Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Malam Pernikahan Yang Kacau


__ADS_3

LI CHANG SU tidak tahu apakah mereka datang dengan niat baik atau tidak namun dia masih bisa membedakan mana yang berpura-pura dan tidak.


Menurutnya, Mu Chuxin memiliki kepribadian yang sederhana, berhati-hati dan terlihat menghormati Mu Lanfen. Sebaiknya, Mu Lanfen terlihat tenang dan bisa menjaga ekspresi wajahnya dengan baik. Selain itu juga, kata-katanya sedikit kaku, tidak mudah untuk diajak bicara pada waktu yang santai.


Dia hanya bisa menggelengkan kepala dan meyakinkan diri jika kedatangan keduanya hanya untuk mengetahui siapa dirinya saja.


“Lupakan saja. Baik atau tidak, itu tidak ada hubungannya denganku.”


Li Chang Su hanya memperkirakan waktu jika sekarang sudah mulai gelap. Udara semakin dingin. Xuxu menutup semua jendela karena agar ruangan tidak terlalu beku. Sekarang dia ingat jika he Ze belum kembali. Kenapa tupai putih itu mencuri kacang begitu lama? Apakah tertangkap dan dikurung untuk dikuliti?


Tak berapa lama, suara yang nyaring terdengar. Dan itu teriakan yang begitu mengagetkan siapapun yang mendengarnya, seperti hantu kesepian yang mencoba untuk bernyanyi.


“Buka jendelanya. Cepat, biarkan aku masuk. Buka jendelanya, buka jendelanya!”


Di luar jendela, tupai putih itu mengetuk jendela dengan tangan tangan jelas tidak akan membuat siapapun sadar. Kedua pipinya menjadi bulat karena terlalu banyak melahap kacang goreng. He Ze terus berteriak dengan tergesa-gesa. Sayangnya, Xuxu yang masih ada di kamar pengantin pun terkejut.


Li Chang Su sedikit mengubah ekspresi wajahnya dan meminta kedua pelayannya itu untuk memeriksa halaman belakang kamar pengantin. Bahkan melarangnya untuk membuka jendela. Khawatir jika itu jebakan.


Untung saja keduanya percaya ini karena sebelumnya di kereta, pembunuh bayaran datang dan gagal untuk menyergap. Sekarang, keduanya khawatir ini tipuan lagi untuk menyakiti tuan mereka. Setelah keduanya pergi, Li Chang Su segera membuka jendela hingga He Ze yang terus mengetuk pun langsung jatuh ke depan begitu saja. Kemudian menghantam lantai dengan mengeluarkan bunyi yang cukup nyaring.


Suara He Ze menjadi tertahan dan melarikan diri untuk bersembunyi di kolong ranjang.


“....,” Li Chang Su tidak tahu apa yang sedang terjadi sebenarnya.


Setelah menggunakan dengan mata dewa, dia melihat dua koki yang berbadan sedikit gemuk pun terengah-engah dan berhenti tak jauh dari keberadaan teras belakang kamar pengantin. Mereka tidak pernah berlari untuk mengejar seekor tupai sebelumnya. Dengan spatula dan alat menggoreng lain, ketiganya terus berlari untuk memburu He Ze.


Salah satu dari mereka menyerah untuk mencari, “Tupai itu berwarna putih. Pasti bersembunyi di salju. Sudah lupakan saja. Jika di lain waktu tupai itu datang, kita pasang perangkap saja.”

__ADS_1


Tapi pria dengan wajah agak bulat pun tidak setuju, “Tupai itu mencuri banyak kacang goreng. Setidaknya hampir satu jin. Bagaimana mungkin aku rela?!” (1 jin/kati setidaknya 0,5 kilogram)


“Baiklah lupakan, itu hanya kacang goreng. Masih banyak kacang mentah. Kita tinggal menggorengnya lagi,” koki ketiga pun melerai dan pergi untuk melanjutkan tugas mereka.


Saat ini, Li Chang Su mendengar apa yang dibicarakan dan tidak bisa mengusap keningnya. Tupai itu berkata tidak akan membuat masalah. Sekarang mereka menuduhnya memakan satu jin kacang goreng. Wajahnya tiba-tiba saja memburuk. Dia meminta He Ze untuk keluar dan bicara.


Tupai putih itu akhirnya merangkak keluar dengan perut membulat. Lalu terkapar di lantai tanpa memedulikan omelan Li Chang Su. Memakan setengah kilogram kacang goreng, perutnya hampir meledak sekarang.


“Bagaimana kamu bisa makan kacang sebanyak itu?” Tanya Li Chang Su.


“Mereka menggoreng kacang dengan minyak khusus sehingga kaya rasa dan gurih. Aku tidak tahan lagi dan memakannya dengan puas. Tanpa diduga, seorang koki yang kurus mengetahui perbuatanku dan berteriak maling. Aku terkejut dan lari ...,” Tupai itu bercerita panjang lebar awal mula kenapa dia bisa dikejar seperti itu.


