Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Mempermasalahkan Cap Segel Asli


__ADS_3

SEMALAM Mu Xianzhai memang tidak ada di rumah dan kembali tengah malam. Xuyao yang melaporkannya. Tapi Mu Xianzhai segera menjelaskan jika dia pergi ke Istana Mu Peizhi untuk membicarakan beberapa hal kecil. Bagaimana bisa ini dikaitkan dengan rumah harum?


Walaupun Li Chang Su percaya jika Mu Xianzhai tidak mungkin melakukan itu, tapi selama beberapa hari ini, keduanya memang tidak tidur satu ranjang. Apa mungkin pria itu mencari wanita lain di luar sana untuk melampiaskan hasratnya sendiri?


Mu Xianzhai tentu langsung menepisnya. "Raja ini tidak mungkin melakukan perselingkuhan. Su'er, kamu adalah takdir gelang naga perak dan itu sudah terikat. Ingat, bahwa raja ini sudah bersumpah untuk mencintai Su'er dan jika Raja ini melanggarnya, biarkan kematian datang. Takdir gelang naga perak hanya mengizinkan memiliki satu wanita. Bagaimana mungkin wanita lain hadir?" jelasnya langsung ke inti.


Li Chang Su menundukkan kepala dan kebingungan. "Lalu kenapa wanita itu begitu berani? Pasti memiliki bukti, bukan?"


Mengenai ini, Mu Xianzhai tidak memiliki sesuatu yang harus dikatakan. Apa bukti yang dimiliki wanita itu? Dia sendiri bahkan tidak mengenalinya.


Wanita bergaun merah muda itu langsung mengangguk cepat. "Benar, benar. Li'er memiliki buktinya jika Yang Mulia Raja Perang akan membawa Li'er sebagai selir. Bahkan Yang Mulia juga membuat surat tertulis serta cap segel Istana Raja Perang."


Mendengar itu, Li Chang Su bahkan ingin memuntahkan darah mudanya. Ia memiliki firasat jika ketika putra mahkota mencuri cap segel istana Raja Perang, mungkinkah sudah dipakai sejak awal? Atau jika Mu Xianzhai sendiri yang melakukannya? Segala jenis kemungkinan hanya akan dia tebak ketika melihat suratnya.


“Kalau begitu aku meminta buktinya jika kamu memang dibawa oleh suamiku sebagai selir. Jika kamu berbohong, tahukah konsekuensi apa yang akan terjadi?” Li Chang Su hanya bisa bersikap bijak saat ini dan mengumpulkan bukti lebih dulu.

__ADS_1


Sedangkan Mu Xianzhai tidak pernah pergi ke tempat seperti itu, bagaimana mungkin ada bukti? Ia curiga jika seseorang sedang bermain dengannya. Wanita bergaun merah muda itu segera memberikan sebuah surat yang sedari tadi dipegang. Itu adalah buktinya. Li Chang Su tidak mungkin menghancurkan bukti karena akan memperkuat dugaan semua orang yang hadir.


Mau tidak mau, Li Chang Su menatap Mu Xianzhai dan mendengus. Jika benar bahwa pria itu melakukan perselingkuhan, dia akan menjadi yang pertama menceraikannya. Ketika Li Chang Su membuka gulungan surat itu, ia membacanya dengan seksama. Tulisan ini memang sama dengan goresan tangan Mu Xianzhai. Saat melihat di akhir surat, ada sebuah cap segel merah.


Cap segel itu cukup familiar baginya sehingga membuat dia berpikir jika Mu Xianzhai benar-benar menggunakan cap segelnya untuk mengambil selir. Awalnya dia ingin marah dan menuduh pria itu melakukan perselingkuhan yang kuat. Dengan adanya bukti di tangan, jelas jika pria itu memulainya.


Wanita bergaun merah yang berlutut itu merasa lega saat melihat ekspresi Li Chang Su. Seharusnya istri raja perang tahu jika cap segelnya asli. Bahkan jika dia tidak diizinkan menjadi selir, surat dengan cap segel itu sudah menjadi keputusan yang kuat.


“Mu Xianzhai, kamu!!” Li Chang Su benar-benar ingin menjejalkan surat di tangannya ke wajah pria itu. Hanya dengan melihat cap segel saja, dia sudah tahu jika Mu Xianzhai pasti sengaja. Namun pria itu segera berwajah serius untuk membuktikan jika dirinya tidak bersalah.


