Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Tantangan Guan Shu


__ADS_3

KEDATANGAN Li Chang Su ke istana saat ini mengejutkan Permaisuri. Awalnya dia ingin mengundangnya tapi pihak lain sudah datang lebih awal.


Guan Shu juga penasaran dengan gadis bernama Li Chang Su ini. Dia mendengar orang-orang membicarakan betapa cantik dan gadis itu dan pangeran ketiga juga sangat tampan.


Permaisuri membiarkan kasim mengundangnya masuk.


Tak lama, seorang gadis berusia delapan belas tahun masuk, memakai gaun biru muda dan gaya rambut elegan. Wajahnya dioles bedak tipis, perona pipi dan juga lipstik merah ceri pucat yang segar.


Kedatangannya membuat Permaisuri terkejut. Lagi pula, dia sudah lama tidak melihat gadis itu sejak tiga tahun menjalani latihan di barak militer bersama Mu Xianzhai.


Tanpa diduga, gadis itu akan tumbuh cantik tanpa kecacatan sama sekali. Apakah dia masih manusia?


Sayangnya, Li Chang Su tidak berniat untuk memberi hormat pada Permaisuri atau pun Guan Shu.


"Status pangeran ketiga telah diketahui banyak orang termasuk oleh kaisar. Aku harap Permaisuri tidak keberatan jika putri ini tidak memberi salam," kata Li Chang Su sangat ramah dan bersahabat.


Tapi di mata Permaisuri, itu semacam penghinaan yang tak disengaja. Status Mu Xianzhai seperti kaisar di negara ini dan telah membawa kemuliaan. Belum lagi kini baru saja membantu dunia mengatasi binatang hitam mutasi, kondisinya berbeda.


Meski Permaisuri tidak bahagia di hatinya, dia tak meremehkan gadis itu. Senyumnya sedikit kaku namun masih mengangguk.


"Tidak ... Tidak apa-apa. Anak ketiga telah bekerja keras." Permaisuri menggertakkan giginya diam-diam.


Tunggu sampai putranya menjadi kaisar, gadis ini tak akan bisa lolos dari tangannya.


"Apa yang membuat Putri Xian datang ke sini? Seharusnya itu bukan untuk berbasa-basi dengan kami?" Guan Shu tidak pernah menganggap putri pada diri Li Chang Su. Dia memiliki kepercayaan tinggi pada kemampuannya.


"Nona Guan memang anak dari raja racun. Reputasi ini memang cocok," kata Li Chang Su hanya menggelengkan kepala.


"Kamu—" Guan Shu sepertinya menyadari ada sesuatu dalam kata-kata gadis itu.

__ADS_1


"Aku tidak salah. Kamu adalah anak raja racun dari Lembah Racun. Kudengar kamu suka bereksperimen dengan racun. Tidak tahu berapa banyak orang yang telah menjadi korban. Bahkan orang-orang istana tidak ada di mata Nona Guan," jelas Li Chang Su. Dia mencari tempat duduk sendiri tanpa memperhatikan bahwa ekspresi kedua wanita itu sedikit berubah.


"Apa maksud Putri Xian?" Guan Shu menyipitkan mata. Gadis itu tidak sesederhana kelihatannya. Sepertinya dia telah meremehkan pandangannya.


Melihat gelang naga emas di pergelangan tangan kiri gadis itu, Guan Shu merasa ada yang aneh. Gelang naga emas itu memancarkan aura yang mampu menekan racun di tubuhnya.


"Nona Guan harusnya lebih tahu apa yang aku maksud. Kaisar, pensiunan kaisar, ibu suri bahkan putri Mu Ying jika tidak luput dari sasaran Nona Guan untuk mencoba racun," kata Li Chang Su.


Guan Shu merasa ada sesuatu yang menyumbat tenggorokannya tapi tak bisa mengatakan sepatah kata pun. Bagaimana bisa Li Chang Su tahu jika kaisar dan keluarga istana lainnya telah diberi racun?


Bahkan Permaisuri sendiri tidak tahu tentang keracunan pensiunan kaisar atau pun ibu suri.


Namun Li Chang Su tidak berhenti sampai di situ saja. Dia berpura-pura hampir melupakan sesuatu dan menatap Permaisuri.


"Oh, tubuh Permaisuri juga sedang tidak baik saat ini. Racun apa yang diberikan oleh Nona Guan?" tanyanya.


"Jangan bicara omong kosong!" Guan Shu langsung menyelanya.


"Racun apa? Bagaimana mungkin tubuhku memiliki racun?" Permaisuri tidak mempercayai perkataan Li Chang Su.


