anestetik yang disuntikkan di sekitar punggung bagian kanan.


Setelah menunggu beberapa saat, Mu Xianzhai merasa jika rasa sakit itu perlahan mereda.


"Aku akan mencabut panahnya," kata Li Chang Su.


"Su'er, aku bisa menahan rasa sakit," pria itu mengambil napas dalam-dalam. Khawatir jika Li Chang Su akan tertekan untuk ini.


Siapa yang tahu bahwa setelah pria itu berkata, Li Chang Su malah tertawa ringan, "Jangan khawatir. Punggungmu sudah diberi anestesi. Tidak akan ada rasa sakit lagi nanti."


"...."

__ADS_1


Pria itu sepertinya ingat jika anestesi yang dimaksud pasti sama saat dia terluka oleh tembakan di bahu kanan. Awal mula bertemu Li Chang Su, luka di bahunya sangat berkesan. Sampai sekarang, bekas luka itu masih ada.


Li Chang Su mencabut panah itu dengan hati-hati. Dan darah segar keluar lebih banyak. He Ze menggunakan kemampuan kecilnya untuk menghentikan pendarahan. Lalu menaburkan bubuk khusus untuk menghentikan pendarahan tersebut.


He Ze yang memegang botol obat itu pun menghela napas dan menatap Mu Xianzhai dengan curiga, "Ya, Tuhan ... Pria macam apa kamu ini? Tidak takut sama sekali dengan kematian?" Omelnya.


"Kenapa takut? Sebagai seorang prajurit di medan tempur, sudah sewajarnya untuk mengorbankan hidup jika tidak ada cara lain."


Mu Xianzhai telah tahu bagaimana rasanya terkena panah. Tapi pasti di bagian kaki atau lengan. Jangan sekali untuk memilih cedera punggung. Itu karena pihak lain ingin dia cacat dan tidak lalu menginjak barak militernya. Sehingga berlomba-lomba untuk menghentikan masa kejayaannya.


Namun apakah Mu Xianzhai mendapatkan gelar Raja Perang ini hanya dengan mengandalkan kaisar? Tentu saja tidak. Dia memulainya dari nol.


Panah yang masih meninggalkan darah itu diletakkan di atas meja di samping tempat tidur. Mu Xianzhai memperhatikan panah pendek itu dan merasa cukup familiar dengan mata panah. Tapi saat ini dia tidak bisa mengonfirmasikan sesuatu di hatinya.


Li Chang Su dengan cekatan menjahit luka dengan baik. Lalu membalutnya lagi dengan kain kasa agar tidak menimbulkan gesekan. Setelah menyelesaikan semua itu, dia mengeluarkan sebuah pil khusus untuk mendetoks racun.


Intinya saat ini, Mu Xianzhai tidak bisa berbaring terlentang. Terpaksa tengkurap agar lukanya tidak terganggu lagi.


Li Chang Su masih menggunakan pakaian pernikahan. Meski baju lapisan luar sudah di lepas, dia masih terlihat begitu menggoda. Mu Xianzhai sangat berduka untuk ini. Istrinya sangat cantik. Malam pernikahan yang seharusnya bahagia menjadi begitu suram.


Menyingkirkan semua kotak medis, He Ze membawanya kembali ke ruang artefak. Mu Xianzhai mengambil duduk dan menstabilkan napasnya. Setelah racunnya dikeluarkan, wajahnya tidak terlalu pucat. Tapi tubuhnya masih lemah.


"Apakah ada dari mereka yang hidup?" Tanya Li Chang Su.


"Ya, kami berhasil mencegahnya untuk bunuh diri. Kini ada di ruang penahanan bawah tanah," kata penjaga gelap itu tetap berlutut dan menatap lantai. Mereka tidak akan memiliki keberanian untuk menatap keduanya.


Melihat bahwa penjaga gelap itu sangat baik, Mu Xianzhai juga dalam suasana hati yang cukup baik, "Kalian bisa pergi. Jangan sampai hal ini terjadi lagi. Pergilah ke Ye Tianli untuk memintanya meminjamkan penjaga rahasia lain. Raja ini membutuhkannya besok "


Setelah mendapatkan perintah, keduanya pergi dengan cepat. Mu Xianzhai sebenarnya juga memiliki penjaga rahasia. Namun hal ini jarang dikaitkan untuk pertarungan kecil. Karena pihak lain ingin mengacaukan segala kebahagiaan hari pernikahan, maka jangan salahkan dia untuk tidak peduli lagi dengan apapun.


