Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Tebakan Li Chang Su


__ADS_3

WEN LAO yang mendengar pertanyaan itu pun mengerutkan kening dan memeriksa ketahanan array kurungan. Dia memastikan jika array bisa bertahan lama dan tentu saja adalah teknik para dewa. Meski  Bell dan Orange sangat merindukan Dunia Langit, tapi ini bukan waktunya bagi keduanya untuk kembali. Terutama Wen Lao.


Sekilas, pria tua itu terlihat seperti pria tua biasanya, awet muda dan penuh vitalitas. Hanya rambutnya yang terlihat lebih putih seperti manusia yang telah hidup hingga puluhan tahun lamanya. Meski begitu, Wen Lao bisa dibilang setengah abadi, merupakan kultivator tersisa yang masih hidup hingga kini.


Sayangnya, Wen Lao juga tidak bebas. Dia memiliki tugas untuk menjaga pegunungan dewa. Apapun yang terjadi. Sehingga turun pegunungan atau pergi terlalu jauh dari kaki pegunungan juga tidak baik untuk dirinya.


"Jangan bahas itu, makan saja ikan bakar kalian. Setelah itu keringkan diri dan istirahatlah. Besok kalian harus berkeliling lagi untuk memeriksa sekitar," kata pria tua itu sama sekali tidak berperasaan.


"..." Bahkan saat sakit pun, keduanya harus pergi untuk tugas. Sungguh, tidak bisakah Wen Lao bertingkah seperti seorang kakek yang penyayang?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Istana Raja Perang.


Li Chang Su bangun lebih awal dan merasa jika tubuhnya semakin membaik. Dia telah meminum segelas air roh serta perawatan He Ze di ruang artefak gelang naga perak. Kini tubuhnya baik-baik saja. Oleh karena itu, dia ingin lari pagi mengitari halaman Istana Raja Perang lebih dulu.


Tapi sebelum dia bangun, tangan kokoh seseorang telah melingkari pinggangnya hingga dia jatuh kembali ke tempat tidur. Napas hangat seseorang menyemprotkan daun telinganya.


"Su'er, istirahatlah hari ini dan jangan khawatir hal lain," bisik Mu Xianzhai yang masih memejamkan mata.


Li Chang Su kaku sejenak dan lupa jika Mu Xianzhai ada di sampingnya sepanjang malam. "Kapan kamu bangun?"


"Baru saja setelah mendengar gerakanmu," jawabnya.

__ADS_1


"Begitu sensitif?" Li Chang Su cemberut dan tidak berniat untuk lepas darinya.


Mu Xianzhai mengangguk. "Jangankan kamu, ular saja bahkan tak akan mampu masuk ke mataku. Mereka hanya makanan yang cukup enak. Nah, apakah Su'er ingin makan sup ular?" Dia sedikit menggodanya.


"..." Sejak kapan suaminya ini menjadi pecinta sup ular? Pikir Li Chang Su dengan ekspresi serius. Tapi segera segalanya dikesampingkan ketika pelayan mengetuk pintu kamar.


“Ada apa?” tanya gadis itu saat tahu ada pelayan yang berdiri di luar pintu kamar.


“Putri, jenderal Hong dan tuan muda Ye datang untuk menyampaikan berita yang mendesak.” pelayan di luar berkata dengan suara yang sedikit takut. Dia tahu ada raja perang di dalam dan konsekuensi untuk mengganggunya tentu saja tidak kecil.


Untungnya Li Chang Su terkenal lebih rendah hati dan tidak terlalu peduli dengan pihak lain yang mengganggu keromantisan keduanya. Mu Xianzhai membuka matanya dan masalah ini mungkin berhubungan dengan lubang terowongan bawah tanah. Dia segera bangkit dan memakai baju luarnya lalu mencium dahi Li Chang Su.


“Tidurlah sebentar lagi dan biarkan pelayan mengantarkan sarapan ke sini. Aku akan segera kembali.” Mu Xianzhai tak bisa membohonginya tentang masalah ini dan akan segera kembali setelah mendapatkan berita lain dari kedua orang itu.


