
LI CHANG SU memerah dan mendorong tubuh pria itu menjauh. Dia menggelengkan kepalanya dan merasa sangat lelah. Mu Xianzhai juga tidak memaksa dan memeluknya sampai keduanya tertidur sepanjang malam.
Namun saat tengah malam tiba, pria di tempat tidur itu tiba-tiba saja membuka matanya, agak tajam dan curiga. Dia mendengar pergerakan di luar, sangat halus, namun penuh kecurigaan. Jadi dia terbangun dan melihat jika Li Chang Su tidur di lengannya.
Mungkin karena dia memiliki beberapa kelebihan tersembunyi, Mu Xianzhai bisa merasakan gerakan sesuatu di kegelapan. Lebih dari satu orang semuanya menuju ke halaman tamu istana bupati.
Dia teringat dengan laporan He Ze jika dua binatang mutasi jadi-jadian berniat untuk menculik Li Chang Su dan mengancam dirinya agar menyerahkan takhta pada Mu Lizheng. Memikirkan ini, napasnya menjadi lebih berat. Tapi Mu Xianzhai tidak mau mengganggu tidur istrinya sehingga dia memanggil para penjaga gelap di luar untuk berwaspada.
Tapi karena Mu Xianzhai tahu bahwa pihak lain lebih kuat, maka dia sengaja untuk memancing mereka datang. Lalu dia akan menyelesaikannya sendiri. Sayangnya, setelah setengah jam berlalu, pihak lain di kegelapan meninggalkan tempat itu. Mungkin merasa jika aura dari tubuh Mu Xianzhai sangat luar biasa.
Keesokan paginya.
Li Chang Su bangun pada jam-jam biasa dan membersihkan diri sambil menunggu sarapan. Mu Yishu mengundang keduanya untuk sarapan bersama. Kali ini pensiunan kaisar secara alami diundang dan sikap Mu Yishu yang pelit kemarin itu kini telah menghilang.
Sebagai seorang bupati yang dihormati, Mu Yishu jelas tahu mana yang benar dan salah. Kemarin dia terlalu antusias dan tidak ingin anaknya direbut oleh pria tua itu sehingga menutup pintu untuk Pensiunan Kaisar.
"Apakah tidur kalian semalam nyenyak?" tanya Mu Yishu sopan pada Li Chang Su dan juga Mu Xianzhai.
Gadis itu mengangguk tenang. "Ya, sangat baik."
Mu Yishu agak tertekan dan sedikit kurang tidur karena menyelesaikan pekerjaannya semalam. "Baguslah kalau begitu. Makanlah, jangan sungkan." Lalu dia menatap Pensiunan Kaisar yang sudah memegang paha ayam goreng. "Kakek, kurangi makanan berlemak, sayangi tubuhmu."
"..." Hanya sepotong ayam goreng, apakah kamu begitu pelit? Batin Pensiunan Kaisar agak sedih.
__ADS_1
Li Chang Su menggelengkan kepala saat melihat Pensiunan Kaisar begitu enggan untuk meletakkan kembali ayam goreng ke piring asalnya.
"Hari ini, kami akan kembali ke Istana Raja Perang. Ada beberapa hal yang harus kami lakukan." Li Chang Su mengambil topik.
Mu Yishu yang menikmati sarapannya dengan tenang pun agak terkejut. "Sangat cepat? Kenapa tidak menginap lebih lama saja? Shi'er sangat senang mengobrol denganmu," katanya.
Mu Xianzhai yang ada di samping istrinya pun mencibir. "Saudaraku, kenapa kamu terlihat seperti sedang menculik gadis kecil untuk menjadi selir?" tanyanya dengan nada bercanda.
"..." Apakah itu buruk untuk membiarkan istri adiknya ada di istana bupati untuk menemani Yan Shi? Pikirnya.
Tapi saat mengetahui pikiran saudara ketiganya ini, Mu Yishu ingin muntah darah. Tolong! Dia bukan sapi tua yang makan rumput muda. Jika istrinya tahu ini, dia mungkin akan tidur di luar kamar selama sebulan.
Akhirnya setelah sarapan, Li Chang Su dan Mu Xianzhai pamit. Pensiunan Kaisar sudah lama menghilang ke halaman Yan Shi untuk menemukan cicit kecilnya yang masih merah. Mu Yishu tidak berdaya saat melihat tingkah kakeknya kali ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Li Chang Su tidak menganggur. Dia membantu Mu Xianzhai untuk menyusun strategi perang di benteng perbatasan. Meski binatang mutasi kegelapan tidak terlalu merajalela, namun mereka masih tak melupakan keberadaan Hei Long.
