
WANITA BERJUBAH hitam menyunggingkan senyum yang cukup misterius. Dia harus memiliki gelang itu dan memakainya. Jika itu cocok, bukankah raja perang akan memilihnya? Lagi pula jika boleh jujur, Mu Xianzhai mungkin lebih kuat daripada sovereign.
Dia dan Li Chang Su sama-sama memiliki cambuk dan langsung saling menyerang. Li Chang Su memiliki permainannya sendiri saat menggunakan cambuk. Dan dia sama sekali tidak terlalu kesulitan untuk menghajar lawan.
Tapi cambuk milik wanita berjubah hitam memang sedikit lebih panjang dari miliknya. Tapi agak tebal. Berbeda dengan miliknya yang memiliki ukuran tipis serta ringan, memudahkannya untuk bergerak cepat.
Tar!
Tar!
Tar!
Dua cambuk saling beradu dan mengikat, lalu kekuatan fisik dan ilmu tenaga dalam sangat penting untuk ini. Sehingga Li Chang Su sendiri telah melakukan beberapa teknik mencambuk yang memungkinkan wanita berjubah hitam itu memutar lengannya hingga patah.
Karena lengan kiri wanita berjubah hitam itu masih lumpuh akibat racun, mau tidak mau hanya menggunakan tangan kanan. Dia menggertakkan giginya ketika melihat teknik Li Chang Su lebih baik.
"Sial! Berikan gelang itu padaku!" Dia menggunakan cambuknya untuk menangkap pergelangan tangan kiri Li Chang Su.
"Gelang? Kamu suka gelang ini atau ingin memberikannya pada sovereign?" tanya Li Chang Su cukup tertarik dengan alasannya bertarung kali ini.
"Bagaimana jika aku menyukainya? Tampaknya itu lebih cocok untukku dibandingkan anak kecil sepertimu!" Wanita berjubah hitam itu menggertakkan giginya dan mencoba menarik gadis itu ke sisinya.
Tapi entah kenapa, tubuh Li Chang Su sama sekali tidak bergerak. Seakan-akan apa yang sedang ia lakukan tidak nyata di depannya. Bagaimana bisa? Gadis ini mungkin memiliki seni bela diri yang lebih baik darinya. Hanya saja umur Li Chang Su tergolong muda. Tidak mungkin memiliki banyak kekuatan di tubuhnya.
Li Chang Su sepertinya memiliki sesuatu dan terkekeh kecil. Mata jernihnya memancarkan kilatan licik. "Apakah kamu mau mencoba?" tanyanya.
"Hah! Gadis kecil! Kamu tahu diri juga!" Wanita berjubah hitam itu masih tidak yakin dengan apa yang akan dilakukan oleh Li Chang Su.
Gadis itu berhasil melepaskan diri dari jeratan cambuk wanita berjubah hitam. Dia menggunakan teknik menusuk, menampar wajah wanita itu dengan cambuk yang tidak memiliki mata. Berulang kali cambuk Li Chang Su menampar dua pipi wanita berjubah hitam itu hingga meninggalkan bekas merah.
"Ahh! Sialan! Dasar jala*g kecil! Aku akan membunuhmu!" Wanita berjubah hitam itu berteriak kesakitan dan mundur setiap kali Li Chang Su memberinya cambuk.
Dia merasa pipinya panas dan perih. Pasti sangat jelek saat ini. Ia menatap Li Chang Su dengan nanar. Sungguh menyebalkan. Gadis kecil itu benar-benar memancing amarahnya. Dia mencambuk beberapa bunga emas yang tertanam di sekitarnya. Dengan bunga emas itu, dia menggunakan sihir kegelapan untuk menyerang Li Chang Su.
__ADS_1
Melihat bahwa cambuk wanita berjubah hitam itu kini telah dipenuhi dengan aura kegelapan, Li Chang Su menaikkan sebelah alisnya. Dia tidak akan terpikat oleh ilusi atau sesuatu yang menyesatkan.
"Rasakan ini!" Wanita berjubah hitam itu mengarah cambuk ke wajah Li Chang Su. Tapi dengan mudah, Li Chang Su menepiskan dengan cambuk lagi.
Begitu seterusnya hingga wanita berjubah hitam itu sedikit kelelahan dan jengkel. Gadis kecil ini jelas terlihat biasa saja. Bagaimana bisa begitu sulit untuk dihadapi?
Serbuk keemasan terus berjatuhan di sekitar. Wanita berjubah hitam itu sengaja ingin menciptakan ilusi bagi Li Chang Su. Tapi sayangnya, itu tidak berguna. Justru, Lict yang tak jauh dari sana malah bersin-bersin.
Hidung laki-laki itu memerah dan tetap berusaha untuk melawan para pria berjubah hitam dengan pedangnya.
"Sialan! Siapa yang menaburkan merica?!" teriaknya marah. Dia sudah lelah untuk bersin. Xue Zi yang kini pergi entah ke mana tidak tahu jika sebenarnya Lict membutuhkan bantuannya.
"Itu bukan merica! Itu serbuk bunga!" Mu Hongzhi mengklarifikasi apa yang dikatakannya.
