Menjadi Istri Cerdas Raja Perang

Menjadi Istri Cerdas Raja Perang
Mu Xianzhai Yang Ditakuti Banyak Orang


__ADS_3

SEPERTINYA DIA tidak keberatan untuk tidur berdua seperti ini. Bukankah dia sudah terbiasa dengan kehadiran Mu Xianzhai di tempat tidur ketika tengah malam tiba?


Mu Xianzhai selalu sibuk di ruang kerja dan menyelesaikan beberapa laporan dari barak militer ataupun kaisar. Bahkan saat berada dalam pelukannya, kehangatan menyebar. Membuat gadis itu merasa jika berada dalam pelukan pria seperti ini tidaklah buruk. Dia menyukai perasaan dilindungi. Bukankah itu yang selalu diinginkan wanita manapun.


Dilindungi oleh pria yang menjadi suaminya, cukup bagus. Hanya saja, dia belum mengembangkan perasaan yang dalam terhadapnya. Tapi cukup suka. Ya, setidaknya dia sedikit menyukai pria ini.


"Tidak buruk," gumam gadis itu tidak berani menatapnya.


Mu Xianzhai bisa mendengar apa yang dikatakan, hanya memeluknya lebih erat. Lalu memejamkan mata. Dengan gadis ini dalam pelukan, pikirannya menjadi lebih rileks.


Tidak tahu berapa lama tertidur, Mu Xianzhai terbangun ketika kereta berhenti. Li Chang Su hanya diam seperti sebelumnya, tapi ini hangat. Mungkin karena cuaca di luar cukup dingin, dia merasa sangat hangat dalam pelukannya.


Tiba-tiba saja, Mu Xianzhai tidak tega untuk membiarkannya pindah. Dia masih memeluknya seperti ini. Jarang sekali berlama-lama dalam keheningan. Tapi, suara penjaga gelap segera membangunkan semua imajinasi hangatnya.


"Yang Mulia .... Kita tiba di perbatasan kota. Apakah kita harus mencari tempat istirahat?" tanyanya.


Dengan nada tidak senang, Mu Xianzhai segera menanggapinya," Ya, cari kedai terdekat."


Mau tidak mau, dia menatap Li Chang Su yang masih santai di pelukannya. "Ayo turun dan makan sesuatu. Ini seharusnya sudah waktunya makan siang."


"Baik."


Gadis itu akhirnya bangun dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Lalu turun dari kereta dengan cepat. Sehingga Mu Xianzhai tidak memiliki waktu untuk meminta tangannya. Cuaca siang hari yang dingin ini masih dipenuhi hujan salju kecil.


Mu Hongzhi keluarga sambil menggendong kelinci mutasi. Adapun He Ze, itu berada di atas kepalanya. Saat Li Chang Su melihat kelakuan dua biantang peliharaan yang mengganggu itu, sedikit bersimpati dengannya.


"Apakah mereka merepotkanmu?" tanyanya.


"Tidak sama sekali. Kelinci ini sangat patuh. Dan tupai itu terdiam sepanjang waktu." Pria itu merasa sangat segar setelah membicarakan dua hewan itu.

__ADS_1


"...." He Ze tentu saja terdiam sepanjang perjalanan. Jika dia tiba-tiba bicara dan mengomel, bukanlah Mu Hongzhi akan pingsan detik itu juga?


Sementara Xue Zi, bagaimana bisa dia bicara sembarangan? Dia hanya makan wortel sepanjang perjalanan dan kini masih ada sisa wortel di tangannya.


"Ayo, istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan," kata Mu Xianzhai segera menggandeng tangan gadis itu memasuki kedai teh yang juga menyediakan menu makan siang.


Saat pelayan yang menjaga pintu melihat mereka, wajahnya memerah. Mungkin Mu Xianzhai memakai topeng, tapi auranya sangat terlihat jelas begitu kuat. Sedangkan Li Chang Su memakai gaun yang cukup tebal. Jubahnya tidak dipakail karena terlalu malas untuk melepaskan lagi ketika berada di dalam kedai.


Pelayan muda yang merupakan seorang gadis itu pun tersenyum ramah. Li Chang Su tentu saja cantik. Di usianya yang kini sednag berkembang, ada banyak sisi wajah yang akan berkembang pesat di masa depan. Belum lagi, walaupun tubuhnya masih tahap berkembang, itu cukup baik dan menonjol.


Adapun Mu Hongzhi, jelas pelayan itu mengenalinya. Siapa yang tidak kenal Jenderal Hong?


"Itu ... Tiga tamu ... Selamat datang," kata pelayan muda itu menyambut. Namun saat melihat dua peliharaan kecil di tubuh Mu Hongzhi, pelayan muda tersebut segera mengerutkan kening.


