Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Telah Berakhir


__ADS_3

JENDERAL RONG telah membuat keputusan jika Mu Lizheng tidak bisa menjadi kaisar jika putri nya sendiri kini mati. Apa gunanya semua perjuangan dari awal hingga hari ini jika pada akhirnya semua hanya lelucon.


Keluarga Rong kini telah menjadi cangkang kosong dan tak ada satu pun dari keturunan keluarga Rong terhindar dari bencana berdarah.


Jenderal Rong mengencangkan pegangannya pada gagang busur dan menarik anak panah lagi. "Yu'er sudah tiada. Yang Mulia bukankah sangat mencintai Yu'er? Kalau begitu, tolong temani Yu'er di neraka!!"


Mu Lizheng menatap Jenderal Rong seperti melihat hantu yang berkhianat pada rajanya. Akhirnya anak panah ketiga yang dilepaskan Jenderal Rong menusuk tepat di tengah dada Mu Lizheng.


Pria itu memuntah darah segar dan langsung tumbang. Matanya melebar dan ekspresinya seolah-olah tidak rela untuk mati saat ini. Dia ingin mengucapkan sesuatu namun pada akhirnya tidak sempat keluar dari mulutnya.


Hingga saat kematian menjemputnya, Mu Lizheng masih menyimpan dendam dan ambisi untuk menduduki kursi naga.


Kejadian itu sungguh tidak terduga hingga beberapa pihak yang bekerja sama dengan Mu Lizheng kini tidak tahu harus melakukan apa.


Sepuluh prajurit khusus yang dilatih Li Chang Su kini menghabisi beberapa penjaga gelap Mu Lizheng yang tersisa. Tak satu pun dari mereka yang dibiarkan hidup.


Ketika tuan mati, mereka yang telah bersumpah setia pun juga mau tak mau harus menemui ajalnya.


Jenderal Rong adalah orang pertama yang mengakui kalah dan melepaskan semua senjata di tubuhnya. Dia berlutut dan pasrah untuk hidupnya. Hidupnya kosong saat ini, istrinya meninggal karena sakit aneh yang parah dan Rongyu juga bunuh diri dengan cara menyedihkan.


Karena pengakuan kalah Jenderal Rong, pihak lain ada yang memberontak dan ingin melarikan diri. Ada juga yang gemetar dan berlutut.


Pasukan mereka kurang dari setengahnya saat ini. Ditambah orang-orang dari pihak Mu Xianzhai dan Mu Yishu, pasukan mereka akhirnya kalah jumlah.


Mu Xianzhai telah mengatur orang-orang tertentu untuk mengecek dari mana saja mereka berasal. Entah itu negara tetangga atau negara jauh, semuanya ditahan.


Akhirnya, pertarungan antar saudara telah berakhir. Mu Peizhi dibantu berdiri oleh bawahannya dan bisa tersenyum lega saat semuanya sudah berakhir.


Tapi di sisi itu juga, banyak kesedihan yang menimpa istana kekaisaran saat ini. Guan Shu meninggal lebih awal karena tidak kuat menahan racun yang diberikan oleh Li Chang Su sebelumnya dan kini, semua murid dan bawahan Guan Shu juga diburu untuk menghilangkan akar masalah.


Mungkin hanya Xuxu dan Xuyao yang selamat karena tidak berkhianat pada Li Chang Su dan kini masih hidup damai di Istana Raja Perang.

__ADS_1


Sementara itu, Lict dan Mu Hongzhi yang tidak terlihat sejak awal pun kini muncul dengan sejumlah bala bantuan, membereskan sisa-sisa kekacauan peperangan berdarah di perbatasan ibu kota.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya, Kaisar Mu memimpin istana pengadilan dan membuat banyak dekret secara bersamaan.


Jenderal Rong dan para pemberontak akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Adapun Jenderal Rong sendiri, kini dijatuhi hukuman mati dengan memenggal kepalanya karena telah berkhianat pada kaisar.


Karena Jenderal Rong tidak bisa lagi memimpin pasukan di sayap barak militer lain, maka kini tanggung jawab itu jatuh ke pundak Mu Hongshan, ayah dari Mu Hongzhi sekaligus saudara kaisar sendiri.


Dekret selanjutnya tentang penghargaan pada beberapa pihak yang berani membela negara dan melindungi orang-orang. Mu Hongzhi, Lict, Ye Tianli, Ye Shi serta beberapa pihak lain juga dicatat.


Kecuali Mu Xianzhai yang sejak awal tidak ingin dimasukkan ke daftar, terlalu malas untuk menerima kata-kata penghargaan seperti itu.


"Putraku yang satu ini sungguh aneh," gumam Kaisar Mu seraya meletakkan cangkir tehnya ke nampan yang disodorkan oleh pelayan.


