Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Jangan Menggoda, Cepat Tidur


__ADS_3

LI CHANG SU MENGGUNAKAN kemampuan mata dewanya untuk melihat apa yang ada di balik semak-semak. Memang ada bayangan putih, bergerak sedikit demi sedikit namun tidak berniat menampakkan diri. Sebelum penjaga gelap memeriksa apa yang ada di sana, Li Chang Su sudah menebaknya secara kasar.


Itu seperti hewan berkaki empat, berbulu putih dan hitam, gemuk dan agak ... menggemaskan?


"..." Li Chang Su tidak tahu harus menggambarkan binatang ini dengan nama ... panda?


Panda putih mutasi bersembunyi di balik semak-semak seraya menggigit bambu muda, memperhatikan api yang dibuat manusia. Para binatang putih mutasi lainnya, manusia ini tidak jahat, tapi jangan memprovokasi. Lagi pula, dia bukan panda jahat. Hanya tertarik dengan ayam panggang yang sangat harum.


Bisakah dia memintanya?


Panda putih mutasi itu tidak tahu jika dua penjaga gelap diam-diam mendekati untuk menangkap sosok putih tersebut. Ketika keduanya muncul sambil menebas semak-semak, panda putih mutasi itu berteriak kaget seraya mundur sedikit dan melihat pedang panjang hampir menggores perutnya.


Semak tinggi dipotong dengan rapi dan seekor panda putih mutasi raksasa langsung pingsan karena terlalu terkejut.


"..." Dua penjaga gelap agak canggung.


"Panda ini benar-benar penakut," kata Li Chang Su juga tidak menyangka jika panda putih mutasi tersebut akan berteriak dan pingsan setelah melihat pedang menebas semak tinggi.


"..." Siapa tahu itu adalah panda, pikir mereka, kecuali Mu Xianzhai.


Akhirnya, panda putih mutasi itu diseret ke dapat api unggun. Ukurannya yang besar membuat dua penjaga gelap Mu Xianzhai sedikit terengah-engah. Panda putih mutasi ini benar-benar berat, makannya hanya bambu tapi kenapa beratnya seperti batu raksasa.


"Kenapa panda ini di sana? Mungkinkah ingin mencuri makanan kita?" tanya Lict curiga, melihat panda yang masih pingsan.


"Bodoh!" Kelinci putih mutasi mendengus. "Para binatang mutasi bisa makan daging. Tak terkecuali panda dan aku!"


"..." Aku benar-benar hampir melupakannya, pikir Lict lagi-lagi tidak berdaya.

__ADS_1


Panda putih mutasi itu memiliki bagian bulu hitam yang khas, termasuk di lingkaran mata. Lebih besar daripada beruang dan juga sedikit lebih gemuk. Hidup panda tersebut sepertinya lebih nyaman selama ini. Sungguh kebetulan kelompok Li Chang Su yang sedang beristirahat malam ini bertemu panda putih mutasi.


Tak lama kemudian, panda putih mutasi itu terbangun oleh aroma daging panggang yang harum. Tubuhnya hangat karena dekat dengan sumber api. Sumber api ... Ketika panda putih mutasi memikirkannya, secara refleks langsung terkejut. Apakah manusia-manusia tadi mencoba untuk memanggangnya juga?


Melihat panda putih mutasi itu bangun dan berteriak kaget, semua orang menatapnyadengan kebingung.


"..." Panda putih mutasi sedikit malu.


"Kenapa kamu sembunyi?" tanya Li Chang Su santai seraya memakan daging ayam panggang yang telah matang. Mu Xianzhai membantunya untuk meniup makanan yang masih panas.


"Aku? Sembunyi?" Panda putih mutasi sedikit gugup hingga pikirannya agak terhenti untuk beberapa saat. "Ah!! Siapa yang sembunyi? Jelas ini wilayahku!" ralatnya.


Ketika melihat Mu Xianzhai, binatang pemakan bambu muda itu merinding di sekujur tubuhnya. Auranya benar-benar mengerikan. Benar-benar seorang raja perang. Panda putih mutasi sulit untuk menelan sesuatu dan ngiler dengan makanan yang ada di depannya.


"Makanlah," kata Li Chang Su.


"Woahhh! Daging, daging!" Panda putih mutasi itu sangat bersemangat hingga languang mengambil daging ayam panggang bagiannya.


