Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Dekrit Baru


__ADS_3

MU LIZHENG yang memegang cangkir teh pun menegang. Dia melihat ke pintu kotak, ternyata sosok Mu Xianzhai yang selalu dia benci telah tiba dengan cepat. Dia sengaja memilih lantai dua, sebuah kotak paling ujung. Setidaknya, tidak akan banyak orang di sini.


Dia tersenyum kaku pada orang di pintu. Lalu melirik Rongyu yang ada di belakang pria itu, sungguh menyedihkan. Wanita ini menyusahkannya saja. Jika bukan karena kompromi dengan permaisuri, dia tak akan repot-repot datang sendiri.


Hari ini, dia mengorbankan waktunya untuk hal-hal kecil seperti ini. Meninggal selirnya yang paling dia sayang di halaman belakang.


Ketika Rongyu memasuki istananya nanti, dia harus berpura-pura untuk memanjakannya dengan baik. Menasihati beberapa selirnya agar patuh dan mengikuti keinginan wanita itu.


"Saudara ketiga sopan," dia hanya bisa berkata dengan nada yang sengaja agak dingin.


Lalu ketiganya duduk dengan baik. Para bawahan menunggu di luar dengan ekspresi cemas terutama bawahan Mu Lizheng. Rongyu duduk di sisi lain setelah Mu Xianzhai mengusirnya menjauh dari posisinya.


Hal ini sangat ditunjukkan dengan jelas. Walau wajahnya terhalang topeng, wanita itu masih bisa melihat ketidaksukaannya yang dalam.


"Raja ini telah membaca surat dari saudara keempat. Bernegosiasi?" Mu Xianzhai menaikkan sebelah alisnya. Mungkin tidak terlihat seperti apa ekspresinya saat ini, tapi dengan menggerakkan kepalanya sedikit, pihak lain sudah tahu.


Mu Lizheng diam-diam meremas salah satu tangannya di bawah meja. Lalu tangan satunya lagi memegang cangkir teh dengan berkeringat dingin. Dia sudah menduga jika negosiasi kali ini tidak akan mudah. Hanya demi Rongyu yang masih berguna demi kelangsungan takhta, dia harus berkorban sedikit.


"Ibuku sangat merindukan Yu'er dan ingin segera menjadikannya menantu. Jadi aku datang untuk membicarakan hal ini dengan saudara ketiga," dia masih memiliki nada bicara yang datar, tapi agak terasing.


Mu Xianzhai mengangguk konyol, sedikit terkekeh. Alasan ini cukup bagus. Dia menuangkan teh untuk dirinya sendiri. Sementara Rongyu yang duduk di antara mereka pun, sedikit gugup dan detak jantungnya tidak karuan.


Dia kurang mengerti perasaan di antara pria ketika berhadapan. Tapi baik Mu Xianzhai atau Mu Lizheng, tampaknya memiliki permusuhan yang dalam.


Dia hanya ingin negosiasi kali ini berjalan dengan lancar. Jalan hidupnya kini ada di tangan putra mahkota. Jadi dia harus berhasil melepaskan diri dari genggaman Mu Xianzhai yang telah menyiksa pikiran dan batinnya selama satu tahun ini.


"Apa yang akan diberikan saudara keempat untuk Raja ini?" Tanya Mu Xianzhai main-main, meremehkan apa yang dimiliki Mu Lizheng.

__ADS_1


Pihak lain hanya menggertakkan giginya dan diam-diam mengigit senjata di mulut. Mu Lizheng tidak tahu apa yang diinginkan Mu Xianzhai selama ini. Tapi pasti hasilnya tidak akan baik.


Benar saja, saat Mu Xianzhai menyatakan apa yang diinginkan, Mu Lizheng berdiri dan menatapnya dengan tajam.


