Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Li Chang Su Alergi Rebung


__ADS_3

LI CHANG SU terkejut. Pria itu tidak tahu rebung?


Apakah dia tidak tahu jika tunas putih musim dingin yang baru saja dikenalkan padanya adalah rebung? Mungkin Li Chang Su sendiri juga tidak tahu rebung di zaman kuno ini disebut tunas putih musim dingin.


Saat ini dia tidak bisa banyak berkata karena kesulitan bernapas. Wajahnya pucat. Walaupun tidak ada gejala seperti alergi pada umumnya, dia benar-benar alergi rebung.


Mu Xianzhai duduk di tepian tempat tidur dengan gelisah. Saat memperhatikan jika ekspresi menyakitkan di wajah gadis itu tidak berkurang, napasnya menjadi dingin.


Segera, pelayan yang memasak tunas putih musim dingin dibawa oleh penjaga dan berlutut ketakutan di depan Mu Xianzhai. Walaupun pria itu sudah diberi tahu jika Li Chang Su alergi, tetap saja ingin menyalahkan orang.


Namun saat ini, dia hanya bisa menahan diri dan menatap pelayan senior yang bertugas di dapur istananya.


"Tunggu sampai kondisi Sang Putri diketahui, Raja ini akan menentukan hukuman mu," katanya tanpa nada yang baik.


Pelayan itu segera bersujud meminta pengampunan. Berharap jika sang putri baik-baik saja. Dia sama sekali tidak tahu di mana letak kesalahannya. Dan selalu memasak tunas putih musim dingin sesuai selera Mu Xianzhai seperti biasanya.


Mu Xianzhai begitu tidak sabar. Tabib istana belum juga datang. Dia membantu Li Chang Su menyeka keringat dingin di dahinya, lalu mencoba untuk menenangkan, menggenggam tangannya dengan erat.


Dia bersumpah, jika sesuatu terjadi pada istrinya, maka semua orang di istana ini akan mengalami penderitaan yang sama. Karena jarak istana kekaisaran dan Istana Raja Perang cukup jauh, penjaga gelap itu hanya bisa membawa tabib dengan cara digendong. Tentu saja tanpa pamit pada kaisar.


Tabib itu merasa pusing dan kebingungan dengan siapa yang menculiknya. Namun ketika tiba di halaman istana yang dikenal, tabib setengah baya itu gemetar. Ini Istana Raja Perang. Merupakan satu-satunya tempat di mana tabib Istana Kekaisaran itu tidak mau datang.


Tapi sekarang apa gunanya mengeluh. Dia sudah ada di sini. Dibawa paksa. Penjaga gelap itu membawa sang tabib ke teman di mana Mu Xianzhai berada.


"Yang Mulia, tabib istana ada di sini," kata salah satu dari dua penjaga gelap itu.


"Biarkan masuk!" suara dingin Mu Xianzhai sama sekali tidak berubah.


Tabib istana itu masuk dengan langkah kaki yang cukup berat. Sambil memegang kotak obat-obatan yang biasa, pria tua itu mengembuskan napasnya, berusaha menjadi lebih tenang. Sikap penjaga gelap padanya begitu sopan, sehingga dia bisa menghormatinya.


Ketika masuk, tabib istana itu melihat seorang pelayan berlutut dengan tubuh gemetar dan sedikit frustasi. Dan beberapa pelayan lain yang berpartisipasi dalam menyiapkan makan malam juga ikut berlutut. Tabib istana itu penasaran dengan apa yang terjadi. Kemudian Xuxu berkata jika tubuh sang putri dalam masalah setelah memakan tunas putih musim dingin.


"Yang Mulia Raja ..." Tabib itu membungkuk sedikit untuk memberikan kesopanan.


"Bebas. Cepat lihat keadaan istriku. Apakah benar dia memiliki alergi?"

__ADS_1


Si tabib istana segera memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan Li Chang Su dan mengerutkan kening. Dia berkata tidak ada gejala keracunan di tubuh gadis itu. Tapi alerginya dibenarkan.


Li Chang Su memiliki alergi tunas putih musim dingin. Jika itu terjadi, tubuhnya akan gemetar kesakitan, tenggorokan sakit, kesulitan bernapas hingga dadanya sesak. Jika tidak segera ditangani, kemungkinan besar mengakibatkan ....


Tabib istana itu tidak berani untuk mengatakannya karena khawatir Mu Xianzhai akan tersulut emosi. Jadi segera menelan kata-katanya kembali.


"Kalau begitu resepkan obat ...," kata Mu Xianzhai setelah ditenangkan.


"Ya ... Ya ..." Tabib istana itu segera menuliskan resep yang harus dibuat untuk meredakan alergi ini. Setelah itu memberikan catatan pada Mu Xianzhai.


Karena urusannya di Istana Raja Perang telah selesai, Mu Xianzhai akhirnya melepaskan tabib itu. Meminta seseorang mengantarkannya kembali ke istana. Jika kaisar bertanya, katakan saja jika menantunya terkena alergi.


Dia menyerahkan catatan resep obat ke Xuxu, memintanya untuk segera menyiapkan semua bahan-bahan dan merebuskan obat. Mu Xianzhai akhirnya menatap para pelayan yang berlutut tetapi lengan bajunya dicengkeram gadis itu.


Mereka tidak bersalah dan tidak tahu tentang ini, jadi maafkan saja ... Itulah yang setidaknya Li Chang Su katakan.


Mu Xianzhai tidak berdaya dan mencoba menenangkan suasana hatinya. "Kali ini Sang Putri memaafkan kalian. Mulai sekarang, jangan ada tunas putih musim dingin di istana. Semuanya jauhkan dari istana!" Katanya.


