
GUAN SHU MENGGERTAKKAN gigi dan tidak melihat permaisuri sama sekali. Tidak tahu apa yang terjadi tapi dia memiliki firasat buruk jika permaisuri ditahan gadis itu.
"Racun apa yang kamu berikan padaku?!" tanyanya.
"Tidak bisa menebak? Bukankah kamu sangat pandai bermain dengan racun? Racun kecil seperti ini saja tidak mampu membuat penawarnya?" Li Chang Su mencibir.
Guan Shu merasakan darahnya naik lagi ke tenggorokan, mencoba menahan amarahnya. "Kamu—"
"Apakah Nona Guan berpikir jika racun kecilmu itu akan berpengaruh padaku?" Li Chang Su terkekeh. "Sayangnya, itu sama sekali tidak ada artinya bagiku."
"Li Chang Su! Aku sungguh ingin membunuhmu kali ini!" Guan Shu benar-benar ingin melompat dan merobek gadis di depannya ini.
"Sayangnya, aku tidak mati kali ini, tapi aku khawatir kamu akan segera berakhir. Kejahatanmu di istana ini sudah cukup membuat kepalamu menghilang! Meracuni kaisar, meracuni ibu suri dan pensiunan kaisar, meracuni para prajurit dan berkolusi dengan kejahatan ... Hitung berapa banyak dosamu selama ini," jelas Li Chang Su.
Guan Shu sama sekali tidak merasa takut atau merasa bersalah. "Jadi bagaimana jika aku melakukannya? Mereka semua sekarat di tanganku!"
"Oh, aku lupa ..." Li Chang Su berpura-pura terkejut dan mengingat-ingat sesuatu.
Guan Shu melihatnya tersenyum seperti itu, hatinya melahirkan kepanikan untuk kali pertamanya.
"Kaisar sudah bebas dari racun saat ini dan pensiunan kaisar serta ibu suri juga diselamatkan. Sayangnya, permaisuri kini berada di penjara bawah tanah, berkumpul dengan Rongyu."
Beberapa informasi itu langsung membuat Guan Shu ingin berteriak dan mengambil pedang untuk membunuh Li Chang Su. Pada akhirnya, itu hanya menjadi angan-angan. Dia muntah darah lagi.
"Bagaimana mungkin? Bagaimana ini bisa terjadi?!" Dia meraung lemah.
"Tentu saja karena pangeran kelima memiliki token bebas perintah di tangannya sehingga semuanya mudah dilakukan."
Li Chang Su juga memberikan kontribusi pada Mu Zhixiao, biarkan wanita yang begitu beracun ini mati dengan penyesalan dan penuh dendam.
Guan Shu menggelengkan kepala lagi dan lagi. Tidak bisa menerima fakta ini. "Tidak, tidak mungkin. Ini tidak mungkin!"
Dia menatap Li Chang Su dan keputusasaan dan memohon untuk memberinya penawar. Dia tidak tahu jenis racun yang diberikan Li Chang Su padanya dan kini hanya perlu menunggu kematian.
Tapi Guan Shu tidak mau mati! Dia harus kembali ke Lembah Racun dan membantu ayahnya membangun kembali organisasi peracun hingga mencapai puncak kejayaannya.
Sayangnya, Li Chang Su sama sekali tidak memberikan penawar racunnya sendiri dan Guan Shu langsung diurus oleh orang-orang Mu Zhixiao.
Kaisar Mu kembali ke takhta dengan tubuh bugar dan wajah segar. Beberapa menteri yang awalnya berkhianat dan mendukung Mu Lizheng pun kini ketakutan serta pucat. Semuanya dibersihkan oleh anak buah bupati—pangeran permata, Mu Yishu.
__ADS_1
Sementara sisanya masih setia pada Kaisar Mu dan senang melihat keadaan kaisar baik-baik saja.
Para prajurit dan antek-antek Mu Lizheng mulai dibunuh satu persatu. Namun Mu Lizheng yang saat ini sedang berperang melawan Mu Peizhi belum tahu apa-apa.
Bahkan Jenderal Rong belum tahu jika putrinya kini di penjara dan hidupnya belum didamaikan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di perbatasan ibu kota, pertumpahan darah terus terjadi. Banyak prajurit yang mati di bawah pedang atau anak panah. Mu Peizhi dan Mu Lizheng sama-sama mengenakan baju besi, menunggangi kuda serta memimpin pasukannya sendiri.
Mu Peizhi dibantu oleh pasukan keluarga Ye serta pasukan Mu Xianzhai. Tanpa diduga, sepuluh prajurit khusus milik Li Chang Su juga baru saja datang dengan menunggangi elang putih mutasi. H
Hal tersebut membuat pasukan Mu Lizheng sedikit kewalahan.
