Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Awal Bencana (1)


__ADS_3

SEMENTARA ITU, Li Chang Su yang mendengar banyak kabar angin itu pun mengerutkan keningnya. Dia hanya duduk di kursi sambil membaca buku tentang ilmu tenaga dalam. Cuaca lebih mendung. Membuat hawa dingin lebih cepat naik. Dia bahkan terpaksa menggunakan jaket hangat agar tidak sakit lagi.


Sungguh menyedihkan jika dia sampai demam lagi seperti kemarin. He Ze juga akan mengomel tentang kondisi tubuhnya ini. Bukankah dia akan dikatakan 'lemah' lagi saat jatuh sakit?


Padahal, sakit itu adalah manusiawi. Tupai putih itu mana tahu tentang hak asasi manusia yang dia maksud. Karena He Ze adalah binatang.


Setelah malas untuk mempelajari apa yang ada di buku ini, Li Chang Su hanya merenung. Menurut pengamatannya tentang dunia ini, ternyata cukup mengejutkan.


Binatang mutasi bisa ditemukan di luar benteng perbatasan. Segala jenis dan ukuran ada. Yang paling mengerikan adalah binatang mutasi kecil, beracun atau yang pandai menyelinap.


Seperti kalajengking mutasi. Mungkin ada juga ular atau semacamnya yang bermutasi menjadi binatang mengerikan, tak berbentuk atau gila. Karena itu, pasukan pemburu dibentuk untuk membasmi makhluk-makhluk itu. Menurut He Ze, dulu tidak separah ini.


Sepanjang tahun, jumlah binatang mutasi bertambah. Memakan banyak korban. Dengan begitu, berarti ada sumber dari mana mereka bisa menjadi seperti itu. Tidak mungkin muncul begitu saja. Kecuali, jika mereka memiliki keturunan berkali-kali lipat lebih cepat daripada waktu yang dibutuhkan.


"Apa yang kamu pikirkan?"


He Ze muncul di bahu gadis itu, juga memandangi langit mendung. Perasaannya cukup aneh.


"Sepertinya bencana akan datang tak lama lagi."


"Ini memang aneh," tupai putih itu mengangguk.


Li Chang Su mengelus gelang naga perak, tidak banyak bicara. Dia hanya ingin menyelesaikan beberapa hal di ibukota, lalu pergi ke hutan untuk mencari tahu, apa saja yang dapat dia temukan. Meski satu tahun dia berkultivasi dan mempelajari sedikit tentang Negara Bingshui, dia belum terjun secara bebas ke hutan.


Hari ini, harus memeriksa berita dari Ye Tianli lebih dulu.


Malam harinya, hawa sangat dingin. Semua orang tidak berani keluar rumah, memilih untuk menghangatkan diri di dekat perapian bersama keluarga. Li Chang Su sendiri memiliki anglo yang disiapkan oleh pelayan dari Istana Raja Perang. Mereka menyarankannya agar tidak keluar malam ini. Cuaca sedang buruk.


Menurut penuturan para pelayan yang telah berada di Istana Raja Perang cukup lama, sepanjang tahun di musim dingin, salju turun lebih lebat. Belum lagi serpihan es kadang membekukan beberapa tempat. Hingga orang-orang yang ingin beraktivitas pun harus memakai pakaian lebih tebal.


Air sulit didapat akibat bekuan yang dihasilkan. Jadi semua orang harus menghangat air lebih dulu untuk keperluan. Beberapa korban meninggal akibat kedinginan ini telah bertambah sepanjang tahun. Dipertengahan musim dingin, kadang hujan es melanda di semua negara.


Jika seperti itu, para binatang mutasi akan muncul dan mencoba untuk menghancurkan apa saja yang dilewatinya. Li Chang Su sudah menduga jika ini semua ada hubungannya dengan ledakan racun yang mengakibatkan binatang bermutasi.


Tapi di mana salahnya?


Atau, apa yang terkandung dalam ledakan racun itu hingga menyebabkan pergantian cuaca yang ekstrim sepanjang tahun?

