Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Xue Zi yang Malang, Li Chang Su memasak


__ADS_3

MU XIANZHAI tentu saja tahu apa yang harus dilakukannya selama Li Chang Su belum kembali. Dia menyipitkan mata dan menatap kelinci mutasi yang masih menendang udara dengan kaki belakangnya.


Dia berpikir sejenak, lalu berkata, "Akan lebih baik jika bulunya dicat merah. Itu sangat gagah!"


"...." Kelinci mutasi memiliki firasat buruk. Mendengar ini, makhluk berbulu itu langsung meronta, lebih panik.


Mu Xianzhai sama sekali tidak peduli. Meminta sepupunya untuk memegang kelinci mutasi itu dengan hati-hati. Dia pergi mengambil bak kayu ukuran sedang. Cukup untuk menampung air dan membiarkan Xue Zi berenang.


Melihat air hangat itu, Xue Zi, sebagai binatang mutasi raja—langsung gelisah tak menentu. Dia tidak mau menjadi merah. Bulunya tidak akan cantik lagi. Orang-orang akan takut ketika melihatnya.


"Mandi dengan patuh hingga bersih, atau .... dipoles warna merah?" Mu Xianzhai menaikkan sebelah alisnya saat melihat kelinci mutasi itu menatapnya dengan marah.


Seketika, Xue Zi berhenti menendang dan memikirkan hal ini. Mandi sampai bersih. Bukankah itu berarti dia tidak perlu mengecat bulunya lagi? Sekarang dia ingin mandi.


Mu Hongzhi melepaskan kelinci mutasi itu setelah sepupunya meminta. Kemudian, Xue Zi segera melompat ke dalam air, mengguncang tubuhnya, berusaha menyingkirkan darah yang menjijikkan ini. Tak lama, seorang prajurit datang sambil membawa beberapa tangkai berdaun agak panjang.


Daun itu memiliki zat yang bisa menghasilkan busa, membersihkan kotoran di tubuh. Kelinci ini memiliki bulu yang lebat dan terawat, tapi beberapa helai masih terlihat menjijikkan di mata Mu Xianzhai.


Benar-benar hewan berbulu yang kotor. Jangan sampai bulunya mengotori ranjang. Pikirnya


Dia tidak mau memandikan Xue Zi. Ini bukan gayanya. Jadi segera memberikan beberapa daun pada sepupunya untuk memandikan kelinci ini.


"Lakukanlah dengan cepat. Sebelum Su'er datang, aku ingin kelinci jelek ini bersih dan kering!" Nada bicaranya memerintah, sungguh arogan. Dia duduk di kursi kayu cendana yang nyaman, menyilakan kaki sambil menopang kepala. Auranya benar-benar seorang raja.


"...." Mu Hongzhi yang tidak berdaya akhirnya memandikan kelinci mutasi itu. Sekarang dia tidak terlalu takut lagi dengan Xue Zi. Karena memang, kelinci mutasi ini terlihat seperti binatang kecil lainnya.


Xue Zi yang dimandikan oleh pria itu pun hanya memasang wajah tidak suka. Tubuhnya sama sekali tidak bergerak. Membiarkan orang itu membersihkan bulunya.


Untungnya hal ini tidak membutuhkan waktu lama. Setelah mandi, tubuhnya dikeringkan dengan menggunakan ilmu tenaga dalam. Lalu dikasih beberapa wewangian alami hingga tidak tercium bau aneh lagi. Segera bak mandi kecil disingkirkan agar tidak ketahuan.


Xue Zi sangat tidak berdaya. Dia benar-benar Menjadi kelinci percobaan. Akhirnya, Mu Hongzhi tersenyum penuh kemenangan. Menatap kelinci mutasi yang kini telah putih, bersih dan wangi.

__ADS_1


"Nah, Sepupu. Bagaimana menurutmu? Apakah supupu ipar akan menyukainya?" tanya dia sambil mengangkat tubuh Xue Zi.


Mu Xianzhai menatap kelinci mutasi itu. Memang sudah bersih dan tidak ada satupun noda. Dia ingin memuji keterampilan sepupunya yang telah membaik. Namun, Li Chang Su baru saja tiba di depan tenda sambil membawa nampan.


"Apa yang akan membuatku suka?"


Kedua pria itu tertegun dan menoleh ke sisi lain. Li Chang Su sudah masuk dan menatap kedua pria yang sedang membahas sesuatu. Lalu menatap kelinci mutasi yang kini dalam pelukan Mu Hongzhi.


Karena pria itu sangat menyukainya sekarang, jadi biarkan saja untuk dipelihara sela beberapa waktu ini. Mu Hongzhi terbatuk sambil mengusap kelinci mutasi yang berbulu lembut. Adapun Mu Xianzhai, hanya menyesap tehnya. Seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa.


"Lupakan. Singkirkan kelinci itu. Aku tidak ingin kehadirannya menghilangkan nafsu makan," kata Mu Xianzhai langsung mencibir.


"...." Mu Hongzhi tidak tahu harus menolaknya bagaian. Jadi Sepupu, bagaimanapun dengan makan siangku? Pikirnya.