Dia segera membersihkan diri dan sarapan. Mu Xianzhai masih belum kembali juga dan hanya bisa bertanya pada pelayan. Sayangnya, pelayan juga tidak terlalu banyak mengetahui apa yang raja mereka  bicarakan. Tapi terdengar serius. Oleh karena itu, Li Chang Su segera pergi  untuk bergabung dalam  pembicaraan mereka.


Sayangnya, baru saja dia hendak membuka pintu kamar, sosok jangkung sudah berada di luar pintu dan hendak masuk setelah menggeser daun pintu. Li Chang Su terkejut karena lengah sehingga tidak menyadari adanya kehadiran orang lain di luar.


 “Xian, kamu sudah kembali. Aku baru saja selesai sarapan dan hendak menyusulmu.” Dia berkata dengan jujur.


“Tidak apa-apa. Semuanya sudah diurus dengan baik.” Mu Xianzhai segera kembali ketika selesai mendiskusikan segalanya dengan dua orang bodoh itu. Kini perutnya terasa lapar. Saat tahu jika Li Chang Su sudah makan, Mu Xianzhai meminta dia untuk menemaninya makan.


Li Chang Su segera meminta pelayan menyiapkan sarapan untuk Mu Xianzhai. Lalu keduanya membicarakan  masalah yang disampaikan Mu Hongzhi. Topiknya masih tidak jauh dengan binatang mutasi kegelapan. Dini hari tadi mereka tidak tidur karena terus menerus mendapatkan laporan jika raungan binatang mutasi terdengar dari terowongan bawah tanah.

__ADS_1


Anehnya, meski raungannya menggema, tak ada tanda-tanda binatang mutasi kegelapan yang mencoba untuk naik ke permukaan dan menyerang orang-orang. Mungkin hanya untuk menciptakan rasa takut.


“Hei Long membiarkan para binatang mutasi kegelapan ini datang hanya untuk menakuti. Dan mungkin berpikir untuk membuat kekacauan.” Li Chang Su menyesap tehnya saat menemani Mu Xianzhai makan.


“Ya. Diperkirakan akan membutuhkan banyak waktu untuk mengatasinya. Sudahkah kamu memiliki dugaan tentang orang yang terkait dengan masalah ini?” Mu Xianzhai sudah lama menebak jika ada orang lain yang membantu Hei Long. Setidaknya orang-orang yang ingin membuat kekacauan di seluruh negara.


Namun Mu Xianzhai masih belum menemukan siapa yang membantu Hei Long. Karena Sekte Hitam sudah tidak ada lagi maka kemungkinan besar pihak lain yang lebih tersembunyi. Li Chang Su tidak berani memikirkan binatang mutasi kegelapan tingkat dewa yang bisa berubah menjadi manusia, namun saat memikirkan hal ini, dia tertegun.


Bisakah binatang mutasi kegelapan tingkat dewa ini yang menjadi alasan kenapa para binatang mutasi golongan kegelapan lainnya begitu berani untuk menyelinap ke negara ini? Hanya memikirkannya saja sudah membuat Li Chang Su sakit kepala.


“Ada apa?” Mu Xianzhai mengerutkan keningnya ketika melihat Li Chang Su tampak tertekan.


“Aku hanya berpikir … bisakah binatang mutasi kegelapan tingkat dewa ini memiliki pemikiran seperti itu?” tanyanya.


Keheningan terjadi. Mu Xianzhai tidak berpikir terlalu jauh awalnya namun saat memikirkan kemungkinan tersebut, mungkin bisa saja benar. Jadi dia sudah memutuskan sesuatu.


“Aku akan membiarkan beberapa bawahan menatap setiap tempat. Mungkin He Ze tahu sesuatu tentang masalah ini.”


“Ya, kamu bisa bicara dengan He Ze nanti.” Li Chang Su lebih suka membuat pencegahan daripada terdesak oleh situasi.


Setelah makan, Mu Xianzhai memanggil He Ze yang kini berwujud seekor tupai. Makhluk berbulu putih itu sedikit menguap karena terlalu lelah. Semalam dirinya kembali dari pertempurannya dengan binatang mutasi kegelapan tingkat ilahi.


“Manusia, kenapa memanggilku?” He Ze memilih untuk duduk sambil makan kacang rebus yang disajikan pelayan untuknya.

__ADS_1


Menyuap seekor tupai itu tidak perlu terlalu mahal, pikir Li Chang Su.


__ADS_2