Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Detoksifikasi Racun Ular Hitam


__ADS_3

PRIA BERPAKAIAN hitam yang ditatap pun segera melaksanakan perintah. Li Chang Su terlihat melawan pada awalnya dengan mengeluarkan jarum beracun dari dalam lengan baju. Namun wanita jelmaan ular hitam mutasi itu menangkisnya dengan mudah.


“Lebih baik tidak melakukan perlawanan yang sia-sia. Ikut saja dengan kami. Lagi pula kamu akan kembali dengan selamat nanti,” ujar wanita jelmaan ular hitam itu langsung mencibir dan membiarkan mereka membawanya.


Xuyao ingin berjuang untuk menyelamatkan Li Chang Su pun pada akhirnya pingsan.


“Lalu apa yang harus kita lakukan pada dua pelayan ini?” tanya salah satu dari pria berpakaian itam di sana.


“Lebih baik singkirkan. Akan sangat merepotkan jika orang lain tahu. Terutama pewaris gelang naga perak.”


Wanita jelmaan ular hitam mutasi itu secara alami mengacu pada Mu Xianzhai. Menurut rekannya yang sesama ular hitam juga, Mu Xianzhai memiliki aura yang tidak akan mampu dilawan olehnya. Tentu aura tersebut merupakan sebuah kekuatan suci yang hanya dimiliki oleh naga perak.


Tidak heran jika di masa lalu, naga hitam—Hei Long akan kalah dari Yin Long si naga perak.


Di saat bawahannya ingin membawa Xuxu dan Xuyao ke tempat lain untuk dieksekusi, Istana Raja Perang langsung diselimuti oleh aura yang mengerikan. Wanita jelmaan ular hitam mutasi itu seketika langsung pucat dan tidak punya waktu untuk menyingkirkan sisanya.


"Lupakan. Tinggalkan saja dan pergi dari sini! Raja perang itu sudah kembali!" Dia menggertakkan giginya dan segera melompat keluar dari jendela. Diikuti oleh para bawahan Mu Lizheng.


Suasana yang kacau di istana tersebut kini menjadi hening. Ada banyak penjaga yang terluka dan hampir dari mereka terkena racun ular. Sayangnya di saat wanita jelmaan ular hitam mutasi dan para bawahannya pergi, bukan Mu Xianzhai yang muncul. Melainkan sosok He Ze.


Pria bersurai putih salju itu ingin tertawa saat mereka semua tertipu olehnya. Li Chang Su merasa heran. Kenapa He Ze memiliki aura yang sama dengan Mu Xianzhai? Meski dia ingin bertanya, tapi situasi saat ini tidak tepat. Jadi dia segera kembali untuk menyelamatkan para bawahan Mu Xianzhai yang terluka.


Pertama-tama, Li Chang Su mendatangi Xuxu dan Xuyao yang kini telah bangkit dari pura-pura pingsannya.

__ADS_1


"Putri ... Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Xuxu seraya mengusap jejak darah di sudut bibirnya.


"Aku baik-baik saja? Kalian baru saja terkena racun, apakah ada gejala aneh yang dirasakan?"


Xuyao mengangguk dan wajahnya sedikit pucat. Napasnya juga sedikit terengah-engah, jelas terkena racun. "Racun ular hitam mutasi ini sangat kuat. Kami hanya menahannya di satu titik aliran darah. Merepotkan Sang Putri untuk membantu kami berdua mendetoksifikasi."


Xuxu juga terkena racun tapi dosisnya tidak tinggi sehingga masih bisa berdiri dengan benar. Namun berbeda dengan Xuyao yang pada dasarnya lebih berpura-pura saat melindungi Li Chang Su palsu.


Li Chang Su mengangguk dan merasa ini bukan masalah. Dia mengeluarkan dua pil putih susu yang berbau harum tapi juga memiliki aroma herbal.


"Telan ini dan istirahat. Aku akan membantu yang lain untuk mendetoksifikasi," kata Li Chang Su.


Keduanya hanya bisa patuh, duduk di kursi dekat tempat tidur dan menelan pil. Lalu mencoba untuk memusat racun agar keluar dari tubuh melalui pergelangan tangan. Xuyao dan Xuxu berniat untuk menyayat sedikit telapak tangannya untuk mengeluarkan racun hitam keunguan yang sangat mematikan.


