
"KAMU ...." Bell melihat siapa orang yang baru saja datang menolongnya.
Melihat jika pria jelmaan serigala mutasi perak kemerahan itu memuntahkan darah dan pucat, Bell merasa tenang. Dia akhirnya selamat dari kematian. Bahkan jika dia meninggal dunia, Orange masih bisa hidup dengan adanya Li Chang Su dan yang lainnya.
Mu Hongzhi datang tepat waktu. Tadi saat melihat Bell hampir saja kehilangan nyawanya, ia masih berada di jarak dua puluh meter. Cukup jauh jika berlari untuk menghentikan serangan itu. Sehingga, mau tidak mau, dia menggunakan kemampuan seni bela dirinya untuk berpindah lebih cepat dan akurat.
Meskipun begitu, dia mengeluarkan ilmu tenaga dalam yang banyak untuk melakukan ini. Bahkan Mu Xianzhai sendiri tidak akan melakukan hal seperti itu. Karena memang menguras banyak tenaga dalam.
Ia mencabut pudang rusak yang menusuk dada pria jelmaan serigala mutasi perak kemerahan. Makhluk itu akhirnya jatuh berlutut sambil merasakan sakit. Napasnya mulai sulit hingga akhirnya dia jatuh. Kehilangan nyawanya.
"Tidak!!" Dua pria jelmaan serigala mutasi yang lain tertegun saat melihat akhir dari serigala mutasi perak kemerahan. Sangat cepat! Mereka bahkan belum berkedip ketika itu terjadi.
"Siapa kamu?" tanya salah satu dari pria jelmaan serigala mutasi abu-abu.
"Temannya." Mu Hongzhi menjawab dan terkekeh. Tampak bermain-main.
"Cih! Dasar kucing! Ternyata berteman dengan manusia." Salah satu dari keduanya mencibir.
"Kita habisi saja keduanya. Makan makan yang enak!"
"Kamu benar!"
Keduanya langsung menyerang Mu Hongzhi dengan kecepatan yang cukup untuk mempersempit jarak kesempatan untuk membalas serangan. Tapi pria itu tampaknya tidak mengalami kesulitan sedikitpun.
Dengan pedang yang berlumuran darah serigala mutasi, Mu Hongzhi mencibir dan melompat. Keterampilan pedangnya meningkat tajam. Hanya dengan satu kali tebasan saja, kedua pria jelmaan serigala mutasi abu-abu membelalakkan mata.
"Tidak mungkin ...!" Salah satu dari mereka bergumam.
Mereka baru saja berbalik dan hendak menyerang Mu Hongzhi, tapi kedua dadanya sudah disambut dengan pedang. Setelah kaku di tempat, kedua pria jelmaan serigala mutasi abu-abu langsung jatuh tak bernyawa.
"...." Bell yang melihatnya pun merasa tidak terduga. Apakah manusia sekuat ini?
Mu Hongzhi membersihkan pedangnya dari darah dan menyarungkannya kembali. Ia mencibir dan bergumam yang tidak diketahui oleh Bell.
"Kamu sungguh beruntung. Serigala yang menjadi lawanmu tidaklah sulit. Berbeda sekali denganku. Apakah dewa bersikap tidak adil?" Dia membantu Bell untuk berdiri dan memeriksa lukanya.
Ternyata kucing jadi-jadian ini juga terluka cukup parah.
"Memangnya serigala jenis apa yang kamu lawan?" tanya Bell.
__ADS_1
"Itu serigala mutasi merah darah."
"...." Bell tahu tentang serigala jenis itu. Termasuk peminum darah, kasar dan ganas. Selain itu juga, serigala mutasi merah darah merupakan pemimpin kedua dalam kawanannya.
"Ayo kita cari yang lain. Atau, kamu ingin kembali ke ruang batu?" Mu Hongzhi menawarinya. Jika kucing ini ingin kembali, dia akan mengantarkannya.
"Tidak perlu. Aku baik-baik saja. Bagaimana jika kita mencari yang lain saja?"
"Baiklah. Aku tidak memiliki obat di tangan. Kita temukan sepupu iparku dulu."
"Lukaku akan sembuh perlahan. Jangan khawatir." Bell tersenyum masam.
Ini pertarungan yang berat. Melawan tiga serigala mutasi dewa golongan kegelapan seorang diri. Binatang mutasi dewa yang lain mungkin akan mengira dia gila. Karena bagaimanapun juga, tingkat dewa telah menjadi kekuatan tertinggi untuk binatang mutasi saat ini.
Keduanya berjalan perlahan. Mu Hongzhi memapah Bell menuju ke arah lain yang kemungkinan besar Li Chang Su atau Mu Xianzhai ada di sebelah sana.
Setelah berjalan cukup jauh, mereka melihat cahaya remang-remang tak jauh di depan. Tampaknya ada seseorang yang juga berjalan ke arah yang sama. Mu Hongzhi menyipitkan matanya dan melihat pria berpakaian serba putih, sedang memapah seseorang.