“Su’er bisa melihatnya. Ini bukan cap segel Istana Raja Perang. Lihatlah, cap segel Raja ini tidak berpola naga, tapi ular piton. Apakah ini ular piton? Su’er juga tahu bahwa hari itu juga menggunakan cap segel raja ini untuk mengirim surat pada ayah kaisar, apakah ingat pola cap nya?” jelas pria itu serius.


Li Chang Su melihat lagi pola cap segel yang tertera. Tidak terlihat seperti naga, tapi juga bukan ular piton. Mu Xianzhai menjelaskan jika dia bukan kaisar atau putra mahkota sehingga tidak mungkin memiliki cap segel berpola naga. Warga yang ada di sekitar juga mengiyakan ini dan mereka bukanlah orang bodoh.


Ada perbedaan antara cap segel antar pangeran. Salah satu yang berbeda jauh adalah milik putra mahkota. Putra mahkota adalah calon kaisar masa depan sehingga cap segelnya tentu saja berpola naga tanpa kaki. Sementara Mu Xianzhai memiliki pola ular piton. Pangeran lain juga memiliki pola yang berbeda.

__ADS_1


Li Chang Su tidak ingat jika Mu Xianzhai memiliki cap segel berbentuk ular piton. Karena dia pikir itu naga. Kenapa keduanya tampak memiliki kemiripan. Semua orang juga ingin tahu. Apakah wanita bergaun merah muda bernama Li’er itu salah mengonfirmasi sesuatu? Seharusnya adalah putra mahkota, bukan Mu Xianzhai.


“Tidak mungkin, itu tidak mungkin. Jelas jika semalam mengaku sebagai Raja Perang, bukan putra mahkota. Li’er tidak mungkin salah mengenali orang. Yang Mulia, ini tidak mungkin kan?” Wanita bergaun merah muda itu menggelengkan kepala dan terlihat pucat. Ini pasti kesalahan. Seharusnya Mu Xianzhai, tidak mungkin menjadi putra mahkota.


Mu Xianzhai mencibir. Apapun yang dilakukan He Ze malam itu, dia ingin memuji kepintarannya. Ini seperti seseorang menembak di kaki mereka sendiri bukan?


“Kesalahan? Kamu bisa membawa surat ini ke istana dan mengonfirmasinya dari orang-orang di sana. Mereka tidak akan salah mengenali cap segel. Raja ini tidak pernah mengunjungi tempat seperti yang namanya Rumah Harum. Kamu jangan bermimpi. Istri Raja ini hanya saja dan itu hanyalah takdir gelang naga perak, Li Chang Su.”


Setelah Mu Xianzhai berkata demikian, banyak orang yang memujinya. Ini juga dibenarkan. Kekaisaran masih memegang teguh kepercayaan gelang naga perak dan sebagian tua-tua dulu bercerita jika Negara Bingshui dilindungi oleh naga perak legendaris. Takdir gelang naga perak tidak pernah salah. Buktinya adalah Pangeran Pertama, Mu Yishu. Menikahi seorang istri dan memiliki anak. Keluarga bupati itu tidak pernah terlibat rumor tidak sedap.


Li Chang Su mungkin bisa diyakinkan jika cap segel yang ada pada surat tersebut bukan milik Mu Xianzhai. Ia menatapnya masih agak ragu.


“Su’er percayalah. Ini bukan milik Raja. Su’er bisa kembali ke rumah dan melihat kembali pola segel, bukan naga, tapi ular piton.” Mu Xianhai mengelus kepala istrinya dan berhasil melepaskan diri dari tuduhan.


Namun wanita bergaun merah muda itu tampak tidak mempercayainya. Wajahnya menjadi semakin pucat dan tubuhnya gemetar. Tangannya berkeringat dingin saat melihat surat itu berada di tangan Li Chang Su. Semuanya pasti bohong. Dia adalah selir Raja Perang, bagaimana bisa menjadi putra mahkota?

__ADS_1


Keributan di jalan itu membuat warga banyak menimbulkan spekulasi jika ada kemungkinan putra mahkota lah yang datang ke Rumah Harum, bukan Mu Xianzhai. Lalu seorang pria berjubah hitam dengan pola piton emas keluar dari kerumunan dan mengerutkan kening.


“Cap segel apa yang baru saja kalian bicarakan?” tanya pria itu dengan senyum ramah.


__ADS_2