
LI CHANG SU menatap Mu Xianzhai dengan heran. Lalu memikirkan pertanyaannya. Pandangan pertama saat dia melihat Mu Xianzhai adalah kekaguman. Terlebih lagi memakai topeng perak yang membuat sosoknya menjadi lebih misterius.
Tapi kemiripan Mu Xianzhai dengan Mu Lizheng ini tidak berbeda jauh. Seperti saudara kembar yang terlahir dari ibu berbeda. Sungguh aneh. Jadi saat melihat Mu Lizheng tersenyum jahat dan penuh kekejaman di wajahnya, ia membayangkan Mu Xianzhai.
Bagaimana jika pria yang kini merupakan suaminya ini juga memiliki sifat seperti itu di balik topengnya?
"Kamu baik untukku dan sangat kejam di di barak militer," jawabnya sangat tulus, agak polos juga.
Dia mengatakan ini sedikit tidak sadar dan memikirkan sosok Mu Xianzhai yang membasmi kawanan binatang mutasi kegelapan di barak militer malam itu. Sosoknya sangat heroik dan juga penuh keberanian yang luar biasa.
"Ya, tidakkah kamu takut padaku sebelumnya?" tanya Mu Xianzhai menggodanya lagi.
"Ya ... tidak juga. Aku adalah seorang prajurit wanita yang telah berperang melawan besi dan baja. Tentu saja hanya dengan mengandalkan kemampuanku, tidak terlalu takut. Awalnya saat melihatmu di ata skuda waktu pertama kali datang ke dunia ini, memang ada rasa takut."
Li Chang Su menjawab, wajahnya sedikit memerah karena kamu atau marah. Tapi di mata Mu Xianzhai, reaksinya sangat menggemaskan. Dia tanpa sadar mencubit pipi gadis itu dan menikmati pipi berdaging nya yang kenyal.
Gadis itu memelototi nya dan terlihat marah. Dia bukan anak kecil, kenapa pria ini suka sekali mencubit.
Sementara itu ....
Di Istana Putra Mahkota.
Wanita jelmaan ular hitam mutasi datang bersama dengan para penjaga gelap. Mereka telah berhasil menangkap Li Chang Su dan kini gadis itu tidak berdaya di bawah racun ular. Tapi sejak awal, Li Chang Su sama sekali tidak berbicara dan menatap mereka dengan tajam.
Mu Lizheng melihat gadis itu dan tanpa sadar menyentuh wajahnya. Dia merasa aneh karena tubuh gadis itu begitu dingin.
"Apakah kamu meracuninya?" tanya Mu Lizheng pada wanita jelmaan ular hitam mutasi.
__ADS_1
"Hanya racun yang melumpuhkan tubuh. Tidak masalah. Itu tidak akan memengaruhi darahnya. Kenaoa kamu begitu panik?" Wanita jelmaan ular hitam mutasi itu mencibir. "Bukankah kamu berkata jika gadis ini tidak mudah? Lalu kenapa begitu mudah ditangkap? Benar-benar mengecewakan."
Secara alami, wanita jelmaan ular hitam mutasi itu memperhatikan Li Chang Su yang berusaha untuk bangkit. Sungguh perjuangan yang sia-sia.
Mu Lizheng tampak tidak peduli dengan darah gadis itu. Apalagi untuk Rongyu, hanya masalah kecil. Tapi dia tidak mau menyakiti Li Chang Su. Dibandingkan dengan Rongyu, Li Chang Su lebih berguna untuk masa depannya.
"Apakah kamu ketahuan?"
"Tidak. Hanya saja raja perang kembali dengan cepat dan aku segera membawa gadis ini. Aku yakin pria itu tak akan mampu mengejar dan tidak akan tahu jika kamu yang melakukannya," jelas wanita jelmaan ular hitam mutasi tingkat dewa tersebut, snagat arogan.
Mereka tidak tahu jika malam ini ditakdirkan untuk menjadi malam yang mengerikan.
"Lebih baik kamu segera mengambil darah gadis ini. Racun ularku hanya berada di sekitar ototnya saja dan tidak akan berpengaruh pada darahnya. Ingatlah, setelah ini, kamu harus membantu kami masuk ke Negara Bingshui."
Wanita jelmaan ular hitam itu tak melupakan negosiasi nya dengan manusia fana yang satu ini. Jika Mu Lizheng bukan putra mahkota, dia tak akan datang untuk mengambil kerja sama. Lagi pula, sama-sama diuntungkan.