Tubuhnya sehat-sehat saja, kecuali sedikit terlambat bangun pagi karena semalam tidur agak larut. Oleh karena itu, hari ini dia tak terlalu bersemangat.


Namun Li Chang Su berkata jika tubuhnya diracuni dan masih oleh Guan Shu. Dia tidak percaya. Tidak mungkin Guan Shu akan melakukan hal seperti itu padanya.


"Putri Xian sebaiknya jangan memprovokasi hubungan kami. Putri Xian juga tidak perlu khawatir. Setelah aku menjadi permaisuri berikutnya, Putri Xian bisa mendapatkan kemuliaan yang lain karena telah berkontribusi untuk menyelamatkan dunia dari binatang hitam mutasi," jelas Guan Shu segera mengalihkan perhatian.


Jangan sampai Permaisuri terpikirkan oleh masalah racun yang efeknya belum terlihat. Guan Shu tidak ingin rencananya gagal.


Untungnya Li Chang Su juga bekerja sama dengan kata-kata Guan Shu. Tapi senyumnya terlihat misterius dan main-main seolah sedang menunggu lelucon.

__ADS_1


Dia bangkit dari duduknya dan berniat untuk meninggalkan Istana Kekaisaran. Sayangnya, Guan Shu tidak membiarkan dia pergi melainkan menantangnya.


"Aku dengar jika kemampuan Putri Xian dalam mengobati orang sangat luar biasa. Seharusnya tidak sulit untuk menetralkan racun bukan?" tanya Guan Shu dengan pandangan menghina di bawah matanya.


"Oh, tentu saja. Apakah Nona Guan ingin membandingkannya dengan Putri ini. Putri ini juga bukan hanya pandai mengobati, tapi juga membunuh orang," kata Li Chang Su santai.


"Sombong!" Permaisuri tidak suka dengan kalimat terakhir Li Chang Su dan menatapnya penuh kebencian.


"Kenapa? Permaisuri tidak percaya? Sebagai seorang yang bisa menyembuhkan penyakit, tentu saja sangat mudah untuk memberikan kematian. Bukankah demikian Nona Guan?" Li Chang Su menatap Guan Shu yang masih berdiri agak canggung di dekat Permaisuri.


"Karena Nona Guan telah mengundang, Putri ini secara alami akan berpartisipasi. Apa yang ingin dibandingkan oleh Nona Guan? Ah, aku harap bukan untuk racun pengikis organ dalam." Li Chang Su berkata lagi dan mengangguk percaya diri.


"..." Guan Shu sedikit pucat.


Li Chang Su tahu tentang racun pengikis organ dalam. Masalahnya, racun itu diberikan pada Kaisar Mu dan Mu Ying. Untuk racun yang ada di tubuh Permaisuri, sedikit berbeda. Tapi efeknya tidak akan terlihat dalam beberapa hari saja.


Sayangnya, ini sudah hampir lima hari sejak racun yang dia tanam di tubuh Permaisuri mulai berefek. Tampaknya kemajuan racun yang dia buat masih lambat.


Guan Shu menatap Li Chang Su dengan kekejaman di balik senyum lembutnya. Dia mengepalkan kedua tangan di balik lengan bajunya yang lebar dan memiliki rencana di hatinya.


"Kalau begitu, mari kita bandingkan racun siapa yang lebih baik. Aku akan memberi Putri Xian racun dan kamu harus membuat penawarnya sendiri sebelum racun menyebar ke seluruh tubuh. Dan begitu pula denganku," usul Guan Shu.


Li Chang Su menaikkan sebelah alisnya dan mengangguk pada akhirnya. "Tidak masalah."


Gadis itu ingin tahu racun jenis apa yang akan dikeluarkan oleh Guan Shu.


Mereka pergi ke halaman yang lebih luas untuk mendapatkan udara segar. Permaisuri juga hadir sebagai saksi. Meski dia ingin membunuh Li Chang Su di sini dengan racun Guan Shu, tapi Mu Xianzhai sebagai raja perang bukan sesuatu yang bisa diprovokasi seenaknya.


Jika gadis itu hanya pulang dengan cedera kecil, Mu Xianzhai tidak akan terlalu mempermasalahkannya. Lagi pula, gadis itu juga menyetujui untuk membandingkan kemampuan racun dan penawar siapa yang lebih baik.

__ADS_1


Guan Shu dan Li Chang Su mengeluarkan racun andalan. Peraturan dalam membandingkan racun ini hanya satu, dosis tidak sampai membuat kematian. Paling tidak, efeknya hanya bisa membuat tubuh sakit tanpa mengundang kematian.


"Nona Guan, semoga beruntung," kata Li Chang Su langsung meletakkan sebuah pil hitam mencurigakan di atas meja.


__ADS_2