
KETIKA YE SHI berhasil membunuh salah satu binatang mutasi dewa golongan kegelapan, maka di tempat Mu Hongzhi saat ini ....
Malam yang gelap tanpa cahaya bulan membuat Mu Hongzhi sedikit waspada untuk menyerang. Dia melawan seekor serigala mutasi dewa berbulu merah darah. Konon, warna bulu pada serigala mutasi menentukan kekuatannya tersendiri.
Dan saat ini, Mu Hongzhi ingin menangis tanpa mengeluarkan air mata. Ia sungguh tidak beruntung. Melawan seekor serigala mutasi merah darah. Yang jelas ingin mengisap habis darahnya.
Serigala mutasi ukuran besar itu membuat Mu Hongzhi sedikit kewalahan. Dia sendiri memiliki luka di lengannya. Dan itu tampaknya beracun.
"Sial! Aku harus mengakhiri ini semua dan mengambil penawar dari sepupu ipar," gumamnya.
Serigala mutasi merah darah langsung menggeram dan melompati ke arahnya seraya mengayunkan cakar.
"Hah, dasar binatang berbulu merah. Bahkan jika kamu mati, aku akan menguliti bulumu untuk hadiah paman kaisar!" gerutu Mu Hongzhi langsung menghindar dan menggunakan pedang untuk menangkis semua serangan akarnya.
Bahkan saat ini saja, pegangan sudah dipenuhi dengan goresan cakar serigala mutasi besar itu. Ini tidak bagus. Tapi Mu Hongzhi sedang malas untuk bergerak dan bertarung serius. Ia hanya mencoba untuk menggerakkan otot, melatih tubuh serta kepekaannya di dalam gelap.
Inilah yang diajarkan oleh sepupunya yang baik. Jadi, ketika serigala mutasi merah darah itu menyerang, ia hanya bisa menghindar. Sesekali akan menyerangnya karena kesal.
"Manusia yang sombong! Kamu berpikir bisa menang melawanku? Coba saja. Lihat siapa yang akan menang lebih dulu. Aku atau kamu??!" Serigala mutasi merah darah itu mendengus dan segera menyerangnya kembali. "Bodoh! Kamu hanya bisa menghindar!"
"Bagaimana dengan itu? Jika tidak, aku akan kalah. Menghindar adalah cara terbaik!" Mu Hongzhi terkekeh dan melompat dari satu pohon ke pohon lain. Barulah dia duduk di atas punggung serigala mutasi merah darah itu.
"Pengecut! Manusia pengecut!" Serigala mutasi merah darah itu menggeram dan berusaha untuk menjatuhkan Mu Hongzhi. Sayangnya, pria itu justru berpegangan pada bulu-bulunya yang panjang.
Serigala mutasi merah darah melolong dan bertingkah seperti seekor banteng yang mencoba menurunkan penunggangnya.
"Ahh! Lepaskan! Beraninya menjambak buluku!"
"Salahkan dirimu yang memiliki bulu! Jika tidak, bukankah aku memanggilmu ikan!"
Mu Hongzhi terkekeh dan tampak bermain-main dengannya. Hingga akhirnya, dia bangkit dan menginjak punggung makhluk itu sebelumnya melompat ke salahs ayu dahan pohon.
"...."
__ADS_1
Serigala mutasi merah darah langsung kehilangan kekuatan kakinya saat merasa jika beban Mu Hongzhi menjadi berkali-kali lipat. Makhluk itu kebingungan dan terhuyung. Tadi, Mu Hongzhi hanya terlihat biasa saja, tanpa kekuatan yang besar dan aura yang dalam.
Tapi saat ini, dia merasa jika manusia itu menyimpan kekuatannya. Apakah sejak awal, dia dipermainkan?
"Manusia!!! Beraninya bermain denganku!" Dia meraung dan melolong ganas ke langit, sebelum akhirnya berubah menjadi manusia. Seorang pria yang hanya mengenakan celana panjang, rambut merah darah tergerai.
Tubuhnya yang berotot itu sedikit berwarna kemerahan. Ada dua taring tajam serta sepasang telinga serigala merah. Dengan kuku runcing berwarna hitam, pria jelmaan serigala mutasi merah darah itu melompat dan mengejar Mu Hongzhi. Serangannya tidak main-main. Itu ganas, kasar dan berdarah.
Mu Hongzhi sedikit mencibir. Di masih bisa menghindari setiap serangannya dengan mudah. Kali ini dia menggunakan pedangnya untuk menyerang. Walaupun ekspresinya sedikit konyol, dia menikmati pertarungan tersebut.
Dia menendang dan menggunakan seni bela dirinya untuk melumpuhkan pria jelmaan serigala mutasi merah darah. Tapi tubuh makhluk jadi-jadian itu begitu kebal terhadap serangannya.
Memikirkan cara lain, Mu Hongzhi melompat ke atas pohon besar dan menggunakan teknik khususnya untuk melumpuhkan lawan. Tangannya membuat sebuah pola khusus sehingga ilmu tenaga dalam menyelimuti tubuhnya, memperkokoh otot serta tulang.
