
MU HONGZHI tidak menunggu jawaban dari ulat hitam mutasi itu dan langsung maju sambil mengayunkan pedang. Ular hitam mutasi raksasa mengira jika Mu Hongzhi hendak menggores kulitnya. Tapi dia salah. Manusia itu mengincar ekornya.
Ular hitam mutasi segera menjadi lebih agresif. Para dewa juga tahu bahwa ekor dari ular mutasi adalah senjata rahasia yang memiliki racun. Jika itu dipotong, dia tentu saja tak bisa mengubah dirinya menjadi manusia. Jadi ular hitam mutasi segera menghalangi Mu Hongzhi dengan segala cara.
"Manusia yang licik!" desisnya.
"Dasar binatang hitam! Itu jelek!" ejek Mu Hongzhi sama sekali tidak terburu-buru. Dari mana dia tahu kelemahan ular hitam mutasi ini adalah ekor, mungkin hanya Tuhan yang tahu.
"..." Apakah itu jelek? Pikir ular hitam mutasi merasa tidak nyaman. Dia sangat tampak saat menjadi manusia. Di mana itu jelek?!
Makhluk melata itu akhirnya berbalik dan mengejar Mu Hongzhi. Dengan kemampuan mengikat aura para binatang mutasi, ular hitam mutasi itu pun menggunakan beberapa binatang mutasi yang ada di sekitarnya untuk memblokir Mu Hongzhi. Lalu dia berubah menjadi manusia.
Mu Hongzhi yang kesal tidak terbawa oleh emosi dan dia hanya mengayunkan pedangnya untuk membersihkan mereka. Malam yang gelap disinari oleh cahaya remang-remang dari beberapa obor dan juga lentera yang ada di sekitar.
Pertarungan Mu Hongzhi dan jelmaan ular hitam mutasi itu berlangsung sengit. Lebih tepatnya, Mu Hongzhi terlihat sedang bermain-main.
"Apakah kamu sengaja mengulur waktu?" tanya pria jelmaan ular hitam mutasi kesal.
"Mengulur waktu untuk apa? Aku tidak punya sesuatu untuk dilakukan. Bukankah justru kalian yang sengaja mengulur waktu untuk berurusan dengan Li Chang Su, sepupu ipar ku?" Mu Hongzhi tersenyum penuh arti.
Tapi di mata pria jelmaan ular hitam mutasi, senyumnya merupakan provokasi. Tidak peduli jika pihak lain tahu, namun malam ini semuanya harus berjalan sesuai rencana. Tiba-tiba saja pria jelmaan ular hitam mutasi itu mundur dan memperhatikan sekitar. Lalu berjongkok untuk mengambil sesuatu.
Ternyata seekor ular hitam kecil melata ke lengannya, mengeluarkan desisan lembut. Pria jelmaan ular hitam itu memperhatikan Mu Hongzhi yang bersantai di seberangnya dan menggertakkan gigi. Sungguh manusia yang penuh kebencian!
Dia mendengarkan apa yang dikatakan ular hitam kecil, seketika kemarahannya memuncak. Dia membuang ular hitam kecil itu.
__ADS_1
"Tidak mungkin! Tidak Mungkin dia mati! sangkalnya merasa tidak berdaya.
Wanita jelmaan ular hitam adalah rekannya dan keduanya tumbuh bersama dari saat masih ular biasa hingga menjadi binatang mutasi tingkat dewa. Dan kini wanita jelmaan ular hitam itu meninggal dalam ledakan ruang bawah tanah di Istana Putra Mahkota.
Lelucon ini tidak lucu!
Bukankah wanita jelmaan ular hitam mutasi itu datang ke Istana Raja Perang untuk menculik Li Chang Su, membawanya ke Istana Putra Mahkota untuk diambil darahnya. Bagaimana bisa ada ledakan?
Tidak menerima temannya mati begitu saja, pria jelmaan ular hitam mutasi itu berteriak marah ke langit dan seketika kekuatan di tubuhnya melonjak tajam.
Mu Hongzhi menyipitkan matanya. Mungkin sesuatu telah merangsangnya hingga ke titik tertentu. Mungkinkah rekan seperjuangannya itu mati?
Memikirkan ini, Mu Hongzhi tidak mengatakan apapun dan menunggu pria jelmaan ular hitam mengambil tindakan.
"Kalian para manusia sungguh hina! Berani membunuh rekanku!" geram pria jelmaan ular hitam mutasi itu seraya menatap Mu Hongzhi dengan iris mata merah darah. Dia sangat marah.