Seandainya naga perak keluar dari kultivasi tertutupnya, mungkin sudah menendang wanita jelmaan ular hitam itu keluar dari tanah kekuasaannya.
"Ambil mangkuk dan belati," perintah Mu Lizheng pada bawahannya.
Mereka segera membawa mangkuk putih dan belati. Lalu berjongkok di depan Li Chang Su yang terlihat lemas. Melihat wajahnya yang terlihat pucat, dia terlihat kasihan. Namun tujuannya lebih penting daripada mengurus seorang wanita.
"Li Chang Su, bagaimana jika kita membuat kesempatan? Aku akan menjadi kaisar di masa depan. Jika kamu menjadi istriku, yakinlah posisi permaisuri akan menjadi milikmu," bujuknya.
Sayangnya Li Chang Su hanya menatapnya tanpa bicara.
Mu Lizheng mengira jika racun ular telah melumpuhkan mulutnya juga sehingga hanya bisa menatapnya.
__ADS_1
"Jangan khawatir. Kamu akan bersamaku saat ini dan membiarkan Mu Xianzhai datang untuk membuat kesempatan," kata Mu Lizheng lagi. Kali ini ekspresinya sedikit mengerikan. Kebencian di matanya tak bisa lagi disembunyikan.
Kenapa Kaisar Mu lebih mencintai Mu Xianzhai alih-alih dirinya. Mu Xianzhai hanya pangeran yang lahir dari seorang selir. Sedangkan dirinya dilahirkan oleh permaisuri. Tapi kenapa perbedaannya begitu jauh?
Hanya karena Mu Xianzhai lahir dari wanita yang dicintai kaisar, sehingga kasih sayang juga tidak dibagi dengan adil. Meski Mu Lizheng tahu bahwa kaisar dan permaisuri tidak saling mencintai, dia masih tak mau mengakui ini semua.
Takhta itu miliknya. Bahkan jika Mu Xianzhai tidak menginginkan takhta, ada pangeran kedua yang mengincarnya. Mu Xianzhai ada di pihak pangeran kedua sehingga dia merasa lebih terancam.
Malam ini dia mengambil semua keberaniannya untuk menculik Li Chang Su dan berencana mengancam Mu Xianzhai. Selain itu juga, darahnya berguna untuk Rongyu. Wanita itu masih memiliki nilai guna. Permaisuri masih membutuhkan Rongyu untuk menstabilkan posisi putranya sendiri.
Di Istana Kekaisaran, tidak ada cinta dan kasih sayang. Semuanya saling menggigit dan meminum darah saudaranya sendiri untuk tedus bertahan hidup. Siapa yang berdiri sampai akhir, itulah pemenangnya.
Tidak tahu ada berapa keturunan kaisar yang meninggal akibat perang antar saudara dari zaman dulu hingga sekarang. Tapi yang pasti tidak selamanya Istana Kekaisaran itu benar. Rakyat tidak tahu seluk beluk dari masalah kematian mereka. Hanya tahu jika itu tidak beruntung.
Karena ini masih mengandalkan aturan kuno, pembunuhan tersembunyi semacam ini tidak akan diselidiki. Kecuali jika orang-orang tertentu yang memiliki cukup kekuasaan mampu membuka kasus.
"Chang Su ... Jangan khawatir, ini hanya sedikit darah. Tidak banyak. Kamu harus memberikan sedikit darahmu padaku untuk menyelematkan Yu'er. Yakinlah setelah ini, kamu juga tidak akan diperlakukan buruk," jelas Mu Lizheng seperti sedang membujuk seorang gadis yang ketakutan.
Dia meraih pergelangan tangan Li Chang Su dan menyayat kulit putihnya yang kedinginan. Mangkuk telah siap menampung darah. Tapi senyum Mu Lizheng yang mekar penuh tiba-tiba saja membeku.
Tidak ada darah yang mengalir atau menetes dari luka Li Chang Su. Sangat aneh, seolah-olah tidak memiliki darah sama sekali.
"Apa yang terjadi?" Mau tidak mau Mu Lizheng pun kebingungan.
"Huh, apa yang kamu lakukan?" Wanita jelmaan ular hitam mutasi itu pun mulai tidak sabar lagi dan ingin membantunya mengambil darah tapi ....
"Kenapa darahnya tidak keluar?" Dia juga bertanya-tanya.
__ADS_1