Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Seperti Serigala Abu-abu Menjebak Kelinci Putih


__ADS_3

LI CHANG SU mendengus dan menggelengkan kepala. "Panggil saja. Cepat!" titahnya.


Mau tidak mau, Xuyao pergi dan tersenyum diam-diam. Mungkin rencana sang raja berhasil malam ini. Bahkan He Ze diam saja. Dia sudah diancam oleh pria itu jika sampai mengatakan sesuatu, tidak akan ada kacang di masa depan. Atau makanan enak lainnya.


Xuyao memang pergi menemui Mu Xianzhai dan berkata apa adanya. Saat ini, pria itu ada di ruang belajarnya dan mengurus sesuatu yang penting. Ketika Xuyao tiba dan melapor, dia tahu jika trik Ye Tianli bekerja.


Pria bertopeng perak itu menyentuh bunga mawar merah yang tersimpan di vas. Awalnya vas itu ada di ruang makan namun dia membawanya ke ruang kerja agar orang lain tidak terkena efeknya. Kini Mu Xianzhai mengira jika Li Chang Su memang terpengaruh.


Walaupun ini hanyalah obat musim semi alami yang merangsang pikiran, Mu Xianzhai tidak ingin terlalu mencolok. Dia mungkin tidak terkena efeknya karena hanya bekerja pada wanita saja. Jika dia menunjukkan sikap abnormal, bisa-bisa Li Chang Su tahu dan berkata jika dia licik. Lalu nanti hukumannya bertambah. Jika sampai kejadian seperti itu benar-benar ada, dia akan membuat Ye Tianli bangkrut.


Mungkin sekarang, Ye Tianli yang sedang bersama selirnya tengah bersin .....


"Aku akan segera ke sana. Kamu pergi dulu," katanya.


Xuyao pamit lebih awal dan kembali ke tempatnya.


Mu Xianzhai menghela napas panjang dan pergi dengan santai menuju kamar di mana Li Chang Su berada. Gadis itu cukup gelisah di ruangan dan menunggu pria itu datang. Dia ingin tahu apa yang dilakukan Mu Xianzhai padanya. Pasti ada hantu di dalamnya. Bahkan jika dia tidak mendeteksi, pasti ada sesuatu yang dimasukkan ke tubuhnya.


Mungkinkah Mu Xianzhai sengaja ingin melanggar hukuman?


Saat pria itu datang, Li Chang Su tidak langsung memeluk atau mencium. Dia langsung menuduhnya yang tidak-tidak hingga kini wajahnya memerah.


"Mu Xianzhai, katakan padaku! Obat musim semi apa yang kamu masukkan ke makanan? Kamu jangan berbohong. Ini pasti ulahmu!" tuduhnya.


"Su'er ini aneh. Bagaimana aku ini tahu? Lihatlah, aku bahkan sedang bekerja dan Su'er memanggil. Bagaimana aku memiliki rencana untuk ini? Jika itu terjadi, aku sudah melakukannya sejak tadi, tidak perlu menunggumu," katanya.


Mu Xianzhai melepaskan topengnya dan bertingkah tidak tahu apa-apa. Walaupun di dalam hatinya dia tahu semua ini, namun membohongi istrinya sesekali juga tidak masalah. Setidaknya untuk mendapatkan jatah tidur malam ini.


Li Chang Su tidak percaya. Pasti ini ulah Mu Xianzhai. Dia ingin mengusirnya tapi juga enggan. Setelah mengecek denyut nadi, dia tidak merasakan adanya gejala keracunan apapun. Ini aneh. Apakah mungkin Mu Xianzhai benar?


"Su'er ... Jika tidak ada sesuatu yang ingin kamu katakan, aku akan kembali ke ruang belajar. Malam ini masih banyak hal yang harus diurus. Su'er bisa tidur lebih awal," kata Mu Xianzhai segera berbalik dan berniat untuk meninggalkan ruangan.

__ADS_1


Tapi Li Chang Su tiba-tiba memeluknya. "Tidak, tidak. Kamu di sini temani aku. Tubuhku tidak nyaman. Apapun yang terjadi padaku dan siapa yang berani melakukannya, tapi tubuhku benar-benar tidak nyaman. Xian, kamu temani aku ya ..." Dia agak merengek saat meminta ini.


Mu Xianzhai mengulum senyumnya dan meminta Xuxu dan Xuyao untuk keluar dan berjaga pintu. Dia terkekeh dan menyentuh tangan gadis itu yang melingkari pinggangnya. Kenapa kulit gadis ini begitu halus dan putih? Pikirnya.


"Su'er ... Ingat jika aku masih dihukum olehmu. Bagaimana mungkin aku tidur dengan Su'er? Bukankah itu melanggar?" tanyanya.


Li Chang Su ingat jika pria ini masih dihukum olehnya. Tapi dia tidak mau melepaskan pria ini. Memeluknya saja sudah membuat dia nyaman. Tapi ... Jika dia dan Mu Xianzhai melakukannya, berarti hukuman itu berakhir.


Dia mulai bimbang. Pelukan di pinggang pria itu sama sekali tidak mengendur. Pikirkanlah, hukuman atau membuat tubuhnya nyaman. Kadang pikiran mengkhianati hatinya. Bahkan ucapan yang keluar tidak sesuai dengan hatinya.


