Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Rencana Untuk Memiliki Kursi Naga


__ADS_3

DI SAAT TOPIK kembali ke naga hitam, Wen Lao sangat tertekan. Waktunya tidak lama lagi, dia tahu itu. Saat ini, gelombang binatang mutasi sedang merajalela. Terutama binatang hitam mutasi.


Wen Lao hanya berkata jika naga hitam telah merasa aura dari para binatang mutasi cukup, dia akan memanggil mereka ke kaki pegunungan dewa dan membuka segel dengan cara menyuntikkan aura kegelapan. Terutama mereka yang bertingkat dewa.


"Kemungkinan besar hanya menunggu kurang dari tujuh hari lagi."


"Waktu yang singkat," gumam Li Chang Su.


Mu Xianzhai tidak banyak bicara dan hanya mengelus kepala Li Chang Su seperti membelai hewan peliharaan. Lembut dan harum. Mu Xianzhai selalu ingin mengelusnya.


Untung saja Li Chang Su tidak menyadari semua itu. Dia hanya memikirkan apa yang akan terjadi setelah tujuh hari nanti …


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari demi hari telah berlalu dan kondisi di negara Bingshui tidak terlalu baik tapi juga tidak buruk. Beberapa negara tetangga juga dalam keadaan yang kritis. Semua warga terpaksa berlindung di wilayah yang telah ditetapkan.


Di Negara Bingshui, tembok perbatasan hampir dihancurkan. Para binatang putih mutasi dan prajurit bekerja sama untuk menghalau dan membunuh mereka. Sebagian lagi menembakkan jarum perak yang telah diolesi dengan penawar bagi para binatang hitam mutasi agar menjadi hewan biasa.


Pemimpin elang gunung mutasi—Bai, bersuara nyaring di langit dan memanggil semua jenis burung putih mutasi untuk bergabung, mempertahankan perbatasan negara Bingshui.


Saat ini, hari masih pagi tapi semua orang tak berani untuk bersantai. Para prajurit mengikuti instruksi jenderal. Wakil jenderal memimpin mereka dan memberikan semangat juang. Suara kaki kuda bergema menuju perbatasan dan para pemanah telah sibuk sepanjang malam.


Kemunculan dua kucing mutasi dewa beberapa hari lalu telah membantu mereka melewati semua krisis yang tersisa. Bell dan Orange pergi ke kota bahkan hingga pedesaan, membantu orang-orang yang belum menerima bantuan.


Kaisar Mu juga berterima kasih kepada dua kucing mutasi dewa itu dan sempat berbincang sebentar untuk menanyakan kabar dari Mu Xianzhai dan Li Chang Su. Pada akhirnya, mereka sibuk sendiri.


Di ibu kota kekaisaran, pangeran keempat Mu Lizheng tidak menganggur. Kejadian besar kali ini membuatnya lebih mudah untuk bertindak. Permaisuri selalu ditekan oleh ibu suri dan baru menyadari jika wanita tua itu telah sembuh dari penyakitnya.

__ADS_1


Di istana ratu.


Mu Lizheng menemui permaisuri dan menyapanya, lalu membicarakan rencana yang telah dibuat sejak lama.


“Ibu, bagaimana wanita tua itu bisa sembuh?” tanyanya merasa tidak percaya.


Permaisuri mengerutkan kening, sedikit tidak nyaman. Dia memegang cangkir teh dengan jari-jari yang terkepal erat. Di sisi lain, dia khawatir jika pensiunan kaisar akan membuat ngengat bagi putranya. Kursi kaisar itu harus menjadi milik putranya di masa depan.


"Ibu juga tidak tahu bagaimana hal ini bisa terjadi. Sejak kapan dia sembuh dan siapa yang menyembuhkannya juga belum diketahui," jawab Permaisuri, menyembunyikan keganasan di matanya.


Mu Lizheng duduk dengan kesal dan memikirkan apa yang telah menimpanya akhir-akhir ini. Selain Li Chang Su, tak ada orang lain yang dia curigai. Tapi ... Bisakah gadis itu melakukannya?


Meski Li Chang Su terlihat berbakat dan cantik, bukan berarti dia tahu media juga bukan? Namun ... dengan adanya gelang naga perak, Mu Lizheng mau tak mau harus curiga.


Permaisuri juga mencurigai istri Mu Xianzhai. Dua orang yang sulit disentuk berkumpul bersama, bukankah itu ancaman.


