
"SUNGGUH mengecewakan. Bahkan kamu tidak bisa mengalahkan seorang gadis? Apakah kamu benar-benar seorang prajurit wanita yang dipuji oleh banyak orang karena kecantikan?" cibir Mu Lizheng yang jengkel.
Membawa wanita ini ke sini hanyalah merusak reputasinya saja. Dia menjadi jelek di mana-mana dan Mu Xianzhai yang menuai pujian karena bakat Li Chang Su. Tapi bagaimana dengannya? Sebagai putra mahkota, citranya jelas harus lebih menonjol.
Permaisuri saja merasa lebih tidak nyaman. Keputusannya untuk menggunakan Rongyu sebagai batu sandungan memang lebih cocok. Karena itu, mungkin bagi Rongyu ... angan-angan menjadi ibu negara di masa depan hanyalah tidur di awan dan bermimpi kosong (angan-angan yang tak mungkin terwujud).
"Yang Mulia—"
"Sudahlah. Makan saja. Setelah ini, sebaiknya kamu bersikap baik dan jangan kehilangan wajahku!" tukasnya.
Mu Lizheng mulai mendengus. Rongyu ini benar-benar tidak bisa diandalkan. Tapi ia diam-diam mengagumi Li Chang Su. Kenapa gadis secantik dan berbakat seperti dia harus menjadi milik Mu Xianzhai?
Rongyu menggigit bibir bawahnya. Dia adalah wanita muda yang jelas lebih cantik dan juga memiliki tubuh yang indah. Saat menari tadi, dia sangat optimis. Tapi kenapa selalu Li Chang Su, Li Chang Su, Li Chang Su lagi?!
Khawatir jika wajahnya yang kaku akan menguarkan aura sihir mandi darah, Rongyu hanya bisa memendam semua kebenciannya tentang Li Chang Su.
Setelah pertunjukan menari ini, Kaisar tidak langsung melanjutkan pertunjukan lainnya. Dia mulai menjamu para tamu dengan segala jenis makanan yang dihidangkan. Semua tamu juga tidak sungkan untuk mencicipi hidangan. Ada satu hal yang cukup istimewa, beberapa makanan kesukaan pangeran dan putri disajikan. Termasuk Mu Xianzhai.
Hidangan kesukaan pria itu adalah olahan rebung. Sehingga hidangan tersebut pun langsung disajikan. Li Chang Su menghindari olahan rebung itu dan memilih makanan yang lain. Mu Xianzhai membantunya mengambilkan beberapa hidangan yang sulit dijangkau oleh lengan pendeknya.
Semuanya sangat antusias dan memuji makanan yang disajikan. Para gadis bangsawan juga makan dengan baik, menjaga etika makan dan sesekali mengobrol dengan pendamping dari keluarga masing-masing.
"Su'er ... Coba yang ini," kata Mu Xianzhai seraya meletakkan tumis jamur. "Yang ini juga ... Nah, ini juga. Saat pulang nanti, biarkan pelayan memasakkan semua makanan yang diinginkan Su'er," imbuhnya.
"..." Li Chang Su melihat jika mangkuknya penuh. Dia diam-diam menghela napas panjang dan meminta pria itu untuk tidak mengambil makanan yang lain. Dirinya tidak terlalu rakus.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Sementara itu, di sisi lain istana ....
Kuda putih mutasi dan Xue Zi berhasil melepaskan tali leher yang membelenggu keduanya dan pergi diam-diam ke tempat di mana jamuan makan diadakan. Setidaknya pergi ke Pesta Bunga. Apapun itu namanya, hewan tidak mengenal pesta, tapi makanan.
Setiap halaman pasti dibatasi oleh tembok yang tingginya mencapai dua meter lebih.
"Kuda, apakah kamu yakin tidak akan ketahuan?" Xue Zi berada di atas kepala kuda putih mutasi yang kini tengah berjalan diam-diam menuju lokasi Pesta Bunga.
"Kita tidak akan ketahuan jika tidak menampakkan diri. Makanya, jangan jadi kelinci bodoh yang mau ditipu oleh wortel!" Kuda putih mutasi itu meringkik ringan dan langsung bersembunyi saat melihat pelayan.
Tapi kedua binatang mutasi yang sama-sama makan rumput itu tidak tahu jika di bayang-bayang, para penjaga gelap selalu siaga dua puluh empat jam. Terutama penjaga gelap Istana Raja Perang.
Dua penjaga gelap Mu Xianzhai yang kebetulan berada di pohon yang sama pun saling melirik. Apa yang dilakukan kedua hewan itu?
"Apakah kita perlu memberi tahu raja?" tanya salah satunya.
"Bisakah kedua binatang putih itu mengancam?" Temannya justru bertanya kembali.
