
SETIDAKNYA, kuda putih mutasi tidak seceroboh Xue Zi. Dia segera berjalan santai di halaman tersebut. Berbaur dengan banyak binatang mutasi kegelapan lain.
Tapi sebenarnya, kuda putih mutasi sedang mencium aroma Mu Hongzhi yang memungkinkan besar ada di sekitar tempat tersebut. Dan aromanya mengarah ke lubang galian yang besar itu.
"Sepertinya benar, dua manusia bodoh itu pergi ke lubang galian," gumamnya pada diri sendiri.
Kuda putih mutasi diam-diam pergi ke lubang galian ketika melihat beberapa biantang mutasi kegelapan lainnya masuk. Dia berpura-pura tidak mengerti apa yang sedang terjadi dan masuk dengan mudah.
Dengan tatapan tajam seperti para binatang mutasi kegelapan lainnya, dia berbaur dan mondar-mandir. Lalu menyelinap diam-diam ke sisi lain, mengikuti aroma Mu Hongzhi di udara.
Suara tapal kuda yang terpasang di kakinya, memecahkan keheningan. Hingga akhirnya, aroma Mu Hongzhi berbelok ke salah satu ruangan dengan pintu besi yang sudah rudak. Kuda putih mutasi mendengus dan mendorong pintu rusak itu dengan hati-hati.
Ada sedikit derit yang tercipta setiap kali dia mendorong pintu.
Memang, Mu Hongzhi dan Lict ada di dalam saat ini. Kedua bersembunyi setelah hampir ketahuan oleh binatang mutasi kegelapan tingkat suci. Daripada menggagalkan rencana yang telah disusun, keduanya lebih memilih bersembunyi lebih dulu.
Ketika mendengar suara kaki kuda, keduanya gugup. Keringat dingin memenuhi punggung. Dan bayangan tubuh kuda yang terpantul cahaya obor membuat keduanya semakin panik.
Lict mengeluarkan pistol dari sarungnya yang dia ikat di pinggang. Lalu bersiap menembak jika kuda itu menyerang mereka atau memanggil binatang mutasi kegelapan lainnya.
Di saat kepala kuda menyembulkan kepalanya dan memperhatikan isi ruangan dengan hati-hati, akhirnya menemukan dua sosok yang dicarinya. Kuda putih mutasi segera meringkik ringan dan berbinar.
"Akhirnya aku menemukan kalian," kata kuda itu pelan.
"...." Mu Hongzhi dan Lict tampak mengenal suara ini. Terutama saat melihat tanduk kuda itu yang sudah patah.
"Apakah itu kamu?" tanya Lict.
"Memangnya siapa lagi jika bukan aku? Xue Zi mungkin masih di luar dan dikejar kelinci betina," jawab kuda putih mutasi dengan kesal.
__ADS_1
"Syukurlah, itu kamu ..." Mu Hongzhi mengelus dadanya dan meminta kuda itu untuk menutup pintunya kembali. "Kamu bilang Xue Zi dikejar kelinci betina?"
"Ya. Dia hampir diperkosa kelinci betina." Kuda putih mutasi mendorong kembali pintu masuk agar tidak ada binatang lain yang mencurigai tempat ini.
"...." Kedua orang itu membayangkan jika kelinci putih mutasi dikejar oleh kelinci betina dari golongan kegelapan. Pasti sangat merepotkan bukan?
Belum lagi telinganya yang dipenuhi corak bulat, sangat memudahkan binatang mutasi lain untuk menemukannya.
"Lalu kenapa kalian di sini? Bukankah seharusnya mencari cara untuk menemukan jalan yang terhubung dengan gerbang baja waktu itu?" tanya kuda putih mutasi sedikit curiga.
Lict dan Mu Hongzhi saling memandang. Lalu menghela napas panjang. "Ceritanya panjang."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Berbeda dengan situasi Li Chang Su saat ini. Setelah membuat empat boneka, tubuhnya benar-benar lemas. Wajahnya juga pucat. He Ze segera mengambil air roh dan meminta gadis itu untuk meminumnya. Tapi efek air roh tidak cukup. Sehingga memintanya untuk berendam saja.
Walaupun Li Chang Su enggan, Mu Xianzhai sudah memaksanya. Pria itu melepaskan gaun istrinya dan membiarkannya berendam di tepian kolam air terjun.