"Mu Peizhi?" cibir Mu Lizheng. Matanya langsung memancarkan cahaya dingin. "Dia sangat berhati-hati dan kali ini sengaja maju untuk memenangkan hati ayah kaisar!"


"Lalu apa yang kamu lakukan dengan bodoh di sini? Bukanlah kamu juga harus pergi menyenangkan ayahmu?!"


"Ibu Ratu, bukankah kamu ingin putranya (aku) hidup sehat untuk takhta di masa depan? Jika putranya pergi menghadapi binatang mutasi di luar sana dan kembali dengan tubuh cacat, bukankah tidak baik?"


Mu Lizheng memiliki alasan. Hal ini telah dibiasakan sejak dia masih kecil. Permaisuri selalu berkata padanya jika di masa depan dirinya akan menjadi kaisar dan harus hidup mulia. Bertempur di medan perang hanyalah tugas orang lain. Dia yang harus dilindungi.


Meski Mu Lizheng juga memiliki sedikit keahlian bela diri, tapi itu hanya sebatas pertahanan saja. Dia tak mampu mengalahkan orang yang memiliki seni bela diri sejati.


Permaisuri mendengar apa yang dikatakan putranya, hatinya berdarah dan tak bisa menahan diri untuk menyesal. Dia terlalu memanjakan pangeran ini lebih dari putrinya sendiri—Mu Ying.

__ADS_1


Setelah memenangkan diri, Permaisuri hanya menceramahinya sedikit. Dia tak bisa membiarkan Mu Lizheng berlama-lama di sini agar Kaisar Mu tidak curiga.


Saat ini putranya bukan lagi putra mahkota yang agung, melainkan pangeran. Setelah tiga tahun berjuang, pangeran kedua—Mu Peizhi telah menghalangi jalan putranya di mana-mana dan kaisar semakin bias padanya.


Kali ini tidak peduli apapun, dia harus bisa memenangkan putaran. Memanfaatkan ketidakhadiran Mu Xianzhai, dia ingin Kaisar Mu membiarkan Mu Lizheng menjadi pewaris.


"Urusan Mu Peizhi, kamu tidak perlu khawatir. Ibu punya pengaturan tersendiri. Kamu urus saja wanita yang sudah kehilangan guna itu!" Permaisuri teringat dengan Rongyu, putri Jenderal Rong yang kini sudah berantakan di mana-mana.


Rongyu sendiri memang masih mengandalkan keluarga dari pihak ibunya tapi bukan berarti ada kekuatan. Wanita itu hanya batu sandungan untuk putranya di masa depan. Bahkan jika Jenderal Rong kehilangan keluarga, kekuatan di tangannya masih ada saat ini, masih berguna untuk membantu putranya naik takhta.


Mu Lizheng tahu jika masalah Rongyu sangat menyebalkan. Wanita itu cantik tapi akhir-akhir ini, kulit wanita itu terlihat pucat dan dingin kayaknya mayat. Dia enggan untuk dekat dengannya.


Belum lagi, banyak gadis yang menghilang karena Rongyu memeras darah mereka untuk ritual mandi darah. Mu Lizheng tahu itu tapi dia diam saja.


"Ibu Ratu, putranya tahu itu. Tapi ... Rongyu mengaku jika dia hamil saat ini. Aku tidak tahu harus berkata apa," katanya jujur.


"Hami?!" Permaisuri hampir saja melemparkam cangkir teh ke wajah Mu Lizheng. "Sudah berapa lama?" tanyanya langsung tenang, seolah-olah kehamilan Rongyu tidak jadi masalah sama sekali.


"Satu bulan."


"Oh, ini kebetulan!" cibir Permaisuri. "Tidak perlu khawatir. Ini justru bagus buat kita. Desak dia agar ayahnya membantumu naik takhta. Setelah kamu menjadi kaisar, keluarga Rong bisa didakwa sebagai penjahat yang mengkhianati kaisar lama, tinggal bunuh saja untuk menghilangkan bukti."


Permaisuri selalu memiliki trik diam-diam. Dia sudah tidak sabar untuk menjadi ibu suri, melihat putranya duduk di kursi naga dan menekan Mu Xianzhai hingga darah.


"Ibu Ratu ... Putranya tahu yang terbaik."


Permaisuri mengangguk puas. Meski putranya dimanja, dia tidak terlalu bodoh. Dia bisa diam-diam memerintahkan Harem dan pengadilan dari belakang dan mendorong putranya maju.

__ADS_1


Ini rencana yang sempurna ....


__ADS_2