Mu Xianzhai tidak peduli dan melayani istrinya dengan baik. Jangan sampai minyak alami dari ayam panggang mengotori sudut bibir istrinya. Makan malam kali ini sedikit lebih tenang daripada di masa lalu.


Setelah makan malam selesai, panda putih mutasi juga menyelesaikan gigitan terakhir. Ini daging panggang paling enak yang pernah dia rasakan. Para binatang putih mutasi lainnya pasti akan iri setelah dia pamer nanti.


"Manusia, aku tidak jahat. Aku hanya penasaran dengan bau harum makanan kalian. Jadi ... Mengintip saja," ungkap panda putih mutasi itu jujur, seolah-olah disuap oleh makanan enak.


"Jika kamu jahat, kami sudah mengulitimu sejak awal,"kata Lict polos. Kelinci putih mutasi yang ada di sampingnya hanya mendengus dengan hidup berkedut ringan.


"..." Kalian sangat jahat, pikir panda itu.

__ADS_1


Untungnya panda putih mutasi tidak terlalu memperhatikan masalah ini. "Omong-omong, apakah kalian akan pergi ke perbatasan?" tanyanya.


"Ke barak militer," jawab Li Chang Su.


"Oh, tempatnya para prajurit ternyata," gumam panda putih mutasi. "Hei, apakah para binatang mutasi yang jahat itu dikalahkan?"


Sejak gempa terjadi dan naga perak muncul untuk melindungi negara ini, panda putih mutasi serta yang lainnya telah mengamati dari kegelapan,lalu membantu manusia untuk menghalau beberapa masalah. Untungnya bantuan elang gunung mutasi datang sehingga tidak terlalu merepotkan.


Dia tahu jika pria bertopeng perak di samping Li Chang Su adalah raja perang yang paling ditakuti oleh musuh. Selain itu juga merupakan pewaris gelang naga perak sejati. Meski panda putih mutasi tidak terlalu takut, namun jejak spiritual di tubuh pria itu benar-benar membuatnya tak berani untuk mendekat.


Tidak heran para binatang putih mutasi yang sempat datang ke barak militer sebelumnya berkata jika Mu Xianzhai adalah penjahat asli. Hanya dengan melihatnya saja sudah cukup membuat siapapun enggan.


"Untuk saat ini tidak ada bahaya lain," kata Li Chang Su pelan. "Setidaknya tidak akan terlalu merajalela," imbuhnya.


Panda putih mutasi sebenarnya cukup malas untuk melakukan sesuatu dan lebih suka duduk santai sambil makan bambu muda. Sesekali dia akan berburu hewan biasa untuk dijadikan makanan pelengkap. Tapi malam ini, daging panggang gadis itu sangat enak.


Karena orang yang menempati wilayahnya adalah raja perang, panda putih mutasi tidak terlalu agresif. Dia segera pamit untuk kembali ke tempatnya dan membiarkan para manusia itu beristirahat.


Setelah panda itu pergi, Li Chang Su juga beristirahat di dalam kereta. Mu Xianzhai menyusulnya dan meminta kelinci putih mutasi untuk berjaga. Adapun Lict—dia lebih suka tidur di dekat api unggun, lebih hangat dan menantang alam liar.


Di dalam kereta, Li Chang Su sudah menata bantal dan selimut, mencari posisi nyaman untuk berbaring.


"Su'er," bisik Mu Xianzhai segera memeluknya. Rambut hitam panjangnya segera berubah menjadi putih keperakan.


"Ada apa? Jangan menggoda, cepat tidur." Li Chang Su mencibir tapi tak mampu melepaskan diri dari pelukan pria itu. "Ada apa denganmu?" tanyanya pelan.


Jangan sampai insiden kereta bergoyang terjadi lagi! Jika pria tak tahu malu ini berani melakukan sesuatu yang tidak-tidak, dia akan—

__ADS_1


Belum sempat Li Chang Su menyelesaikan pikirannya, rasa sakit itu menembus lehernya. "Ah!" Dia hampir saja berteriak kaget dan segera menutup mulutnya.


Dengan menggertakkan gigi, Li Chang Su tak bisa menahan diri untuk meringis. "Xian Xian, kenapa kamu menggigitku?"


__ADS_2