Penjelasan He Ze membuat gadis itu santai. Dia berendam dengan nyaman. Setelah beberapa saat, energinya pulih kembali. Tapi air Roh sedikit mengalami perubahan warna. Ketika Li Chang Su selesai berpakaian dan melihat air kolam, hatinya terkejut.
"Kenapa airnya menjadi kehitaman?" tanyanya.
He Ze yang memegang kacang goreng pun segera menjawab, "Air roh telah memulihkan energi di tubuhmu sehingga ruang artefak mengalami sedikit masa lemah. Tapi itu akan pulih perlahan-lahan. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun."
Walaupun Li Chang Su masih merasa ada yang aneh, ia tetap mempercayai perkataannya. Lagi pula saat ini, situasinya cukup genting. Dia dan Mu Xianzhai segera bersiap untuk keluar dari ruang artefak.
"He Ze, kamu baik-baik saja kan?" tanyanya.
"Memangnya kamu pikir aku ini apa? Begitu lemah?" Tupai putih itu ingin mencibir dan segera melemparkan kacang goreng ke arah Li Chang Su.
__ADS_1
Gadis itu menangkapnya dan hendak memakan kacang tersebut. Tapi Mu Xianzhai tiba-tiba merebut kacang goreng itu dan memakannya sendiri. Mana mungkin pria bertopeng perak itu akan membiarkan istrinya memakan sesuatu dari He Ze.
"Sudah, cepat pergi. Ruang artefak mulai melemah dan aku harus istirahat. Sementara waktu, jangan masuk dulu. Tunggu air roh menjadi jernih lagi, aku akan memberi tahumu," kata He Ze dengan cepat mengusir mereka.
"Baiklah. Kalau begitu, aku pergi." Li Chang Su menunduk sebentar dan segera menghilang dari sana bersama Mu Xianzhai.
Setelah keduanya pergi, langit di ruang artefak sedikit gelap. Tupai putih itu segera berubah menjadi pria serba putih dan memuntah darah segar. Menyentuh dadanya yang terasa sesak, wajahnya pucat.
Dia bersandar di batu dekat air terjun dan tersenyum lemah. "Dasar gadis bodoh," gumamnya.
Li Chang Su tidak tahu jika air roh sendiri masih terhubung dengan He Ze. Jika energi di ruang artefak berkurang, maka itu juga menyedot energinya sendiri.
Kali ini, Li Chang Su kehabisan banyak ilmu tenaga dalam sehingga berendam di kolam air roh sangatlah tepat. Tapi sayangnya, itu juga membuat risiko yang cukup besar. He Ze harus mengorbankan energinya.
Pria bersurai putih itu menatap ke langit ruang artefak yang menggelap. Dia butuh memulihkan tenaganya. Lalu titik cahaya putih muncul di udara. Semakin terang hingga akhirnya membentuk seekor naga perak transparan yang cukup besar.
"Butuh bantuan?" tawar bayangan naga perak dengan nada datar.
He Ze terbatuk dan menyeka darah di sudut bibirnya. Dia mencibir, "Leluhur ini tidak lemah. Hanya kehabisan banyak energi alam. Kenapa harus merepotkan naga yang agung? Lagi pula aku sudah ribuan tahun hidup hanya untuk menjagamu di ruang artefak ini."
Bayangan naga perak hanya terlihat setengah badan. Kini tertawa mengejeknya. "Kamu masih sombong seperti biasa. Ingatlah, kita berasal dari tempat yang sama. Sangat jarang bagi roh artefak untuk hidup hingga di zaman ini."
Bayangan naga perak itu menyipitkan mata merah menyalanya dan merendahkan kepala, menatap He Ze dkama wujud manusianya.
"Ingatlah juga, tugas kita adalah melenyapkan kegelapan. Perjalanan ini masih cukup panjang. Tapi golongan kegelapan telah menyebar. Gadis itu harus menjadi kuat sehingga wujud nyataku bisa terbentuk lebih cepat. Dengan begitu ... kita akan menghancurkan kegelapan yang diciptakan oleh ledakan racun di langit," jelas bayangan naga perak dengan ekspresi serius.
Dia hanya ingin mengingatkan jika hidup di dunia ini hanya untuk menjalankan tugasnya.
He Ze terbatuk lagi. Kali ini wajahnya tidak sepucat sebelumnya. "Kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya pada pria itu tentang pintu gerbang baja di inti bumi? Kenapa harus berbohong jika apa yang ada di dalamnya sangatlah mengerikan?"
__ADS_1
Bayangan naga perak menyipitkan matanya lagi dan tidak menjawab untuk waktu yang cukup lama.