
LI CHANG SU mengerutkan kening dalam tidurnya saat merasakan sentuhan di kening. Dia hanya mengubah posisinya sedikit dan terlelap kembali. Mu Xianzhai tidak berdaya dan tidur seraya memeluknya.
Namun baru saja memejamkan mata, Mu Xianzhai kembali sadar karena Li Chang Su sedikit mengerang kesakitan tanpa alasan. Dia melihat kening gadis itu berkerut dan tubuhnya gemetar seolah-olah ketakutannya.
Mu Xianzhai menenangkannya tapi tidak berhasil Li Chang Su seperti tenggelam dalam sebuah mimpi yang mengerikan.
"Su'er," panggil Mu Xianzhai lembut.
Gadis yang tertidur itu mulai meringkuk dan bergumam bahwa dia kedinginan. Lalu memanggil nama Mu Xianzhai berulang kali seolah takut kehilangan sesuatu.
Pria itu sendiri merasa tertekan dan memeluknya semakin erat. Dia membisikkan beberapa kata-kata untuk menenangkannya. Barulah setelah seperempat jam lamanya, gadis itu kembali tenang namun keringat dingin memenuhi tubuhnya.
Mu Xianzhai bangun dan mengambil sapu tangan, mengelap keringat dingin istrinya. Di saat yang bersamaan, He Ze muncul di samping gadis itu mengubah diri menjadi setang pria bersurai perak, wajah menawan serta sepasang alis pedang yang indah.
"Ada apa dengannya?" tanya Mu Xianzhai curiga dengan kehadiran He Ze.
"Dia sepertinya memimpikan masa lalu," jawabnya jujur.
"Masa lalu? Apa maksudmu?"
"Ini tentang kenangan dari beberapa wanita yang ditakdirkan dengan gelang naga perak sejati ..." He Ze sepertinya ingat beberapa hal dalam pikirannya tapi tidak terlalu jelas. Lagi pula, gelang naga perak sejati telah diwariskan berulang kali oleh keturunan kekaisaran.
"Ada apa dengan kenangan itu? Kenapa Su'er ku terlihat begitu kesakitan?" Mu Xianzhai tidak bisa menebak.
Dia mewarisi gelang naga perak dari kakeknya namun tidak pernah tahu bagaimana kenangan dari semua pendahulu keluarga Mu mereka. Yang pasti, wanita yang ditakdirkan gelang naga perak tentu saja istimewa dan memiliki kelebihannya tersendiri.
__ADS_1
Sejak Mu Xianzhai mengenali Li Chang Su sebagai miliknya, Tuhan tahu betapa bersemangat hatinya. Meski tidak ditunjukkan secara langsung di depan semua orang atau di hadapan Li Chang Su sendiri, tapi hatinya sungguh senang.
Sejak saat itu dia telah berjanji pada dirinya sendiri jika Li Chang Su hanya akan menjadi satu-satunya istri dalam hidupnya. Dia akan memanjakan dan mengabulkan semua keinginannya.
Sayangnya He Ze menggelengkan kepala. "Ini ... Aku tidak tahu. Tidak banyak ingatan yang kumiliki dari mantan wanita pewaris gelang naga perak sejati. Mungkin ular berkumis itu tahu," jelasnya. Yang dia maksud sebagai ular berkumis itu tentu saja adalah naga perak—Yin Long.
Mu Xianzhai berpikir cukup dalam. Dia mengusir He Ze karena merasa hanya menjadi pengganggu saja. Mau tidak mau, pria itu kembali ke ruang artefak sambil bersenandung ringan. Apapun yang dimimpikan Li Chang Su, setidaknya tidak membahayakan hidup.
Salahkan ular berkumis itu, pikir He Ze seraya menghilang daru tempatnya.
Mu Xianzhai tampak tertekan ketika melihat Li Chang Su yang terus bergumam kedinginan. Dia memeluknya dan hati-hati, memberikan kehangatan.
"Su'er, Raja di sini. Jangan takut, tidak akan dingin lagi," bisiknya.
Entah itu keajaiban atau memang Li Chang Su mendengarnya, namun gadis itu mulai tenang, tubuhnya tidak lagi gemetar kedinginan. Seolah-olah Mu Xianzhai adalah sumber api yang menghangatkan tubuhnya.
Sementara itu ....
