Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Istri Bupati, Yan Shi


__ADS_3

DI RUANG utama Istana Bupati.


Li Chang Su dan Mu Xianzhai bertemu dengan Mu Yishu yang duduk di salah kursi yang dilapisi dengan bantal duduk dan juga berlapis bulu rubah yang dijahit menjadi pelindung kursi. Di sisi. Saat melihat keduanya datang, Mu Yishu tersenyum dan bangkit menyambut mereka.


“Saudara Ketiga, Putri Xian,” sapanya. “Akhirnya kalian datang.”


Li Chang Su hanya mengikuti Mu Xianzhai dan dia tidak terlalu cuek. Ia membalas kata-kata Mu Yishu dengan sopan dan mereka pun duduk untuk membicarakan beberapa hal. Mu Yishu juga tahu jika kucing putihnya telah pergi dengan He Ze untuk melakukan sesuatu.


Mereka sempat membahas tentang rencana Li Chang Su tadi malam dan Mu Yishu akan mendukung sepenuhnya. Lagi pula saat ini, Li Chang Su dalam bahaya dan bisa saja Mu Lizheng merencanakan sesuatu yang lebih kejam lagi.


Namun di tengah pembicaraan, pelayan datang dengan sopan dan berkata jika sang putri ingin melihat Li Chang Su. Karena usia kandungan istri Mu Yishu sudah memasuki bulan kelahiran, maka hanya bisa bersantai di ruangannya.


"Shi'er pasti senang saat melihatnya." Mu Yishu tanpa sadar melembutkan nada bicaranya saat mengingat wajah istrinya yang selalu tersenyum. Dia melirik pelayan yang melaporkan berita tersebut. "Antar Putri Xian ke sana. Raja ini akan menyusul nanti."


"Ya, Yang Mulia ..." Gadis pelayan yang masih terlihat muda itu sedikit membungkuk dan tak berani untuk menatap majikannya. "Putri, mari ..." Dia melirik Li Chang Su dengan sopan dan tersenyum datar.


Li Chang Su mengangguk dan pergi setelah menatap Mu Xianzhai sebentar. Dia sangat penasaran dengan istri Mu Yishu ini yang dikatakan telah memiliki anak di usia yang begitu muda. Dia sendiri bahkan tak berani untuk memikirkan seorang anak di usia lima belas tahun. Terlalu muda!


Dia diantar ke sebuah halaman dengan luas dengan pintu yang khas. Tembok tinggi beratap serta ukiran pada pintu terlihat lebih unik lagi. Sepertinya, Mu Yishu sangat mencintai istrinya hingga menyiapkan banyak hal untuk memanjakan mata.

__ADS_1


Pelayan pun dengan sopan menjelaskan tentang tata letak taman dan halaman lalu mengatakan apa saja yang disukai oleh istri Mu Yishu. Omong-omong tentang ini, istri pangeran pertama bernama Yan Shi, putri bangsawan dari rumah besar perdana menteri Yan. Ayahnya masih merupakan sarjana yang berpendidikan dan penuh pengalaman sehingga kaisar juga menghargainya dengan baik.


Uniknya lagi, keluarga Yan memegang prinsip pria yang hanya bisa memiliki satu istri, tanpa selir atau istri tambahan. Sehingga, Yan Shi saat ini bisa dikatakan sebagai putri kesayangan keluarga mereka dari rumah tangga kamar pertama.


Li Chang Su bisa memahami ini. Di zaman kuno, aturan keluarga masih sangat kental. Belum lagi halaman sebuah rumah keluarga besar saja, mungkin sudah tidak bisa lagi dijumpai di zaman modern. Jadi, jika ada tiga anak laki-laki dalam keluarga dan mereka memiliki istri, pasti akan memiliki halamannya sendiri.


Li Chang Su hanya bisa menghela napas. Benar-benar tiran di zaman kuno. Memilih halaman sendiri saja sudah seperti memiliki rumah pribadi. Hanya saja yang membedakan, semua makanan akan dibuat dari dapur utama karena tidak semua halaman memiliki dapur pribadi.


Ini juga merupakan bentuk kekeluargaan yang tetap terjalin harmonis. Semua anggota keluarga masih bisa saling berhubungan bahkan jika itu beda halaman. Konon kepolosan seorang gadis kamar kerja bisa rusak jika ada pria asing memasuki halaman pribadinya.