Sementara Li Chang Su keluar ruangan dan meminta He Ze untuk membantunya. Tak lupa, dia juga menggunakan energi tenaga dalam untuk mendeteksi keberadaan boneka tulang yang mirip dengannya. Ternyata wanita berpakaian serba hitam itu pergi ke arah Istana Li, tempat tinggal Mu Lizheng.


Entahlah, Li Chang Su tidak terlalu paham. Tapi yang jelas, dia tidak percaya jika dirinya akan dilepaskan. Karena menurut laporan He Ze sebelumnya, mereka ingin menahan dirinya untuk mengancam Mu Xianzhai.


Kembali ke pikirannya saat ini, Li Chang Su melihat berapa banyak penjaga yang terluka. Mereka yang tidak terkena racun ular akan dirawat oleh pelayan lain. Sementara sisanya segera diberi penawar segala racun. Tapi pil penawar kurang dan jumlah korban lebih banyak. Mau tidak mau, Li Chang Su mengeluarkan satu set jarum perak.


"Putri ... Apa, apa ... Apa yang akan dilakukan dengan jarum perak?" Salah satu penjaga gelap yang bersandar di salah satu pilar halaman depan pun sedikit pucat. Namun karena memakai masker, mereka tak bisa melihatnya.


Tapi Li Chang Su bisa. Gadis itu melihat ekspresi penjaga gelap yang diperkirakan masih berusia awal dua puluh tahunan, kini berwajah pucat dan terlihat ngeri saat melihat jarum perak.

__ADS_1


Dia mencibir, "Jangan berkata bahwa kamu takut jarum perak?" tebaknya.


"..." Penjaga gelap itu tam menjawab tapi sudah mewakili isi pikirannya.


Sayangnya Li Chang Su mengangguk dan tersenyum tanpa dosa. "Sayangnya kamu terkena racun ular. Pil penawar sudah habis dan kini hanya jarum perak yang mampu membantu detoksifikasi. Jangan berkata jika kamu ingin mati dan meninggalkan keluargamu?"


Mendengar itu, penjaga gelap yang takut melihat jarum pun langsung menggelengkan kepala. "Tidak, tidak. Putri, bawahan ... bawahan tidak bermaksud begitu. Bawahan hanya ... hanya merasa jika ditusuk jarum itu seperti ditusuk duri pada umumnya," jelasnya dengan sedikit malu.


Ya Tuhan ... Di mana harga diri bawahannya? semuanya dikupas oleh Li Chang Su. He Ze baru saja membawa penjaga gelap terakhir yang terluka gigitan ular.


Li Chang Su menghela napas dan mengeluarkan banyak jarum perak lagi. "Kalau begitu aku lega. Tenang, Xian tidak akan marah. Lagi pula, istana ini di pegang olehku sekarang. Aku yang membayar gaji kalian. Hei, jika kalian tidak mau kehilangan setengah gaji bulan ini, ayo, patuh ... buatkan aku menusuk kalian dengan jarum perak," jelasnya seperti membujuk anak berusia lima tahun.


"..." Para penjaga gelap dan penjaga halaman memiliki tiga garis hitam di kepalanya. Tapi dengan cepat menanggapi, sangat antusias untuk detoksifikasi.


Lalu Li Chang Su meminta He Ze untuk membantu menusukkan jarum pada pergelangan tangan mereka, tepat pada salah satu titik pembuluh darah.


"Aku khawatir melakukan kesalahan," kata He Ze seraya memegang jarum perak yang ujungnya sangat runcing.


"Bukankah kamu sudah terbiasa menggunakan jarum perak di masa lalu?" tanya Li Chang Su agak curiga.


He Ze menghela napas dan mengingat-ingat kejadian ribuan tahun lalu saat dunia ini dipenuhi para kultivator dan binatang roh.


"Yah ... meskipun begitu, aku lupa cara menggunakan jarum perak. Tapi tidak apa-apa, kalian tidak akan mati jika aku salah tusuk, paling hanya sakit sedikit," katanya seraya tersenyum polos.

__ADS_1


"..." Semua penjaga gelap langsung merinding dan tanpa sadar ingin melarikan diri dengan memasang duri landak (sensitif/agresif) di seluruh tubuh mereka.


He Ze berkata sudah lupa cara menggunakan jarum perak? Gunakan mereka untuk percobaan? Para penjaga gelap dan penjaga biasa ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata, menatap Li Chang Su dengan penuh permohonan.


__ADS_2