Saat ini Li Chang Su bermimpi jika dirinya berada di sebuah tempat yang dingin, penuh salju di mana-mana dan hanya ada kesunyian. Banyak pohon tinggi yang sepertinya sudah bedusia ratusan tahun.
Ketika itu, malam gelap, salju turun. Li Chang Su yang kebingungan dalam mimpi pun seakan-akan pernah mengalami masa lalu yang menyedihkan. Dia menyentuh gelang naga perak di pergelangan tangan kirinya. Ini perasaan yang akrab.
Entah nyata atau tidak, Li Chang Su merasa sesak di dadanya. Dia melihat sosok jangkung berlari ke arahnya, pakaian dipenuhi darah dan wajahnya kabur. Rambut panjangnya berwarna putih keperakan. Li Chang Su tidak tahu siapa pria itu namun yang pasti, pria itu memeluknya.
Li Chang Su yang menganggap ini hanya mimpi tidak menolak tapi justru merasa kerinduan yang tak terduga.
__ADS_1
"Su'er, jangan takut. Semua ini akan segera berakhir. Aku khawatir tidak bisa menahan mereka lebih lama lagi jadi hanya bisa menyegel tubuh naga perak di pintu gerbang baja sesuai dengan amanat ayah kaisar sebelumnya. Jika Raja ini tidak kembali dengan selamat ... Jika ada kehidupan selanjutnya, Raja ini ingin menjalani kehidupan yang santai denganmu. Tentu saja, demi masa depan kita," bisik pria yang tak tahu siapa.
Li Chang Su merasa akrab dengan suaranya namun tidak bisa melihat dengan pasti. Dia hanya tenggelam dalam pelukannya. Tak berapa lama, dia mendengar suara mengerikan dari sisi lain, menuju ke arah mereka.
Pria yang memeluknya terlihat tertekan dan berusaha untuk tetap bertahan, siap bertarung kembali. Dia menyentuh wajah Li Chang Su dan berbisik lagi.
"Su'er, pergilah dan lindungi anak kita. Ingatlah, jika aku tidak bisa kembali dengan selamat, gelang naga perak akan diturunkan kepada anak kita, jangan sampai tertipu oleh siapapun."
Setelah berkata demikian, pria itu tiba-tiba saja berlari menjauh dari tempat Li Chang Su—menuju sumber suara mengerikan itu berada.
Li Chang Su bisa melihat bayangan besar di langit, seekor naga hitam yang meraung marah Seraya memanggil nama Mu Xianzhai.
Bukankah itu Hei Long yang saat ini tersegel di pegunungan dewa? Li Chang Su seketika tertegun dan tubuhnya menegang. Ini jelas bukan zaman di mana Mu Xianzhai dan dirinya berada. Lalu siapa dia pada akhirnya? Kenapa memimpikan ini?
Tanpa sadar, Li Chang Su ingin berlari mengejar pria itu dan ingin memastikan sesuatu. Namun sayangnya, penglihatan Li Chang Su langsung gelap perlahan-lahan dan larinya juga melemah.
"Xian Xian ... Xian Xian!!" gumam Li Chang Su terasa pilu. Dia menangis dalam tidurnya, tidak bisa dibangunkan.
Mu Xianzhai yang telah bangun beberapa saat yang lalu pun khawatir terjadi sesuatu dengan istrinya. Ini sudah pagi tapi cuaca di luar cukup mendung.
"Su'er ... Su'er, bangunlah," panggilnya seraya mengguncang tubuh gadis itu. Dia takut. Dia takut jika gadis itu akan menghilang dari sisinya. "Su'er!" panggilnya lagi lebih keras.
Dalam sekejap, Li Chang Su membuka matanya seraya mengambil napas sebanyak-banyaknya seolah-olah baru saja keluar dari dalam air yang dalam. Tubuhnya berkeringat dingin dan pakaiannya juga agak basah. Dia melihat ke samping, sosok yang dikenalnya tengah menatap dia dengan penuh kepanikan.
Tanpa berkata apapun lagi, gadis itu langsung memeluknya dengan erat dan menangis pilu seakan-akan telah menanggung beban yang begitu besar di kehidupan sebelumnya.
__ADS_1
"Su'er, ada apa?" tanya Mu Xianzhai juga memeluknya. Bangun dan langsung dipeluk, Mu Xianzhai merasa tidak nyaman di hatinya. Apa yang dimimpikan oleh istrinya?
"Su'er ...," gumamnya. "Katakan padaku, apa yang terjadi?" bisiknya seraya menenangkan.