Di mana merica itu berasal? Sepupu ipar tidak sedang memasak. Dan dia sendiri tidak merasa ada yang salah dengan serbuk bunga emas itu. Tapi kepalanya tiba-tiba saja menjadi sedikit pusing.
"Aku benci serbuk bunga!" Lict berkata dengan jujur. Dia cukup alergi dengan serbuk bunga. Setiap kali mencium aroma bunga dari dekat, serbuk sarinya pasti membuat dia bersin.
Mu Xianzhai mau tidak mau harus berada di sekitarnya untuk membantu. Walaupun dia cukup cemburu dengan laki-laki ini, tapi Lict masih bawahan Li Chang Su. Jika orang ini terluka atau mati, bukankah istrinya akan sedih?
Dia melawan para pria berjubah hitam dengan santai. Lalu mengambil segenggam salju dan melemparkannya ke wajah Mu Hongzhi. Orang yang dilempar terkejut dan kebingungan. Rasa dingin di wajahnya langsung membuat dia tersadar.
"Sepupu, ini bukan waktunya untuk bermain. Tunggulah ketika aku membunuh orang-orang ini," katanya polos.
Mu Xianzhai mencibir, "Siapa yang bermain denganmu? Kamu terkena efek serbuk sari bunga emas, rasa dingin di wajahmu akan mematahkan ilusinya."
"....."
Mu Hongzhi tidak menyadari ini dan mulai melihat salju di sekitarnya. Setelah membunuh beberapa pria berjubah hitam yang menyerang, ia langsung berjongkok dan mengambil salju.
Salju itu dia oleskan ke wajah berulang kali hingga sedikit memerah.
"...." Mu Xianzhai tidak tahu apakah perkataannya telah membuat salah paham atau meracuni pikiran sepupu bodohnya.
__ADS_1
Para pria berjubah hitam tidak terlalu banyak yang muncul. Mungkin wanita itu tidak membawa banyak orang kali ini. Tapi saat Mu Xianzhai melihat bahwa istrinya sama sekali tidak terluka, perasaan lega akhirnya muncul.
Istrinya tentu saja pintar dan bisa bertarung, dia tidak perlu terlalu khawatir. Setelah membersihkan semua pria berjubah hitam yang menyerang, ketiganya bisa santai.
Tapi Li Chang Su belum bisa bersantai kali ini. Dia terus memberi cambuk pada wanita berjubah hitam itu dan menendangnya ke salah satu pohon tak jauh dari sana.
"Bagaimana bisa? Bagaimana bisa kamu mengalahkanku? Aku lebih berpengalaman darimu." Wanita berjubah hitam itu memuntahkan darah segar. Rambutnya sudah acak-acakan dan wajahnya juga bengkak dan jelek.
"Pengalaman?" Li Chang Su mencibir. Dia memberi cambukan lain pada tubuh wanita berjubah hitam itu. "Apa gunanya pengalaman jika kamu tidak memiliki kepintaran? Bukankah itu hanya sia-sia?"
"Kamu!!" Wanita berjubah hitam itu sebenarnya diejek bodoh oleh Li Chang Su.
Dia merupakan salah satu kecantikan di Sekte Hitam. Dia juga dihormati. Tapi hari ini, kehormatan itu hancur di tangan gadis kecil. Wanita berjubah hitam mencoba untuk bangun. Tapi rasa sakit di sekujur tubuhnya tak tertahankan. Cambukan Li Chang Su bukan hanya meninggalkan bekas luka, tapi juga merusak beberapa jaringan tubuh.
Lict yang melihat ini justru merinding. Dia berkata pada dua pria di sampingnya agar tidak macam-macam dengan Li Chang Su. Kalau sudah marah, gadis itu akan menyerang tanpa belas kasihan. Belum lagi, cambukannya merupakan yang terbaik di ketentaraan.
Cambuk Li Chang Su sudah menemani perjalanan karir gadis itu selama ini. Tak pernah terpisahkan. Entah itu di hari biasa atau hari kerja, cambuk selalu dibawa. Lict telah bersama Li Chang Su selama bertahun-tahun. Sifat gadis itu tentu saja jelas.
"Cambuk ini mungkin lebih kokoh daripada milik pangeran pertama," kata Mu Hongzhi.
"Ya." Mu Xianzhai juga mengakuinya.
Cambuk Li Chang Su memang berbeda. Itulah yang membuatnya istimewa.
Li Chang Su tidak tahu bahwa saat ini, dia sedang ditonton oleh tiga orang yang telah menganggur. Dirinya sendiri kini sedang mencambuk wanita berjubah hitam itu dengan perasaan bahagia.
Dia tertawa sejenak sebelum akhirnya berkata, "Sudah lama sekali aku tidak mencambuk orang. Rasanya sangat menyenangkan. Bagaimana? Apakah kamu ingin mencoba gelang naga perak atau tidak?"
"...." Tiga pria di belakang memandang dengan polos. Mencambuk adalah kesenangan? Gadis ini cukup kejam ...
...****************...
CATATAN AUTHOR: Novel ketiga Author bergenre Time travel telah terbit. Judulnya, Takdir Cinta Di Zaman Kuno. Silakan cek.
__ADS_1