Lagi pula, Jenderal Rong bersama beberapa sekutunya tidak memiliki banyak pasukan. Bahkan pasukan asing juga telah dikalahkan.
Mu Xianzhai tidak turun langsung dan hanya duduk tenang di salah satu restoran, menyesal tehnya dan mendapat banyak laporan terbaru setiap saat.
Ia juga tahu jika Li Chang Su di penjara setelah meminum racun dan kini telah mengambil alih situasi. Mu Zhixiao masih tidak mengecewakannya.
"Kamu sudah tahu jika gadis itu akan baik-baik saja?" tanya Ye Tianli yang duduk di seberangnya.
"..." Bisakah kamu tidak memberiku makanan anjing (hal-hal keromantisan) setiap saat? Pikirnya.
"Dia aman sekarang. Ayah kaisar juga sudah mengendalikan istana." Mu Xianzhai mengangguk.
"Sepertinya kemenangan ini tidak akan lama lagi," kata Ye Tianli.
"Mu Peizhi juga telah bekerja keras selama beberapa tahun terakhir. Semuanya hanya untuk hari ini."
"Tidakkah kamu ingin menjadi kaisar?" Ye Tianli selalu penasaran.
"Tidak. Su'er tidak akan menyukai kehidupan terbelenggu istana ..."
Mu Xianzhai menatap ke luar jendela, di mana langit biru berawan itu kini menyaksikan pertumpahan darah di gerbang ibu kota.
"Lalu bagaimana dengan pangeran kelima?"
"Itu bahkan lebih tidak mungkin."
__ADS_1
"..." Kenapa semua orang begitu yakin jika Mu Zhixiao tidak suka menjadi kaisar? Pikir Ye Tianli lagi.
Tak lama, dua penjaga gelap kepercayaan Mu Xianzhai datang sambil menyerahkan gulungan surat dari istana. Mereka melaporkan kejadian terkini di sana.
Mu Xianzhai membaca isi gulungan surat dan menyipitkan mata.
"Ada apa?" tanya Ye Tianli.
"Permaisuri dan Rongyu di penjara dan Guan Shu sekarat karena keracunan. Mu Ying kini ditahan karena berkolusi dengan permaisuri dan saudara laki-lakinya. Sementara sisanya sudah dikendalikan oleh saudara pertama."
"Begitu cepat?" Ye Tianli agak terkejut saat mendengar hal itu.
"Aku sudah berkata, Mu Zhixiao tidak akan mengecewakanku," kata Mu Xianzhai. Meski Mu Yishu membersihkan sisanya, tanpa token yang dimiliki Mu Zhixiao, para bawahan di istana tidak akan mendengarkan sama sekali.
"Apa yang kamu janjikan pada adikmu itu?"
"Bukan hal yang luar biasa. Dia ingin berbisnis denganmu dalam perdagangan antar negara dan menjadi pangeran perdagangan ibu kota." Mu Xianzhai tersenyum tidak berdosa pada Ye Tianli.
"...??!!" Ye Tianli langsung terdiam dan otaknya kosong saat ini.
Biarkan Mu Zhixiao menjadi pangeran perdagangan ibu kota dan bekerja sama dengannya?
Bukankah itu berarti dia harus berdiskusi untuk semua bisnis di masa depan dengan pria itu?
Raja Perang tanpa hati nurani ini! Batinnya sangat marah tapi masih bisa mengeluarkannya di depan Mu Xianzhai. Bisa-bisa, dia kehilangan kerja sama dengan istana kekaisaran dan semua bisnisnya merugi.
Sementara di sisi lain ....
Mu Lizheng yang memiliki luka di wajahnya pun tidak merasakan sakit sama sekali. Dia berhadapan langsung dengan Mu Peizhi, memegang pedang berdarah dan turun dari kuda.
Para prajurit saling membunuh dan kini di sekelilingnya sudah dipenuhi oleh para prajurit yang gugur.
Masyarakat dia sekitar tempat itu sudah dievakuasi sejak awal sehingga tidak ada warga yang terluka. Sayangnya, banyak bangunan rusak.
Seorang penjaga gelap membisikkan sesuatu pada Mu Peizhi hingga membuat pria itu tersenyum diam-diam. Ini sangat menarik. Istana kekaisaran sudah dikendalikan oleh Kaisar Mu saat ini.
Melihat Jenderal Rong, Mu Peizhi merasa lebih segar.
"Jenderal Rong, apakah kamu yakin akan membantu saudara keempatku merebut takhta?" tanyanya.
__ADS_1