Ekspresi ramah untuk seorang saudara itu akhirnya lenyap. Menginginkan kebebasan di barak militer, ini sama saja dengan Mu Xianzhai mengetahui perbuatannya di belakang. Hal-hal kotor yang hanya dia dan orang-orangnya tahu.


Dia telah mengirim banyak wanita ke barak untuk menyenangkan para jenderal dan prajurit lainnya. Sehingga dia bisa memiliki dukungan dan mendapatkan informasi dari mulut para wanita itu. Sekarang, Mu Xianzhai menginginkan lencana kebebasan tentara di barak, sungguh di luar dugaannya.


Bukankah dengan begini, para wanita yang dia kirim ke barak tidak akan bisa memasuki camp militer lagi. Tapi dipulangkan kembali. Ini sama saja dengan mengeluarkan banyak anak harimau untuk mengigitnya. Karena sebagian dari wanita itu dia kirim dengan kejam dan licik. Jika dibawa keluar dari barak, bukankah nodanya akan terekspos?


Mu Xianzhai tetap pada pendiriannya, menginginkan kebebasan di barak militer. Hanya dengan persetujuan putra mahkota, maka dia sendiri tidak akan terlalu diperhatikan oleh putra mahkota. Belum lagi, putra mahkota yang memiliki hak peraturan di barak.


Walau Mu Xianzhai memiliki haknya sendiri sebagai Raja Perang, tapi kaisar masih membatasinya. Dengan token kebebasan militer, dia bisa mengatur orang-orangnya sendiri.


Mu Lizheng mungkin berdarah di hatinya ketika dengan berat hati menyetujui ini. Lagi pula, pria itu hanya memiliki satu keinginan, tak ada yang lain. Jadi dia dengan mudah untuk menyetujuinya. Setelah percakapan ini begitu panjang dan panas, Rongyu sendiri bisa bersorak dalam hati. Akhirnya dia bisa keluar dari Istana Raja Perang.


Setelah itu, Mu Xianzhai pergi lebih dulu karena memiliki urusan. Dia sendiri merasa telah menyelesaikan tugas yang berat. Akhirnya mengusir wanita itu dari istananya. Ketika berada di luar restoran, bawahannya dengan cepat bertanya kenapa dia akan pergi selanjutnya.


Meski dari luar desain kereta ini sangat sederhana, tapi di dalamnya sangat nyaman. Cukup luas dan terdapat banyak bantal untuk istirahat. Belum lagi dilengkapi dengan anti goncangan, sangat nyaman. Empat kuda yang menarik kereta itu melaju perlahan menuju istana kekaisaran.


Mu Xianzhai mendapatkan izin langsung dari kaisar untuk bertemu secara pribadi. Membuat permaisuri yang mengetahui kabar ini sedikit mengernyit. Seharusnya Mu Lizheng sudah bernegosiasi dengan Mu Xianzhai. Tapi apa yang mereka bicarakan?


Permaisuri dengan cepat meminta putranya untuk datang ke istana kekaisaran. Dia ingin mengatakan banyak hal. Tapi ketika putranya datang, itu bersama Rongyu. Ternyata benar, negosiasi telah dilakukan. Tapi ekspresi putra mahkota begitu buruk. Sedangkan Rongyu yang menutupi wajahnya karena luka bakar itu tidak pagi harus bersikap apa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini, di ruang belajar Kaisar Mu ...

__ADS_1


Mu Xianzhai sudah mengatakan setidaknya negosiasi ini dengan kaisar. Dia tidak menyembunyikan apapun. Lagi pula, Li Chang Su sudah ditemukan. Dan kaisar ingin bertemu dengannya. Tapi Mu Xianzhai berkata jika ini mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama. Dikarenakan hati gadis itu belum bisa menerimanya.


Kaisar Mu menghela napas panjang untuk putra ketiganya ini. Dia menjadi ingat dengan kejadian di mana pensiunan kaisar bertengkar dengan adiknya sendiri, yang kini merupakan ayah Mu Hongzhi.