“Tapi ....,” Tupai itu tampaknya mengingat sesuatu, “aku tidak sengaja mendorong wadah kacang goreng hingga tumpah.”


“....,” Ini lebih dari bencana, pikir Li Chang Su. Hatinya tidak berdaya, “berhati-hati lagi di masa depan. Bahkan jika aku memohon pada Mu Xianzhai, belum tentu dia akan memaafkanmu!”


“Jangan lupa, dia adalah pemilik gelang naga perak. Walaupun kamu ini leluhur gelang naga, tapi bukan berarti kamu melawan perintahnya. Sesekali kamu harus mematuhinya.”


Ya, hanya sesekali. Jika terlalu sering, dia khawatir Mu Xianzhai akan mengendalikan dia dengan tupai putih ini. Belum lagi, dia suka dengan He Ze yang selalu menentang Mu Xianzhai. Di sisi lain, dia juga teringat sesuatu.


“Aku mengizinkan pria itu untuk mem-bully-mu. Di masa depan, pikirkan nasibmu sendiri,” Li Chang Su berkata lagi dengan nada yang penuh kepolosan.


“.....,” He Ze merasa jika hari pernikahan gadis ini menjadi hari tersial dalam hidupnya.


Makhluk berbulu putih itu kembali memasuki ruang artefak dan mulai menyeret tubuhnya yang berat untuk naik ke atas pohon. Di sisi lain, kelinci mutasi hanya mendengus dan berbaring nyaman di sekitar kolam air terjun kecil


Li Chang Su bersikap tidak ada apa-apa ketika Xuxu dan Xuyao kembali. Mereka kehilangan suara itu dan tidak ada-apa di halaman belakang kamar pengantin. Li Chang Su berkata jika suara itu menghilang tak lama setelah keduanya pergi untuk memeriksa.

__ADS_1


Karena cuaca yang dingin ini, Xuyao menambahkan beberapa arang lagi ke dalam anglo sehingga suhu ruangan menjadi pas.


Tanpa sadar, waktu telah cepat berlalu. Mu Xianzhai datang ketika malam tiba. Setidaknya di antara pukul tujuh malam ketika Li Chang Su memeriksa kondisi pemandangan di luar. Pria itu setengah mabuk. Saat melihat ke ruang pengantin, dia mengusir Xuyao dan Xuxu.


Kedua pelayan itu tahu jika ini adalah malam pengantin baru. Jadi buru-buru menjauh dari sekitar kamar.


“Su’er ...,” Pria itu menghampirinya dan ingin memeluk, namun Li Chang Su menolak.


“Kenapa kamu minum begitu banyak?” Tanya gadis itu kesal.


“Su’er tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja.”


Li Chang Su tidak menduga jika pria itu aka menundukkan kepalanya dan memberi ciuman. Sedikit tergesa-gesa dan kurang memahami. Namun rasa anggur di mulutnya berbaur dengan aroma bunga gadis ini. Semakin Li Chang Su ingin menolak, pria itu semakin mengencangkan tangannya di pinggang dan belakang kepalanya.


Sekarang aku suamimu .... Ciuman tidak akan menjadi masalah yang serius. Mu Xianzhai berpikir dalam hatinya.


Mu Xianzhai ingin mendapatkannya lebih banyak. Dan napasnya kini semakin berat. Dia ingin membuka lapisan pertama pakaian pengantin gadis itu dan menghirup aroma lembut di lehernya. Li Chang Su sudah merinding duluan. Dia yakin jika pria ini tak akan melepaskannya kali ini.


“Kamu .... Kamu lepaskan aku. Aku tidak ingin melakukannya sekarang,” katanya dengan jujur.


Walaupun Mu Xianzhai mabuk, dia masih bisa mendengar jelas apa yang dikatakannya. Dia pulih dari pikirannya yang lain dan tersenyum tidak berdaya. Jika belum siap, maka jangan memaksanya. Dia tidak ingin meninggalkan kenangan buruk pada pikiran gadis ini.


Dia mengelus kepalanya dan tidak akan memaksa. Tapi sebagai gantinya, biarkan mencium. Saat keduanya larut dalam apa yang sedang dilakukan, sebuah anak panah tiba-tiba saja melesat melalui celah-celah ukiran jendela dan melewati gorden.


Li Chang Su segera menyadarinya dan hendak mendorong Mu Xianzhai pergi. Namun pria itu justru menariknya dan menghalangi dia. Jelas-jelas jika panah itu ditujukan untuknya. Dia bisa mengatasinya jika pria itu menghindar.


“Kamu .... Bagaimana kamu bisa melakukan itu?”

__ADS_1


__ADS_2