Tapi penjaga gelap tidak tahu banyak jika binatang mutasi itu makan daging juga. Pada akhirnya, dua penjaga gelap itu hanya menggelengkan kepala. Lupakan saja. Sepertinya tidak perlu melapor karena saat ini ....
Di lokasi jamuan Pesta Bunga, kini sudah berbeda pertunjukan lagi.
Kali ini giliran para pria bangsawan dan pangeran yang menunjukkan bakat. Mereka pindah ke sisi lain halaman yang lebih luas.
Sebelumnya, para gadis juga menampilkan bakat menyanyi mereka serta menyulam. Lagi-lagi, Li Chang Su berhasil membuat sulaman paling rumit dan indah hingga dikirim untuk ibu suri sebagai hadiah.
Soal pertunjukan bakat nyanyian, Li Chang Su membawakan lagu yang pernah terkenal di ibu kota. Belum lagi, orang yang pernah mempopulerkan lagu tersebut adalah seorang wanita berbakat di masa lalu.
__ADS_1
Ada satu hal lagi. Li Chang Su juga mahir membuat puisi dan menyanyikannya dengan indah. Para tamu hanya dibius oleh semua bakatnya. Tapi para putri dan gadis bangsawan juga tak kalah hebatnya. Hanya saja, Li Chang Su memang lebih menonjol.
Kali ini adalah pertunjukan bakat para pria bangsawan. Pertunjukan kali ini adalah memanah objek yang telah diletakkan pada kayu. Kaisar berdeham dan berjalan menuju kursi yang telah disediakan oleh para kasim.
"Pertunjukan memanah ini akan dinilai oleh para putri dan gadis bangsawan. Siapa yang mendapatkan penilaian lebih besar, dialah pemenangnya. Pemenang juga bisa meminta satu keinginan pada Kaisar ini," jelas Kaisar Mu dengan suara yang jernih.
Sayangnya permaisuri sudah beristirahat dan mengeluhkan tidak enak badan. Padahal sebenarnya wanita itu tidak mau berlarut-larut melihat wajah Li Chang Su yang selalu penuh provokasi padanya.
Para gadis bangsawan terlihat malu-malu saat membayangkan betapa hebatnya para pria bangsawan dan pangeran dalam menunjukkan bakatnya. Siapa tahu saja mereka akm beruntung untuk menjadi istri atau selir mereka. Bukankah status keluarga juga meningkat?
Li Chang Su juga bersemangat dan membiarkan Lict ikut berpartisipasi. Laki-laki itu tentu saja percaya diri, namun ... dibandingkan dengan Mu Hongzhi atau pria zaman kuno, ia mungkin jauh lebih buruk.
Karena laki-laki itu ada di dekat Li Chang Su, maka segera berbicara pelan. "Senior Su ... Aku merasa inferior dalam masalah ini."
"Bukankah kamu sudah sering memanah?" cibir gadis itu seraya memegang anggur. "Aku ini gurumu ... apakah masih kurang latihan? Tidak apa-apa, akan ada kesempatan bagiku untuk mengajarimu."
"..." Tidak, bukan itu maksudku, pikirnya.
Akhirnya Lict hanya bisa mengeluh diam-diam. Diajari Li Chang Su lebih mengerikan dibandingkan dengan latihan sang jenderal. Sungguh, ia tidak sanggup. Satu persatu, para pria bangsawan menunjukkan kemampuan memanah dari jarak yang telah ditentukan oleh si penantang.
Tiba-tiba saja, ringkikan kuda terdengar di kejauhan dan para penjaga berusaha untuk menariknya pergi. Semua orang penasaran dan langsung menoleh ke arah suara.
"Dasar manusia bau! Minggir! Aku ingin melihat Pesta Bunga ini. Aku tidak mengacau. Aku juga tidak makan orang!" Kuda putih mutasi hanya bisa menggelengkan kepalanya dan sesekali mencoba untuk melepaskan tali pengekang di lehernya.
"Kamu memang tidak makan orang. Tapi ayolah ... Kamu ini makan bunga-bunga kesayangan Kaisar!" Penjaga baruh baya yang memakai setelan baju prajurit pun hanya bisa menangis tanpa mengeluarkan air mata. Bagaimana bisa kuda putih mutasi itu menerobos dan memakan banyak bunga?
Kuda putih mutasi itu berkedip polos. Apa salahnya jika dia makan bunga? Itu hanya bunga! Pikirnya.
__ADS_1
...****************...
CATATAN AUTHOR: Maaf, ya ... Author telat update. Seharusnya tadi pagi juga kelar. Tapi karena Author baru saja menamatkan novel yang Fu Chan Yin itu, rasanya belum terbiasa, seperti ada yang hilang. Mungkin karena Author sudah bergelut dengan novel itu selama setahun lebih tanpa jeda/hiatus. Sehingga mau tidak mau, Author membiasakan diri dulu. Mungkin besok, Author harus membiasakan diri memprioritaskan novel ini dan yang lainnya.