__ADS_1


Saat malam semakin larut, Li Chang Su memilih untuk beristirahat lebih awal. Dia terlalu lelah hari ini. Buang saja semua informasi yang baru saja dia dapat. Baru saja memejamkan mata, teriakan pelayan tiba-tiba membuatnya segar. Dia bangun dan memakai sandal rumah berbulunya, lalu ke luar kamar.


Teriakan itu cukup mengejutkan dan agak ngeri. Dia berlari kecil dan menuju ke arah suara. Ternyata seorang pelayan jatuh terduduk di lantai kayu yang dingin, tubuhnya menggigil. Ketika melihat Li Chang Su datang, pelayan itu hanya memintanya pergi dengan cepat.


"Ada apa sebenarnya?"


Dia mengerutkan kening dan melihat ke sisi yang lebih gelap. Menggunakan kemampuan mata dewa untuk mengetahui apa yang ada di kegelapan.


Li Chang Su menyipitkan matanya. Namun sebelum benar-benar mengetahui apa yang dia lihat, sebuah bayangan hitam dengan cepat menuju ke arahnya. Pelayan yang terduduk di lantai kayu itu berteriak kaget dan sedikit takut. Sebagai pelayan yang ditugaskan Mu Xianzhai untuk Li Chang Su, tentu keselamatan gadis itu yang utama.


Li Chang Su mengeluarkan belati dari ruang artefak dan menangkis bayangan hitam yamg menuju ke arahnya. Terpaksa mundur beberapa langkah dan waspada.


Rupanya, seorang pelayan sudah mati tak jauh dari keberadaan rekannya yang kini terduduk di lantai. Li Chang Su bisa memastikan jika sesuatu yang menyerangnya di kegelapan merupakan binatang mutasi yang memiliki ekor panjang.


Tapi makhluk apa?


Dia mundur lagi dan meminta pelayan itu untuk menjauh. Belum lagi, dia mendengar jeritan lainnya di berbagai tempat. Sepertinya binatang mutasi ini tidak hanya satu. Li Chang Su menggertakkan giginya, membuang belati, lalu mengeluarkan katana. Hanya pedang ini yang mampu dia genggam saat ini.


Makhluk yang ada di kegelapan itu mengeluarkan bunyi nyaring yang mengerikan. Lalu perlahan-lahan muncul. Bayangannya semakin jelas ketika lentera yang tergantung di beberapa titik dinding penginapan itu memantulkan sosoknya.


Seekor kucing setinggi satu meter dengan bulu hitam dan mata merah menyala. Makhluk itu memiliki dua ekor dengan ujungnya yang menyerupai tombak. Jelas sekali deretan gigi tajam dan dua taring di rahang atasnya terlihat, membuat siapapun akan berpikir jika makhluk ini sangat ganas.


Belum lagi sifatnya seperti singa atau harimau, tapi ekornya hampir mirip dengan kalajengking.


Ini ... Tidak masuk akal.


"Apa yang kamu tunggu? Cepat pergi!" Li Chang Su melirik gadis pelayan yang tadi jatuh terduduk kini ada tak jauh di belakangnya, gemetar. Tapi tidak mau pergi.


"Nona, kami diperintahkan untuk melindungi Nona. Kami tidak bisa pergi. Raja akan menghukum mati kami," pelayan itu menjawab dengan gemetar. Beberapa pelayan lainnya juga berkumpul untuk berjuang.


"Bodoh! Kalian akan mati jika tetap di sini. Aku masih bisa mengatasinya. Cepatlah pergi!"


"Tidak. Kami lebih baik mati di medan perang daripada di tangan Raja Xian!"


"....," Li Chang Su benar-benar tidak tahu apa yang merasuki para pelayan ini.


Mereka pergi ke salah satu ruangan dan kembali dengan memegang pedang. Ekspresi para pelayan itu kini tidak lagi lembut atau anggun, tapi penuh tekad dan terlihat berpengalaman.

__ADS_1


Mereka semua adalah pelayan yang dibina oleh bawahan Mu Xianzhai. Tidak akan sia-sia. Bagi Mu Xianzhai, pengikutnya yang lemah hanya bisa mati. Jika ingin bertahan, jadilah kuat.