Kasim Kepercayaan Kaisar yang ada di samping pun ingin menampar bibirnya sendiri. "Yang Mulia, pangeran ketiga bertindak rendah hati," bisiknya.


Kaisar Mu menatapnya dengan heran. "Maksudmu, mereka yang ada di daftar dekret sebenarnya tidak bertindak rendah hati tapi pamer?" dengusnya.


"Nah, itu membuktikan jika mereka sebenarnya rendah hati dengan menerima dekret. Tidak seperti putraku yang memiliki pikiran gunung es, ayahnya saja tidak dipedulikan." Kaisar Mu menuduh Mu Xianzhai sebagai anak tidak berbakti, tapi nada bicaranya jelas hanya main-main.


"..." Kasim Kepercayaan Kaisar berkedip tak berdaya. Lupakan saja, pikirnya.


Setelah pembacaan dekret selesai, Kaisar Mu juga meminta orang-orangnya untuk mengatur semua kekacauan yang tersisa di istana maupun di ibu kota.


Mayat Mu Lizheng dan Permaisuri tidak masuk dalam keluarga kekaisaran karena merupakan aib bagi reputasi negara. Tidak layak untuk dicontoh.


Adapun Putri Mu Ying sebelumnya, meski tidak dihukum mati, tapi kondisi mentalnya sudah rusak dan hanya bisa berteriak-teriak tidak jelas di istana. Dia menjadi orang gila yang status putrinya telah dihapus.


Meski begitu, Kaisar Mu masih membiarkannya tinggal di istana. Lagi pula apa yang bsia dilakukan oleh orang gila?

__ADS_1


Sebagai kompensasi menenangkan masyarakat, para warga diberi keringanan pajak serta lowongan pekerjaan yang menjadi lebih luas lagi sehingga rakyat jelata bisa memilih kehidupan yang lebih baik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu bulan kemudian, Mu Peizhi resmi disegel sebagai putra mahkota dan rencana naik takhtanya pasti tidak lama lagi. Tapi, Mu Peizhi belum ingin duduk di singgasana dan memilih untuk belajar menjadi pemimpin yang baik lebih dulu.


Kaisar Mu mengapresiasi putranya itu dan bahkan mengajarinya secara pribadi. Di setiap pertemuan pengadilan, Mu Peizhi akan hadir di samping kaisar.


Kini, jubah brokat putih tulang yang selalu dikenakannya telah berganti menjadi juang brokat abu gelap dengan pola naga emas sebagai lambang putra mahkota.


"Saudaraku, selamat!" Suara Mu Zhixiao yang memasuki aula istana kekaisaran pun menarik perhatian para menteri dan juga kaisar.


Sosoknya yang ceria dan sangat santai menbuat orang-orang isi dan benci. Bagaimana bisa pangeran kelima ini lebih makmur daripada para pangeran lainnya?


Tidak perlu berebutan takhta, uang atau kekuasaan, hidupnya benar-benar malas.


Mu Peizhi menaikkan sebelas alisnya dan duduk sambil memegang gulungan laporan harian. Dia melihat saudara kelimanya datang smabil tertawa senang, mau tidak mau, tiga garis hitam muncul di kepalanya. Heh, benar-benar tidak berdaya.


"Ini sudah satu bulan berlalu, bukankah sudah terlambat bagimu untuk mengucapkan selamat?" tanya Mu Peizhi datar.


Mu Zhixiao memakai jubah brokat ungu tua hari ini. Dia menggosok ujung hidungnya karena malu. "Itu karena hari ini saudara kedua telah berhasil memimpin istana. Saudara ketiga bahkan puas!"


"Jadi maksudmu, jika aku tidak menjadi pemimpin yang baik dan akhirnya gagal, kamu tidak akan mengucapkan 'selamat' sama sekali?" tanyanya lagi.


"...."


Tidak, tidak! Kenapa ini berbeda dari plot yang seharusnya? Pikir Mu Zhixiao tidak tahu harus menjawab bagaimana.


"Saudaraku, aku tidak bermaksud begitu!" Mu Zhixiao segera berkata lagi. "Jika kamu gagal, aku masih akan mengucapkan selamat!"


"Bagus sekali. Selamat karena gagal menjadi pemimpin, mungkin kerja samamu dengan tuan muda keluarga Ye juga akan gagal sebelum mendapatkan hasil." Mu Peizhi mengangguk, semakin fasih untuk berbicara dengan pihak lain.

__ADS_1


"...??!"


Kenapa ini juga salah? Saudaraku, kamu telah berubah sekarang, bukan saudara dengan tutur kata lembut seperti dulu lagi. Mu Zhixiao mengeluh di hatinya.


__ADS_2