"Rasanya punggung salah satu dari mereka cukup akrab?" Bell mengerutkan kening.
"Seperti Lict. Tapi siapa pria yang ada di sampingnya? Jelas itu bukan Ye Shi."
"He Ze ...? Bisakah dia menjadi manusia juga?" Mu Hongzhi agak terkejut. Dia telah mengembalikan ekspresi konyolnya yang biasa.
"Jangan lupa, dia binatang roh artefak. Ada kemungkinan itu terjadi," jawab Bell sungguh menyesalinya. Dia menggelengkan kepala. Di dunia ini, ada yang lebih kuat dan berkuasa.
Mengetahui jika itu mungkin saja Lict, keduanya mengejar perlahan. Jika keduanya salah dan malah musuh, maka bertarung adalah cara terbaik. Mu Hongzhi berteriak memanggil keduanya. Suaranya cukup menggema.
Kedua orang yang berjalan di depan sana langsung menghentikan langkah dan menoleh. Melihat Mu Hongzhi dan Bell yang terluka, keduanya terkejut. Karena masing-masing sudah saling mengenali, akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti.
"Lict, kamu juga terluka?" tanya Mu Hongzhi sedikit kasihan. Dibandingkan Bell, laki-laki berdarah asing itu lebih pucat.
"Dia terkena racun cakar serigala mutasi." He Ze mewakilinya.
"Ah, aku juga sama. Tapi kenapa itu tidak berpengaruh padaku?" Mu Hongzhi kebingungan. Sudah jelas dia juga dicakar, menunjukkan lengan kirinya yang memiliki bekas cakaran. Cukup panjang.
Meskipun tidak terlalu parah, mereka yang melihatnya sedikit ngeri. He Ze memeriksa luka di lengannya, lalu menggelengkan kepala.
"Cakaran ini tidak beracun. Tampaknya kamu bertemu serigala mutasi merah darah?"
__ADS_1
"Bagaimana kamu tahu?"
"Serigala mutasi jenis itu tidak mengandalkan racun, tapi rencana tempurnya. Meskipun mengandung racun pada taring dan kuku, toksinnya kecil." He Ze menjelaskan.
"Apakah kamu He Ze?" Akhirnya Bell bertanya karena penasaran.
"Ya," jawab pria berpakaian serba putih itu sedikit batuk ringan. Lalu dia membiarkan Lict duduk bersandar di pohon.
"Tidak kusangka, berubah menjadi manusia. Kamu sangat tampan." Bell sedikit memerah.
"Aku tupai normal."
"...." Bell tidak berkata jika dia menyukainya. Lagi pula, ia juga kucing normal. Tidak suka pria.
Mereka memilih untuk berhenti sebentar dan beristirahat. Lalu mengambil alternatif untuk menekan racun di tubuh Lict. Hanya ada satu lentera saat ini. Tapi cukup untuk menerangi sekitar.
He Ze hanya mengambil air dari ruang artefak secara langsung dan meminta mereka untuk meminumnya. Tak berapa lama, sosok jangkung bertopeng rubah muncul di depan mereka hingga membuat Mu Hongzhi bangkit sambil menodongkan pedang.
"Ini aku!" Ye Shi yang baru saja tiba cukup terkejut dengan kecepatan Mu Hongzhi. Heh, benar-benar di bawah ajaran raja perang. Pikirnya sedikit tidak berdaya.
"Mengagetkan saja." Mu Hongzhi menurunkan pedang rusaknya dan menghela napas panjang. "Kamu juga sudah selesai? Serigala seperti apa yang kamu hadapi?"
"Itu betina."
"...." Sepertinya hanya Ye Shi yang melawan serigala mutasi dengan genus betina.
"Ada apa?" Ye Shi melihat mereka terdiam pun merasa heran.
"Ye Shi, tampaknya dewa berbaik hati padamu," kata Mu Hongzhi langsung terbatuk sengaja.
"Apa maksudmu?" Wajah pria bertopeng rubah itu mungkin sudah hitam seperti pantat wajan.
"Secara, dia memintamu untuk menyukai wanita. Maka datanglah serigala betina."
"...." Ye Shi ingin sekali memukul pria itu. Bisakah Mu Xianzhai akan memaafkannya nanti?
Bell dan Lict tidak tahu tentang Ye Shi karena baru bertemu beberapa saat yang lalu. Beda lagi dengan He Ze yang sudah bersama Li Chang Su sejak awal. Keempatnya pun beristirahat di sana sebelum nanti melanjutkan perjalanan.
"Kira-kira, apakah sepupu dan sepupu ipar baik-baik saja?" Mu Hongzhi sungguh merindukan Li Chang Su dan Mu Xianzhai. Khawatir terjadi sesuatu pada mereka.
__ADS_1