Para pelayan ini sekilas hanya seorang gadis yang mungkin hampir seusia dengan Li Chang Su, tapi memegang pedang dan siap bertarung, adalah sesuatu yang langka di matanya. Di mana sifat pelayan yang menurutnya lemah lembut dan sopan?


"Nona, biarkan kami bertarung untuk mati!" Teriak salah satu dari mereka, penuh percaya diri.


Tapi pelayan yang ada di sampingnya pun menyenggol. Membuat yang disenggol itu jatuh ke samping dan hampir menabrak dinding.


"Tidak! Nona, kami siap bertarung untuk menang!"


Sepertinya, kalimat ini baru benar.


"...," Li Chang Su masih belum mencerna semua ini dan menatap mereka dengan keheranan. Entah kenapa, dia begitu polos menyingkirkan diri ke samping, mempersilakan mereka untuk bertarung.


Kucing hitam yang bermutasi itu menggeram, membuat bulu kuduk merinding. Tapi para pelayan yang memegang pedang itu maju tanpa takut dan menghunuskan pedang. Sementara kucing hitam yang bermutasi itu cukup kewalahan dengan aksi mereka. Lalu menggunakan ekor untuk menyerang.


Sayangnya, salah satu pelayan datang dan menangkis dengan penuh semangat. Dan kebisingan pun terjadi. Kenapa Li Chang Su merasa jika ini bukan pertarungan, melainkan permainan di antara para gadis?


"...."


Bertarung, menggerakkan tubuh, menghunuskan pedang mungkin biasa. Tapi, bisakah mereka tidak berteriak seolah-olah baru saja menghadapi sesuatu yang menggelikan. Di hadapan mereka saat ini adalah binatang mutasi, seekor kucing. Makhluk itu bukan binatang kecil bodoh seperti He Ze.


Saat seorang pelayan jatuh terduduk dan pedangnya terlempar ke sisi lain, dia berteriak ngeri.


"Jangan makan aku, jangan makan aku. Aku belum mau mati! Nona, tolong .... Ahh!!" Pelayan itu hanya memejamkan mata sambil mengangkat tangan. Sangat menyedihkan. Belum lagi cuaca yang dingin membuat salju beku agak keras. Pelayan itu merasakan jika pantatnya sakit.


Rekan setianya yang masih bisa bertarung pun mencibir, "Tadi kamu sangat percaya diri akan mati saat bertarung. Sekarang apa? Menarik kata-kata mu kembali?


"Itu hanya penyemangat. Bagaimana bisa menjadi bayangan yang nyata! Xuyao, kamu kejam!" Pelayan bernama Xuxu itu memasang ekspresi memelas.


Xuyao lebih berani daripada rekan satu kerjanya, Xuxu. Kadang keduanya memiliki kedekatan dengan beberapa lelucon. Pelayan lainnya hanya geleng-geleng kepala ketika memperhatikan mereka berulah lagi.


Li Chang Su ingin berteriak dan membiarkan mereka fokus pada makhluk itu. Pada saat yang bersamaan, kucing hitam yang bermutasi itu menggunakan ekor panjangnya lagi untuk mebunuh.


Xuxu dan Xuyao memisahkan diri cukup berjauhan demi menghindari serangan itu. Xuxu berlari mengambil pedangnya dan membantu Xuyao untuk membunuh.


Li Chang Su masih menunggu dari samping. Xuxu dan Xuyao ini sebenarnya memiliki hubungan sahabat yang dalam. Xuxu terlihat lebih lembut dan lemah. Rambutnya diikat dengan gaya gelungan kecil yang indah. Ini gaya rambut semua pelayan, pasti sama. Sementara Xuyao ini memiliki sedikit otot. Matanya dipenuhi dengan keseriusan dan tidak ada rasa takut.

__ADS_1


Jika disimpulkan, keduanya bisa seni bela diri, tapi jarang untuk diminta bertarung seperti ini. Dia bersandar pada salah satu pilar sambil melipat kedua tangan di dada.


Mu Xianzhai benar-benar tidak akan merawat bawahan yang tidak berguna. Pelayan saja bahkan harus memiliki seni bela diri ....


__ADS_2