Barulah setelah itu, dia menendang makhluk itu lagi dengan keras.
"Ahh!" Pria jelmaan serigala mutasi merah darah terpental dan menghantam sebuah pohon hingga menimbulkan sedikit retakan.
"Ternyata kamu memiliki aura yang tinggi." Pria jelmaan serigala merah darah itu bangkit dan merasakan tubuhnya dipenuhi memar. Sayangnya, ini bukan masalah besar.
"Hah, aku hanya bosan. Kamu sangat keras kepala untuk tidak mau kalah." Mu Hongzhi terkekeh. Masih memiliki sifat konyolnya yang tidak patut untuk ditiru.
Ia mengambil pedangnya dan mulai menyerang kembali. Kali ini gerakannya sedikit tersembunyi dan cepat.
"Ternyata kamu hanya berpura-pura bodoh sejak awal!" desis pria jelmaan serigala mutasi merah darah itu seraya menahan mata pedang yang hampir saja menusuk perutnya. Setelah mundur beberapa langkah, ia merespon serangan.
"Huh! Bukankah itu baik?" nada bicara Mu Hongzhi lebih dewasa dan serius. Jika Li Chang Su ada di sini, mungkin akan mengira jika Mu Hongzhi sudah digantikan oleh orang lain.
Tak heran jika Mu Xianzhai akan memperlakukan pria ini dengan acuh tak acuh. Bahkan kasar dan tidak berperasaan. Semua ini, mungkin Mu Xianzhai sudah tahu seperti apa sifat asli Mu Hongzhi yang sesungguhnya.
Tapi di hari biasa, Mu Hongzhi selalu bosan dan tidak bisa memasang ekspresi serius serta dingin seperti sepupunya itu. Sehingga, dia lebih suka menjadi konyol.
Mu Hongzhi terkekeh saat merespon semua serangan pria jelmaan serigala mutasi merah darah. Keduanya saling bertarung hingga menciptakan embusan angin yang kuat.
__ADS_1
"Mustahil!"
Pria jelmaan serigala mutasi merah darah itu mundur beberapa langkah seraya memuntah darah. Tekanan ilmu tenaga dalam dari Mu Hongzhi terlalu besar untuk ditahan.
Pada akhirnya, ia melolong dan mengubah dirinya menjadi serigala mutasi dewa yang jelas lebih besar dan buas. Dia melawan Mu Hongzhi dengan cara seperti ini. Tapi itu tidak membuat pria tersebut kewalahan.
"Sepertinya kamu sangat suka untuk dikuliti? Heh, aku memiliki cara yang bagus selain menguliti bulu. Apakah kamu mau tahu?" tanya Mu Hongzhi, membuat serigala mutasi merah darah itu curiga.
Keduanya saling berhadapan satu sama lain, dalam posisi santai. Serigala mutasi merah darah menyipitkan matanya ke arah manusia itu.
"Cara apa yang kamu maksud?'
"Seperti ini."
Mu Hongzhi kembali maju. Dia melompat dan menginjak punggung serigala mutasi merah darah itu seraya mengeluarkan sesuatu dari botol giok. Isinya berupa serbuk putih yang asing di indera penciuman serigala.
"Apa yang kamu taburkan di atas tubuhku?" Makhluk itu kebingungan dan mencium aroma di udara yang menguar berulang kali. Mu Hongzhi sudah berada di sisi lain dengan cepat.
"Itu adalah bumbu. Mungkin, daging serigala panggang juga tidak buruk?" Pria itu menaikkan sebelah alisnya. Uap hangat keluar dari mulutnya saat menghela napas panjang.
"...." Apa maksudnya? Serigala mutasi merah darah itu masih tidak mengerti.
Barulah setelah melihat titik terang di sekitar, makhluk itu kaget melihat setengah tubuhnya mulai dipenuhi oleh api dengan cepat. Dia melolong dan mulai mencium bau yang terbakar.
"Ahhh! Api!! Sialan! Sebenarnya kamu mencoba membakar buluku?" Serigala mutasi merah darah itu meraung seraya berguling di tempat. Tapi api di tubuhnya tidak padam begitu saja.
Mu Hongzhi tertawa dan menghosok hidungnya dengan ringan. "Aku tadi sudah berkata jika tidak buruk untuk makan serigala panggang? Bagaimana? Apakah kamu menyukainya?"
"Argghh! Aku membunuhmu!" Tiba-tiba saja serigala mutasi merah darah bangun dan mengejar Mu Hongzhi, seperti banteng yang melihat kain merah.
Adapun Mu Hongzhi sendiri, segera tertegun dan lari untuk menghindarnya. "Sial! Sebelum balas dendam, akan lebih baik jika kamu padamkan dulu api di ekormu. Jika tidak, itu benar-benar hilang. Kamu akan mati." teriaknya memperingatkan.
"Kenapa aku harus percaya padamu? Balas dendam tidak mengenali kulit." Serigala mutasi merah darah tidak peduli.
__ADS_1