Kenapa seperti ini?


"Su'er ..." Mu Xianzhai ingin memastikan lagi jika istrinya ini mau atau tidak.


"Jangan ... Jangan pergi. Kamu di sini," kata gadis itu.


"Oh, lalu bagaimana dengan hukumannya?" Mu Xianzhai melonggarkan pelukan gadis itu dan berbalik untuk menghadapnya.


"Tubuhmu tidak nyaman?" tanyanya untuk memastikan.


"Ya. Ini sangat tidak nyaman. Kamu jangan pergi. Temani aku sekarang," pintanya.


"Tapi Su'er ... Hukuman itu—"


"Baiklah. Kita akhiri saja hukumannya. Kamu jangan pergi! Atau aku mencari penggantimu saja!" Gadis itu tiba-tiba saja melepaskan pelukannya dan berbalik untuk menutup pintu. Ekspresinya benar-benar kesal.


Mu Xianzhai menggertakkan giginya saat tubuhnya terasa kosong. Dia segera meraih gadis itu dan menutup pintu kamar, lalu menjatuhkannya ke ranjang. Cahaya dari beberapa lilin yang ada di ruangan itu membuat suasana menjadi lebih hangat.


Li Chang Su merasa tubuhnya menjadi ringan dan jatuh ke ranjang yang empuk. Tapi tiba-tiba saja tubuhnya ditekan. Ia melihat ekspresi Mu Xianzhai yang berubah menjadi serius. Apakah karena dia berkata akan mencari pria lain untuk membuat tubuhnya nyaman, sehingga dia marah?


"Xian ...," katanya.

__ADS_1


"Mencari pria lain?" Wajah pria itu langsung menggelap. Dia memainkan beberapa helai rambut Li Chang Su.


"..." Benar saja, pasti karena itu, pikirnya.


"Apakah Su'er tidak puas dengan pelayanan Raja?"


"Kamu bilang tidak mau!" Akhirnya Li Chang Su hanya bisa mengelak.


"Kapan Raja ini berkata tidak mau? Raja ini hanya ingat jika dirinya masih dihukum dan tidak mau membuat Su'er kecewa," jelasnya.


Namun Li Chang Su merasa di-bully. Dia hanya memukul pria itu dan mendorongnya untuk pergi. Dia marah sekarang hingga tahu jika pria itu hanyalah serigal abu-abu besar. Tapi Mu Xianzhai terkekeh lagi dan lagi dan tidak melepaskannya kali ini.


"Karena Su'er tidak nyaman, Raja ini akan membuatmu nyaman. Yakinlah ... Pelayanan Raja tidak akan mengecewakan," bisik Mu Xianzhai segera melepas tali gaun istrinya.


Li Chang Su memerah dan merasa tubuhnya terkena angin dingin. Dia agak gemetar mendapatkan perlakuannya. Namun tidak menolak. Keduanya berciuman cukup lama hingga membuat gadis itu melenguh ringan. Wajahnya tambah merah yang membuat Mu Xianzhai begitu menyukainya.


Pria itu tidak bersikap santai kali ini dan memilih untuk bertindak langsung. Melepaskan tali tirai tempat tidur hingga mematikan beberapa lilin agar tidak ada pihak lain yang melihat aktivitas mereka.


Para pelayan dan penjaga gelap menjauh sedikit agar tidak mendengar suara-suara sang putri dari kamar. Li Chang Su tidak tahu jika Mu Xianzhai akan lebih buas malam ini dan tidak mau melepaskannya sedikit pun. Bahkan setelah mereka beristirahat, pria itu akan memintanya lagi hingga dia kelelahan.


Dia seperti kelinci putih, dianiaya oleh serigala abu-abu besar. Disentuh sana-sini bahkan dia seperti bermimpi tengah dilecehkan oleh serigala abu-abu besar.


Di puncak terakhir, Li Chang Su hanya bisa berteriak parau dengan wajah memerah dan keringat membanjiri dirinya. Dia ambruk ke ranjang dan terengah-engah. Kedua tangannya meremas seprai cukup kuat.


Mu Xianzhai hanya menopang tubuhnya dan mencium leher gadis itu sebelum akhirnya menenangkan diri.


"Su'er ... Mandi dulu sebelum tidur. Kamu tidak akan nyaman jika tidur dengan tubuh lengket," bisiknya setelah memastikan jika Li Chang Su telah membaik.


Gadis itu menggelengkan kepala. "Aku lelah. Tubuhku tidak bisa bergerak lagi. Aku tidak mau," gumamnya.


Mu Xianzhai terkekeh. Baiklah. Ini salahnya karena membuat gadis itu kelelahan. Pada akhirnya dia hanya bisa membopongnya ke kamar mandi setelah menyiapkan air hangat di bak kayu untuk berendam. Dia hanya bisa membantunya mandi.

__ADS_1


Li Chang Su sulit untuk membuka matanya karena terlalu lelah dan mengantuk. Dia tidak peduli dengan Mu Xianzhai yang memandikannya ....


__ADS_2