Memikirkan ini saja, Li Chang akhirnya ingat kenapa di Istana Raja Perang, ada banyak halaman kosong yang dibatasi oleh benteng yang kokoh. Ternyata tempat-tempat itu disediakan untuk pemiliknya sebagai halaman tempat tinggal selir atau tamu lainnya. Sungguh tidak terduga.


Mu Xianzhai juga berkata jika istana yang diberikan oleh kekaisaran tidak bisa diubah bentuknya ketika dilakukan renovasi. Ini merupakan aturan yang telah ditetapkan. Jadi jika ingin membangun ruangan lain sesuka hati, maka hanya bisa berdampingan dengan bangunan utama istananya.


Tak berapa lama, pelayan dan pelayan tiba di ruang tamu di mana beberapa pelayan juga ada untuk membantu sang putri melakukan sesuatu.


"Putri Yi ... Saya telah mengantar Putri Xian," kata pelayan yang mengantar Li Chang Su.


"Baiklah. Kalian tunggu di luar." Seorang wanita bergaun putri hanya melambaikan tangan pada para pelayannya—meminta mereka untuk pergi. Dia mengelus perutnya yang bulat, jelas hamil tua.

__ADS_1


Para pelayan pun mematuhi perintah dan segera meninggalkan ruangan dengan sikap sopan. Lalu kini hanya menyisakan Li Chang Su dan Yan Shi. Untuk kali pertamanya Li Chang melihat sosok Yan Shi dengan jelas. Wanita yang diperkirakan berusia dua puluh satu tahunan itu memiliki rambut hitam panjang yang tergerai. Tubuhnya agak gemuk karena kehamilan serta memiliki perut buncit.


Selain itu, sosoknya juga cantik. Tidak heran Mu Yishu memiliki nada yang lembut saat membahas tentang istrinya ini. Benar-benar kecantikan yang tak kalah dari para putri lainnya.


Sebelum Li Chang Su berpikir lebih jauh lagi, Yan Shi sudah berkata, "Putri Xian ... tolong duduk. Perutku tidak nyaman untuk berdiri dan menyambutmu di pintu. Tolong memaafkan."


Yan Shi masih harus memiliki beberapa poin hormat untuk Li Chang Su karena bagaimanapun juga, gadis di depannya ini adalah tuan dari gelang naga perak sejati. Secara alami, Yan Shi ini seperti tuan kloningan dari naga perak.


"Ah, tidak masalah. Senang bertemu denganmu Putri Yi." Li Chang Su tersenyum dan dengan senang hati duduk di seberangnya.


Ada aroma dupa menenangkan yang dari pojok ruangan. Ternyata ada meja kecil dengan vas bunga yang cantik. Di sanalah dupa terbakar perlahan dan menguatkan aroma yang menenangkan. Yan Shi bercerita jika dia sedikit kesulitan untuk tidur sehingga ada beberapa dupa yang telah dibakar selama beberapa tahun terakhir.


"Putri Xian sopan," kata Yan Shi. "Aku harap ini tidak mengganggu aktivitas di Istana Raja Perang."


Li Chang Su duduk dan  menyajikannya teh untuk dirinya sendiri. "Tidak masalah."


Ternyata, Yan Shi juga memakai gelang naga perak yang memiliki ukuran dan warna yang sama. Kemungkinan besar juga memiliki ruang artefak. Meski begitu, keduanya mengambil topik lain untuk dibicarakan.


"Putri Yi benar-benar kecantikan yang luar biasa. Kini telah mengandung anak ketiga, sungguh diberkahi." Li Chang Su memuji, membuat Yan Shi memerah karena malu. "Awalnya aku sudah memutuskan untuk datang ke sini beberapa hari sebelumnya, hanya terkendali oleh beberapa masalah di rumah. Aku harap Putri Yi tidak merasa kecewa."

__ADS_1


"Itu tidak masalah." Yan Shi mengelus perut buncitnya seraya makan semangka dingin yang telah disiapkan. “Aku harap kucing putih itu tidak membuat masalah bagi He Ze,” imbuhnya.


“Ah … omong-omong tentang kucing itu … Apakah pernah bercerita tentang masa lalunya?” Li Chang Su sangat penasaran dengan hubungan Mao Mao dengan He Ze.


__ADS_2