"Budak mematuhi perintah," kata para pelayan yang berlutut itu segera bangkit dan mundur beberapa langkah sebelum akhirnya meninggalkan kamar utama.


Li Chang Su meminta He Ze untuk keluar dan mengambilkan obat alergi untuknya. Setidaknya tunggu sampai obat direbus. Setelah meminum pil alergi, setidaknya sesak napasnya berkurang. Namun Mu Xianzhai sama sekali tidak melepaskan hatinya untuk benar-benar tenang. Dia masih menemaninya dengan gelisah.


"Aku baik-baik saja," suara Li Chang Su sedikit serak.


Ia tahu jika alergi ini akan bertahan di tubuhnya kurang lebih tiga hari. Tidak berbeda jauh dari alergi pedas Mu Xianzhai yang sembuh dalam waktu empat hari. Dan tabib pun akhirnya mengaku kalah.


Kini giliran dia yang terkena alergi.


"Bagaimana mungkin tunas putih musim dingin itu adalah rebung? Apakah kalian orang-orang kuno begitu kuno?" tanya gadis itu setelah beberapa saat.


"...." Mu Xianzhai tidak tahu harus meresponnya bagaimana. Lagi pula dia tidak tahu jika tunas putih musim dingin itu memiliki nama lain, rebung.


Li Chang Su alergi dengan rebung saat pertama kali memakannya di usia sepuluh tahun. Pada saat itu dia berada dalam pelatihan militer. Dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Dokter mengatakan jika dia alergi rebung yang cukup parah. Terutama rebung musim dingin.


Sejak saat itu, rebung menjadi makanan yang paling dia benci. Setiap kali melihat rebung, sentuhan jijik akan melintas di matanya. Kini dia tidak tahu akan kembali mencicipi rebung lagi. Bahkan Mu Xianzhai sampai membuang semua rebung jauh-jauh dari istana.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu membuang rebung itu. Bukankah kamu menyukainya? Aku hanya tidak perlu memakannya." Gadis itu berkata dengan tidak berdaya.


Mu Xianzhai ini terlalu berlebihan. Bahkan jika dia benci rebung, setidaknya akan menghormati orang yang memakannya. Namun pria itu dengan tegas menolak.


"Karena Su'er tidak suka, maka aku juga tidak akan suka. Tunas putih musim dingin itu telah membuat Su'er menderita. Aku tidak menyukai makanan itu lagi," katanya enteng, seperti membuang sepatu tak layak pakai.


"...." Sulit bagi Li Chang Su untuk memercayainya. Namun Mu Xianzhai benar-benar bertekad.


Setelah menunggu selama kurang lebih satu jam, oabt selesai dibuat. Xuxu dan Xuyao membawanya ke kamar, diserahkan pada Mu Xianzhai. Lalu juga menyediakan makanan manis untuk menghilangkan rasa pahit obat cair.


Keduanya akhirnya kembali keluar untuk menunggu perintah lain. Karena cuaca dingin, Mu Xianzhai meminta mereka untuk menunggu di ruang samping.


Saat Li Chang Su melihat obat cair yang keruh di dalam mangkuk kecil itu, wajahnya pucat. Dia mungkin ahli obat-obatan dan racun. Baik tradisional maupun modern. Tapi, bukan berarti dia sering mengonsumsi obat pahit tradisional seperti ini.


Belum lagi saat melihat kue kering di piring, dia sudah menebak jika ini pasti membujuknya untuk minum. Dan hilangkan rasa pahit dengan kue itu. Tiba-tiba saja, dia ingin muntah darah.


"Su'er, minumlah obatnya. Tubuhmu akan baik-baik saja setelah ini." Mu Xianzhai jelas membujuknya dengan baik.


"Haruskah aku meminumnya? Aku memiliki obat yang lebih baik dari ini," katanya segera mencari alasan.


Mu Xianzhai menatapnya dengan heran. "Pengobatan Tiongkok selalu dibenarkan sejak dahulu kala. Sangat efektif dan tanpa efek samping. Su'er pasti tahu yang terbaik."


"...." Sialnya, bagaimana pria itu tahu? Li Chang Su sedikit enggan.


Mu Xianzhai meniup obat itu agar tidak terlalu panas. Setelah itu menyerahkan mangkuk pada Li Chang Su. Gadis itu memperhatikan isi cairan kental obat yang memiliki aroma menyengat. Tiba-tiba saja tidak memiliki nafsu untuk meminumnya.


"Ada apa? Bahkan seorang prajurit tidak perani untuk meminum obat?" Pria itu akhirnya mencibir. Tidak bisa dibujuk dengan cara halus? Maka dia akan menggunakan cara yang keras.


Mendengar nada provokasinya, Li Chang Su sesak napas lagi. Pria itu benar-benar tidak memiliki sedikitpun kelembutan kecil. Bahkan akan memaksanya untuk meminum obat. Dia tentu saja berani minum obat.


Setelah menghilangkan pikirannya tentang aroma dan rasa obat yang sangat pahit, dia pun meminumnya dengan cepat. Dan ekspresinya langsung jelek. Ini lebih pahit daripada yang dia duga. Sebelum dia meminta untuk minum air, pria itu sudah mencium bibirnya.


"....??!"


Apa yang sebenarnya pria itu lakukan dengan menciumnya?

__ADS_1


Setelah beberapa saat, pria itu akhirnya melepaskan bibirnya. Wajah Li Chang Su memerah dan ingin bertanya, kenapa menciumnya?


"Bagaimana? Apakah masih pahit?" tanya pria itu sangat lembut, sedikit menggodanya.


__ADS_2