Pria jelmaan ular hitam mutasi itu melompat dan mengayunkan cakar ke arah Mu Hongzhi. Pria itu menghindar dengan baik tapi pakaiannya sedikit tergores oleh cakar runcing berwarna hitam.
Geraman pria jelmaan ular hitam mutasi itu sepertinya telah dibutakan oleh kemarahan hingga kerusakan di sekitar semakin bertambah. Mu Hongzhi tidak akan membiarkan makhluk ini menghancurkan tempat tersebut.
"Sungguh merepotkan. Sepertinya ini lebih kuat daripada serigala mutasi tingkat dewa di Hutan Putih waktu itu," gumam Mu Hongzhi langsung berhati-hati.
Kuda putih mutasi yang melihat kemarahan pria jelmaan ular hitam mutasi itu pun hampir saja meringkik keras.
"Oh, bagaimana ini bisa terjadi? Manusia, apakah kamu membuatnya marah?" tuduh kuda putih mutasi seraya menendang binatang mutasi tingkat kegelapan di belakangnya.
__ADS_1
"Tentu saja bukan. Itu karena temannya baru saja meninggal di Istana Putra Mahkota," jawab Mu Hongzhi, sudut mulutnya sedikit berkedut.
Kuda putih mutasi ini selalu jcara seenaknya saja tanpa berpikir apakah dia mslaluakniatau tidak. Namun melihat kuda putih itu menghajar para binatang mutasi kegelapan dengan kaki dan ekor, Mu Hongzhi menghela napas lega. Dia menaikkan sebelah alisnya.
"Huh, ini bukan masalah utamanya."
"..." Kuda putih mutasi yang tidak mendapatkan jawaban yang diinginkan pun hanya bisa mendengus diam-diam.
Pria jelmaan ular hitam mutasi memberikan serangan bertubi-tubi pada Mu Hongzhi hingga tanah di sekitarnya retak dan mengeluarkan asap hitam yang beracun. Tentu saja kemarahan binatang mutasi kegelapan tingkat dewa bukan sekadar kemarahan biasa. Para prajurit dan penjaga yang ada di sekitar pun ikut kena imbasnya.
Mu Hongzhi berdecih dan merasa ini semakin menjengkelkan. "Sepertinya ini lebih sulit daripada yang kukira," gerutunya.
Mu Hongzhi menggerakkan pedangnya dan menggumamkan sesuatu. Sebuah cahaya samar menyelimuti pedang. Dia mengayunkan pedang itu untuk menebas pria jelmaan ular hitam mutasi. Sayangnya pria jelmaan ular hitam mutasi lebih licin daripada yang dia kira kira, bahkan tertawa liar.
"Manusia tidak berguna. Tanpa perlindungan dari naga perak, negara ini hanya akan mengalami nasib yang sama dengan negara lainnya. Kami akan berkuasa di dunia dan membebaskan tuan Hei Long dari pegunungan dewa!" teriak pria jelmaan ular hitam mutasi langsung mengeluarkan aura kegelapan yang lebih besar.
Para binatang mutasi kegelapan yang ada di sana gemetar ketakutan saat merasakan aura yang lebih kuat. Bahkan para prajurit pun merasakan sesak napas. Mu Hongzhi menyipit, sepertinya masih ada hubungannya dengan Hei Long, si naga hitam yang sempat merasuki Zhen Juan di Sekte Hitam.
Pria jelmaan ular hitam mutasi melompat ke udara dan mengubah dirinya menjadi seekor ular hutam.muttasi raksasa. Banyak orang-orang yang melihat makhluk raksasa itu di kegelapan malam, berteriak ketakutan dan mencari tempat yang aman.
Beberapa penjaga gelap dan juga penjaga kekaisaran mengevakuasi orang-orang ke tempat yang aman.
Ukuran ular yang besar dan panjang pun membuat bangunan sekitarnya rusak parah. Tak lama, gempa bumi terjadi. Ini lebih serius daripada yang mereka kira. Mereka menduga jika gempa ini disebabkan oleh ular hitam mutasi.
Namun ... Mereka tidak tahu juka sebenarnya gempa ini merupakan sesuatu yang disebabkan oleh hal lain.
__ADS_1
Mu Xianzhai yang berada di perjalanan menuju lokasi pertarungan pun berhenti sejenak dan ekspresi di balik topengnya tiba-tiba menegang.
"Jin Long?" gumamnya terkejut.