Xuxu dan Xuyao berada di luar ruang belajar untuk menunggu tuannya selesai. Sementara di dalam ruang belajar, Li Chang Su tampak serius saat melihat peta perbatasan Negara Bingshui.
"Kesepuluh prajurit khusus yang kulatih bisa bergabung dengan yang lain. Kapan kita pergi ke barak militer?" tanya gadis itu agak tidak sabar. Selalu saja ada masalah di ibu kota yang membuat keduanya belum juga pergi.
Mu Xianzhai melihat istrinya sedikit tidak bahagia hanya merasa tak berdaya. Dia mengelus kepala istrinya dan membujuk dengan baik. Jika itu posisi wanita lain, jangankan pergi ke barak, mungkin memegang pedang saja tidak mau.
__ADS_1
"Tunggu sampai posisi pangeran kedua stabil, kita akan langsung berangkat. Masalah putra mahkota dan permaisuri, ada orang-orang kepercayaan yang membantunya."
Inilah yang direncanakan oleh Mu Xianzhai. Dia mengerutkan kening ketika teringat dengan para penyusup tadi malam. Tapi tidak berniat untuk memberi tahu Li Chang Su. Setidaknya, mereka tak akan berani bertindak gegabah untuk menyerang Li Chang Su.
Namun Mu Xianzhai masih memberinya peringatan kecil untuk tetap berjaga-jaga. Biarkan He Ze berkeliaran di sekitar istana untuk menjadi mata-mata alami.
Saat tupai putih itu keluar, kedua tangannya masih memegang kacang tanah rebus. Li Chang Su tidak mau bertanya lagi kenapa hewan yang satu ini suka makan kacang rebus.
Saat He Ze ingin berkata sesuatu tentang penyusup semalam, Mu Xianzhai sudah memberinya tatapan peringatan. Akhirnya, He Ze menelan kembali semua kata-kata yang ingin terucap.
"Kalau begitu aku akan pergi. Kalian manusia sungguh rumit!" Tupai putih itu sedikit marah dan segera bergerak keluar jendela.
Li Chang Su tidak tahu apa yang membuat tupai itu marah, namun Mu Xianzhai menganggapnya enteng, dia tahu jika tupai itu sedang mengumpat tentang dirinya. Pada akhirnya, Li Chang Su dan Mu Xianzhai melanjutkan kembali pekerjaan mereka.
Hingga saat malam hari tiba, Li Chang Su yang sibuk membaca buku di ranjangnya pun dikejutkan dengan suara benda jatuh di luar jendela. Dia meminta kedua pelayannya untuk mengecek. Gadis itu teringat dengan Rongyu yang menginginkan darahnya dan secara alami pasti akan mengirim orang untuk mengambil darahnya.
Tapi di sisi lain juga, Mu Lizheng mencoba menculiknya untuk mengancam Mu Xianzhai. Ini bukan hal yang baik. Meski dia bisa berpura-pura diculik dan mengetahui apa tujuan sebenarnya pihak lain, namun usulan itu ditolak tegas oleh Mu Xianzhai.
Apapun yang terjadi, Mu Xianzhai tidak akan membiarkan istrinya dijadikan umpan. Pria itu lebih suka menantang naga dan harimau serta menumpahkan darah di medan perang alih-alih menjadikan wanita kesayangannya sebagai umpan.
Belum lagi malam ini Mu Xianzhai pergi ke Istana Kekaisaran untuk mengadakan rapat pengadilan tentang binatang mutasi kegelapan di perbatasan. Serta rencana yang telah mereka susun juga akan dibahas. Kemungkinan akan pulang larut malam.
He Ze muncul di ambang jendela dan masuk seraya mengubah wujudnya menjadi manusia. Surai putih saljunya yang rapi menjuntai indah.
__ADS_1
"Dua binatang mutasi kegelapan tingkat dewa diam-diam menyelinap dan membawa pasukannya melalui terowongan bawah tanah. Beberapa kekacauan sekarang mulai terjadi di lingkungan masyarakat," jelasnya dengan ekspresi agak jelek.
Li Chang Su menutup bukunya dan bangkit dari tempat tidur. "Maksudmu, dua makhluk itu ingin mengalihkan perhatian sebelum datang padaku?" tebaknya.