Semua pertengkaran ini karena gelang naga perak. Kini gelang warisan turun-temurun itu ada di tangan Mu Xianzhai. Beberapa di antaranya lagi ada di tangan para pangeran.


Kaisar memiliki lebih dari sepuluh putra dan beberapa putri. Yang lebih menonjol adalah putra pertama hingga kelima. Sisanya tidak mau memperebutkan takhta.


Para selir sebagai ibu hanya ingin anaknya hidup dengan baik dan menikmati berkah kaisar. Karena itu, gelang naga perak yang lain ada di tangan para pangeran yang konsisten terhadap satu istri saja di masa depan.


"Menurutmu, siapa yang kira-kira pantas menjadi kaisar masa depan?" Kaisar Mu bertanya dengan santai, duduk di kursi belajar sambil membaca laporan.


Mu Xianzhai menundukkan kepalanya sebentar, lalu mengerutkan kening di balik topeng peraknya, "Semuanya kehendak Ayah Kaisar. Putranya tidak bisa menebak. Asal jangan libatkan Putranya dalam urusan takhta."


"....," Sangat terbuka. Kaisar Mu sudah menebak jika putranya ini tidak akan memiliki selir di masa depan. Kehidupan seperti pensiunan kaisar.


Terkadang Kaisar Mu ingin menangis atau tertawa. Ayahnya dulu hanya memiliki satu istri dan beberapa selir mengisi Harem. Tapi karena gelang naga perak, dia hanya bisa ditakdirkan untuk satu wanita saja. Sementara para selir dibebaskan dan memiliki hubungan dengan pria masing-masing. Tapi harus menjaga citra di depan kekaisaran.


Dia dan adiknya sangat patuh dan mementingkan beberapa hal. Pensiunan kaisar adalah orang yang keras dalam mendidik. Terlahir dalam dunia militer, menjadikan pensiunan kaisar lebih ditakuti. Dulu Kaisar Mu tidak menerima gelang naga perak perak memiliki selir. Dia bertanggung jawab atas para selir.


Kemungkinan besar, pensiunan kaisar mengerjakan gelang naga perak pada adiknya. Tapi entah apa yang terjadi saat itu hingga jatuh ke tangan Mu Xianzhai. Lalu beberapa perdebatan muncul diam-diam antara ayah dan anak.


Mu Xianzhai adalah anak dari selir kesayangannya. Tapi meski begitu, anak itu telah berjuang sendiri membentuk namanya di Negara Bingshui. Sehingga dia benar-benar tidak banyak membantu. Sangat buruk bagi seorang ayah.


Dan perang antar saudara ini terjadi di belakang layar. Pura-pura lembut di permukaan. Sehingga masyarakat hanya tahu bahwa di dunia ini, mereka harmonis dalam kekaisaran.


Kaisar tahu kesalahan putra mahkota ini, jadi dia hanya memberinya hukuman kecil untuk peringatan. Tapi permaisuri ikut campur, membuat dia tidak berdaya dengan kekuasaannya sendiri. Setelah Rongyu dibebaskan sebagai tawanan, maka Kaisar Mu harus membuat dekret lain untuk mencuci kebersihan reputasi Mu Xianzhai.

__ADS_1


Dekret itu berisi tentang hubungan Rongyu dengan putra mahkota sehingga Mu Xianzhai melepaskan wanita itu. Dan ada beberapa kata lagi yang tertulis di dekret. Semenjak berita itu dirilis, ibukota gempar. Semua orang mempertanyakan apa uang tengah terjadi.


Tidak terkecuali masyarakat yang menyalahkan putra mahkota karena merebut selir Mu Xianzhai karena kebutuhan di masa depan. Ada juga yang berkata bahwa Mu Xianzhai masih mencari takdir gelang naga perak yang kini menghilang. Semua spekulasi berjalan dengan cukup buruk.


__ADS_2