Di kedai ini, hewan peliharaan dilarang untuk masuk. Namun Mu Xianzhai dengan otoritasnya segera menekan kata-kata pelayan itu dan meminta pemilik kedai untuk datang dan mengizinkan kedua hewan tersebut masuk.


"Ya. Cukup kenal. Dia mungkin yang akan mengenaliku nanti," jawabnya jelas sombong. Tubuhnya tetap tegap seperti seorang raja yang tidak pernah takut pada seekor singa.


Saat pemilik kedai datang dengan wajah kesal, Mu Xianzhai mencibir. Pada akhirnya, pemilik kedai paruh baya itu gemetar ketika melihat siapa yang datang. Kakinya menjadi lembut. Pada akhirnya berlutut.


"Yang ... Yang Mulia ... Yang Mulia Raja Xian~" pemilik kedai itu sangat ketakutan ketika melihat tiga orang tertahan di pintu masuk. Punggungnya langsung berkeringat dingin. Lalu menatap gadis pelayan penjaga pintu, memelototinya.


"Apa yang kamu lakukan? Cepat berlutut dan meminta pengampunan!" Bentaknya, membuat gadis pelayan itu kaget dan pucat. Apalagi saat mendengar pemilik kedai mengatakan 'Raja Xian'.


Mungkinkah ....


Semua orang di kedai itu juga terkejut. Raja Xian, ini panggilan pangeran ketiga sebagai raja perang dan anak kesayangan kaisar. Semua orang tahu prestise nya. Bukan hanya itu, rumor tentang raja perang yang tidak pernah pandang bulu pada lawan jenis saat menghukum pun juga menjadi mimpi buruk.


Selama berada di medan perang sejak kecil, Mu Xianzhai terkenal dengan banyak kemenangan dan kekejamannya di medan perang. Dan setelah menikah dengan seorang gadis yang ditakdirkan oleh gelang naga perak, sifat raja perang mulai berubah. Menjadi lebih lembut dan mengurangi beberapa pembunuhan bagi mereka yang melanggar.

__ADS_1


Gadis pelayan penjaga pintu itu langsung jatuh berlutut dengan wajah memucat. Jika hari ini raja perang yang terkenal sombong dan kejam ini membunuhnya, mungkin dia harus melakukan perbuatan baik di kehidupan yang akan datang.


"Si Kecil ini tidak mengenali Yang Mulia. Yang Mulia tolong mengampuni Si Kecil ...," teriak gadis pelayan itu terdengar putus asa, suaranya tercekat dan matanya memerah karena menahan tangis.


Li Chang Su yang melihatnya terkejut. Setakut itu pada pria ini? Apakah karena Mu Xianzhai terbilang kejam dan dingin selama hidupnya saat ini?


Tapi, saat dia melihat Mu Xianzhai, sebenarnya pria ini tidak semenakutkan itu. Atau mungkin dia yang tidak kenal takut pada pria ini. Mu Hongzhi sendiri bahkan sampai memohon pada Mu Xianzhai untuk melepaskan mereka. Saat ini, ketiga datang untuk makan siang.


Orang-orang juga menghirup napas dingin. Raja Xian yang ditakuti banyak orang jika ketahuan melakukan kesalahan itu ternyata datang ke kedai kecil seperti ini. Membawa istri dan sepupunya.


"Biarkan saja mereka," kata Li Chang Su setelah tidak tahan melihatnya.


Pelayan itu sama sekali tidak melakukan kesalahan. Sedangkan pemilik kedai jelas takut disalahkan, karena memiliki pelayan yang tidak tahu sedang berbicara dengan siapa saat ini.


Mu Xianzhai tidak bicara sejak awal karena ingin membiarkan mereka mengizinkan dua hewan peliharaan istrinya masuk. Tidak ada maksud lain. Tapi kali ini dia tahu jika kebiasaannya di masa lalu membuat takut banyak orang.


Setelah menghela napas, dia merangkul istrinya dengan senyum musim semi. "Baiklah. Apapun yang diinginkan Su'er."


Nada bicaranya sangat lembut. Membuat semua orang yang hadir di sana tertegun dan tak bisa berpikir banyak.


"...." Apakah raja perang baru saja berbicara lembut dan tersenyum hangat pada istrinya?


Di mana raja perang yang dingin dan mencabut pedang dari sarungnya, ketika ada seseorang yang tidak hormat padanya?


Semua orang seketika mengalihkan pandangannya pada Li Chang Su. Gadis itu mungkin menjadi hal yang baik untuk membuat Mu Xianzhai menahan diri dari segala adegan berdarah.


Mu Xianzhai segera berwajah gelap saat istrinya ditatap banyak pelanggan. Ekspresinya tiba-tiba dingin, menatap pemilik kedai dengan mata elangnya.


"Apa yang kamu tunggu? Mau sampai kapan kamu membiarkan istriku kelaparan?"

__ADS_1


__ADS_2