Li Chang Su sepertinya tahu ini akan dilakukan Mu Xianzhai, sehingga meminta Mu Hongzhi untuk pergi ke dapur dan mengambil bagiannya. Ada beberapa porsi lagi. Setidaknya cukup untuk makan siang. Lagi pula, Mu Hongzhi tidak mungkin menghabiskan banyak tumis rebung.


Pria itu segera pergi ke dapur militer sambil memeluk kelinci mutasi. Lalu melihat beberapa juru masak berkerumun sambil memegang piring dan sumpit. Ada tumis rebung di piring mereka. Lalu menatap ke wajan yang kini mungkin hanya menyisakan sedikit tumis rebung. Tidak cukup untuk porsi makan kucing sekalipun.


Satu pikiran yang terlintas di benak Mu Hongzhi, mereka mencuri rebungnya.


"Jen-jenderal Hong~" Salah satu koki bersuara dengan nada yang agak mengkhawatirkan.


Sambil melemparkan kelinci mutasi ke samping, Mu Hongzhi segera mengambil sendok sayur yang ada di meja terdekatnya.


"Dasar para juru masak sialan! Kembalikan tumis rebung sepupu ipar! Kembalikan sup jamur. Dan kembalikan juga sayur bayam!" Dia segera berjalan ke arah mereka sambil menodongkan sendok sayur. Mereka yang tertangkap basah mencicipi makanan enak itu pun memilih untuk egois dan melarikan diri.


Maafkan kami, Jenderal Hong. Ini terlalu enak! Pikir mereka segera berhamburan dari dapur. Suara Mu Hongzhi yang memarahi mereka pun terdengar hingga ke tenda Mu Xianzhai.


Li Chang Su yang kini sedang makan siang bersama pria itu pun tak bisa menahan penasaran. Dia mengerutkan kening. Sayup-sayup mendengar Mu Hongzhi mengatakan jika para juru masak mencuri rebungnya. Oh, apakah tunas putih musim dingin itu sangat populer?


Karena Mu Xianzhai tidak bisa makan makanan terlalu pedas dan juga menghindari olahan daun bawang, gadis itu memiliki porsi khusus sendiri.

__ADS_1


Gadis itu sangat suka pedas dan juga tidak memiliki masalah dengan daun bawang. Sehingga, makanannya juga bukan lagi rebung. Melainkan sup jamur serta sayur bayam.


"Sepertinya Mu Hongzhi tidak kebagian jatah tumis rebung," kata gadis itu sedikit tersenyum lucu.


"Tidak apa-apa. Tanpa makan tunas putih musim dingin, dia masih bisa berdiri dan mengalahkan beberapa binatang mutasi di masa depan." Mu Xianzhai tidak peduli dengan itu. Sudah beberapa hari dia tidak makan olahan rebung, kini rasanya cukup berbeda.


Setidaknya, Li Chang Su memberi banyak rempah di dalamnya sehingga cita rada makanan menjadi lebih enak. Selain itu juga, dia mengambil sedikit sup jamur yang agak pedas di mangkuk milik Li Chang Su.


"Kamu tidak diizinkan makan sesuatu yang terlalu pedas." Gadis itu mengerutkan kening saat melihat Mu Xianzhai mencicipi sup jamur miliknya.


"Tidak apa-apa. Hanya sedikit. Jamur ini ternyata sangat enak. Aku lupa memberi tahumu sesuatu tentang jamur. Sebenarnya ada beberapa jenis jamur yang kutemui waktu itu. Tapi tidak tahu apakah saat ini masih ada atau tidak ..." Jika Mu Xianzhai tidak memakan olahan jamur hari ini, mungkin dia akan melupakan masalah ini.


"Sebagian jamur memiliki masa tumbuh yang singkat. Kadang baru satu hari saja, besoknya bisa membusuk." Li Chang Su memberinya sedikit informasi.


"Sayang sekali. Berarti mungkin saat ini sudah membusuk dan hilang. Aku melihatnya satu tahun yang lalu." Pria itu menggelengkan kepalanya dan tersenyum pahit. Mungkin lain kali, dia harus mencari sesuatu yang bisa diolah oleh istrinya.


"....." Setahun lalu? Li Chang Su tidak berdaya. Apakah pria itu berpikir jika jamur bisa hidup bertahun-tahun?


Hanya saja, dia memikirkan beberapa kemungkinan. "Tapi jamur juga akan tumbuh di tempat yang sama di musim berikutnya. Mungkin itu tumbuh juga tahun ini."


"Kalau begitu kita akan melihatnya nanti. Mungkin jamur itu tumbuh." Mu Xianzhai tidak meragukan informasi dari istrinya. Gadis kecil itu memiliki banyak pengetahuan, dia belajar mulai sekarang.


"....." Li Chang Su menatap Mu Xianzhai seperti seorang pria yang belum pernah memasuki sekolah.


Tunggu! Mungkin Mu Xianzhai tidak pernah sekolah. Di zaman kuno ini, belum ada yang namanya sekolah. Akademi saja mungkin jarang.


"Itu ... Bisakah aku menanyakan sesuatu padamu?" tanyanya.


"Su'er tidak perlu sungkan." Mu Xianzhai benar-benar menyelesaikan makanan tumis rebungnya.


"Karena tidak ada sekolah di zaman kuno ini, bagaimana kamu belajar banyak hal?"

__ADS_1


__ADS_2