Dia akui jika penjaga rahasia milik Ye Tianli lebih baik.


"Kenapa kamu meminjam penjaga rahasia Ye Tianli?" Tanya Li Chang Su penasaran.


"Itu karena dia memiliki kemampuan sehingga dipinjam olehku," jawabnya tanpa berpikir panjang. Walaupun dia tahu dalam hatinya. Tapi lupakan saja.


"...."

__ADS_1


Mu Xianzhai tidak bertanya lebih banyak. Dia pergi dengan kemarahan dan ingin membunuh orang. Malam ini juga, dia harus mengonfirmasi hal ini sehingga besok semuanya menjadi lebih jelas. Walaupun Li Chang Su ingin ikut dan menginterogasi mereka, Mu Xianzhai tidak mengizinkannya.


"Ini malam pernikahan kita. Sebelum besok, kamu tidak bisa keluar dari kamar pengantin. Su'er jangan khawatir. Masalah ini, pasti akan diselesaikan besok," dia meyakinkan.


"Oke, hati-hati dengan lukamu. Jangan bergerak terlalu berat," katanya.


"Aku mengerti," setelah itu, Mu Xianzhai mencium dahinya dan pergi meninggalkan ruang pengantin. Dia tidak tahu jika Li Chang Su sebenarnya agak kaku ketika mendapatkan ciuman di dahinya.


Di luar kamar, Xuxu dan Xuyao sudah menunggu. Ada kelinci mutasi di pelukan Xuxu. Keduanya diminta untuk menjaga sang putri selama Mu Xianzhai menginterogasi beberapa pembunuh bayaran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Istana Putra Mahkota ....


Mu Lizheng memecahkan cangkir teh. Dia marah pada laporan para penjaga gelapnya. Setelah pulang dari pernikahan Mu Xianzhai, dia sudah merencanakan segalanya dengan sempurna. Awalnya ingin memulai dari Li Chang Su, membuat gadis itu meninggal.


Dengan begitu, besoknya, ibukota akan gempar dengan kematian takdir gelang naga perak Mu Xianzhai. Dan dianggap sebagai kutukan langit. Setelah rumor itu mencapai telinga kaisar, pasti akan mengabaikan Mu Xianzhai. Atau setidaknya mengusir dia dari istana dan dihukum untuk terus berada di barak militer.


Semua rencana ini sudah dipersiapkan dengan matang selama beberapa hari terakhir. Dan juga merupakan rencana permaisuri.


Walaupun Rongyu berkata jika Li Chang Su tidaklah sederhana, tapi bagaimanapun juga masih seorang gadis yang belum keluar dari kabinet. Tidak mungkin memiliki pengalaman lain.


"Sampah!! Bahkan melakukan ini saja gagal? Apakah kalian kembali untuk pengampunan atau kematian?" Mu Lizheng berwajah merah. Ingin sekali membunuh mereka.


Tapi ini malam yang dingin. Mungkin saja orang lain sedang menguping dari kegelapan untuk mendapatkan informasi.


Para penjaga gelapnya sedikit gemetar dan berkata jika mereka bersiap menerima hukuman. Kegagalan ini bukan hanya memalukan, tapi juga menimbulkan banyak korban.


Tak berapa lama, seorang pelayan mengetuk pintu dengan hati-hati.


"Yang Mulia, Nona Rong sudah kembali," kata pelayan itu sangat profesional.


Mu Lizheng sedikit terkejut. Wanita itu kembali begitu cepat. Bukankah baru kemarin pulang dengan kondisi gila?


Walaupun enggan untuk menerimanya di Istana Putra Mahkota, dia mengusir penjaga gelap dan membiarkan wanita itu masuk.


Tanpa diduga, setelah Rongyu masuk, wajah pelayan yang mengantarnya berwajah pucat dan pergi untuk melanjutkan tugasnya. Saat Mu Lizheng melihat Rongyu, hatinya terkejut. Penampilan wanita itu, kini ....

__ADS_1


"Kamu ... Apakah kamu Rongyu?" Tanyanya kurang yakin.


__ADS_2